Become A Protagonist

Become A Protagonist
Chapter. 73 - Kejadian Sebenarnya II


__ADS_3

Puluhan mayat bergelimpangan dimana-mana. Hanya tersisa lima orang dan salah satunya adalah Luo Xuan Ying yang tampak terluka parah dengan tiga luka tusukan pedang yang ada di tubuhnya. Ia memiliki darah kering yang ada di sudut bibirnya dan luka goresan pedang yang ada di pipi kanannya. Keadaannya saat ini tidak jauh berbeda dengan empat orang yang ada di depannya. Mereka berempat memiliki luka yang sama dengan anak panah beracun yang menancap di punggung mereka.


”Huh! Apakah kau sudah menyerah, Xuan Ying?!”


Tepat setelah orang itu bertanya, Luo Xuan Ying terbatuk keras dan mengeluarkan darah yang cukup banyak. Ia tidak yakin kalau ia seperti ini karena racun yang masuk ke dalam tubuhnya. Ia seperti ini karena penyakitnya setahun yang lalu.


”Apakah ini adalah batasan yang aku miliki? Ahh,... Tidak bisa. Aku tidak bisa berhenti di sini. Masih ada beberapa orang di sana. Jika aku berhenti, mereka pasti akan mencari bantuan dan tetap akan membunuh Zhang Chen cepat atau lambat. Aku harus segera mengakhirinya sekarang.” batin Luo Xuan Ying saat ia mencoba untuk berdiri kembali dengan bantuan pedang yang menancap di atas tanah.


Saat ia mencoba berdiri kembali, ia melihat sekelompok pasukan bersenjata yang sedang mengarah padanya. Ia merasa tidak yakin dengan dirinya yang sekarang. Saat ini, ia sudah mendapatkan luka yang cukup parah ditambah lagi ia hanya sendiri. Satu-satunya cara untuk melarikan diri adalah terjun ke bawah jurang pemakaman dan berubah menjadi arwah pendendam untuk menghabisi mereka.


Itu sama saja dengan bunuh diri!


Luo Xuan Ying menyeka darah di bawah bibirnya dan mengangkat pedangnya kembali. Tidak lama setelahnya, Jin Qin Ran datang dengan pedangnya dan langsung berdiri di sebelahnya sambil memapah tubuhnya yang terlihat berat.


”Tuan muda! Hentikan saja! Lukamu sudah sangat parah. Jika dipaksakan, kau akan mati.” ucap Jin Qin Ran saat ia memeriksa keadaan Luo Xuan Ying yang tampak semakin memburuk dan terus terbatuk darah.


Luo Xuan Ying menghela nafasnya dan mencoba berdiri kembali dengan kedua kakinya. Di sisi lain, para pasukan musuh telah berdiri di hadapannya. Mereka semua sedang menghunuskan pedangnya dan menganggap Luo Xuan Ying sedang mencoba memberontak mereka.


”Kau benar. Mereka mencoba membunuh Zhang Chen karena berbahaya. Apa yang bisa aku lakukan sekarang?” ucap Luo Xuan Ying dengan suara pelan sambil memperhatikan puluhan pasukan berpedang yang ada di hadapannya.


”Tuan muda, sebaiknya kita pergi saja. Kau tidak akan bisa melawan mereka sendirian.” ucap Jin Qin Ran kembali.


Luo Xuan Ying tertawa kecil dan berkata, ”Aku memberimu dua pilihan. Melawan mereka atau membunuhku.”


Mendengar hal itu, Jin Qin Ran tampak terkejut dan langsung berkata, ”Aku tidak akan bisa membunuh Tuan muda! Kalau begitu, aku akan memilih melawan mereka meskipun aku harus mati.”


Luo Xuan Ying menyandarkan kepalanya pada bahu Jin Qin Ran dan berkata, ”Sejak dulu kau memang terlalu polos dan lugu. Mengapa tidak membunuhku saja? Lagipula, waktuku sudah tidak lama lagi.”

__ADS_1


”Tidak!” celetuk Jin Qin Ran sambil menatap Luo Xuan Ying dengan ekspresi cemas. ”... Aku tidak akan membunuh Tuan muda. Tidak akan pernah! Apa yang akan aku katakan pada Tuan muda Liu jika Anda tewas begitu saja? Dia pasti tidak akan bisa memaafkan ku!”


Luo Xuan Ying terdiam dan hanya mendengarkan seluruh perkataan yang dikatakan oleh Jin Qin Ran.


Di depan mereka, tampak seorang pemimpin yang masih menghunuskan pedangnya berkata, ”Xuan Ying! Kau sudah membunuh semua rekan seperguruan ku dan aku cukup terkejut karena tampaknya kau sama sekali tidak menyesalinya!”


Luo Xuan Ying tersenyum seringai dan berdiri kembali sambil berjalan menghampiri mereka. ”Apakah kalian berencana untuk membunuh Zhang Chen?”


Salah satu dari mereka menjawab, ”Kau dan Zhang Chen adalah ancaman dunia! Zhang Chen adalah murid dari Shangzhu Shi, bagaimana kami bisa membiarkannya hidup begitu saja?!”


Luo Xuan Ying tidak berekspresi dan bertanya kembali, ”Lalu? Setelah Zhang Chen terbunuh, apa tujuan kalian berikutnya?”


