
Era Modern, Tahun 2030 Masehi. Gedung percetakan kota.
”Hei! Lihat! Lihat! Dia mulai sadar!” seru seorang pemuda yang memperhatikan seseorang yang sedang terbaring di sana.
Jiwa Xiao Qing Xuan adalah jiwa seorang anak muda yang hidup di zaman Masehi dan orang itu bernama Xiao Yuan. Saat seekor banteng sedang berlari ke arahnya, tanpa sadar Xiao Yuan sudah pingsan lebih dulu padahal banteng itu belum sempat menabraknya. Alhasil, semua orang yang ada disekitarnya merasa bingung dan membiarkannya terbaring di tempat yang sama.
Hanya berselang beberapa menit, Xiao Yuan kembali membuka matanya dengan perlahan. Melihat ada banyak wajah yang sedang memperhatikannya saat ia sedang terbaring, ia merasa sangat terkejut dan langsung terduduk di tempat yang sama.
”A~ ada apa denganku? Mengapa aku bisa ada di sini?” tanya Xiao Yuan yang tampak bingung.
”Hei! Anak muda! Kau baru saja pingsan padahal tidak ada seorangpun yang menyerangmu bahkan banteng yang sedang berlari ke arahmu.” ucap seorang pemuda yang berdiri di depannya.
Xiao Yuan terkejut dan langsung menoleh ke belakang. Ia pun melihat sebuah mobil bak terbuka yang sedang menampung seekor banteng bermata merah yang sedang menatapnya dengan tajam.
”Rasanya aku sudah hidup selama bertahun-tahun. Mengapa aku bisa pingsan di tempat ini?” batin Xiao Yuan yang tampak bingung.
Seketika, perhatiannya tertuju pada sebuah buku novel yang tergeletak tepat di sebelahnya. Buku novel yang berjudul Came as a villain series 2 adalah buku yang baru saja dimasuki olehnya. Ia berperan sebagai Xiao Qing Xuan yang berakhir tragis di gunung aktif bersama dengan guru besarnya, Liu Zhang Chen.
”Jika bukan karena buku itu, aku tidak akan mendapatkan siksaan berat karena harus bertemu musuh yang tak ada habis-habisnya!” batin Xiao Yuan yang menatap jengkel pada buku tersebut.
”Permisi! Aku dengar seseorang pingsan di sini. Bisakah aku melihatnya?” ucap seorang pemuda yang menyela seluruh barisan orang-orang yang sedang mengerumuni Xiao Yuan.
__ADS_1
Tak lama, sosok laki-laki itu pun muncul dan sosoknya benar-benar membuat Xiao Yuan merasa familiar dengan wujudnya. ”... Eh? Eh? Aku seperti pernah mengenalnya?” batin Xiao Yuan yang memikirkannya. Kedua bola matanya yang berwarna coklat keemasan, ia memiliki rambut berwarna hitam legam yang bercahaya ketika matahari menyinarinya.
”Tuan, kau tidak apa-apa?” tanya pemuda itu sambil mengulurkan tangannya.
Xiao Yuan menoleh ke atas dan menatap ke arah pemuda di depannya. ”Kau siapa? Apakah kita pernah bertemu?” tanya Xiao Yuan dengan bingung.
Pemuda itu tertegun saat mendengarnya. Ia pun mengambil buku yang dipegang oleh Xiao Yuan dan berkata, ”Maaf, istriku yang melempar buku ini dari luar jendela. Aku tidak menyangka kalau buku ini akan membuatmu pingsan. Dan kebetulan sekali aku adalah penulisnya. Namaku, Zhang Yun.” ucapnya sambil menunjukkan wajah ramahnya terhadap semua orang.
Mereka yang mendengarnya sangat terkejut bahkan ada yang tidak percaya. Ini adalah suatu kebetulan yang sangat langka karena mereka bisa bertemu dengan penulis favorit mereka. Sudah bertahun-tahun Zhang Yun terus menyembunyikan wajahnya dan inilah saatnya ketika mereka akhirnya bisa melihat wajah aslinya.
