
18 tahun lalu, arena perburuan malam gunung Cangyu.
Seorang pemuda berpakaian putih, tampak sedang berdiri di antara pohon-pohon besar yang ada di dalam hutan. Belakangan ini, penduduk desa sering mengeluh dengan datangnya suara-suara aneh yang berasal dari belakang gunung. Mereka takut jika di dalam sana terdapat banyak energi kebencian yang akan membunuh mereka dan para hantu yang akan menyerang.
Sekte Pedang Beracun dan Sekte Teratai Emas berkerja sama untuk membereskan energi kebencian yang menyebar di gunung Cangyu dan mengadakan sebuah perburuan malam. Mereka menurunkan dua puluh muridnya untuk terlibat dalam pembersihan.
Liu Zhang Chen yang masih berumur 18 tahun juga terlibat dalam pembersihan itu dan dirinya terpisah dari pasukan yang lain.
Saat ini, ia sedang memperhatikan gerakan-gerakan cepat para hantu yang memiliki tubuh fisik seperti manusia akan tetapi, tubuh mereka tidak memiliki daging dan hanya dipenuhi dengan energi kebencian yang menguasai pikiran mereka.
DUKK!
Tiba-tiba saja Liu Zhang Chen terduduk di tempat yang sama. Tubuhnya tidak sanggup menahan energi kebencian yang sangat besar.
Energi kebencian yang ada di sekitarnya benar-benar sudah membuatnya kalah. Semakin ia memaksakan dirinya untuk berjalan maju, tubuhnya akan hancur secara perlahan.
Nafas Liu Zhang Chen terengah-engah sambil terus memegangi dadanya yang terasa sesak. Keringat dingin mulai bermunculan di sekitar kulitnya dan mungkin saja ini adalah akhir baginya.
”Cih! Mati sia-sia seperti ini, aku tidak terima!” gumam Liu Zhang Chen dengan kesal.
Saat ia telah berada di ujung tanduk, sebilah pedang bercahaya muncul dan menancap tepat di depannya. Sebilah pedang dengan corak merah yang ada di pegangannya dan terdapat ukiran nama ”Luo Ying” pada pangkal pedangnya.
”Luo Xuan Ying?”
__ADS_1
Seorang pemuda hitam muncul di hadapannya dan orang itu langsung mengambil pedangnya kembali. Seketika, energi kebencian yang ada di sekitarnya menghilang begitu pemuda bernama Luo Xuan Ying datang mendekatinya.
”Kenapa kau di sini?” tanya Liu Zhang Chen saat ia mencoba untuk berdiri kembali dengan bantuan pedangnya.
Luo Xuan Ying tertegun dan menoleh ke belakang. Setelah ia mendengar jawaban tersebut, kekesalan Luo Xuan Ying semakin bertambah dan ia pun menatapnya dengan setengah-setengah.
”Apakah itu ucapan yang pantas aku dapatkan setelah menyelamatkanmu? Kau bahkan tidak pernah mengucapkan terima kasih padaku!” ketus Luo Xuan Ying dengan kesal sambil melipat tangannya.
Liu Zhang Chen yang akhirnya bisa berdiri kembali, menatap Luo Xuan Ying tanpa ekspresi dan bertanya, ”Bagaimana kau bisa bertahan dari semua tekanan ini?” tanyanya yang berhasil mengundang perhatian Luo Xuan Ying.
”Huh! Selalu saja seperti ini!” batin Luo Xuan Ying yang menahan kesal. Ia kemudian menunjukkan sebuah liontin giok Phoenix pada Liu Zhang Chen dan menjawab, ”Giok Fenghuang. Kepala keluarga Luo memberikanku ini. Dia bilang giok ini bisa menghalau energi kebencian.” ucapnya dengan senyum kekanak-kanakan.
Liu Zhang Chen tertegun. Tidak lama setelahnya ia kembali mengalihkan perhatiannya dan mencoba untuk tidak peduli dengan keberadaan Luo Xuan Ying di depannya. Ia kemudian berjalan lurus kembali dan meninggalkannya begitu saja.
”Menyebalkan!” gumam Luo Xuan Ying setelah ia diabaikan oleh Liu Zhang Chen padahal ia telah menyelamatkan nyawanya. Namun saat ia sedang berjalan, Luo Xuan Ying memperhatikan langkah Liu Zhang Chen yang tampak timpang pada bagian kaki kanannya. Jika saja Liu Zhang Chen tetap memaksa untuk berjalan, bisa-bisa dia akan cacat selamanya.
