Become A Protagonist

Become A Protagonist
Chapter. 95 - Perceraian


__ADS_3

”Kau sungguh bertemu dengan jiwa asli milik Guru besar Chen?” tanya Xiao Ruo yang tampak terkejut setelah Xiao Qing Xuan mengatakan kalimatnya.


Xiao Qing Xuan mengangguk dan melanjutkan, ”Sepertinya, jiwanya sudah mati. Orang yang ada di sana, hanyalah tubuhnya saja.” ucapnya dengan sangat yakin bahwa Liu Zhang Chen sebenarnya sudah mati.


Xiao Ruo menatapnya dengan serius dan langsung berkata, ”Apa yang adik Xuan katakan? Bukankah kau bilang kalau jiwanya masih berada di tempat yang sama? Satu-satunya cara untuk membuatnya sadar kembali adalah, membangunkan jiwanya yang asli.”


Xiao Qing Xuan menatapnya dengan risih. Untuk pertama kalinya ia merasa kesal dengan semua yang diucapkan oleh Xiao Ruo padanya. Saat ini ia sedang tidak ingin terlibat dalam masalah apapun. Ia hanya ingin mendapatkan kehidupan tenangnya saja dan semua itu sudah cukup untuk membuatnya senang.


”Sudah cukup! Aku tidak ingin terlibat dalam masalah orang lain. Orang itu, tidak ada hubungannya denganku.” ucap Xiao Qing Xuan sambil menatap dingin ke arah Xiao Ruo.


Xiao Ruo terdiam, menatapnya dengan heran. Tak lama setelahnya, sebuah kilatan hitam kembali muncul dan menyerang mereka secara brutal. Di saat keduanya terdiam dan saling mengakhiri pembicaraannya, Xiao Qing Xuan menarik tangan Xiao Ruo dan keduanya pergi begitu saja menggunakan mantra teleportasi miliknya. Saat itu juga, keduanya telah berada di halaman depan kediaman keluarga Xiao.


Xiao Ruo tampak terkejut setelah ia berada di sana. Ia memandangi sekitar dengan heran setelah Xiao Qing Xuan baru saja mengeluarkan mantra teleportasinya. Setelah itu, Xiao Qing Xuan berjalan mendahuluinya dan berkata dengan pelan, ”... Jangan menyuruhku untuk mengingat hal yang baru saja terjadi.” ucapnya sambil berjalan memasuki aula di depannya.


Saat melihatnya pergi, Xiao Ruo menatapnya dengan cemas. ”Sifatnya cepat sekali berubah. Aku harus melakukan apa yang dikatakannya jika tidak ingin membuatnya marah.” batin Xiao Ruo yang memandangi punggung Xiao Qing Xuan.


Seorang pelayan langsung mendatangi Xiao Lian Lei begitu ia mendengar kabar mengenai kedatangan Xiao Qing Xuan dan Xiao Ruo. Wajahnya tampak senang dan bahagia ketika ia ingin menyampaikannya. Namun, saat ia akan memasuki ruangan yang menjadi tempat beradanya Xiao Lian Lei, suara teriakan amarah Yin Hua terdengar dari balik pintu yang tertutup.


”Anak itu sudah membuat kekacauan di Sekte Pedang Beracun dan sekarang dia melarikan diri ke Sekte Puncak Donqiong lalu, melukai kakak seperguruannya sendiri. Benar-benar memalukan! Apakah kau tidak akan menghukumnya atau menasehatinya agar ia tidak mengulanginya lagi?!” teriak Yin Hua yang tampak kesal setelah ia berhadapan dengan Xiao Lian Lei yang masih bisa bersikap tenang terhadap anaknya sendiri.


Sambil menaruh cangkirnya di atas meja, Xiao Lian Lei menjawab, ”Saat itu, Xuan'er masih kecil dan dia belum mengetahui peraturan yang ada di sini. Jadi, wajar saja jika dia selalu bertindak semaunya.” ucapnya dengan tenang.

__ADS_1


Yin Hua menggertakan giginya dan menatapnya dengan kesal. Setelah itu, ia pun kembali membentak, ”Berapa usia anakmu saat ini? Apakah usia 16 tahun masih dikatakan seperti anak anak?! Sebelumnya, kau juga telah menikahi seorang wanita bajiingan yang berasal dari Mubei. Pantas saja tindakan anaknya sama persis seperti Ibunya!”


”Yin Hua! Tutup mulutmu!” teriak Xiao Lian Lei yang tampak kesal. ”... Mu'an Qing tetaplah istriku dan aku masih mencintainya. Aku menikahimu hanya karena aku membutuhkanmu untuk mengisi kursi kosong. Aku pikir, Xuan'er akan senang jika aku membawakan Ibu baru untuknya. Tapi, ternyata semua itu hanyalah gurauan saja. Saat Mu'an Qing masih hidup, dia selalu melakukan tugasnya dengan baik sedangkan kau hanya memperparah keadaan saja. Karena itu, aku tidak pernah memberikanmu tugas apapun dalam keluarga ini!”


Yin Hua tampak sangat marah saat Xiao Lian Lei mengatakan kalimatnya. Ia mengeraskan kepalan tangannya dan pandangannya terus menunduk dengan mulut yang menggigit bibirnya sendiri. Tak lama setelah ia terdiam, Yin Hua mengeluarkan sebuah cambuk dari telapak tangannya. Lalu, ia pun membanting cambuknya sendiri ke atas lantai hingga membuat lantainya rusak parah.


