
”Begitu kah? Dua lawan satu atau satu lawan satu?”
Di hadapan keduanya saat ini, Bai Wen berdiri tegak tanpa ada rasa takut sedikitpun yang terlihat di wajahnya. Ia memang tampak seperti gadis biasa akan tetapi, dialah yang telah menjadi ancaman dunia! Ilmu medisnya sangat buruk. Rambutnya berwarna putih dan kedua bola matanya berwarna biru menyala. Ia mempelajari sihir gelap untuk mengendalikan mayat-mayat berjalan dan arwah tanpa tubuh milik penduduk desa.
Tidak ada yang tahu sejak kapan ia mempelajari sihir gelap. Yang pasti, kemunculannya saat ini benar-benar membawa malapetaka!
”Zhang Chen! Tetaplah berada di belakangku! Kita tidak tahu serangan apa yang akan dilakukan olehnya.” Luo Xuan Ying langsung berdiri di depan Liu Zhang Chen begitu ia melihat aba-aba yang ditunjukkan oleh Bai Wen.
”Kau sendiri akan lenyap jika terkena satu serangannya saja. Karena itu, tidak ada yang pantas memerintah di sini.” ucap Liu Zhang Chen saat ia telah berdiri di sebelah Luo Xuan Ying tanpa keraguan sedikitpun.
”Ternyata kau cukup keras kepala. Tidak masalah jika aku lenyap. Bagiku, waktu itu sangat singkat dan tidak terlihat oleh mata. Setidaknya, sebagian dari jiwaku telah bereinkarnasi kembali.” ucap Luo Xuan Ying dengan suara pelan.
Liu Zhang Chen tertegun setelah ia mendengarnya. Untuk saat ini, sebagian dari jiwa Luo Xuan Ying telah bereinkarnasi kembali. Ada kemungkinan besar kalau ia akan bertemu kembali dengannya meskipun reinkarnasinya tidak akan mengenal siapa dirinya. Wajahnya, pasti tidak jauh lebih berbeda dengannya.
Bai Wen kali ini langsung melancarkan serangan. Ia menyerang Liu Zhang Chen hanya dengan sebuah jarum besar yang sangat kecil namun panjang. Melihat datangnya serangan tersebut, Liu Zhang Chen mengeluarkan pedangnya kembali dan menahan serangan tersebut.
Wajah buruk rupa yang dipenuhi dengan bekas luka, membuat Liu Zhang Chen semakin tidak ingin melihat wajahnya. Pada tangan kirinya terdapat bekas luka bakar dan sebuah garis merah yang melingkari lehernya. Semua itu, pasti ia dapatkan setelah ia melakukan pertarungan dengan Luo Guanshu beberapa tahun lalu.
Dingin,...
Bai Wen seketika terkejut setelah ia melihat kedatangan Luo Xuan Ying yang muncul di belakangnya. Sebuah pedang hitam, sedang diayunkan ke arahnya sehingga ia pun harus segera meninggalkan tempatnya. Ia pun mendarat di tengah-tengah kabut tebal sehingga, keduanya tidak akan tahu bahwa saat ini ia berada di depan mereka.
”Cih! Orang mati itu benar-benar mengganggu! Dia harus dilenyapkan lebih dulu.”
Bai Wen mengetuk tanah dengan pelan. Lalu, tidak lama setelahnya muncul sebuah tangan manusia disusul dengan puluhan tangan-tangan yang lain. Tangan-tangan ini, adalah tangan milik para penduduk desa yang telah dibunuh olehnya. Ia memotong tangan kiri mereka agar para penduduk desa yang sudah mati, jiwa tidak akan pernah tenang.
__ADS_1
”Lenyapkan arwah yang ada di sebelahnya.”
Setelah Bai Wen memberikan perintah, tangan-tangan itu segera bergerak maju dengan cepat dan menerkam Luo Xuan Ying sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Bai Wen pada mereka.
Begitu ia melihat serangan datang kembali, hawa kebencian yang tersembunyi di dalam tanah seketika meledak dan menerbangkan puluhan tangan yang mencoba untuk menyerangnya. Akan tetapi setelah itu, tangan-tangan tersebut kembali muncul dari bawah tanah dan memberikan sebuah cakaran besar pada kaki kiri Luo Xuan Ying.
Mereka mencoba untuk melenyapkannya secara perlahan!
”Aku harus menemui Qing Xuan atau aku akan lenyap dengan perlahan!”
Luo Xuan Ying hanya bisa menghindar satu persatu serangan dari puluhan tangan yang menyerangnya sedangkan, Liu Zhang Chen tidak bisa membantunya karena saat ini ia sedang dihadapkan dengan ratusan jarum beracun yang bergerak cepat ke arahnya sehingga ia tidak bisa mengalihkan perhatiannya.
”Aku akan segera ke sana!” seru Liu Zhang Chen yang langsung bergerak cepat ke arah Luo Xuan Ying. Akan tetapi, langkahnya seketika terhalang dengan datangnya Bai Wen yang muncul di hadapannya dengan sebuah jarum besar yang akan menancap di pundaknya.
...◎ ══════ ❈ ══════ ◎...
Xiao Qing Xuan merasa heran ketika tiba-tiba saja ia berada di atas kedua tangan Luo Guanshu yang sedang membawanya. Padahal saat itu, mereka sedang dihadapkan dengan puluhan mayat berjalan yang akan menyerang secara brutal.
