Become A Protagonist

Become A Protagonist
Chapter. 18 - Hubungan Saudara


__ADS_3

”Xuan'er! Akhirnya kau sadar!” celetuk Xiao Lian Lei dengan ekspresi terkejut dan langkahnya langsung bergerak cepat ke arah Xiao Qing Xuan yang masih mengartikan situasinya saat ini.


”Bagaimana keadaanmu saat ini? Bagian mana yang sakit?” tanya Xiao Lian Lei sambil memperhatikan Xiao Qing Xuan yang terdiam dalam lamunannya.


”Ternyata dia protagonis yang cukup baik.” batin Xiao Qing Xuan yang memperhatikan.


”Aku baik-baik saja.” ucap Xiao Qing Xuan dengan senyum kekanak-kanakannya. ”... Ayah jangan terlalu memikirkanku. Aku takut Ayah akan sakit.”


Xiao Lian Lei tertegun dan menatapnya dengan ekspresi terkejut. Dalam seri sebelumnya, Xiao Lian Lei adalah protagonis yang sering sakit-sakitan apalagi setelah ia kehilangan kedua orang tuanya. Ia memiliki tingkat kecemasan yang cukup tinggi dan bisa-bisa ia akan jatuh sakit jika saja seseorang membuatnya khawatir selama berminggu-minggu. Dan beruntungnya, Xiao Qing Xuan hanya membutuhkan waktu selama sepuluh hari untuk sadar kembali jadi, Xiao Lian Lei tidak sampai sakit karena terus mencemaskannya.


”Jadi, itu alasan mengapa dia selalu bersikap tenang?” batin Xiao Qing Xuan yang memikirkannya.


Xiao Lian Lei tersenyum hangat padanya. Ia mengelus kepala Xiao Qing Xuan dengan lembut dan berkata, ”Apa yang aku lakukan saat ini adalah hal yang biasa dilakukan oleh orang tua kebanyakan. Tidak mungkin aku akan meninggalkanmu begitu saja sementara kau sedang terluka parah seperti ini?”


Xiao Qing Xuan tertegun dan menatapnya selama beberapa saat. Ia merasa heran jika Xiao Lian Lei saja sudah sangat menyayanginya sampai seperti ini, mengapa dia tidak menceraikan Yin Hua yang selalu menyiksanya setiap saat?


”Apa yang terjadi jika aku meminta hal itu padanya? Jika Yin Hua dan Xiao Lian Lei bercerai, itu artinya Xiao Ruo tidak lagi ada di sekitarku dan mereka berdua pasti akan segera diusir dari kediaman. Haah,... Tidak mungkin aku akan merusak jalan ceritanya lagi. Aku sudah menghancurkan seluruhnya bahkan, Liu Zhang Chen yang seharusnya bersikap jahat padaku malah menjadi seperti itu dan protagonis bernama Xuan Ying seharusnya dia tidak muncul di sini!” batin Xiao Qing Xuan yang membayangkannya.


”Xuan'er? Kau melamun?” tanya Xiao Lian Lei saat ia sedang memperhatikan Xiao Qing Xuan.


Xiao Qing Xuan tersentak kaget dan menjawab, ”Tidak ada. Aku tidak memikirkan apapun.”


Xiao Lian Lei tersenyum hangat dan kembali mengelus kepala lembut Xiao Qing Xuan. ”Beristirahatlah di sini dan cepatlah sembuh. Aku akan menunggumu di Huan Xu saat pembelajaran mu telah selesai.” ucapnya sekali lagi.


Xiao Qing Xuan tertegun dan langsung berkata, ”Tapi, aku ingin kembali sekarang!” ucapnya yang berhasil mengejutkan Xiao Lian Lei dan Xiao Ruo yang ada di depannya.

__ADS_1


”Adik Xuan. Jika kau kembali ke Huan Xu, tidak ada yang akan mengajarimu di sana.” jawab Xiao Ruo dengan canggung.


”Memangnya kenapa? Guru besar di sini bahkan tidak mempedulikan muridnya sendiri. Aku lihat dengan mata kepala ku sendiri kalau ia sangat marah saat berurusan dengan masalah muridnya sendiri.” celetuk Xiao Qing Xuan dengan santainya.


Dan baru saja ia mengakhiri kalimatnya, tiba-tiba saja seorang laki-laki dengan hawa kekuatan yang besar sedang berdiri tepat di hadapannya. Laki-laki ini tampak sangat marah ketika Xiao Qing Xuan sedang membicarakannya dan dia adalah Liu Zhang Chen yang sedari tadi sudah berdiri di hadapannya meskipun ia sebenarnya tidak tahu.


Melihat hal tersebut, Xiao Qing Xuan seketika terkejut dan langsung bergerak menjauh dari Liu Zhang Chen sambil menutupi wajahnya dengan sebuah bantal yang ada di atas dipannya.


”Mengapa aku tidak menyadari kedatangannya?! Dia benar-benar mengerikan! Sebentar lagi, aku pasti akan mati!” batin Xiao Qing Xuan sambil mengalihkan perhatiannya ke sudut lain.


Setelah ia membuat Xiao Qing Xuan cukup ketakutan dengan hawa kekuatan miliknya, Liu Zhang Chen segera berdiri menghadap Xiao Lian Lei dan memberi salam padanya.


