Become A Protagonist

Become A Protagonist
Chapter. 27 - Daun Mint


__ADS_3

”Aroma daun mint. Tapi, kenapa aku tidak bisa bergerak?”


Saat jiwanya ditarik oleh seorang wanita bernama Yu Zhaoyi, Xiao Qing Xuan akhirnya berhasil mendapatkan tubuhnya kembali setelah lebih dari empat jam dia tidak terlihat oleh makhluk hidup manapun.


Saat dirinya terbangun dan membuka matanya secara perlahan, pandangannya seketika buram. Ia tidak bisa melihat dengan jelas siapa yang sedang mengangkat dirinya di atas punggung. Rasanya ia tidak pernah pingsan setelah dirasuki oleh Luo Xuan Ying. Akan tetapi, kali ini ia jauh berbeda dan membutuhkan waktu yang lama untuk memperbaiki tubuhnya kembali.


”Mengapa bajuku berbau alkohol?!” batin Xiao Qing Xuan begitu ia menghirup pakaiannya sendiri sedangkan saat ia menghirup pakaian seorang pemuda yang sedang membawanya, dia memiliki aroma daun mint yang menyegarkan.


”Xuan Ying! Apa yang kau lakukan terhadap tubuhku?!” Xiao Qing Xuan menatap sekeliling dan mencoba untuk mencari keberadaan Luo Xuan Ying yang telah membawanya ke tempat hiburan.


”Kau sudah sadar kembali?” tanya pemuda yang sedang menggendongnya.


Xiao Qing Xuan berkedip beberapa kali karena heran. Ia mengira kalau pemuda yang sedang membawanya ini adalah Xiao Lian Lei, Ayahnya sendiri. Akan tetapi, setelah ia mendengar suaranya ia pun merasa sangat terkejut.


”Dia adalah Liu Zhang Chen? Mengapa aku tidak menyadarinya sejak awal?” batin Xiao Qing Xuan yang menahan rasa terkejutnya. ”... G~ guru besar. Bagaimana aku bisa di atas punggungmu?” Xiao Qing Xuan berpura-pura tidak tahu mengenai kejadian yang belum lama menimpanya.


Liu Zhang Chen yang awalnya sedang melirik ke arahnya beralih menatap objek lain yang ada di depannya. ”... Saat aku akan kembali ke sekte, kau pingsan di rumah hiburan sehingga penduduk kota memanggil ku untuk membawamu.” jawabnya dengan tenang dan tidak berekspresi.


”Xuan Ying to lol.” batin Xiao Qing Xuan begitu ia tahu bahwa harga dirinya telah ditindas apalagi usianya masih tergolong kecil dan belum remaja.


”Bersiaplah karena hukuman sudah menantimu.” ucap Liu Zhang Chen sekali lagi sehingga membuat Xiao Qing Xuan terdiam tanpa kata.


”Kenapa harus aku yang menerima getahnya?! Apakah kalian tidak bisa mencambuki Xuan Ying saja meskipun dia sudah mati?!” batin Xiao Qing Xuan yang menahan rasa jengkelnya terhadap Luo Xuan Ying.

__ADS_1


”Tapi, Guru besar! Bukan aku yang melakukannya. Itu semua ulah hantu—


”Aku sudah tahu.” celetuk Liu Zhang Chen yang memotong ucapan Xiao Qing Xuan.


Xiao Qing Xuan terdiam dengan wajah terkejut karena ia tidak menyangka Liu Zhang Chen akan mempercayainya begitu saja.


”Lalu, kenapa tidak menghukumnya saja?” tanya Xiao Qing Xuan dengan bola mata yang tampak berkaca-kaca.


”Itu adalah hal yang paling bodoh yang pernah dilakukan oleh seorang Kultivator muda. Bagaimana kau bisa memberi hukuman pada arwah yang tidak terlihat dan tidak memiliki tubuh?” celetuk Liu Zhang Chen tanpa memikirkannya.


”Sungguh ironi. Apakah guru itu selalu benar dan murid selalu salah?” batin Xiao Qing Xuan yang tampak kehabisan kata-kata.


Di saat ia sedang berjalan, langkahnya tiba-tiba saja terhenti dan pandangannya langsung menatap ke langit yang tampak gelap.


Liu Zhang Chen menghela nafas lelah dan menjawab sesaat kemudian, ”Sepertinya leluhur petir ada di sini. Aku harus cepat menemuinya.” gumamnya yang langsung menggunakan mantra teleportasi dan keduanya langsung berada tepat di depan kediaman Liu Zhang Chen.


Xiao Qing Xuan tidak berekspresi begitu ia dikembalikan ke kediaman Liu Zhang Chen dan bukannya di kediaman para murid. Ia juga merasa sedikit heran mengapa Liu Zhang Chen mau saja memperbolehkannya tinggal di tempat ini bahkan sampai sekarang Liu Zhang Chen masih saja berencana untuk memenjarakannya.


