Become A Protagonist

Become A Protagonist
Chapter. 38 - Benda Peninggalan


__ADS_3

Sesaat setelah mimpi itu terjadi padanya, Xiao Qing Xuan membuka matanya secara perlahan setelah aroma anyir darah yang ada di sekitarnya berhasil membangunkannya. Seolah telah merasakan udara kembali, Xiao Qing Xuan terduduk dan tanpa sadar, kedua tangannya sudah sejak tadi memegang sebuah pedang yang menancap pada permukaan lunak yang ditempatinya saat ini.


”Sepertinya aku berada di dalam mulutnya. Haah,... Yang benar saja. Bagaimana dia bisa kenyang hanya memakanku saja?” gumam Xiao Qing Xuan saat ia berdiri kembali di atas sebuah tanah mayat yang dipenuhi dengan tulang belulang.


Xiao Qing Xuan berjongkok dan menyentuh permukaan tanah yang diinjaknya saat ini. ”Ular ikan ini tidak hanya memakan penduduk desa yang menepi di danau miliknya. Tapi, dia juga memakan sejenisnya. Bagaimanapun juga, ular ikan terkenal dengan sifat kanibalnya ketika tidak ada makanan di sekitarnya. Dia bahkan memakanku juga meskipun aku tidak membuatnya kenyang. Beruntung saja aku masih bisa bertahan di dalam mulutnya. Jika tidak, mungkin aku akan mati dicerna dan menjadi kotoran.” gumam Xiao Qing Xuan sambil memperhatikan sekitar.


Tidak lama setelahnya, ia pun mulai menggali dan mencoba untuk mencari sesuatu yang bisa menjadi senjatanya saat ini agar ia bisa keluar dari mulut ular ikan sebelum dia berenang lebih jauh lagi.


Setelah ia menggali tanah mayat itu cukup dalam, sebuah benda bercahaya seperti kristal telah mengundang perhatiannya. Kristal tersebut berwarna ungu menyala dan memiliki ukuran setinggi jari kelingking miliknya. Ia pun mengambil kristal tersebut dan memperhatikannya secara jelas.


Setiap hewan sihir pasti memiliki sebuah kristal kecil yang bersembunyi di tengkuk leher atau di kepalanya. Kristal itulah yang membuat hewan sihir memiliki kekuatan di atas rata-rata bahkan mereka tidak perlu melatih diri mereka untuk bertambah kuat. Jika seseorang memiliki kristal ini, dia akan mendapatkan sebuah kekuatan secara instan sedangkan, bagi orang yang menderita sebuah wabah penyakit, dia akan sembuh total jika dia meminum air yang telah dicampurkan dengan pecahan kristal ini.


”Tidak salah lagi! Ini adalah kristal milik seekor hewan sihir di alam bintang. Bagaimana benda berharga ini berada di dalam mulut ular ikan?” Xiao Qing Xuan terkejut setelah ia memperhatikan kristal tersebut.


Pandangannya kembali menatap sekitar dan kedua tangannya mencoba untuk kembali menggali lagi. Mungkin saja kristal yang ditemukannya ini berasal dari hewan sihir yang dimakan oleh ular ikan ini. Akan tetapi, kekuatan yang ada di dalam kristal tersebut akan cepat habis dalam waktu tiga bulan jika orang itu tidak segera menggunakannya.


”Haah,... Sepertinya dia hanya memakan satu hewan sihir saja. Apalagi, aku tidak tahu berapa usia kristal ini. Semoga saja usianya belum sampai tiga bulan.” gumam Xiao Qing Xuan sambil memperhatikan kristal tersebut.

__ADS_1


Tidak lama setelahnya, guncangan hebat terjadi dan membuat Xiao Qing Xuan terbanting ke segala arah. Ia pun mencoba untuk berpegangan kembali pada sebilah pedang yang telah menyelamatkannya belum lama ini. Dan hal yang tidak terduga, seombak air tiba-tiba saja mendatanginya setelah ular ikan ini membuka mulutnya.


Di saat air terus mendorongnya ke belakang, sebuah tangan tiba-tiba saja meraihnya dan menariknya keluar dari dalam mulut ular ikan dengan sangat cepat. Tidak lama kemudian, sosok pemuda itu menuntunnya menuju permukaan dan kemudian, keduanya pun berhasil keluar dengan selamat.


Saat berada di bibir danau, Xiao Qing Xuan mencoba untuk mengambil nafas kembali setelah dirinya berada dalam sebuah lingkaran mayat yang membuatnya terpaksa harus menghirup aroma darah.