Pemimpin mereka tersenyum seringai dan menjawab, ”Tentu saja, mengambil kitab Iblis darimu. Dan kebetulan sekali, kau secara sukarela sudah datang menemui kami di sini. Jadi, serahkan kitab Iblis itu jika kau ingin tetap hidup!”


Tepat setelah ancaman dikeluarkan, seluruh pasukan bergerak maju namun, langkah berani mereka terhentikan dengan sebuah cambuk ekor kuda yang menancap di atas tanah dan membuat suatu penghalang yang membuat mereka tidak bisa bergerak.


”Tuan muda! Kita harus pergi sekarang.” ucap Jin Qin Ran sambil membantu Luo Xuan Ying berdiri kembali.


Namun, saat keduanya mencoba untuk berdiri, salah seorang pasukan yang sadar kembali dari pingsannya, langsung berdiri dan mengangkat pedangnya ke arah Luo Xuan Ying.


Di saat itu juga, Luo Xuan Ying langsung mendorong pasukan itu hingga terjatuh ke dalam jurang namun, ia juga mendapatkan luka sayatan pedang akibat tindakannya yang mendadak.


Setidaknya, dua tulang rusuknya patah dan dagingnya terkoyak cukup dalam. Jin Qin Ran yang tidak menyadarinya, sangat terkejut setelah ia melihat Luo Xuan Ying yang kembali mendapatkan luka. Untuk saat ini, pikirannya sangat kacau dan ia tidak bisa berfokus pada serangan yang bisa datang dari arah mana saja.


”Tidak ada waktu lagi! Tuan muda, ikutlah denganku!” ucap Jin Qin Ran sambil memapah Luo Xuan Ying dengan berjalan.


”Jin Qin Ran! Kau akan dianggap musuh jika kau berusaha melindungi penjahat!” teriak seorang pemimpin terhadap Jin Qin Ran yang sedang membawa Luo Xuan Ying pergi.

__ADS_1


Jin Qin Ran tidak menghiraukannya dan tetap membawa Luo Xuan Ying pergi. Namun, langkahnya seketika terhenti ketika ada seseorang yang berteriak, ”Anak haram! Kau tidak pantas hidup di sini! Ibumu adalah lac*r!”


Jin Qin Ran sangat terkejut setelah mendengar kalimat berikutnya. Ia pun menatap ke arah seorang pemuda yang sudah menghina Ibunya dengan tatapan tajam dan dingin. Ia mengeraskan pegangan pedangnya dan melepaskan tangan Luo Xuan Ying sambil berjalan menghampiri kelompok pasukan di depannya.


”J~ Jin Qin Ran! Jangan lakukan.” ucap Luo Xuan Ying dengan suara pelan sambil berjalan merangkak menghampiri Jin Qin Ran yang sudah ada di depannya.


Jin Qin Ran mengangkat pedangnya kembali dan hendak melawan puluhan pasukan Kultivator meskipun ia hanya sendiri. Lalu, ketika ia sedang menghunuskan pedangnya, suara daging terkoyak kembali terdengar di telinganya dan itu adalah saat pedang miliknya menembus dada kiri Luo Xuan Ying yang berdiri di hadapannya secara tiba-tiba.


”Jin Qin Ran sudah membunuh Xuan Ying!” teriak seluruh pasukan.


”T~ Tuan muda? Mengapa kau melakukan ini?” tanya Jin Qin Ran dengan wajah yang tampak ketakutan dan terlihat pucat.


Nafasnya yang terdengar sengal mencoba untuk berkata, ”Jangan dilepas. Lakukan apa yang aku katakan.” ucap Luo Xuan Ying dengan suara pelan. ”Mundurlah beberapa langkah dari tempatmu berdiri dan aku akan mengikutimu.”


Jin Qin Ran tampak terkejut. Di belakangnya saat ini sudah ada sebuah jurang dalam yang tengah menunggunya dan Luo Xuan Ying memerintahkannya untuk mundur beberapa langkah sampai ia berdiri di bibir jurang yang ada di sana.


Merasa kalau Luo Xuan Ying ingin mati bersamanya, ia pun mengikuti apa yang dikatakan olehnya sampai ia akhirnya tiba di bibir jurang.


Saat sampai di sana, keduanya terdiam dan Luo Xuan Ying terus memperhatikan seberapa dalamnya jurang yang ada di depannya.


”Tuan muda. Apakah kau akan mengakhirinya sampai di sini saja?” tanya Jin Qin Ran dengan penuh keyakinan.


Luo Xuan Ying menunduk ke bawah dan tidak bisa berkata-kata selama beberapa saat.


”Katakan pada Zhang Chen, pesanku yang terakhir. Teruslah hidup sampai semua orang mengakuinya. Aku mungkin orang yang tidak begitu penting tapi, aku akan memukul wajahnya jika dia kembali pada orang jahat itu. Mulai sekarang, Ruixi adalah pedang milikmu dan untuk selama beberapa tahun ini, bersembunyilah sampai semua orang tidak menyadari keberadaanmu.” ucapnya dengan suara pelan dan membuat Jin Qin Ran sangat tertekan.


Jin Qin Ran langsung berteriak, ”Tidak Tuan muda! Jangan—

__ADS_1


Luo Xuan Ying langsung menarik Jin Qin Ran ke belakang sedangkan ia sengaja menjatuhkan dirinya dari atas tebing yang cukup tinggi. Karena hal itu, Jin Qin Ran terpaksa menjatuhkannya pedangnya dan jatuh berlutut di depan jurang yang ada di hadapannya.


__ADS_2