
6 tahun setelahnya. Sekte puncak Donqiong pegunungan Yongwu.
”Haah,... Kakek tua menyebalkan. Dia itu mendongeng atau membacakan materi?! Selalu saja aku yang dimarahi! Bukan salahku jika aku selalu tertidur di dalam kelas! Itu semua karena salahnya yang tidak bisa membacakan materi dengan benar!”
Seorang pemuda dengan rambut dikuncir kuda dan bola mata berwarna biru menyala, duduk di salah satu dahan pohon sambil mengunyah apel yang diambilnya dari aula utama. Ia mengabaikan seluruh perkataan yang dikatakan oleh guru dan kakak seperguruannya. Saat kecil, ada banyak kursi kosong dalam ingatannya. Ia bahkan melupakan siapa Ibu kandungnya dan siapa Gurunya yang asli. Pamannya adalah pemimpin Sekte puncak Donqiong. Karena hal itu, ia selalu mengabaikan semua peraturan yang ada di Sektenya.
”Tuan muda! Tuan muda!” seru seorang pemuda lainnya yang sedang berlari menghampiri pemuda di atas dahan.
Xiao Qing Xuan menoleh ke arah Chang Ye yang sedang berlari menghampirinya. ”Ada apa mencariku?”
Chang Ye yang tampak kelelahan mencoba untuk berbicara dengan terengah-engah, ”Kakak seperguruan pertama. Dia,... akan menghajarmu!”
Dengan wajah yang tampak biasa-biasa saja seolah hal ini bukanlah hal yang sulit, ia pun menjawab, ”Dengan senang hati aku akan menunggunya di sini.” ucapnya sambil memejamkan matanya dan bersandar pada dahan pohon.
Chang Ye terlihat panik dan mencoba untuk kembali berkata, ”T~ tapi Tuan muda! Kali ini berbeda. Mereka datang beramai-ramai!"
”Oh, jadi kau dengan senang hati sudah menunggu kami? Ternyata benar, Chang Ye selalu membocorkannya padamu. Sungguh sahabat yang setia.” ucap seorang pemuda yang lebih tua dari mereka, datang dengan lima orang yang berbaris di belakangnya.
Xiao Qing Xuan langsung menatap ke bawah dan melihat beberapa orang sedang berkumpul di depan Chang Ye. Salah satu dari mereka adalah kakak seperguruannya yang sangat menjengkelkan dan memiliki temperamen yang buruk. Wajahnya pun sangat jelek dan tubuhnya sangat gemuk. Ia bahkan tidak sukai oleh satupun wanita yang ada di Sekte mereka.
”Hei! Kerbau! Apakah harus seheboh itu untuk menghajarku? Apakah kau tidak menyadari kalau itu membuktikan betapa lemahnya dirimu karena membawa banyak orang untuk menghajarku?” Xiao Qing Xuan mencibir sambil menatap kakak seperguruannya dengan sebelah matanya.
Kakak seperguruan terlihat jengkel saat mendengarnya berbicara. Ia pun segera berkata pada orang-orang di belakangnya, ”Tunggu apalagi?! Serang bocah menjengkelkan ini!” teriaknya yang langsung mengundang beberapa orang untuk menyerang Xiao Qing Xuan yang berada di posisi yang sama.
Salah satu pemuda melayangkan tinjunya ke arah kepala. Namun, dengan mudahnya Xiao Qing Xuan langsung berjongkok dan meninju perut pemuda itu hingga ia terjatuh ke tanah. Tidak hanya itu, empat orang yang tersisa langsung menyerangnya secara bersamaan dengan menggunakan tangan dan kaki sehingga membuat mereka berpikir hal itu akan memojokkan dirinya.
__ADS_1
Tak membiarkan hal itu terjadi, Xiao Qing Xuan segera melompat dan mematahkan salah satu dahan pohon berukuran kecil. Setelah mendapatkannya, ia pun segera menghempaskannya sehingga membuat sekumpulan daun tajam melesat ke arah mereka.
Semua daun tajam menancap pada tubuh keempat orang itu. Namun, sangat disayangkan serangan ini tidak sampai membunuh mereka.
Setelah keempatnya jatuh secara bersamaan, Xiao Qing Xuan kembali menapak di atas dahan pohon yang kokoh. Ia menatap ke arah lima orang yang tampak kesakitan setelah menerima serangannya. Dan ia juga merasa heran mengapa kakak seperguruannya ini tidak pernah tahu seberapa besar kekuatannya saat ini dibandingkan dengan yang dulu.
”Apa segini saja? Aku bahkan tidak berkeringat sama sekali.” cibir Xiao Qing Xuan setelah melihat keadaan mereka. ”Hei! Jika ingin mengalahkanku, sebaiknya kau bawa Paman He dan seluruh petinggi Sekte. Mereka pasti bisa mengalahkanku.”
