
”Tuan muda! Tuan muda!” seru seorang pelayan yang mengetuk-ngetuk kamar Xiao Qing Xuan berkali-kali.
Sesaat kemudian, Xiao Qing Xuan akhirnya membuka pintunya dan menunjukkan wajah kesalnya pada seorang pelayan yang baru saja mengganggu waktunya. ”Ada apa? Tidak bisakah kau tenang sedikit? Aku baru saja pulang dari perjalanan jauh!” ketus Xiao Qing Xuan.
Pelayan itu menundukkan kepalanya di depan Xiao Qing Xuan. Setelah itu, ia pun berkata dengan cemas, ”Nyonya Yin memutuskan untuk bercerai dengan pemimpin Xiao dan sekarang, ia bersama putranya akan kembali ke wilayah perbatasan Longyuan.”
Xiao Qing Xuan tampak terkejut setelah mendengarnya. Tak lama, ia pun kembali bertanya, ”... Putranya? Apakah yang kau maksud adalah Xiao Ruo?”
Pelayan itu menjawab dengan ragu, ”I~ iya Tuan muda.”
Tanpa memikirkannya lagi, ia pun segera berlari menuju gerbang keluar. Xiao Qing Xuan tidak menyangka bahwa kedatangannya ini adalah penyebab dari perceraian mereka berdua. Karena ia baru saja bertemu kembali dengan Xiao Ruo, ia merasa semua ini tidak pantas ia dapatkan. Lalu, saat ia sudah berada di depan gerbang kediamannya, suasana di sana tampak sangat sepi dan tidak ada seorangpun yang berada di sana. Ditambah lagi dengan datangnya hujan yang semakin deras, membuatnya semakin mencemaskan keberadaan Xiao Ruo saat ini.
”Kau tidak perlu mencarinya. Dia sudah pergi.” ucap seorang gadis yang sedang berdiri di belakangnya.
Tak lama, ia pun langsung menoleh ke belakang dan menatap ke arah seorang gadis remaja yang bersandar pada sebuah tiang bangunan. Gadis ini adalah Xiao Fei, sepupu dari Xiao Qing Xuan yang berbeda usia 4 tahun lebih tua darinya.
”Lalu dimana dia sekarang? Mengapa kalian tidak mengatakan padaku kalau mereka akan pergi?” ucap Xiao Qing Xuan sambil menatap dingin ke arah Xiao Fei di depannya.
__ADS_1
Xiao Fei tersenyum seringai. Ia melipat tangannya sambil berjalan menghampiri Xiao Qing Xuan. ”... Aku tahu kau akan menanyakannya. Kau sangat beruntung karena aku bukanlah orang jahat.” Xiao Fei berhenti berjalan saat ia sudah berdiri tepat di depan wajah Xiao Qing Xuan. ”... Anak itu ingin mengatakan padamu kalau kau tidak perlu menyusulnya dan kau juga tidak perlu berkunjung ke tempatnya. Dia sendiri yang memutuskan kalau ia akan ikut dengan Ibunya meskipun pada akhirnya ia hanya akan menjadi penduduk biasa.”
Xiao Qing Xuan tampak pucat dan ia pun berjalan mundur beberapa langkah. ”Apa maksudmu kak Ruo tidak ingin jika aku mengunjunginya?! Kau pasti berbohong padaku dan mengatakan hal yang sebaiknya!” bentak Xiao Qing Xuan yang tampak tidak percaya.
Xiao Fei mengalihkan perhatiannya dan berkata, ”Kau ini naif sekali. Aku sudah bilang kalau aku bukanlah orang jahat. Mengapa kau tidak percaya dengan apa yang aku katakan padahal aku mengatakan hal yang sebenarnya?”
”Tidak! Aku tidak percaya dengan semua yang kau katakan!” teriak Xiao Qing Xuan yang langsung berlari keluar. Namun, saat ia akan membuka gerbang utama yang mengarah langsung keluar, langkahnya seketika terhenti saat ia melihat Xiao Lian Lei yang mendatanginya dengan dua orang pemuda yang menjadi kaki tangannya.
”Kau ingin pergi kemana?” tanya Xiao Lian Lei yang menatapnya dengan dingin.