”Berhenti! Apa yang kau lakukan?!”
Liu Zhang Chen sangat terkejut setelah ia berada di atas punggung Luo Xuan Ying yang memaksanya. Wajahnya tampak memerah dan mencoba untuk memberontaknya.
”Kakimu tampak timpang jadi, aku memutuskan untuk membawamu saja.” ucap Luo Xuan Ying dengan tawa kekanak-kanakannya.
Liu Zhang Chen menggeram kesal. Wajahnya semakin memerah karena merasa telah dipermalukan. ”... Turunkan aku sekarang juga!” bentak Liu Zhang Chen saat Luo Xuan Ying telah berjalan kembali.
__ADS_1
Luo Xuan Ying tersenyum jahil dan berkata, ”Kali ini kau tidak akan bisa melawan. Energi kebencian itu telah mematahkan kakimu. Bagaimana jika ada serangan mendadak dan kau sendiri tidak bisa berjalan lancar?” jelas Luo Xuan Ying yang berhasil membuat Liu Zhang Chen membungkam suaranya.
”Aku tetap tidak bisa menerimanya! Lepaskan aku sekarang juga!” bentak Liu Zhang Chen yang mencoba untuk memberontak Luo Xuan Ying. Namun, pada akhirnya Luo Xuan Ying tidak sengaja menginjak tanah yang lunak dan mereka pun akhirnya terjatuh pada sebuah jurang berukuran sedang yang ada di dalam hutan.
Saat terjatuh dan berguling-guling di atas tanah, Luo Xuan Ying tidak sengaja melepaskan Liu Zhang Chen dan keduanya mendarat di tempat yang berbeda dan jarak yang cukup jauh.
”Oh, tidak. Setelah terjatuh seperti ini, apakah Zhang Chen masih baik-baik saja?” gumam Luo Xuan Ying setelah ia menabrak pohon besar yang ada di bawah jurang.
Setelahnya, Luo Xuan Ying meraba pakaiannya dan ia pun terkejut setelah giok Fenghuang miliknya telah menghilang. Padahal benda itu bisa melindunginya dari energi pendendam yang ada di sekitarnya akan tetapi, setelah benda itu menghilang, apa yang akan terjadi berikutnya.
”Bagaimana keadaan Zhang Chen saat ini? Semoga saja giok Fenghuang berada di tangannya.” gumam Luo Xuan Ying yang tampak tidak mencemaskan keberadaan giok miliknya melainkan ia mencemaskan keadaan Liu Zhang Chen yang sedang terluka.
Ketika Luo Xuan Ying berjalan kembali mengikuti jalan setapak, tiba-tiba saja sekelompok mayat hidup mengepungnya dari segala arah. Karena ia tidak lagi memegang giok Fenghuang, energi kebencian dan mayat hidup bisa dengan mudah mengepungnya dari segala tempat.
Luo Xuan Ying tersenyum seringai dan mengangkat pedangnya kembali.
”Mungkin aku bisa sedikit bersenang-senang di sini.”
Sementara ini, dilain tempat dan di waktu bersamaan. Setelah terjatuh bersama seseorang yang tidak terduga, Liu Zhang Chen mengambil posisi duduk dan bersandar pada sebuah pohon besar yang ada di belakangnya. Ia terdengar sedang mengatur nafasnya kembali dan mencoba untuk waspada terhadap sekitarnya.
Namun, tidak lama berselang. Liu Zhang Chen merasakan ada batu kerikil yang mengganjal di dalam sepatunya. Ia pun segera membukanya dan ekspresinya berubah terkejut setelah ia melihat benda yang selama ini tersembunyi di dalamnya.
”Ini adalah giok Fenghuang?! Sejak kapan dia menaruhnya di sini?!” batin Liu Zhang Chen yang tampak terkejut setelah melihatnya.
__ADS_1
Pantas saja ia tidak merasakan keberadaan energi pendendam maupun mayat-mayat hidup yang ada di sekitarnya. Itu karena, saat Luo Xuan Ying sedang menggendongnya, Luo Xuan Ying tidak sengaja menaruh giok miliknya itu ke dalam sepatunya. Alhasil, setelah keduanya berpisah seperti ini, nasib mereka pasti akan sangat jauh berbeda.
”Itu artinya, dia pasti sedang dalam bahaya?!”