
Dua Minggu setelahnya. Luka yang ada di punggung Xiao Qing Xuan semakin membaik dan akhirnya ia pun bisa berjalan tanpa memerlukan bantuan orang lain. Akan tetapi, Liu Zhang Chen masih tidak memperbolehkannya pergi dari kediamannya dan bahkan ia tidak diperbolehkan untuk menemui siapapun yang ada di luar.
”Haah,... Menyebalkan sekali! Sejak kapan Zhang Chen berubah drastis seperti itu? Bukankah seharusnya ia sangat membenciku seperti yang terjadi di awal cerita?” batin Xiao Qing Xuan saat dirinya sedang duduk di pinggir sebuah danau besar yang ada di sebelah kediaman Liu Zhang Chen.
Danau tersebut memiliki air yang sangat jernih dan mengalir stabil. Di dalamnya juga terdapat ikan-ikan berukuran kecil dan sedang yang bisa dimakan. Dan kebetulan sekali, pelayan yang ada di rumah Liu Zhang Chen belum mengirimkan makanan untuknya sejak pagi hari. Ia menduga mungkin saja sesuatu terjadi di luar Sekte dan mereka pun harus segera menyelesaikannya sampai tuntas. Akan tetapi, hal ini masih tidak berlaku bagi Xiao Qing Xuan yang terpenjara di dalam kediaman yang sangat jarang dikunjungi oleh siapapun.
Setelah ia melirik ke arah danau dan melihat ada beberapa ikan berukuran sedang di sana, ia segera mengambil sebuah batang kayu dan membuat sebuah kail pancing untuk menangkap ikan yang gerakannya cukup lincah jika ia menangkapnya dengan tangan kosong.
”Dia sama sekali tidak melarangku untuk menangkap peliharaannya di sini. Jadi, tidak salah jika aku memasaknya satu saja.” gumam Xiao Qing Xuan dengan senyum jahatnya.
”Ha! Kau pikir kau bisa mengandalkan alat itu untuk menangkap ikan?!” ucap seorang pemuda yang muncul secara mendadak di sebelahnya.
Xiao Qing Xuan yang terkejut hampir saja melemparkan sebuah batu besar ke arahnya. Ekspresinya tampak heran setelah ia melihat Luo Xuan Ying yang kembali muncul di sebelahnya dan kali ini, dia sedang tersenyum jail padanya.
”Kenapa setan ini muncul di hadapanku lagi?” batin Xiao Qing Xuan dan suaranya berhasil terdengar di telinga Luo Xuan Ying yang sedang terduduk di sebelahnya.
”Apakah kau tidak bisa membedakan setan, roh dan iblis?” tanya Luo Xuan Ying yang berhasil mengejutkan Xiao Qing Xuan begitu ia yakin kalau Luo Xuan Ying bisa mendengarkan suara batinnya.
”Haah,... Aku tidak akan bisa menyembunyikan apapun darinya.” gumam Xiao Qing Xuan sambil menatap kembali ke arah danau.
Setelah ia memandangi sekitar yang tampak familiar dengannya, Luo Xuan Ying bertanya kembali, ”Mengapa kau bisa ada di sini? Bukankah hanya orang tertentu saja yang bisa kemari? Aku saja tidak diperbolehkan masuk meskipun aku adalah sepupunya.”
Xiao Qing Xuan berpikir sebelum menjawab, ”Entahlah. Jika kau adalah sepupunya, seharusnya kau tahu mengapa saudaramu itu bisa memenjarakan ku di sini!” celetuk Xiao Qing Xuan dengan nada seperti sedang memarahinya.
__ADS_1
”Hah? Mengapa kau memarahiku seperti itu? Aku tidak salah bicara 'kan?” celetuk Luo Xuan Ying begitu ia selesai mendengar perkataan tersebut. ”... Lagipula, setelah aku perhatikan. Dia jauh berbeda dibandingkan dengan 16 tahun lalu. Akhirnya, dia bisa menerima seseorang dalam kehidupannya.” lanjutnya dengan sedih.
Saat melihatnya, Xiao Qing Xuan tertegun dan bertanya, ”Kenapa sedih seperti itu? Memangnya setan masih memiliki perasaan?”
