Become A Protagonist

Become A Protagonist
Chapter. 51 - Arwah Milik Yu Zhaoyi


__ADS_3

Beberapa hari kemudian, surat yang berasal dari Sekte Teratai Emas akhirnya sampai di Lianfei, Sekte Pedang Beracun. Dalam suratnya, Luo Guanshu meminta agar Ayah dari Lei Yun dikirimkan ke Lin Zhong untuk menemaninya. Karena semenjak Luo Xuan Ying kembali dari kota Lianfei, Lei Yun terus menangis dan membuat petir menyambar mereka. Tidak hanya itu, selama beberapa hari, wilayah Lin Zhong terus diguyur hujan bahkan menyebabkan banjir dimana-mana. Luo Guanshu merasa lelah dengan Lei Yun yang tidak bisa mengendalikan kekuatannya sendiri. Karena itu, ia meminta bantuan pada Liu Chang Mo untuk mendatangkan seorang Ayah yang selalu disebut-sebut oleh Lei Yun.


Dan beberapa hari setelahnya, para pasukan berkuda dari Sekte Pedang Beracun mendatangi tempat mereka dengan dipimpin oleh seorang anak muda yang menyembunyikan wajahnya di balik topi bambunya.


”Benarkah? Mereka sudah datang?” tanya Luo Guanshu begitu ia kedatangan seorang anak muda yang menyampaikan pesannya.


”Benar Patriark! Tuan muda Liu memimpin pasukan untuk berkunjung kemari.” lanjut anak muda.


”Hmm,... Aku akan segera ke sana. Jangan biarkan Ying'er dan anaknya mengikutiku.” singkat Luo Guanshu dan setelah itu, muncul suara petir yang menyambar dan teriakan beberapa anak muda yang ada di luar sana. Hal yang sudah biasa terjadi, sama sekali tidak memberatkan pikiran Luo Guanshu saat ini. Ia mencoba untuk terus berpikir lurus dan mengabaikan suara petir yang terjadi berkali-kali.


Beberapa saat setelahnya, Luo Guanshu berdiri dari atas singgasananya dan berjalan bersama seorang anak muda untuk menemui seseorang yang sudah menunggu di paviliun Tanhua.


Saat ia baru saja keluar dari ruangannya di sebuah bangunan tinggi dan seseorang harus menaiki tangga untuk masuk ke dalam bangunan tersebut. Perhatiannya seketika tertuju pada seorang anak muda yang sedang memeluk sesuatu balik kedua tangannya. Benda yang sedang dipeluk oleh anak ini, memiliki hawa kekuatan yang sangat besar dan beberapa kilat kecil yang mengelilingi tubuhnya.


”Ying'er! Sedang apa kau kemari?” tanya Luo Guanshu begitu ia yakin bahwa anak ini adalah Luo Xuan Ying.


Di saat Luo Xuan Ying menoleh ke belakang, sesuatu darinya berhasil membuat Luo Guanshu sangat terkejut.


Iris mata sebelah kiri Luo Xuan Ying berwarna merah!


”Ying'er! Apa yang terjadi padamu?” tanya Luo Guanshu yang tampak cemas karena dengan bola matanya yang berwarna merah, menandakan bahwa ia saat ini sedang dirasuki oleh arwah pendendam.


Luo Xuan Ying tidak berekspresi saat sedang memandangi wajah Luo Guanshu. Di dalam pelukannya saat ini, sudah ada Lei Yun yang sedang tertidur pulas dan petir pun berhenti bermunculan. Angin pun berhembus sangat kencang dan membuat Luo Xuan Ying berdiri kembali, menghadap langsung ke arah Luo Guanshu.


”Kau ~ tidak melupakanku 'kan?” tanya arwah yang saat ini sedang merasuki tubuh Luo Xuan Ying. ”... Anak ini sedang menangis. Apakah kau sama sekali tidak menyayanginya?”


Kedua bola mata Luo Guanshu seketika melebar karena tidak percaya. Seorang anak muda yang berdiri di sebelahnya bertanya, ”Ada apa Patriark? Bukankah dia adalah Tuan muda Luo?”

__ADS_1


Luo Guanshu memejamkan matanya selama beberapa saat. Ia melirik ke arah seorang anak muda di sebelahnya dan kembali menatap ke arah Luo Xuan Ying yang ada di hadapannya. ”... Yu Zhaoyi, sayang. Kau tidak perlu mengkhawatirkannya. Aku akan menjaga Ying'er dengan baik. Aku berjanji.” ucap Luo Guanshu dengan ekspresi cemas.


”Hah? Tuan muda saat ini sedang dirasuki oleh nyonya Luo?” batin anak muda yang ada di sebelahnya.


Tidak lama setelah ia mengatakan itu, arwah yang sedang merasuki Luo Xuan Ying telah berhasil keluar. Ia pun terjatuh dan beruntung saja Luo Guanshu dengan sigap langsung menangkapnya sebelum kepalanya menyentuh tangga.


”Ini gawat! Apa yang terjadi dengan Tuan muda?” ucap anak muda di sebelahnya dan ia tampak panik ketika Luo Xuan Ying terjatuh di hadapannya.


