Become A Protagonist

Become A Protagonist
Chapter. 84 - Menawar


__ADS_3

Ruang Teratai biasa digunakan untuk menjamu para tamu yang berkunjung ke kediaman keluarga He. Ruangan itu berada di antara kolam teratai yang dihiasi oleh bunga Azalea di sekitarnya. Terdapat dua pohon persik yang sedang tumbuh bunga. Burung-burung merpati pun dibiarkan lepas dan berterbangan di sekitarnya.


”Patriark Luo! Patriark Luo!” seru Xiao Qing Xuan yang berlari menghampiri Luo Guanshu yang sedang berdiri di bawah salah satu pohon persik.


Luo Guanshu langsung menoleh ke belakang begitu ia mendengar suara ini. Tak lama, Xiao Qing Xuan akhirnya berdiri di hadapannya dan bertanya, ”Paman He bilang Patriark Luo ingin bertemu denganku. Memangnya ada apa?”


Luo Guanshu menjawab, ”Ya, kebetulan sekali kau sudah ada di sini. Ada sesuatu yang ingin aku berikan padamu.” ucapnya sambil mengambil memunculkan sebuah pedang di atas telapak tangannya dan memberikannya pada Xiao Qing Xuan. ”... Mulai sekarang, Ruixi adalah milikmu.”


Xiao Qing Xuan tampak terkejut setelah Luo Guanshu mempercayakan pedang Ruixi padanya, ”Kenapa memberikannya padaku? Kenapa tidak pada murid-murid Patriark Luo sendiri?" Tanyanya dengan bingung.


Luo Guanshu menyentuh kepala Xiao Qing Xuan dan menjawab, ”Ruixi sudah memilihmu sebagai pemiliknya. Mungkin karena kau memiliki hawa kekuatan yang mirip sekali dengan Ying'er. Lagipula, selain kau tidak ada yang bisa membuka sarung pedangnya.”


Xiao Qing Xuan tertegun dan bertanya, ”Apakah pedang ini memiliki pikirannya sendiri? Atau mungkin pedang ini memiliki roh suci?"


Luo Guanshu menjawab, ”Seseorang membuatnya dari tangan kanannya sendiri sebagai hadiah kelahiran Ying'er. Dia bilang, 'Saat aku mendengar tangis seorang bayi yang baru lahir, entah kenapa aku merasa senang. Meskipun aku sendiri tidak tahu sampai mana kehidupan ku, aku harap aku bisa memberikan sesuatu yang berharga untuk bayi itu. Aku sangat ingin mendengarnya tertawa, menangis dan kalimat pertama yang diucapkannya saat memanggil Ibu. Semoga bayi itu tumbuh menjadi pemuda yang tangguh.' itulah yang diucapkannya. Tapi sayangnya, dia meninggal dua hari setelahnya.”


Xiao Qing Xuan menundukkan pandangannya karena sedih. ”Memangnya siapa orang itu?”


Luo Guanshu menjawab sesaat kemudian, ”Dia itu adalah Nenekmu, Liu Shanyue.”


...\=\=\=\=\=\=\=\= • ✠ • \=\=\=\=\=\=\=\=...


Beberapa saat setelah ia berbicara dengan Luo Guanshu, Xiao Qing Xuan berjalan kembali ke kediamannya. Sambil memandangi pedang Ruixi yang berada di tangannya, Xiao Qing Xuan mulai penasaran bagaimana neneknya bisa membuat pedang dengan menggunakan tangan kanannya.


”Haah,... Jika nenekku berasal dari keluarga Liu, apakah itu artinya aku masih memiliki hubungan darah dengan semua keluarga Liu? Tapi sebelum itu, apakah Liu Zhang Chen benar-benar sudah pergi dan mengikuti Shangzhu Shi sebagai pelayannya?” batinnya sambil berjalan tanpa memandang ke depan.


Saat ia masih berjalan, tanpa sengaja ia menabrak seseorang yang sedang berdiri di depannya. Ia pun sangat terkejut dan langsung menatap ke arah seorang wanita yang baru saja ditabrak olehnya.