Begitu ia mengakhiri kalimatnya, sebuah tendangan tiba-tiba saja mendarat di rahangnya dan karena hal itulah, Xiao Qing Xuan terlempar ke belakang dari tempat diamnya.
”Benar-benar tidak adil! Mengapa dia bisa memukulku sedangkan aku tidak bisa?!” batin Xiao Qing Xuan sambil memegangi rahangnya yang tampak memar.
”Haah,... Apakah kau tidak pernah belajar? Roh pendendam sepertiku mampu melakukan apa saja karena aku sudah mati.” ucap Luo Xuan Ying dengan santainya setelah ia membuat kesalahan terhadap Xiao Qing Xuan yang lebih kecil darinya.
”Apakah kau tidak merasa bersalah karena telah memukul anak kecil sepertiku?!” bentak Xiao Qing Xuan sambil menatap Luo Xuan Ying dengan jengkel.
”Mana mungkin hal itu akan terjadi. Memangnya ada hantu yang ingin merendahkan dirinya sendiri hanya untuk meminta maaf pada seorang bocah 10 tahun? Kau ini jangan membuatku tertawa.” ucap Luo Xuan Ying dengan santainya.
Xiao Qing Xuan mengabaikan seluruh perkataan Luo Xuan Ying dan berfokus pada kail pancing miliknya. Ia tahu kalau ia akan kalah dalam adu mulut dengan Luo Xuan Ying karena itu, ia lebih memilih diam daripada naik darah karena terus mendengar perkataannya.
”Haah,... Mengabaikanku lagi. Apakah kau kehabisan kata-kata untuk menjawab semua perkataanku?” ucap Luo Xuan Ying kembali.
Xiao Qing Xuan menatap Luo Xuan Ying dengan jengkel dan berkata, ”Berhentilah bicara! Kau ingin membuatku seperti orang gila dengan bicara pada seseorang yang tidak terlihat?!” ucapnya dengan kesal dan kembali menatap ke arah kail pancing miliknya.
Luo Xuan Ying terdiam dan menatapnya dengan serius sebelum akhirnya, suara langkah kaki seorang pemuda terdengar di telinga keduanya.
Pemuda ini memiliki wajah giok meskipun usianya saat ini berumur 36 tahun. Di tangan kanannya, ia menggenggam sebuah liontin giok Phoenix yang pernah diberikan oleh seseorang padanya.
__ADS_1
”Apa yang kau lakukan di sini?” tanya Liu Zhang Chen saat ia telah berada di belakang Xiao Qing Xuan yang sedang terduduk di pinggir danau, menunggu mangsa memakan umpannya.
Xiao Qing Xuan tertegun saat mendengarnya. Ia menoleh ke belakang dan bertanya, ”Ada apa? Apakah Guru besar mencariku?”
Liu Zhang Chen terdiam tidak berekspresi saat menatapnya. Ia kemudian mengeluarkan sebuah liontin giok dari balik pakaiannya dan menyodorkannya pada Xiao Qing Xuan.
”Untukmu.”
”Hah?”
Xiao Qing Xuan terdiam dengan wajah terkejut karena ia merasa tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Liu Zhang Chen padanya.
Apa yang membuat Liu Zhang Chen bersikap baik padanya? Sepertinya, ia benar-benar merusak jalan ceritanya.
”Ambillah!”
Xiao Qing Xuan semakin bingung dengan sikapnya yang baru ini. Liontin giok Phoenix ini, jika tidak salah adalah pemberian dari Luo Xuan Ying untuknya. Seharusnya, Liu Zhang Chen menyimpannya dengan baik sebagai benda berharga miliknya.
”Apa yang terlintas di pikirannya? Mengapa dia harus memberikan liontin giok yang aku beri padanya?” batin Luo Xuan Ying saat ia melihat hal itu terjadi.
Tidak lama setelahnya, ia pun mengambil liontin giok itu dari tangan Liu Zhang Chen meskipun sebenarnya, ia tampak ragu untuk menerimanya dan berniat mengembalikan plot cerita yang sebenarnya.
Jika aku tidak menerimanya, dia akan kecewa dan membunuhku!
__ADS_1
Luo Xuan Ying menatap sedih dan berkata dalam benaknya, ”16 Tahun ya? Kapan aku memberikan liontin giok itu padanya?”