Dengan nafas yang masih terdengar terengah-engah, Xiao Qing Xuan menoleh ke kanan dan ia merasa cukup terkejut setelah ia melihat Liu Zhang Chen yang telah mengeluarkan pedangnya kembali dan bertarung habis-habisan dengan seekor ular ikan.


”.... Apa yang salah dengan semua ini? Aku sedang tidak demam 'kan?” batin Xiao Qing Xuan sambil menyentuh permukaan dahinya.


”Apa yang kau lakukan di sana? Ingin dimakan oleh ular ikan tadi?” ketus Liu Zhang Chen sambil menatap kesal ke arah Xiao Qing Xuan namun sebenarnya, ia telah mencemaskan keadaan Xiao Qing Xuan karena tidak kunjung muncul selama beberapa menit.


Ketika ia telah sepenuhnya keluar dari dalam danau, Xiao Qing Xuan meraba pakaiannya dan mengambil sebuah kristal yang tersembunyi di dalamnya. ”... Aku pikir benda ini sudah terbawa arus. Tidak ku sangka masih tersimpan di sini. Jika aku menggunakannya untuk mendapatkan kekuatan secara instan, sama saja aku melakukan hal curang dan Zhang Chen pasti akan melemparku keluar dari Sekte.” batin Xiao Qing Xuan yang memikirkan.


”Apa yang kau tunggu? Cepatlah kemari!” seru Liu Zhang Chen saat dirinya telah berada di dalam hutan.


Xiao Qing Xuan tersentak kaget dan langsung berlari menyusul Liu Zhang Chen yang sudah cukup jauh berada di depannya. Setelah keduanya saling berpapasan, Liu Zhang Chen berhenti tepat di depan sebuah prasasti batu yang sebelumnya telah ditemukan oleh Xiao Qing Xuan.

__ADS_1


”Kau sepertinya menemukan benda yang sangat menarik. Bagaimana kau bisa membaca tulisan mereka?” ucap Liu Zhang Chen setelah ia melihat tulisan tidak beraturan yang ada pada batu tersebut.


”Zhang Chen adalah orang berpendidikan yang sangat alergi ketika melihat tulisan ceker ayam. Beruntung saja dia tidak pernah menyuruhku untuk menulis.” batin Xiao Qing Xuan yang mulai tersadar bahwa tulisan miliknya hampir sama seperti tulisan yang ada pada batu ini.


”Aku hanya menebak tulisannya saja.” jawab Xiao Qing Xuan dengan perasaan canggung.


”Tidak perlu membacanya, katakan apa makna yang tertulis di sana.” celetuk Liu Zhang Chen dengan wajah yang terlihat dingin dan menyeramkan.


”Pemaksaan!” batin Xiao Qing Xuan yang merasa merinding setelah ia menatap wajah dingin Liu Zhang Chen.


Karena ia telah menghafal tulisan tersebut, Xiao Qing Xuan menjelaskan, ”... Ada dua anak kembar yang mati sangat cepat. Mereka berdua adalah orang yang setia dan selalu bersama. Jika salah satu dari mereka ada yang terluka, maka saudaranya yang lain akan melukai dirinya sendiri sehingga darah menjadi dua. Akan tetapi, jika salah satunya mati, yang lain juga akan mati bersamanya. Entah disebabkan karena bunuh diri atau dibunuh, keduanya akan selalu bersama. Saat keduanya mati, jiwa mereka tidak tenang dan mereka berubah menjadi arwah pendendam. Tubuh mereka masih tersimpan di dalam sebuah peti dan belum dikremasikan hingga saat ini.”


Liu Zhang Chen berpikir sebelum bertanya, ”Seperti apa mereka itu? Apakah batu ini menjelaskannya secara rinci?”


Xiao Qing Xuan menatap kosong ke arahnya. ”... Prasasti ini tidak menjelaskan secara rinci bagaimana mereka terbunuh dan siapa yang melakukan hal itu pada mereka.”


”Pemiliknya pasti berada tidak jauh dari sini. Kemungkinan, mayat mereka berdua berada di desa Qun, desa mati yang akan kita lewati nanti.” pikir Liu Zhang Chen sesaat kemudian.

__ADS_1


Setelah Liu Zhang Chen mengatakan kalimatnya, hawa kebencian tiba-tiba saja muncul di penglihatan Xiao Qing Xuan dan hawa kebencian itu mengarah pada sebuah desa mati yang baru saja di katakan oleh Liu Zhang Chen. ”Apakah karena aku pernah mati satu kali jadi, aku bisa melihat hawa kebencian mereka? Saat ini, semuanya sedang mengarah ke satu titik dan sepertinya, mereka berdua memiliki dendam yang sangat besar.”


__ADS_2