”Maaf nona. Aku tidak sengaja menabrakmu.” ucapnya sambil merendahkan kepalanya.

__ADS_1


”Qing Xuan?” tanya seorang wanita di depannya.


Xiao Qing Xuan langsung menoleh ke arahnya dan ia melihat Lei Yun dan Luo Qinyun sedang berdiri di hadapannya.


”E~ eh? Kakak Yun kebetulan sekali. Maaf aku tidak sengaja menabrakmu.” ucap Xiao Qing Xuan dengan canggung.


Lei Yun yang memiliki wajah dingin dan memiliki temperamen sulit, membuatnya terlihat seperti seorang pemarah yang akan langsung membunuh lawannya.


Lei Yun memperhatikan pedang Ruixi yang masih berada di tangan Xiao Qing Xuan dan bertanya. ”Siapa yang memberikanmu Ruixi?”


Xiao Qing Xuan langsung memperhatikan Ruixi dan menjawab, ”Patriark Luo yang memberikannya padaku. Dia bilang kalau aku memiliki hawa kekuatan yang sama seperti kakak Ying.”


Lei Yun merendahkan pandangannya dan menjawab dengan pelan. ”Begitu ya. Jadi, karena hawa kekuatan yang sama.”


”Hei! Mau sampai kapan kau berbicara dengannya? Kita harus segera kembali.” celetuk Luo Qinyun yang berdiri di sebelah Lei Yun sejak tadi.


Lei Yun mengangguk dan kemudian keduanya kembali berjalan. Namun, langkah keduanya terhenti saat Xiao Qing Xuan menahan lengan pakaian mereka.


Lei Yun menatapnya dengan sedih. Ia pun menyentuh kepala Xiao Qing Xuan dengan lembut dan menjawab, ”Dia sudah pergi. Dia sudah membuat keputusan dan aku tidak bisa melakukan apapun untuknya. Aku akan menyuruh bawahan ku untuk mencari jejaknya.”


”Aku ingin menyelamatkan Guru besar Chen!” celetuk Xiao Qing Xuan yang membuat keduanya merasa terkejut. ”... Aku bertemu dengan guru besar Chen yang asli di alam bawah sadarnya. Dia tampak putus asa dan mencoba untuk mengendalikan dirinya sendiri. Alam bawah sadarnya begitu gelap dan tidak ada satupun cahaya yang meneranginya. Saat aku datang padanya, dia menusukku dari belakang dan menghancurkan lentera yang aku bawakan untuknya.”


Lei Yun tampak terkejut dan langsung bertanya kembali, ”Benarkah kau melihatnya? Bagaimana keadaannya? Kenapa kau tidak membuatnya sadar kembali?!” tanya Lei Yun dengan membentak sambil mencengkram kedua pundak Xiao Qing Xuan.


Xiao Qing Xuan sendiri tidak bisa berkata-kata setelah ia melihat Lei Yun yang sedang menatapnya dengan dingin. Ia tidak mengerti mengapa Lei Yun bersikap seperti ini secara tiba-tiba. Mungkin, karena Liu Zhang Chen adalah satu-satunya keluarga yang tersisa. Hal itu, membuat pikiran Lei Yun semakin kacau karena mengkhawatirkannya.


”Nona Yun? Ada apa dengan putraku?” tanya seorang pria yang datang dari arah belakang Xiao Qing Xuan.


Xiao Qing Xuan langsung menoleh ke belakang dan ia melihat Xiao Lian Lei dengan beberapa pasukannya, sedang berjalan ke arahnya.

__ADS_1


Setelah melihatnya, Lei Yun melepaskan pegangannya dan berdiri kembali. ”Sungguh sebuah kejutan besar. Pemimpin Xiao ada di sini. Kau datang untuk menjenguk putramu?”


Xiao Lian Lei yang masih menunjukkan senyum ramahnya itu menjawab, ”Tentu saja. Mendengar semua masalah yang terjadi di Sekte Pedang Beracun, membuatku semakin mengkhawatirkan Xuan'er.”


