Become A Protagonist

Become A Protagonist
Chapter. 08 - Dijebak Mangsanya Sendiri


__ADS_3

Saat ia sedang mengobati lukanya sendiri, ia memperhatikan bahwa lukanya saat ini memang cukup parah terlebih lagi tidak ada tanaman obat di sekitar gua yang mereka tempati. Mereka hanya memiliki kain yang digunakan untuk menutupi badan mereka. Tidak mungkin mereka melepasnya hanya karena ia ingin mengobati lukanya yang sudah terlanjur parah.


”Haah,... Sepertinya aku hanya bisa membiarkan luka ini terbuka.” batin Liu Zhang Chen yang memperhatikan lukanya.


Namun, saat ia memilih untuk diam selama beberapa saat. Dari belakang, tiba-tiba saja ada seseorang yang memaksa melepaskan pakaiannya. Hal itu membuatnya sangat terkejut dan pandangannya seketika langsung teralihkan ke arah seseorang yang sedang berada di belakangnya.


”Cih! Apa yang kau lakukan?!” bentak Liu Zhang Chen dengan wajah marahnya dan setelah itu, darah yang menyangkut di tenggorokannya akhirnya berhasil di keluarkan.


”Haha! Akhirnya Guru mengeluarkan darah kotormu! Aku yakin itulah yang membuat napasmu terengah-engah.” ucap Xiao Qing Xuan dengan bangganya sebelum akhirnya, Liu Zhang Chen menatapnya dengan sangat marah dan ia pun sadar kalau saat ini, Xiao Qing Xuan sengaja menutup kedua matanya dengan sebuah kain hitam. Dia pasti melakukan ini karena ia tahu kalau Liu Zhang Chen tidak ingin ada seorangpun yang melihatnya telanjang dada.


”Ada beberapa luka yang ada di punggung Guru besar. Aku mungkin bisa mengobatinya tanpa harus melihatnya.” ucap Xiao Qing Xuan sambil memastikan kalau kain penutup matanya telah diikat kencang.


Liu Zhang Chen mendengus dan pandangannya tetap tidak ingin menatap ke arah Xiao Qing Xuan meskipun dia sudah memakai penutup mata.


”Kau tidak perlu melakukannya!” singkat Liu Zhang Chen yang masih memelihara wajah kesalnya.


”Kenapa Guru menolak? Lagipula kita hanya berdua di sini? Tidak akan ada yang melihatnya.” ucap Xiao Qing Xuan kembali sambil mencoba untuk melepaskan pakaian luar Liu Zhang Chen.


”Cih! Pergilah!” bentak Liu Zhang Chen yang langsung mendorong keras Xiao Qing Xuan ke depan.


Setelah terlepas, wajah Liu Zhang Chen tampak memerah dengan pakaian yang masih melekat di tubuhnya meskipun terdapat luka yang terus membuatnya kesakitan.


”Kau menyebalkan! Aku sangat membencimu!” ucap Liu Zhang Chen dengan kesal sambil mengernyitkan keningnya saat sedang menatap ke arah Xiao Qing Xuan.


Xiao Qing Xuan terdiam selama beberapa saat sambil menatapnya tanpa ekspresi. Tidak lama setelahnya, ia pun sedikit tertawa padanya dan berkata, ”Haah,... Baiklah jika Guru ingin mengobati lukamu sendiri. Itu bukan urusanku apakah Guru akan mati atau tidak. Aku benar-benar tidak peduli!” ucapnya sambil membalikkan badannya.

__ADS_1


Saat ia merasa yakin kalau Xiao Qing Xuan tidak akan melihatnya, Liu Zhang Chen segera membuka setengah dari pakaiannya dan mulai membalut lukanya sendiri menggunakan kain seadanya. Karena kainnya tidak cukup untuk membalut semua lukanya, ia pun terpaksa membiarkan luka-luka kecil terbuka dan membalut luka yang besar saja.


Ia juga terkadang memperhatikan Xiao Qing Xuan yang ada di belakangnya dan memastikan kalau ia tidak melihatnya sedang membalut lukanya sendiri.


Setelah selesai, ia pun bersandar kembali pada dinding batu dengan nafas yang mulai membaik. ”Kau boleh membuka penutup matamu.” ucap Liu Zhang Chen setelah pandangannya teralihkan ke arah Xiao Qing Xuan yang masih memakai penutup mata.


Setelah mendengarnya, ia pun segera membuka ikatannya dan menatap ke arah Liu Zhang Chen yang sudah berpakaian rapi tidak seperti saat ia memaksanya untuk segera membuka pakaiannya.


”Kenapa Guru besar melarangku untuk melihatnya padahal apa yang Guru besar miliki, aku juga memilikinya.” ucap Xiao Qing Xuan dengan heran setelah ia menatapnya.


Liu Zhang Chen mengalihkan pandangannya dengan kesal dan berkata, ”Jika bukan karena ulah mu, aku tidak akan seperti ini!”


Xiao Qing Xuan tersentak dan langsung berkata dengan keras, ”Kenapa harus aku yang disalahkan?! Bukankah mereka hanya ingin membunuh Guru dan hal ini tidak ada hubungannya denganku?” ucapnya dengan sedikit kesal karena telah dituduh.


