
”Hei! Zhang Chen! Kau tampak putus asa. Bagaimana caranya agar aku bisa membantumu?” tanya He Mu'an Qing di dalam alam bawah sadar milik Liu Zhang Chen.
Saat ini, dirinya sedang duduk di atas sebuah kursi kayu dengan lilin redup yang berada di atas meja. Liu Zhang Chen tampak sekarat dengan darah yang mengelilinginya. Ia tidak bisa bergerak dan nafasnya terasa sesak. Luka yang ada di lehernya masih terbuka lebar dan rambutnya terlihat kaku karena darah kering yang melekat. Sehelai pakaian putih, kini berubah menjadi merah darah. Kedua bola matanya yang berwarna coklat keemasan tampak memudar setelah ia tahu bahwa inilah akhirnya.
He Mu'an Qing berjalan menghampiri Liu Zhang Chen yang hanya bisa terbaring di hadapannya. ”Kau bisa melihatnya? Lilin yang ada di sana sudah redup dan semakin redup. Iblis itu sudah merampas seluruh masa lalumu. Kau akan tenggelam dalam kegelapan. Tidak ada seorangpun yang berdiri di sebelahmu. Selama sisa hidupmu, kau akan selalu sendirian bahkan aku tidak akan menemanimu karena setelah ini aku akan pergi—
”Tidak!” teriak Liu Zhang Chen secara tiba-tiba dan membuat He Mu'an Qing mengakhiri kalimatnya. ”... Aku tidak akan kalah begitu saja. Aku ingin semuanya kembali. Ayah,... Ibu,... Paman. Satu-satunya orang yang mengajariku banyak hal, Xuan Ying. Dan seseorang yang membuatku berubah, Qing Xuan. Aku~ ingin mereka semua kembali.” ucapnya sambil mencoba untuk berdiri kembali meskipun ia terlihat sangat sulit melakukannya.
He Mu'an Qing tidak berekspresi saat mendengarnya. Ia bahkan membiarkan Liu Zhang Chen bangkit sendiri dan tidak membantunya sama sekali. ”Sudah terlambat untuk memutuskannya. Mereka semua sudah pergi. Ayahmu, Ibumu, Xuan Ying dan pamanmu yang sedang sakit. Lalu, apakah kau pikir putraku, Qing Xuan akan kembali padamu? Dia juga sudah pergi. Kakakku yang mengurusnya dengan baik dan aku percaya kalau Qing Xuan lebih memilih pamannya ketimbang gurunya sendiri.”
Liu Zhang Chen menyeka darah yang ada di bawah bibirnya dan berkata, ”Aku pasti akan memperbaikinya kembali!”
He Mu'an Qing tersenyum tipis karena tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Liu Zhang Chen sekarang ini. Tidak lama setelahnya, muncul sebuah cahaya kecil yang datang dari belakang. Jiwa manusia yang memegang cahaya tersebut langsung menggandeng tangan Liu Zhang Chen dengan erat.
Liu Zhang Chen tampak terkejut dan langsung menoleh ke arah seorang anak kecil yang sedang menggandeng tangannya. Anak ini adalah Xiao Qing Xuan yang masih berumur lima tahun dan wujud terakhir kali yang dilihat olehnya saat menyelam ke dalam alam bawah sadarnya.
”Paman Guru,... Jangan pergi.” ucap Xiao Qing Xuan dengan wajah yang tampak sedih seolah ia tidak ingin kehilangannya.
”Mungkin karena saat itu aku tidak ada untuknya, dia lebih memilihmu karena dia merasa kau lebih mengenalku daripada yang lain. Jagalah cahaya itu dengan baik. Karena ia satu-satunya cahaya bagimu.” singkat He Mu'an Qing yang langsung menghilang begitu lilin miliknya telah habis terbakar.
__ADS_1
Di sisi lain. Liu Zhang Chen akhirnya kembali terbangun setelah Shangzhu Shi menggorok lehernya. Rantai yang mengikat kedua tangan dan kakinya sudah terlepas namun, ia masih berada di atas tumpukan mayat dan kepala manusia yang bertebaran dimana-mana. Kedua bola matanya yang semula berwarna coklat keemasan, berubah menjadi merah darah seperti milik Shangzhu Shi. Hawa kemarahan yang ada di sini sudah merasuki tubuhnya sehingga ia berubah menjadi setengah Iblis.
”Q~ Qing X~ Xuan?”
...⊰᯽⊱┈──╌❊╌──┈⊰᯽⊱...
”Aku harap kalian tidak mencarinya. Karena saat ini, ia sudah mati.”