”Tidak sembarang orang bisa mengunjungi tempat ini. Bisa mati aku jika terus di penjara sendirian di tempat ini.” batin Xiao Qing Xuan yang tidak berekspresi saat menatap rumah besar di hadapannya.


Setelah itu, Liu Zhang Chen menurunkan Xiao Qing Xuan dari atas punggungnya dan langsung berkata, ”Kau tidak diizinkan keluar dari tempat ini!” ucapnya dengan dingin sehingga membuat Xiao Qing Xuan sedikit heran saat melihatnya.


”Guru tidak bisa memenjarakan ku di tempat ini! Aku juga punya kehidupan!” ketus Xiao Qing Xuan dengan kesal.

__ADS_1


Liu Zhang Chen menatapnya dengan dingin dan berkata, ”Patuhi perintah gurumu. Jika tidak, kau akan terus terpenjara di tempat ini.” singkatnya yang langsung menghilang begitu ia mengakhiri kalimatnya.


”Curang! Hanya karena dia lebih kuat dariku dia bisa melakukan semua ini padaku?! Haah,... Apa yang membuatnya berubah seperti itu dan bertindak kejam padaku?! Apakah dia sudah tahu kalau aku pernah dirasuki oleh Xuan Ying? Karena bagaimanapun juga Xuan Ying adalah musuh terbesarnya dan sepupu yang menjengkelkan. Tidak aku sangka menyelesaikannya akan sesulit ini. Jika saat itu aku membaca seri pertamanya, mungkin aku akan tahu mengapa dia memenjarakanku di tempat ini. Akan tetapi, mengapa aku melupakannya begitu saja?!”


Xiao Qing Xuan terus menyesali perbuatannya karena ia tidak pernah paham mengenai sifat Liu Zhang Chen baik dalam kehidupan aslinya maupun dalam novelnya sendiri.


Sementara ini, di dalam Paviliun awan yang berada jauh dari kediaman Liu Zhang Chen. Langit yang semula berwarna biru terang berubah menjadi gelap dan dipenuhi dengan petir semenjak mereka kedatangan seorang leluhur petir bernama Lei Yun.


Lei Yun adalah seorang leluhur petir yang lahir dari sebuah telur. Ia ditemukan oleh Luo Xuan Ying secara tidak sengaja saat Luo Xuan Ying belajar di Sekte Pedang Beracun selama lima bulan. Lei Yun digambarkan sebagai seorang wanita berparas cantik dan memiliki rambut berwarna perak yang menjuntai hingga di bawah lutut. Ia juga memiliki sorot mata yang tajam berwarna abu-abu dan kulitnya seputih salju.


Saat baru menetas dari telurnya, Lei Yun sering dipanggil sebagai Bayi telanjang oleh Luo Xuan Ying karena Lei Yun selalu menolak untuk dipakaikan baju. Terlebih saat ia menangis, Lei Yun kerap kali menyambar orang lain yang tidak bersalah menggunakan petir miliknya. Hal ini sering terjadi pada Luo Xuan Ying yang diberi tanggung jawab untuk mengurusnya padahal saat itu usianya baru menginjak 12 tahun.


”Apa yang membuat leluhur petir datang kemari?” tanya Liu Zhang Chen saat ia telah duduk di atas singgasananya sedangkan Lei Yun tampak sedang duduk di sayap kanan bersama beberapa pengawalnya.


Setelah ia meneguk minumannya, Lei Yun menjawab, ”Tidak perlu sopan untuk menyebut namaku. Kakak Chen bisa memanggilku Yun'er.”


Liu Zhang Chen tidak berekspresi sambil berkata kembali, ”Apa yang membuatmu kemari, Yun'er?”


”Langit yang hitam pasti akan cerah kembali. Air keruh akan jernih kembali jika seseorang tidak mengusiknya. Belakangan ini aku sering merasakan hawa kebencian milik Ibu di sekitar sini. Bukankah dia sudah mati?” ucapnya yang berhasil membuat Liu Zhang Chen tersedak minumannya sendiri.


Setelah ia terbatuk selama beberapa saat, Liu Zhang Chen menyeka bekas minuman yang ada di bawah bibirnya. ”... Sudah kubilang Xuan Ying adalah laki-laki. Kau tidak perlu memanggilnya Ibu. Panggil saja seperti kau memanggilku.” ucapnya dengan terburu-buru.


Lei Yun menatap heran ke arahnya. ”... Dia tidak pernah mempermasalahkan bagaimana cara aku memanggilnya. Tapi, aku memiliki satu pertanyaan. Apakah Ibu telah dibangkitkan kembali?”

__ADS_1


__ADS_2