
”Tuan muda! Tuan muda!” Chang Ye terus berseru saat ia berdiri di bawah pohon yang sedang ditempati oleh Xiao Qing Xuan.
Tak tahan dengan suaranya yang sangat mengganggu, Xiao Qing Xuan akhirnya menoleh ke arahnya dan berkata, ”Pergilah! Aku tidak ingin berbicara dengan siapapun!” ucapnya dengan sedikit membentak padanya.
”Tuan muda! Kau harus segera pergi dari sini!” jawab Chang Ye dengan wajah yang tampak khawatir.
Xiao Qing Xuan menatapnya dengan bingung dan bertanya, ”Memangnya apa yang akan terjadi? Apakah ada pasukan penyusup yang datang kemari atau hantu-hantu mengerikan seperti malam tadi?” ucapnya seolah ia sama sekali tidak menghiraukan apa yang dikatakan oleh Chang Ye.
Chang Ye langsung menjawab, ”Para hewan-hewan sihir tiba-tiba saja terbangun dan sedang menuju kemari!”
”Hah?” Xiao Qing Xuan tampak terkejut setelah Chang Ye mengakhiri kalimatnya. Setelah itu, muncul suara langkah kaki yang besar dan berisik sedang menuju ke arah mereka. Suara ini semakin lama semakin banyak dan bisa diketahui bahwa hewan-hewan sihir yang sedang menuju kemari bukan hanya satu.
Tak lama, muncul seekor beruang raksasa yang sedang berlari ke arah mereka disusul dengan seekor katak raksasa yang sedang melompat ke arah mereka.
”T~ tuan muda! Kita harus segera pergi dari sini.” ucap Chang Ye dengan pelan.
”Tidak akan!” celetuk Xiao Qing Xuan saat ia sedang menarik anak panahnya kembali.
Xiao Qing Xuan memusatkan perhatiannya pada seekor beruang raksasa yang sedang berlari cepat ke arahnya dan ia sama sekali tidak menghiraukan seluruh perkataan yang dikatakan oleh Chang Ye ketika mencoba untuk menghentikannya. Saat ia akan melepaskan anak panahnya, seekor katak raksasa telah berada di atas kepalanya dan akan menimpanya jika ia tidak juga menghindar dari sana.
Saat itu terjadi, sesosok bayangan hitam langsung bergerak cepat ke arahnya dan menebas kepala katak tersebut hingga membuat terhempas ke sisi lain. Bersamaan dengan hal itu, Xiao Qing Xuan melepaskan lima anak panahnya sekaligus ke arah seekor beruang yang semakin dekat padanya.
”Tuan muda! Kau baik-baik saja di sana?” tanya Chang Ye setelah ia melihat Xiao Qing Xuan membunuh beruang tadi.
Xiao Qing Xuan merasa cukup terkejut setelah melihat Chang Ye masih berdiri di tempat yang sama. Ia pikir Chang Ye yang sudah membunuh katak tadi akan tetapi, setelah melihatnya masih berada di sana, Xiao Qing Xuan menjadi sangat penasaran siapa yang menjadi orang ketiga di sini.
Ia menoleh ke sisi kiri dan melihat seorang pemuda yang memakai jubah hitam dan tudungnya. Pemuda ini tampak setahun lebih tua darinya namun, ia tampak seperti orang asing baginya.
__ADS_1
”Adik Xuan, bagaimana kabarmu selama ini?” tanya pemuda di sebelahnya.
Xiao Qing Xuan sangat terkejut setelah ia mendengar suara pemuda ini. Tak lama, pemuda itupun membuka tudung kepalanya di hadapan mereka berdua. Kedua bola mata yang memiliki warna hijau zamrud dan tatapannya yang terlihat lembut, orang ini adalah Xiao Ruo, saudara tirinya sendiri.
”Kau sudah cukup besar, adik Xuan.” ucap Xiao Ruo kembali.
Xiao Qing Xuan begitu terharu saat melihatnya. Bagaimanapun juga, sudah enam tahun ia tidak pernah bertemu dengannya dan bahkan ia tidak ingat bagaimana wajahnya saat itu. Sedetik kemudian, ia pun melompat ke arahnya dan memberikannya pelukan selamat datang yang biasa.
”Bagaimana kak Ruo bisa berada di sini? Apakah Ayah tidak ada bersamamu?” tanya Xiao Qing Xuan saat ia melepaskan tangannya kembali.
Xiao Ruo tersenyum padanya dan menjawab, ”Aku pergi dari rumah. Belakangan ini, aku mendapatkan hal yang sulit.”
”Tuan muda! Apakah kau tidak ingin pergi bersamaku?” tanya Chang Ye yang sudah didatangi oleh seorang pelayan laki-laki dari kediamannya.
Xiao Qing Xuan menoleh ke arahnya dan menjawab, ”Ya, kau duluan saja! Aku ingin berbicara beberapa hal dengannya.”
Tak lama setelahnya, ia pun menatap kembali ke arah Xiao Ruo yang masih duduk di sebelahnya. ”... Kenapa kak Ruo pergi dari rumah? Masalah apa yang terjadi di sana?” tanya Xiao Qing Xuan yang tampak mencemaskannya.