”Patriark Luo! Bisa kau menurunkan ku sekarang? Aku bisa berlari sendiri.” ucap Xiao Qing Xuan dengan canggung setelah ia merasa ragu kalau Luo Guanshu akan melakukan apa yang diinginkannya.
Tidak lama setelahnya, Luo Guanshu menjawab, ”... Tenang saja. Aku pandai merawat anak kecil apalagi anak seusiamu.” ucapnya sambil terus berlari diikuti dengan beberapa muridnya tanpa menghiraukan pertanyaan Xiao Qing Xuan berikutnya.
”Tuan muda tenang saja. Patriark Luo akan menjaga Anda dengan baik.” ucap Xiao Fei yang muncul di sisi kanan Luo Guanshu.
Lalu, ucapannya itu dilanjut oleh Jin Shi Yuan yang muncul di sisi kirinya. Dia berkata, ”... Huh! Lain kali jangan bermain jauh-jauh apalagi sampai di tempat ini! Apakah orang tuamu tidak pernah mengawasimu?” ketusnya yang membuat Xiao Qing Xuan bingung.
__ADS_1
Tidak lama setelahnya, Xiao Qing Xuan menjawab, ”Aku ini murid pribadi Guru besar Chen. Jadi, wajar saja jika aku ada di sini karena Guru besar Chen juga sedang berada di sini.” jawabnya dengan santai sehingga membuat keduanya merasa sangat terkejut setelah mendengarnya.
”K~ kau serius? Guru besar Chen mau mengajarimu secara pribadi?” ucap Jin Shi Yuan yang tampaknya sangat tidak percaya dengan ucapannya.
”Hmm,... Bukankah dia adalah terkenal dengan kemalasannya? Guru besar itu bahkan tidak pernah menilai peningkatan muridnya sendiri.” ucap Xiao Fei setelah ia berpikir sebelum menjawab.
”Memangnya aku tahu? Aku bahkan baru mengenalnya selama setahun itupun karena aku sangat jarang bertemu dengannya.” jawab Xiao Qing Xuan.
Sambil memejamkan matanya sebentar, Luo Guanshu mendengus dengan pandangan yang tetap mengarah ke depan. ”... Itu pasti karena seseorang telah membuatnya teringat pada sesuatu yang pernah dilupakannya. Setelah Ying'er mati, ia mengalami perubahan sifat yang sangat drastis. Ia seolah telah menanggung beban yang seharusnya aku dapatkan. Dia bahkan meminta maaf padaku karena tidak bisa melindunginya meskipun disaat-saat terakhirnya. Dia juga mengatakan kalau ia telah menjadi penyebab hilangnya penerus yang akan menjadi pemimpin Sekte Teratai Emas berikutnya. Dan setelah mendengarnya, apakah kalian tahu mengapa Patriark Sekte Pedang Beracun adalah seorang kakek tua?” jelas Luo Guanshu pada ketiganya.
Xiao Fei berpikir sebelum menjawab, ”... Tugas seorang Patriark adalah untuk melindungi orang-orangnya dan menciptakan suatu keadilan di sana. Karena ia tidak bisa melindungi Tuan muda Luo bahkan sampai menuduh dirinya sebagai penyebab semua kekacauan terjadi, Guru besar Chen menolak menjadi Patriark Sekte yang harus melindungi orang-orangnya.”
”Ya, kau benar. Dia selalu menolak kedudukan sebagai Patriark Sekte karena ia tidak bisa melindungi ratusan muridnya. Karena itu, yang akan menjadi pemimpin Sekte Pedang Beracun berikutnya adalah keponakannya bernama, Wu Jiang Yu.” jelas Luo Guanshu kembali.
”Hah? Anak itu masih berumur 14 tahun! Dia bahkan tidak tahu terima kasih dan dia masih berhutang maaf padaku!” batin Xiao Qing Xuan setelah ia berhasil mengingatnya kembali.
”Huh! Naif sekali!” ketus Jin Shi Yuan saat mendengarnya. ”... Dia menempatkan dirinya seolah-olah ia lebih tinggi dari siapapun dan lebih penting. Ia tidak perlu memikirkan tempat tinggalnya sendiri bahkan tidak mempedulikan sekitarnya. Dia akan sangat berbahaya jika saja ada seorang penjahat yang mencoba mempengaruhinya.”
”Shi Yuan! Aku tahu kau menyebalkan tapi, bisakah kau menutup mulutmu untuk selamanya?” ucap Xiao Fei.
”Memangnya kenapa? Ucapanku ini selalu berdasarkan kenyataan.” lanjut Jin Shi Yuan dengan lancarnya.
Tidak lama setelah pembicaraan mereka selesai, puluhan jarum beracun muncul dari dalam kabut dan langsung menyerang mereka. Beruntungnya, Jin Shi Yuan memiliki kemampuan berpedang yang cukup hebat sehingga serangan itu mampu ditangkis olehnya dengan sangat mudah.
”Patriark sekte! Bai Wen sudah ada di depan kita!”
__ADS_1
◎ ══════ ❈ ══════ ◎
Note : Maaf jika diksinya berantakan karena saya tidak mood merevisi ulang:)