Become A Protagonist

Become A Protagonist
Chapter. 37 - Malam Yang Panjang


__ADS_3

Karena Luo Xuan Ying adalah tamu Liu Chang Mo, Liu Zhang Chen langsung saja mengetahui bahwa saat ini Luo Xuan Ying mungkin sedang berada di kediaman Liu Chang Mo yang jaraknya cukup berdekatan dengan kediaman miliknya.


Ia langsung bergerak dengan perlahan tanpa diketahui oleh Liu Chang Mo dan menemui Luo Xuan Ying pada salah satu kamar besar yang ada di sana.


Ia memperhatikan sekeliling dan memastikan tidak ada seorangpun yang bisa melihatnya di tempat ini. Karena jika mereka melihatnya, mungkin saja akan muncul dugaan bahwa saat ini ia telah berbaikan dengan Liu Chang Mo setelah sebelumnya mereka sering berbeda pendapat termasuk kedatangan Luo Xuan Ying yang disebabkan olehnya.


Pada salah satu kamar yang berada di lantai dua dan tidak memiliki cahaya di dalam sana, Liu Zhang Chen sengaja memasuki kamar tersebut untuk bersembunyi dari para tetua Sekte yang biasanya selalu berjalan-jalan setiap malam.


Saat bersembunyi di sana, nafasnya terdengar lega karena akhirnya ia bisa menemukan tempat yang tidak ada seorangpun di sana.


Akan tetapi, beberapa saat kemudian. Tidak jauh di depannya terdapat sebuah dipan yang sedang ditiduri oleh seseorang di atasnya. Orang itu memiliki tubuh kecil seperti dirinya sedang tertidur dengan menghadap jendela.


Liu Zhang Chen sangat terkejut setelah melihat keberadaan anak muda yang seukuran dengannya. Ia berencana untuk pergi dari tempat tersebut namun, setelah ia menoleh kembali ke belakang. Terdapat sebuah pakaian hitam yang diletakkan di atas meja dan terdapat giok Fenghuang yang ada di atasnya.


”Tidak salah lagi! Ini adalah kamar yang benar!”


Begitu ia tahu bahwa ini adalah kamar Luo Xuan Ying, ia segera bergerak dengan perlahan menghampiri Luo Xuan Ying yang sedang tertidur di sana. Dari jarak yang cukup jauh, ia mencoba untuk memperhatikan apakah Luo Xuan Ying benar-benar tertidur atau tidak. Dan setelahnya, ia pun berjalan mendekat dan mencoba untuk melihat luka yang ada di balik pakaiannya.


Ia sedikit membuka pakaian Luo Xuan Ying yang sedang menghadap ke arah jendela. Di saat ia hampir saja selesai melakukannya, tiba-tiba saja terjadi sebuah gerakan kecil yang membuat perhatian Liu Zhang Chen terarah pada wajah Luo Xuan Ying.


Benar saja apa yang sudah terduga olehnya. Saat ini Luo Xuan Ying telah terbangun dan sedang menatap ke arahnya dengan wajah yang saling berdekatan.


”......”


”PELECEHAN!”


Keduanya seketika terkejut dan bergerak menjauhinya. Namun, saat Luo Xuan Ying bergerak mundur menjauhi Liu Zhang Chen dengan masih berada di atas dipannya, ia tampak meringis kesakitan pada bagian pinggangnya.


Ia mencoba untuk menghentikan ekspresi kesakitannya karena ia tidak ingin Liu Zhang Chen bertanya tentang luka yang dialaminya. Namun, Liu Zhang Chen sudah melihat ekspresinya sejak tadi sehingga saat ini, wajahnya tampak sedang mencemaskan keadaannya.

__ADS_1


”Ada apa? Apakah kau terluka?” tanya Liu Zhang Chen begitu ia melihat ke arah Luo Xuan Ying.


Mendengar pertanyaannya tersebut, wajah Luo Xuan Ying berubah menjadi canggung seolah ia tidak ingin menceritakannya.


”Aku baik-baik saja. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan.” jawabnya dengan singkat dan senyum simpul yang begitu meyakinkan.


Mendengar hal itu, Liu Zhang Chen tersentak kaget karena ia merasa bahwa dirinya tidaklah sama seperti dirinya yang dulu yang selalu mengabaikan Luo Xuan Ying.


Seketika, ia langsung mengalihkan perhatiannya dan berdiri kembali dengan wajah yang terlihat canggung. ”... Siapa yang mengkhawatirkanmu! Jangan membuatku pusing dan jangan pernah menggangguku lagi!”


Luo Xuan Ying menatap bingung. Setelah itu ia pun tersenyum curiga dan berkata, ”Apakah Tuan muda mencoba untuk mencemaskanku? Kau pasti mengira kalau aku memiliki luka yang cukup parah.”


Liu Zhang Chen menatap jijik dan berusaha untuk menjauh darinya. ”... Kau pikir aku adalah orang yang seperti itu? Mana mungkin aku membuang-buang waktu ku hanya untuk mengkhawatirkan orang tidak berguna sepertimu?! Benar-benar membuang waktu!” ketusnya yang langsung bergerak cepat keluar dari dalam kamar tersebut.