”Kalau begitu aku tidak akan membutuhkannya! Simpan saja senjata ini untukmu! Jika kau tidak pernah mencintaiku, aku memutuskan untuk bercerai denganmu!” teriak Yin Hua dengan sangat marah. Setelah itu, ia pun pergi meninggalkan tempat tersebut dan tidak menghiraukan orang-orang yang berada di sekitarnya.


Saat Yin Hua telah pergi meninggalkan ruangannya, seorang pelayan laki-laki masuk dan menggantikannya. Ia tampak canggung setelah ia mendengar semua pertengkaran yang mereka lakukan. Tak lama setelahnya, ia pun memberi salam dan berkata, ”Maaf, aku mengganggu waktu pemimpin. Saat ini, Tuan muda sudah kembali kemari bersama dengan Tuan muda Xiao Ruo.” ucapnya dengan sopan karena ia tahu bagaimana suasana perasaan Xiao Lian Lei setelah bertengkar dengan Yin Hua.


Tidak lama setelahnya, Xiao Lian Lei beranjak dari tempat duduknya dan berjalan keluar dari ruangan. Saat berpapasan dengan pelayan di depannya, ia bertanya, ”Benarkah?” ucapnya kemudian ia pun berlalu meninggalkan ruangan tersebut.


Sementara ini, Yin Hua tampak sangat kesal ketika ia sedang berjalan kembali menuju kediamannya. Ia berlalu begitu saja melewati beberapa petinggi yang memberi salam padanya. Saat ia berjalan melewati aula leluhur, ia bertemu dengan Xiao Ruo yang tampak senang dan langsung berjalan menghampirinya.


Sebuah tamparan keras melayang di wajah Xiao Ruo saat ia belum mengakhiri kalimatnya. Ia tampak terkejut dan tertekan setelah mendapatkannya. Sambil memegangi pipinya yang tampak memar, ia menatap Yin Hua dengan penuh rasa takut.


”I~ Ibu? Ada apa?” tanya Xiao Ruo yang tampak bingung saat mendapatkannya.


”Kau masih menganggapnya sebagai adik?! Anak itu tidak pantas menjadi adikmu! Mulai sekarang kau bukanlah kakaknya dan dia bukanlah adikmu!” ketus Yin Hua yang menatapnya dengan ekspresi marah.


Xiao Ruo tampak terkejut dan bertanya, ”... Tapi, kenapa?”

__ADS_1


”Mulai sekarang, tidak ada Tuan dan nyonya keluarga Xiao. Aku sudah memutuskan untuk bercerai dengannya.” ucap Yin Hua yang berhasil membuat Xiao Ruo tampak sangat terkejut. ”... Rapi kan semua barang-barangmu. Kita akan pergi dari sini.” ucapnya sambil berjalan mendahului Xiao Ruo.


”Kenapa Ibu ingin bercerai? Memangnya apakah Ayah pernah memperlakukan Ibu dengan buruk?” tanya Xiao Ruo sambil menatapnya dengan cemas.


Yin Hua terdiam sesaat sebelum dia menjawab, ”Jadi, kau ingin membuat Ibumu ini menjalani kehidupannya dengan seseorang yang tidak pernah mencintainya dan terus dibohongi sampai akhir hayatnya?” ucapnya dengan suara pelan.


Xiao Ruo tampak terkejut dan setelah itu ia pun terdiam selama beberapa saat.


”Baik, Ibu. Aku akan melakukannya.”


Sementara ini, Xiao Qing Xuan tampak sedang berdiri di depan sebuah kolam teratai. Ia memandangi langit yang mulai gelap lalu, sesekali ia menatap ke arah permukaan air yang tampak jernih dengan serangga-serangga yang menari di atasnya.


”Haah,... Mengapa belakangan ini firasatku selalu buruk meskipun aku sudah kembali kemari? Orang itu, apakah dia masih mengejarku?” batin Xiao Qing Xuan.


”Xuan'er! Aku sudah dengar kau akan kembali. Bagaimana kabarmu belakangan ini?” seru Xiao Lian Lei yang berjalan menghampirinya.


Xiao Qing Xuan tertegun dan langsung mengalihkan perhatiannya. ”... Selama ini aku baik-baik saja. Tidak ada yang perlu Ayah khawatirkan.”


Xiao Lian Lei berdiri di sebelahnya dan bertanya, ”Apakah terjadi sesuatu saat kau memasuki Huan Xu?”


”Tidak ada yang terjadi.” singkat Xiao Qing Xuan. ”... Hari ini aku sedang ingin sendiri. Maaf aku tidak bisa berbicara banyak dengan Ayah.” ucapnya sambil berjalan meninggalkan Xiao Lian Lei yang tampak mencemaskannya.

__ADS_1


”Apakah dia mendengar pembicaraan ku dengan Yin Hua? Dia pasti sangat kecewa.” batin Xiao Lian Lei yang langsung mengalihkan perhatiannya pada langit yang tampak hitam. ”... Mu'an Qing. Xuan'er sudah cukup besar. Kau pasti sangat ingin melihatnya tumbuh dewasa. Tolong jaga Xuan'er dengan baik.”


__ADS_2