”Oh! Tuan Zhang! Senang bertemu dengan Anda! Maukah kau berfoto denganku?” ucap seorang gadis remaja yang berjalan menghampirinya disusul dengan gadis-gadis lainnya.
”Zhang Yun! Kau menyebalkan!” teriak seorang wanita yang langsung melempar sepatunya dan mendarat tepat di wajah Zhang Yun hingga membuatnya terjatuh ke belakang.
Wanita ini tampaknya memiliki temperamen yang sangat buruk. Ia sangat pemarah dan mudah cemburu. Pantas saja ia merasa tidak terima jika Zhang Yun berada di dekat gadis-gadis yang masih muda.
”Sudah menikahiku dan kau masih merayu gadis yang lebih muda dariku?! Aku pasti akan membuatmu tidur di luar!” teriak wanita itu sambil menyeret Zhang Yun kembali ke apartemennya.
Saat melihatnya bertengkar di tengah jalan, Xiao Yuan menjadi sangat mengerti mengapa Zhang Yun tidak pernah menunjukkan wajahnya di depan umum dan tidak pernah menggunakan foto profil dalam blog miliknya. Itu karena dia memiliki istri yang memiliki tingkat kecemburuan sangat tinggi.
”Hmm, sepertinya sudah sampai di sini saja. Lagipula, aku sudah membaca semua ceritanya. Entah Kenapa aku menjadi tidak tertarik lagi untuk membacanya.” gumam Xiao Yuan yang meninggalkan buku tersebut di atas sebuah kursi yang berada di dekatnya.
__ADS_1
”Tuan! Tunggu sebentar!” seru seorang pemuda yang berlari menghampirinya.
Xiao Yuan langsung menoleh ke belakang dan melihat bahwa Zhang Yun sedang berlari ke arahnya padahal sebelumnya, ia sudah di seret habis-habisan oleh istrinya sendiri.
”Ada apa memanggil ku?” tanya Xiao Yuan yang tampak bingung.
”Aku merasa tidak sopan karena tidak memberikan sesuatu sebagai permintaan maaf dariku. Untuk itu, aku akan memberikanmu ini.” ucap Zhang Yun sambil mengeluarkan sebuah gantungan kunci yang berbentuk kepala anjing dan memberikannya pada Xiao Yuan.
”Ini untukku?” tanya Xiao Yuan kembali.
Zhang Yun tersenyum ramah padanya dan menjawab, ”Tentu saja. Tapi, jangan mengatakan hal ini pada siapapun.” ucapnya sambil membisikkan hal itu padanya.
”Kenapa harus anjing? Aku seperti dihina secara tidak langsung!” batin Xiao Yuan yang menatap heran.
”Apanya? Kau mengatakan sesuatu padanya?!” ucap seorang wanita dengan dingin dan kemarahan yang sangat luar biasa, telah berhasil membuat Zhang Yun bergidik ketakutan dan menunggu piring pecah yang akan terjadi di kamarnya.
Sambil menunjukkan ekspresi yang sama, Zhang Yun berkata, ”Semoga harimu menyenangkan dan doakan agar aku selamat darinya.” ucapnya dengan perlahan. Setelah itu, ia pun langsung berlari meninggalkannya dengan dikejar oleh seorang wanita yang akan menghajarnya.
Xiao Yuan tidak berekspresi saat melihat keduanya saling kejar-kejaran. Ia pun sibuk memperhatikan hadiah yang baru saja diberikan oleh Zhang Yun padanya. ”Hmm, aku tidak menyangka jika akhir dari ceritanya begitu mengenaskan dan tidak sesuai dengan karakter penulisnya. Jika sejak awal aku sudah tahu bagaimana akhirnya, mungkin aku tidak akan pernah menyukai cerita yang dibuat olehnya. Tapi, jika bukan karena Xiao Qing Xuan, mungkin saja aku tidak akan pernah dewasa. Haah,... Sudahlah. Aku rasa semua itu hanya mimpi saja karena aku terlalu menyukai ceritanya. ”
...~ TAMAT ~ ...
__ADS_1