”Eh,... Zhang Chen! Tunggu sebentar!”


Luo Xuan Ying tidak fokus terhadap langkah kakinya sendiri ketika akan menghampiri Liu Zhang Chen. Alhasil setelah ia berjalan menghampirinya, ia pun terjatuh dengan wajah yang mendarat lebih dulu.


Mendengar suara benda jatuh di belakangnya membuat perhatian Liu Zhang Chen seketika mengarah padanya. Ia pun segera berjalan cepat menghampirinya dan membantu Luo Xuan Ying duduk kembali.


”Apakah kakimu tidak memiliki mata? Berjalanlah dengan hati-hati!” ketus Liu Zhang Chen.


Saat ia membantunya berdiri kembali, Luo Xuan Ying menunjukkan senyum kekanak-kanakannya pada Liu Zhang Chen yang ada di hadapannya.


”Aku pikir kau akan membiarkanku terjatuh seperti ini.” ucapnya yang berhasil membuat wajah Liu Zhang Chen memerah karena melihat tindakannya sendiri.


Tidak lama setelahnya, ia pun menurunkan kedua tangannya lagi dan membiarkan Luo Xuan Ying terduduk di tempat yang sama.


”Memangnya siapa yang memutuskan hal itu?! Bahkan jika kau mati, aku tidak akan peduli!” ketusnya sambil melipat tangannya.

__ADS_1


Luo Xuan Ying sangat senang ketika ia berhasil membuat wajah Liu Zhang Chen memerah karena tindakannya sendiri. Lagipula ia hanya berpura-pura terjatuh dan ia juga tidak menyangka kalau Liu Zhang Chen akan datang padanya dan membantunya berdiri.


”Kakak Chen,... Apakah kau sedang berpura-pura tidak peduli padaku?” ucap Luo Xuan Ying yang berhasil mengejutkan Liu Zhang Chen.


Dengan wajah memerah dan penuh rasa membenci, ia menatap ke arah Luo Xuan Ying dengan jengkel. ”... Kenapa kau tidak segera pergi saja dan kembali ke tempat asalmu?!” ketus Liu Zhang Chen namun, suaranya ini tidak membuat Luo Xuan Ying menghentikan tertawa mengejeknya.


”Seharusnya kau mengambil cermin saat aku sedang mengejekmu seperti ini. Lihat! Wajahmu semakin memerah!” ucap Luo Xuan Ying bersamaan dengan tertawa mengejeknya.


Liu Zhang Chen menjadi sangat kesal karena terus ditertawai. Ia pun mendorong Luo Xuan Ying hingga membuatnya terbanting ke belakang. Dan karena dorongannya yang cukup keras telah membuat pakaian longgar yang dipakai oleh Luo Xuan Ying sedikit terbuka sehingga luka yang ada di pinggangnya mampu dilihat oleh siapapun yang melewatinya.


Liu Zhang Chen seketika terkejut begitu ia melihat perban yang dipasang pada pinggang Luo Xuan Ying begitu banyak dan terdapat bercak-bercak darah yang ada di sana.


Meskipun ia telah melihatnya, Luo Xuan Ying tampak mengabaikannya dan ia pun mencoba untuk terduduk kembali sambil merapatkan pakaiannya lagi.


”Aduh,... Apakah kau harus mendorongku agar aku tidak terus menertawaimu?” keluh Luo Xuan Ying sambil mengelus-elus punggungnya.


Kali ini, Liu Zhang Chen mencoba untuk tidak berpura-pura lagi. Ia pun terduduk di di hadapannya dan berhasil membuat perhatian Luo Xuan Ying tertuju padanya.


Setelah ia mendapatkan perhatiannya, Liu Zhang Chen membuka pakaian atas Luo Xuan Ying sehingga, hal itu membuat Luo Xuan Ying merasa sangat terkejut dan langsung bergerak menjauhinya.


”Apa yang kau inginkan dariku?! Ingin mengambil keuntungan?!” teriak Luo Xuan Ying dengan panik sambil mencoba untuk memakai pakaiannya kembali.


”Darimana kau mendapatkannya? Apakah itu adalah hasil pertarunganmu dengan Monster air?” tanya Liu Zhang Chen yang merujuk pada luka yang ada di pinggang Luo Xuan Ying.


Luo Xuan Ying tertegun dan perhatiannya langsung tertuju pada luka yang ada di pinggangnya. ”... Bukan masalah besar. Aku yakin aku baik-baik saja.” ucap Luo Xuan Ying dengan nada yang sangat meyakinkan.


Liu Zhang Chen terdiam dan menatapnya dengan serius. ”... Jangan bercanda! Aku tahu kau sedang tidak baik-baik saja. Kau sekarang adalah tamu keluarga Liu. Bagaimana bisa aku membiarkanmu begitu saja?”


Luo Xuan Ying menatapnya dengan terkejut. Liu Zhang Chen yang awalnya terlihat dingin dan tidak peduli, bagaimana dia bisa menunjukkan perubahan drastis yang dialaminya? Aku masih tidak mengerti dengan sifatnya ini.

__ADS_1


__ADS_2