”Patriark Luo! Ada apa dengannya!” seru seorang anak muda yang berjalan menghampirinya dari bawah tangga. Anak muda ini adalah Liu Zhang Chen yang menjadi tamu pribadi di Sekte Teratai Emas.


”Tuan muda Liu! Mengapa Anda repot-repot kemari?” tanya seorang anak muda yang merasa khawatir dengan keberadaan Liu Zhang Chen di hadapannya.


Sambil membawa bayi Lei Yun kembali, Liu Zhang Chen menjawab, ”... Aku melihat petir terus menyambar di tempat ini. Jadi, aku pikir sesuatu yang buruk telah terjadi di sini.”


”Bukan saatnya untuk bertanya.” celetuk Luo Guanshu sambil mengangkat Luo Xuan Ying ke atas punggungnya. ”... Panggilkan beberapa tabib untuk memeriksa keadaannya saat ini.”


Setelah itu, Luo Guanshu membawa pergi Luo Xuan Ying ke kediaman miliknya dengan diikuti oleh Liu Zhang Chen yang membawa Lei Yun di kedua tangannya saat ini.


Beberapa saat kemudian, para tabib handal yang berasal dari wilayah Lin Zhong akhirnya datang dan langsung memeriksa keadaan Luo Xuan Ying yang masih tidak sadarkan diri sampai saat ini. Mereka mengatakan bahwa tidak ada masalah yang terjadi. Ia hanya tertidur dan akan bangun kembali. Beruntung saja arwah yang merasukinya tidak terlalu ganas sehingga tidak merusak kualitas tulangnya.


Pada malam harinya, Luo Xuan Ying akhirnya terbangun dan pandangannya langsung tertuju pada Liu Zhang Chen yang sedang terduduk di sebelahnya, begitupun dengan bayi Lei Yun yang sedang tertidur di pangkuannya.


”Rasanya aku sudah tertidur seharian penuh. Apa yang terjadi? Bukankah ini kediaman Ayah? Dan mengapa Zhang Chen ada di sini.” gumam Luo Xuan Ying saat dirinya terduduk kembali di atas dipannya.


Luo Xuan Ying turun dari atas dipannya dan duduk di hadapan Liu Zhang Chen yang masih tertidur di sana.


Ia menekan-nekan pipi Liu Zhang Chen hingga membuatnya sedikit membuka mata. Tidak lama setelahnya, Liu Zhang Chen akhirnya terbangun dan ekspresinya seketika tertegun saat melihat Luo Xuan Ying yang sedang terduduk di hadapannya.

__ADS_1


”Xuan Ying~ kau,...


”Ssstt,... Jangan berisik. Yun'er sedang tertidur. Kau pasti sangat kesulitan menidurkannya.” ucap Luo Xuan Ying dengan suara pelan.


”Bagaimana dengan dirimu sendiri? Kau sudah tidur selama seharian penuh.” tanya Liu Zhang Chen.


Luo Xuan Ying tertegun dan menatapnya dengan heran selama beberapa saat. ”... Seharusnya aku yang bertanya, mengapa kau bisa ada di sini?”


”Aku datang karena Patriark Luo memberikanku kabar kalau kau kesulitan untuk mengurus Lei Yun yang masih bayi.” singkat Liu Zhang Chen.


”Benarkah? J~ jadi, Ayahku sekarang sudah tidak lagi mempercayaiku?” ucap Luo Xuan Ying karena tidak percaya dengan jawaban tersebut.


”Pagi tadi, apakah kau sama sekali tidak sadar?” tanya Liu Zhang Chen kembali.


Luo Xuan Ying tertegun dan langsung menatapnya. ”... Kenapa memangnya? Aku sudah tidur selama sehari penuh. Aku bahkan tidak sadar kalau sudah berada di ruangan ini.”


”Lalu, apa yang terjadi saat kau sedang tertidur?”


Luo Xuan Ying berpikir sebelum menjawab, ”... Aku bertemu dengan seorang wanita. Dia begitu baik padaku dan selalu mengajakku ke suatu tempat yang belum pernah aku kunjungi.”


Liu Zhang Chen menatapnya dengan serius. ”... Apakah kau tidak ingat dengan Ibumu sendiri?”


Luo Xuan Ying berkedip selama beberapa kali. Pandangannya seketika teralihkan pada objek lain seolah ia sedang tidak ingin membicarakan hal ini. ”... Saat usiaku lima tahun, ibuku bilang kalau dia akan kembali. Aku akan menunggunya selama beberapa tahun lagi.”


Liu Zhang Chen cukup terkejut setelah ia mendengar hal itu. Ia tidak menyangka Luo Guanshu akan merahasiakan kematian Yu Zhaoyi bahkan sampai sekarang. Ia mungkin tidak ingin melihat Luo Xuan Ying merasa sedih setelah mendengar kematian Ibunya tujuh tahun lalu. Karena itu, ia merahasiakannya sampai sekarang.


Bagaimanapun juga, tidak ada kebohongan yang bertahan selamanya. Suatu hari nanti, semuanya pasti akan terbongkar.

__ADS_1


__ADS_2