”Cih!” kakak seperguruan menggertakan giginya karena tidak tahan dengan cibiran yang dikatakan oleh Xiao Qing Xuan. Ia pun mengeluarkan pedangnya dan berkata dengan keras, ”Bertarunglah denganku sampai mati!”
Xiao Qing Xuan tertegun dan menatapnya dengan bingung. ”Mengapa kau suka sekali mempertaruhkan nyawamu? Jika aku membunuhmu, itu artinya paman He dan seluruh petinggi lainnya akan menghukumku begitu juga denganmu.”
”Berhenti banyak celoteh! Lawan aku sekarang!” ucapnya dengan nada menantang dan ekspresi yang tampak sangat serius.
Xiao Qing Xuan terdiam tidak berekspresi. Ia pun mengambil sehelai daun dan menajamkannya menggunakan energi spiritual miliknya. Setelah itu, ia pun melemparkannya ke arah pedang milik kakak seperguruannya hingga pedang itu patah menjadi dua.
Xiao Qing Xuan menepuk-nepuk tangannya dan berbalik menatap Chang Ye dengan perasaan senang. ”Kau lihat? Aku sudah memenangkan pertarungannya. Kau tidak perlu khawatir lagi.”
Chang Ye tampak terkejut dan dirinya hanya bisa mengangguk selama beberapa kali. ”Maaf sudah meremehkan Tuan muda.” ucapnya sesaat kemudian.
Xiao Qing Xuan akhirnya turun dan berjalan menghampiri Chang Ye, meninggalkan beberapa orang yang masih meringis kesakitan karenanya.
”Sebaiknya kita berjalan-jalan ke kota. Aku sudah merasa pusing berurusan dengan orang-orang ini.” ucap Xiao Qing Xuan sambil merangkul pundak Chang Ye dan berjalan menuju suatu tempat.
Sementara ini, aula utama kediaman keluarga He. Beberapa wanita tampak sedang berbaris menunggu gilirannya tiba. Wanita-wanita ini berbaris tepat di depan kursi meja yang sedang diduduki oleh He Nan Ming.
__ADS_1
”Pemimpin He. Mereka adalah wanita-wanita yang dipilih langsung oleh Tuan muda Xiao untuk dijadikan istri.” ucap seorang pelayan yang sedang berdiri di sebelah He Nan Ming.
He Nan Ming tidak berekspresi saat melihat ada banyak wanita-wanita yang seharusnya cantik namun, ia melihatnya seperti wanita-wanita yang jelek.
Beberapa hari yang lalu, He Nan Ming kerap kali mengganggu Xiao Qing Xuan saat sedang melatih Kultivasinya. Namun, hal itu membuat Xiao Qing Xuan semakin marah dan akhirnya menyuruh dirinya untuk segera menikah karena usianya yang sudah sangat tua.
”Haah,... Mengapa akhirnya jadi seperti ini? Aku tidak akan memilih satupun wanita yang ada di sini.” ucap He Nan Ming dengan suara yang tampak kelelahan karena wanita-wanita ini selalu berusaha untuk menggodanya.
”Tuan harus segera memilih satu di antara lima puluh wanita ini. Jika tidak, Tuan muda Xiao bilang kalau ia akan kembali ke Huan Xu dan tidak akan pernah menginjakkan kakinya di sini lagi.” ucap pelayan kembali.
”Cih! Menyebalkan sekali! Aku yang sudah memberinya makan selama enam tahun dan inikah balasan yang aku dapatkan?!” batin He Nan Ming dengan kesal. ”Mengapa aku harus menikah? Lagipula, wajahku masih terlihat sangat muda dan akan terus seperti ini sampai aku mati.” ucapnya sambil menoleh ke arah pelayan di sebelahnya.
”Anda harus memilih salah satunya jika tidak ingin Tuan muda Xiao pergi.” singkat pelayan.
He Nan Ming mengalihkan perhatiannya karena kesal.
Tak lama setelahnya pembicaraan keduanya selesai, seorang wanita tiba-tiba berteriak, ”Dasar pencuri! Kembalikan giok ini padaku!” teriaknya yang berhasil mengundang perhatian He Nan Ming.
”Kotor! Kau itu adalah anak haram! Kau tidak pantas berada di sini!” teriak salah seorang wanita sambil menendang wanita lainnya yang sedang berlutut di hadapannya.
”Aku tidak mencurinya dan aku bukanlah anak haram! Kembalikan giok itu padaku!”
”Tidak mengakui kesalahanmu?! Baiklah! Aku akan memberimu pelajaran!”
Ketika seorang wanita akan menamparnya dengan sekuat tenaga, He Nan Ming muncul di antara mereka dan langsung menahan tangan wanita tadi.
__ADS_1
Wanita itupun sangat terkejut dan segera mundur beberapa langkah darinya.
He Nan Ming menatap wanita itu dengan dingin dan berkata dengan keras, ”Tidak ada seorangpun yang bisa membuat kericuhan di tempatku ini. Kalian semua, keluarlah dari sini tanpa kecuali!”