Lei Yun menghela nafas dan menjawab, ”Kalau begitu, pemimpin Xiao bisa bertemu dengannya sekarang. Aku permisi.” ucapnya sambil berjalan berbalik bersamaan dengan Luo Qinyun di sebelahnya.


Saat keduanya pergi, Xiao Lian Lei menghampiri Xiao Qing Xuan yang masih membelakanginya. Ia berdiri tepat di sebelahnya dan menepuk pundaknya yang sempit. ”... Kau sedang memikirkan sesuatu?”


Xiao Qing Xuan tertegun dan menjawab, ”Ayah! Aku ingin menyelamatkan Guru besar Chen!”


Xiao Lian Lei tampak terkejut. Namun, tidak lama setelahnya ia pun melemaskan ekspresinya dan menjawab, ”Kenapa Xuan'er ingin menyelamatkannya?”


Xiao Qing Xuan menjawab dengan tegas, ”Karena Guru besar Chen sudah seperti keluarga bagiku! Sama seperti Ayah! Karena itu, ajari aku bagaimana cara agar aku bisa menyelam ke dalam alam bawah sadar seseorang.”


Xiao Lian Lei tampak terkejut dan dirinya hanya bisa terdiam untuk sementara waktu. Bagaimanapun juga, jurus itu sangat berbahaya apalagi jika dia mempelajarinya saat usianya masih kecil. Dia pasti tidak akan sanggup menahan kebencian yang selalu ada pada diri setiap orang.


Xiao Lian Lei mengelus kepala Xiao Qing Xuan dan menjawab, ”Jangan sekarang Xuan'er. Ayah tidak akan pernah mengizinkanmu mempelajari jurus yang berbahaya seperti itu.”


”Tapi, Ayah!” Xiao Qing Xuan langsung mengelak namun, He Nan Ming muncul di belakang Xiao Lian Lei dan langsung berkata, ”Turuti apa yang dikatakan oleh Ayahmu, Xuan'er! Lagipula sudah terlambat! Kau tidak akan bisa menyelamatkannya.”


Xiao Qing Xuan langsung berjalan menghampirinya dengan ekspresi yang tampak marah dan berkata, ”Apa maksud Paman mengatakan hal itu padaku?”


He Nan Ming menatapnya dengan dingin dan menjawab, ”Guru besar yang kau kenal dulu sudah mati. Tidak ada satupun orang yang bisa bertahan hidup tanpa cahaya. Jika kau tetap ingin menyelam ke dalam alam bawah sadarnya, kau tidak akan menemukannya. Dan jika iya, jiwanya pasti sudah tidak utuh!”


Xiao Qing Xuan menatapnya dengan sangat marah.


Xiao Lian Lei berkata lebih dulu, ”Kakak Ipar. Jangan membuat Xuan'er putus asa. Aku percaya dia pasti bisa menyelamatkannya.”


He Nan Ming melipat tangannya dan menatap Xiao Lian Lei dengan sinis, ”Aku hanya memperingatkannya saja. Dia itu masih terlalu kecil untuk mempelajarinya. Seharusnya kau tahu semua itu.” ucapnya sambil menatap ke arah Xiao Qing Xuan dengan remeh. ”... Sebaiknya kau simpan kata-kataku ini. Zhang Chen tidak mungkin selamat. Seberapa dalam kau terus menyelam ke alam bawah sadarnya, dia tidak akan bisa ditemukan.”

__ADS_1


Xiao Qing Xuan yang tampak marah langsung berjalan menghampirinya. Namun, saat ia akan menyentuh He Nan Ming, sebuah kekuatan besar seolah sedang menghantam jiwanya keluar. Jiwanya terguncang dan pikirannya seperti telah dikuasai oleh seseorang. Secara tiba-tiba, Xiao Qing Xuan terjatuh tanpa ada seorangpun yang tahu apa alasannya.


”Tidak ku sangka akan secepat ini.” Batin He Nan Ming yang tersenyum seringai.


__ADS_2