”Jangan menggangguku! Pergilah keluar! Cari sesuatu yang bisa dimakan olehmu!” ucap Liu Zhang Chen dengan suara tenang meskipun dalam benaknya ia benar-benar jengkel terhadap orang di depannya.


Karena hari sudah mulai pagi dan dari ufuk timur, terlihat sebuah garis-garis cahaya. Mungkin saja ada beberapa hewan kecil yang bisa diburu di dalam hutan. Tempat ini memiliki hewan sihir yang sangat sedikit namun, hutan ini kerap kali menjadi tempat pertarungan tunggal yang memporak-porandakan semuanya.


”Huh! Baiklah! Aku hanya akan mencari makananku sendiri! Aku tidak akan membaginya dengan Guru!” ketus Xiao Qing Xuan yang langsung berjalan cepat keluar gua.


Mendengar hal itu, Liu Zhang Chen hanya terdiam tidak berekspresi saat ia sedang memperhatikannya dari dalam gua. Jelas-jelas kalau ia sebenarnya tidak ingin terganggu dan berencana untuk pergi meninggalkan salah satu muridnya di sini. Namun, karena wajah Xiao Qing Xuan mirip sekali dengan wajah sepupunya saat masih kecil, ia pun akhirnya mengurungkan niatnya dan tetap berada di dalam gua.


Sementara ini, di dalam sebuah hutan lebat yang memiliki pohon-pohon besar hingga menutupi matahari. Xiao Qing Xuan menjadi sangat terkejut setelah ia menyadari bahwa di dalam sungai tersebut tidak memiliki seekor ikan sedikitpun. Ia hanya menemukan hewan-hewan sihir berukuran sedang yang tidak bisa dimakan karena didalamnya banyak mengandung racun.


“Apakah tidak ada sesuatu yang bisa dimakan?! Bisa-bisa aku akan mati kelaparan di sini apalagi, tidak ada satupun rumah makan di hutan!” keluh Xiao Qing Xuan yang sudah merasakan adanya perang yang terjadi di dalam perutnya.

__ADS_1


Setelah ia terdiam selama beberapa saat, pandangannya seketika teralihkan pada seekor kelinci putih berukuran normal yang sedang bersembunyi di balik semak-semak.


Setelah melihat hal itu, Xiao Qing Xuan langsung mengejar kelinci putih yang memiliki kecepatan lari dua kali lebih cepat darinya.


”Kemarilah kelinci kecil! Aku memiliki api yang bisa menghangatkanmu!” seru Xiao Qing Xuan saat sedang mengejar kelinci tersebut.


Namun, karena terlalu terfokuskan dengan kelinci yang sedang dikejarnya, ia sama sekali tidak menyadari bahwa kelinci tersebut akan menjatuhkannya pada sebuah lubang besar yang ada di depannya. Seketika, saat kelinci tersebut berbelok, ia tergelincir dari bibir lubang dan terjatuh dari atas sana!


”Aduh,... Duh,.... Kenapa jadi seperti ini? Seharusnya manusia yang menjebak hewan dan bukan hewan yang menjebak manusia! Benar-benar melawan hukum alam!” gumam Xiao Qing Xuan yang merasakan sakit pada bagian punggungnya.


Setelah ia memejamkan matanya selama beberapa saat, Xiao Qing Xuan menjadi sangat terkejut karena di tempatnya saat ini adalah tempat tumpukan mayat-mayat manusia yang dibuang. Mereka semua dikumpulkan dalam satu lubang dan dibiarkan begitu saja!


”Cih! Pantas saja aku mencium bau busuk di tempat ini! Kelinci itu benar-benar mengira kalau aku adalah mayat hidup!” ucap Xiao Qing Xuan sambil menutup hidungnya karena tidak tahan dengan aroma mayat-mayat yang ada di sekitarnya.


”Hmm,... Bagaimana caranya agar aku bisa keluar dari tempat aneh ini?”


Pandangan Xiao Qing Xuan kembali menatap ke atas dan memikirkan bagaimana cara agar ia bisa memanjat sampai keluar lubang besar ini. Jika saja di atas lubang ini terdapat pohon yang memiliki akar yang menonjol sampai keluar, mungkin saja ia bisa memanjatnya dengan mudah. Akan tetapi, dinding tanah yang ada di depannya ini benar-benar rata dan tidak bisa dipanjat dengan tangan kosong.


”Haah,... Liu Zhang Chen tidak mungkin akan pergi mencariku! Dia pasti tidak akan melakukan hal yang merepotkan seperti itu bahkan mungkin saja ia akan meninggalkanku di sini!” pikir Xiao Qing Xuan.


Saat ia sedang memikirkannya, tiba-tiba saja sebuah bayangan hitam menusuk dirinya tepat pada dantian miliknya. Gerakan cepat bayangan hitam itu benar-benar tidak bisa terduga olehnya dan akibatnya, muncul beberapa energi kebencian yang keluar dari masing-masing mayat yang ada di depannya.


Sambil memegangi dadanya, Xiao Qing Xuan terjatuh dan menoleh ke belakang ke arah tumpukan mayat tersebut. Wajahnya tampak kesal dan marah begitu ia tahu apa yang sebenarnya mereka lakukan terhadapnya.


”Jadi, mereka menjadikanku sasaran untuk balas dendam dan membuatku terpaksa berkultivasi gelap?!”

__ADS_1


__ADS_2