Xiao Lian Lei tidak berekspresi saat mendengarnya. Tak lama setelahnya, ia pun menjawab, ”Ini semua bukan urusanmu. Anak kecil diam saja. Kau tidak perlu angkat bicara dalam masalahku dengan Yin Hua.” ucapnya sambil berjalan melewati Xiao Qing Xuan bersama dengan kedua bawahannya.
Xiao Qing Xuan merasa semakin kesal dengan sikap Xiao Lian Lei saat ini. Ia mengeraskan kepalan tangannya dan berlari menghampiri Xiao Lian Lei sambil melancarkan pukulannya. Namun, saat ia hampir saja bisa mengenainya, salah seorang bawahannya langsung menepis serangannya dan menendangnya hingga ia terbanting ke tanah.
”Cih! Kenapa aku tidak bisa menggunakan kekuatanku secara maksimal?!” batin Xiao Qing Xuan sambil memegangi bahunya yang tergores.
Xiao Lian Lei menatap ke arah salah satu bawahannya dan berkata, ”Bawa dia kembali ke kamarnya dan jangan biarkan dia keluar.”
__ADS_1
Pemuda itu mengangguk paham.
Kedua bawahannya langsung bergegas membawa Xiao Qing Xuan kembali ke kamarnya. Namun, Xiao Qing Xuan sendiri mencoba untuk memberontak dengan menghindari mereka berdua. ”Menjauh dariku!” teriak Xiao Qing Xuan yang langsung bergerak menyerang Xiao Lian Lei. Namun, lagi-lagi salah satu bawahannya bergerak cepat dan langsung membantingnya ke tanah. Ia pun menjadi sangat heran karena ia tidak bisa menggunakan kekuatan sendiri.
”Yang ada di dalam dirimu adalah kekuatan spiritual milik Ibumu. Dia pasti tidak mengizinkanmu untuk pergi dan dia mengambil kekuatannya kembali darimu. Sebaiknya, kau menurut saja pada ibumu dan kembalilah ke kamar mu.” ucap Xiao Lian Lei sambil melirik ke arah Xiao Qing Xuan.
Xiao Qing Xuan tersenyum seringai dan setelah itu, ia pun tertawa lepas sambil bertanya, ”Memangnya siapa ibuku? Apakah aku memilikinya? Semua orang bilang kalau aku ini adalah anak haram. Pantas saja aku tidak memiliki Ibu! Kau tidak akan pernah mengerti apa yang selama ini terjadi dalam hidupku. Lantas aku ini siapa? Apakah kalian menjadikanku alasan mengapa kalian berdua bercerai?” ucap Xiao Qing Xuan dengan sedih.
Xiao Lian Lei tidak berekspresi. Ia pun menepuk pundak Xiao Qing Xuan dan berkata, ”Karena aku menyayangimu, Xuan'er. Aku tahu kau tidak bahagia dengannya dan aku ini masih Ayah kandungmu. Saat di Mubei, kau mengalami hilang ingatan yang membuatmu melupakan beberapa orang di dekatmu. Wajar saja kau melupakan Ibumu dan bahkan Guru besar mu sendiri.”
Xiao Qing Xuan berteriak, ”Bohong! Aku tidak percaya dengan semua ucapanmu! Selama ini kau hanya mengarangnya saja agar aku senang, iya kan?! Semua orang sudah membohongiku dan aku tidak akan percaya lagi!
HOEKK!!
Darah segar dimuntahkan oleh Xiao Qing Xuan secara tiba-tiba. Ia pun menjadi sangat terkejut karena ia baru saja mengalami ledakan spiritual yang membuat Qi di dalam tubuhnya menjadi sangat berantakan. Ia bahkan tidak bisa melakukan apapun di saat itu terjadi. Tak lama setelahnya, ia pun terjatuh tak sadarkan diri dengan sudut bibir yang mengeluarkan darah.
Saat melihat keadaannya, ekspresi Xiao Lian Lei tampak sangat terkejut. Kedua tangannya gemetar kencang seakan hal ini bukanlah hal yang diinginkannya. ”Mu'an Qing. Putramu tidak bersalah. Akulah yang salah karena tidak bisa mengajarinya dengan baik.”
__ADS_1