Xiao Qing Xuan menjadi sangat marah setelah ia mendengar hal itu keluar dari mulut Shangzhu Shi. Ia segera mengeraskan tinjunya dan melaju dengan cepat ke arah Shangzhu Shi sambil melayangkan tinjunya. Namun, saat ia melakukan serangan pertamanya, Shangzhu Shi langsung menguasai arena pertarungan dengan memukul punggung Xiao Qing Xuan hingga membuatnya terbanting ke bawah.
”Kau pikir bisa mengalahkanku hanya dengan tangan kosong?” ucap Shangzhu Shi sambil menginjak-injak tubuh Xiao Qing Xuan yang berada di antara tumpukan batu yang telah hancur.
”Cih! Aku tidak bisa bergerak.” batin Xiao Qing Xuan yang mencoba untuk menggerakkan satu jarinya. Tubuhnya seperti ditindih oleh bebatuan besar dan digigit oleh ratusan semut merah.
”Haah,... Orang-orang yang tidak berguna.” ketus Shangzhu Shi sambil menatap ke arah beberapa orang yang masih berdiri di depannya. ”Ada lagi yang ingin melawanku?”
Chang Ye tampak terkejut dan ia pun menarik pakaian bawah He Litao sambil berkata, ”Lakukan sesuatu Ayah! Tuan muda sedang dalam bahaya.”
He Litao tidak bergerak sedikitpun dari tempat berdirinya. Ia malah menarik Chang Ye ke belakang dan menunggu kesempatan untuk menyerangnya. Hal yang sama juga dilakukan oleh Luo Guanshu yang masih memperhatikannya. Luo Qinyun tampak tertekan setelah ia melihat kejadian yang baru saja terjadi dan hal itu pasti membuatnya tidak bisa melakukan apapun untuk sementara waktu.
__ADS_1
”Mau apa kau datang kemari? Kami sama sekali tidak memanggilmu atau menginginkan sesuatu darimu.” ucap Luo Guanshu sambil menatapnya dengan serius.
”Aku datang untuk melihat seseorang yang masih membekas dalam pikiran muridku. Dan sepertinya aku sudah tahu siapa orang itu.” jawab Shangzhu Shi sambil menatap ke arah Xiao Qing Xuan yang berada di bawah kakinya.
Sambil mengeluarkan pedangnya yang besar, Luo Guanshu berkata, ”Jika ingin menyentuhnya maka, kau harus melawanku lebih dulu!” ucapnya sambil berlari menghampiri Shangzhu Shi dengan cepat dan menyerangnya dengan berbagai serangan.
Saat ia menyerangnya, Shangzhu Shi tidak melakukan apapun selain terus menghindar. Lalu saat itu terjadi, Lei Yun bangkit dan menyerangnya kembali sehingga petir menyambar ke berbagai arah. Akan tetapi, serangannya selalu meleset meskipun sudah mencoba berulang kali.
”Sungguh serangan yang sia-sia. Kalian bahkan tidak bisa menyentuhku sama sekali meskipun kalian berdua berada di tingkat alam Matahari.” ucap Shangzhu Shi ketika dirinya berdiri jauh di depan Lei Yun dan Luo Guanshu yang telah mencoba menyerangnya.
”Dia terlalu cepat. Dia seperti memiliki ratusan perisai yang tidak terlihat. Pantas saja Yong Heng tidak bisa menyentuhnya sama sekali dan bahkan leluhur petir seperti Lei Yun juga tidak bisa melakukannya.” batin Luo Guanshu yang memperhatikan.
”Apakah tidak ada yang ingin menyerangku lagi?”
Tepat setelah Shangzhu Shi mengakhiri kalimatnya, sebongkah batu berukuran sedang melayang ke arahnya. Akan tetapi, dengan mudahnya Shangzhu Shi bisa menghindari serangan tersebut hanya dengan bergeser beberapa langkah ke samping.
”Hmm? Pertarungan ini semakin menarik saja. Aku tak menyangka kalau dia adalah putra dari He Mu'an Qing dan reinkarnasi dari sebagian jiwa Luo Xuan Ying. Pantas saja aku merasa familiar dengan keberadaannya.” ucap Shangzhu Shi sambil memperhatikannya.
Di belakang sana, tampak terlihat Xiao Qing Xuan yang telah berdiri kembali setelah Shangzhu Shi membantingnya ke bawah. Akan tetapi, kedua bola matanya berubah menjadi merah dan ia memiliki hawa kemarahan yang sangat besar di sekitarnya.
__ADS_1
”Oh tidak. Mu'an Qing sudah merasukinya di saat Tuan He tidak berada di sini. Apa yang akan terjadi jika dia sampai terluka di tengah-tengah pertarungan?” batin He Litao yang memperhatikan.
Saat melihatnya, Shangzhu Shi tersenyum seringai seolah inilah yang ditunggu-tunggu olehnya. ”Mu'an Qing. Kau mencoba melawan Gurumu sendiri?”