Xiao Ruo menurunkan pandangannya dan menjawabnya dengan pelan, ”Belakangan ini, Ayah dan Ibu sering bertengkar. Ibu selalu menyalahkanku setiap kali dia berbuat salah. Dia bahkan memerintahkanku untuk keluar dari Sekte dan mengakhiri pelatihanku begitu saja.”
”Kenapa seperti itu? Kau tidak perlu mengakhiri pelatihanmu begitu saja! Aku pasti akan membantumu. Aku akan kembali ke Huan Xu dan memperbaiki semuanya.” ucapnya Xiao Qing Xuan dengan serius.
Saat mendengarnya, Xiao Ruo sangat terkejut. Setelah itu, ia pun melemaskan ekspresinya kembali sambil menepuk pundak Xiao Qing Xuan. ”Kau berubah sangat cepat. Sepertinya, adik Xuan sudah melampaui ku.” ucapnya diakhiri dengan senyum yang lembut.
Sementara ini, di sebuah desa kecil yang berada cukup dekat di wilayah Longyuan, bernama Desa Lin. Saat ini, semua orang mati dengan darah yang tercipta dimana-mana. Hampir semua rumah yang ada di sana terbakar bersama dengan mayat-mayat para penduduk desa dan di tengah-tengahnya, terlihat seorang laki-laki yang sedang memegang pedangnya. Pakaian putihnya hancur menjadi merah dan wajahnya kotor karena darah yang mengenainya.
Tangannya gemetaran saat ia membunuh mereka semua. Sebilah pedang telah menancap di atas tanah. Kini, laki-laki itu menjadi sangat sedih setelah ia membunuh semua nyawa yang tidak bersalah.
__ADS_1
”Kenapa? Kenapa aku harus melakukan apa yang dikatakan olehnya?” batin Liu Zhang Chen yang tampak putus asa sambil memegangi kepalanya karena tidak percaya.
Saat ia memejamkan matanya, tiba-tiba saja sebuah ingatan tentang masa lalunya muncul ketika ia melihat seorang pemuda yang sedang bercengkrama dengannya.
Liu Zhang Chen langsung membuka matanya kembali dan menatap ke atas.
”Siapa dia? Mengapa tiba-tiba saja muncul seperti ini?”
Di saat ia sibuk memikirkannya, Shangzhu Shi muncul di hadapannya dan menghentikan semua yang sedang dipikirkan olehnya. Ia langsung menunduk dan menarik dagunya cukup keras. ”Zhang Chen! Apa yang terlintas di pikiranmu? Apakah kau ingin aku mencuci pikiranmu sekali lagi?”
”Jangan menyentuhku!” teriak Liu Zhang Chen yang langsung menampar tangan Shangzhu Shi ketika ia masih menyentuhnya. ”... Aku sudah melakukannya untukmu. Dan sekarang, aku akan pergi.” lanjutnya sambil berjalan pergi meninggalkannya.
”Kau akan pergi menemui anak itu lagi 'kan?” tanya Shangzhu Shi yang berhasil menghentikan langkahnya. ”... Semua orang yang ada di dalam ingatanmu sudah mati satu persatu. Ayahmu, Ibumu, Pamanmu, semua saudara seperguruanmu dan juga Xuan Ying. Tapi, kali ini aku lengah dengan membiarkan satu orang bertahan hingga sekarang. Keberadaannya begitu mengganggu! Aku akan membunuhnya sekarang!” ucapnya sambil berbalik dan berjalan menuju suatu tempat.
Namun, saat ia berjalan menjauhinya. Tiba-tiba saja Liu Zhang Chen membuka sarung pedangnya dan mencoba untuk menyerangnya dengan sisa tenaga yang dimiliki olehnya.
Namun, saat ia akan melakukan serangan pertamanya, Shangzhu Shi menghilang tiba-tiba dan muncul kembali di belakangnya. Sejurus kemudian, Shangzhu Shi langsung menendangnya hingga membuatnya terbanting ke depan.
”Untuk apa menahanku pergi? Bahkan anak itu tidak mengenalmu sama sekali. Mengapa kau tidak mengikuti apa yang aku katakan padahal akulah yang tersisa di dalam masa lalumu?” cibir Shangzhu Shi saat ia menghampiri Liu Zhang Chen yang masih telungkup di hadapannya.
Di saat Liu Zhang Chen mencoba untuk bangkit, Shangzhu Shi menginjak punggungnya sehingga membuatnya terbanting kembali. Ia berusaha menatap Shangzhu Shi dengan ekspresi marah sambil berkata, ”Aku tidak akan membiarkanmu melakukannya.” ucapnya dengan suara yang terdengar samar.
Shangzhu Shi menatapnya dengan bingung dan bertanya, ”Mengapa kau ingin melindunginya? Dia bukanlah siapa-siapa bagimu.”
Liu Zhang Chen menjawab dengan pelan, ”Aku melakukannya karena aku ingin.”
Shangzhu Shi terdiam selama beberapa saat. ”Jadi, karena keinginanmu sendiri? Hmm, baiklah aku tidak akan membunuh anak itu. Tapi, sebaliknya. Aku akan membunuh masa lalumu.” bisik Shangzhu Shi .
__ADS_1