”Selama dia di sini, aku yang akan menjadi Gurunya. Tuan besar Lei tenang saja. Dia akan berada dalam pengawasanku.” ucap Liu Zhang Chen dengan tenang dan raut wajah yang biasa-biasa saja.


”Baiklah.” Xiao Lian Lei tersenyum kembali dan meletakkan telapak tangannya di atas kepala Xiao Qing Xuan. ”... Jadilah anak yang baik selama berguru di sini. Jangan membuat sering membuat masalah dengan kakak seperguruanmu yang lain.”


Xiao Qing Xuan menatap jengkel ke arah Liu Zhang Chen yang masih menatapnya tanpa ekspresi.


Setelah itu, Xiao Lian Lei segera berjalan menghampiri Xiao Ruo dan menepuk pundaknya saat ia telah berada di hadapannya. ”Jagalah Xuan'er dengan baik. Jangan sampai ada orang asing yang mendekatinya.”


”Ya, Ayah.” singkat Xiao Ruo yang menatap serius ke arah Xiao Lian Lei.


Mereka semua akhirnya pergi bersama dengan Xiao Lian Lei saat pembicaraan mereka telah selesai. Saat ini, Xiao Qing Xuan hanya ditemani oleh dua orang yang sifatnya sangat berlawanan. Ia bingung apakah ia harus berterima kasih pada Liu Zhang Chen karena telah menjadikan dirinya sebagai murid pribadinya atau ia pergi menghampiri Xiao Ruo untuk berlindung dari hawa kekuatan milik Liu Zhang Chen yang terasa mengerikan.


Tidak lama setelah Xiao Lian Lei keluar, Liu Zhang Chen menyusul tanpa meninggalkan sepatah kata apapun saat ia pergi keluar dari kamar tersebut.

__ADS_1


”Seharusnya sebagai Guru besar ia memiliki etika yang cukup baik tapi, baru kali ini aku melihat seorang guru yang tidak sopan seperti ini.” batin Xiao Qing Xuan yang memikirkannya.


Dalam diamnya, Xiao Ruo berhasil membuat Xiao Qing Xuan merasa sangat terkejut setelah ia menepuk kepalanya dengan sangat lembut.


”Adik Xuan telah menjadi murid pribadi Guru besar. Aku ucapkan selamat. Mulai sekarang kau tidak perlu mengkhawatirkan tentang dantianmu yang cacat. Lain kali, aku akan meminta Ibu agar dia tidak selalu memukulmu.” ucapnya yang mengundang perhatian Xiao Qing Xuan.


”Kemampuanku berhasil dinetralisir?! Xiao Ruo mengira kalau aku memiliki dantian yang cacat padahal saat ini aku telah menembus level lima alam bintang. Apakah Luo Xuan Ying yang melakukannya?” batin Xiao Qing Xuan yang memikirkannya.


Sementara ini, di dalam sebuah perpustakaan yang cukup sepi. Setelah kejadian besar beberapa hari yang lalu, Jin Quanyao berhasil mendapatkan sesuatu yang membuatnya sangat sangat penasaran dan ingin mengetahui apa jawabannya. Ia pun akhirnya memutuskan untuk menemui Ayahnya yang ada di perpustakaan tersebut.


”Ayah! Aku ingin bertanya sesuatu padamu.” ucap Jin Quanyao setelah ia memberi salam pada Jin Qin Ran.


Jin Qin Ran menaruh gelas keramiknya dan bertanya kembali, ”Apa yang ingin kau tanyakan?”


Jin Quanyao menatapnya dengan serius dan bertanya, ”Beberapa hari yang lalu saat Ayah memerintahkanku untuk menyelamatkan Tuan muda Xiao dari dalam lubang mayat dan aku menemukan sesuatu yang tidak bisa aku jawab dengan benar.”


”Katakan apa pertanyaanmu.”


”Apakah Ibu dari Tuan muda Xiao adalah keturunan dari keluarga He? Beberapa saat setelah aku menyelamatkannya, ia memiliki garis hitam tidak beraturan yang menjalar ke seluruh tubuhnya. Aku juga merasakan energi kebencian dari orang mati yang masuk ke dalam tubuhnya. Apakah itu artinya, Tuan muda Xiao sedang dirasuki oleh arwah tanpa tubuh?”


Mendengar pertanyaannya, berhasil membuat Jin Qin Ran bingung untuk menjelaskannya. Ia pun segera menutup bukunya kembali dan berdiri dari tempat duduknya.


”Keluarga He adalah keluarga yang paling ditakuti saat ini. Mereka adalah pemimpin Sekte aliran hitam, puncak Donqiong yang sebelumnya telah menyerang Sekte Pedang Beracun. Mereka berkultivasi gelap dan menyerang berbagai tempat. Dan untuk pertanyaanmu, sepertinya itu benar. He Mu'an Qing adalah Ibu dari Xiao Qing Xuan yang mati secara misterius. Pastinya dia juga mewarisi kekuatan yang berasal dari keluarga He dan suatu saat, kakak dari He Mu'an Qing pasti akan mengambilnya kembali. Kau harus berhati-hati ketika sedang bersamanya. Dia bisa saja didatangi hawa kebencian yang ingin menguasai pikirannya. Karena itu, jadikan kuat dan bunuh dia jika ada kesempatan. Kau mengerti?”


”Baik, Ayah.”

__ADS_1


__ADS_2