Become A Protagonist

Become A Protagonist
Chapter. 31 - Gerbang Timur Sekte


__ADS_3

”Nona Yun, apa yang harus kita lakukan sekarang? Apakah Nona akan menenangkan jiwa milik tuan muda Luo?” tanya Hou Yin saat Lei Yun dan beberapa pasukannya telah bergerak kembali menuju Istana Langit yang ada di pegunungan Lanxing.


Lei Yun terdiam dan perhatiannya terpaku pada langit yang mulai gelap. ”Sekelompok burung angsa menari-nari di atas danau. Saat salah satunya mati, tarian mereka akan berantakan. Lalu musim dingin tiba, danau menjadi membeku dan para angsa tidak bisa menari di atasnya. Salah satu cara untuk menenangkan angsa yang mati adalah menghancurkan es yang membekukan danau dan pilihan terburuk adalah meninggalkannya begitu saja atau mati bersama.”


”Lalu, apakah Nona akan membiarkan arwah leluhur Ying begitu saja?” tanya Hou Yin kembali.


”Tidak.” celetuk Lei Yun. ”... Aku akan mencari siapa yang telah membunuhnya. Ibu seperti itu karena mayatnya yang belum ditemukan dan pembunuhnya yang belum mendapatkan hukuman. Setelah aku mengatakannya, kakak Chen pasti tidak akan tinggal diam. Dia melakukan perjalanan jauh untuk mencari mayat ibu dan mengkremasikannya dengan benar.”


”Kalau begitu, kemana kita akan pergi?”


Lei Yun berpikir sebelum menjawab, ”... Rencananya aku akan memanfaatkan tubuh Tuan muda Xiao sebagai media pengorbanan. Akan tetapi, aku takut kakak Chen akan marah padaku. Jadi, kita akan bergerak langsung menuju lembah pemakaman hantu. Mungkin saja ada penduduk desa yang mengetahuinya.”


Hou Yin membungkuk di hadapannya dan berkata, ”Baik, Nona.”


...⊰᯽⊱┈──╌❊╌──┈⊰᯽⊱...


Keesokan harinya, gerbang timur sekte Pedang Beracun.


”Sudah tiga jam aku berada di sini tapi, Zhang Chen tidak juga menemuiku. Dia yang menyuruhku untuk bangun pagi dan dia juga yang terlambat! Apakah dia masih tidur? Bahkan mataharinya saja sudah ada di tengah-tengah.” keluh Xiao Qing Xuan saat dirinya sedang duduk tepat di depan gerbang Sekte sambil memberi makan burung-burung liar dengan kue kukus miliknya.


Saat ia terdiam dalam lamunannya, langkah seorang pemuda tiba-tiba saja terdengar di telinganya. Setelah itu, pemuda ini langsung menyambar kue kukus yang ada di tangan Xiao Qing Xuan dan memakannya dengan sangat cepat.


”......?”

__ADS_1


Xiao Qing Xuan menatapnya dengan bingung. Ia merasa heran mengapa pemuda ini terlihat sangat kelaparan seolah tidak makan selama setahun. ”... Ada apa dengannya? Kue sebesar itu bisa ia makan dalam satu kali gigitan?”


Setelah ia memakannya, pemuda itu menoleh kembali ke arah Xiao Qing Xuan yang masih terduduk di hadapannya. Di sekitar bibirnya, ia memiliki bekas remahan kue yang masih menempel di sana. Lalu, kedua matanya yang berwarna merah muda seolah-olah telah menargetkan Xiao Qing Xuan sebagai menu sarapannya hari ini.


”L~ lapar~~ lapar sekali.” ucap pemuda dengan suara serak sambil berjalan perlahan menghampiri Xiao Qing Xuan.


Saat Xiao Qing Xuan akan bergerak mundur, tiba-tiba saja sebuah kristal merah muda muncul dari dalam tanah dan kristal tersebut langsung membekukan kaki kanannya. Ia pun terhenti dan langsung memandangi kaki kanannya yang tidak bisa di gerakkan.


”Kristal merah muda? Shuijing?”


Ketika perhatian Xiao Qing Xuan masih teralihkan, tiba-tiba saja pemuda itu berteriak, ”... Anak muda, aku mendapatkan mu!” teriaknya yang langsung menyambar tangan kanan Xiao Qing Xuan dan menggigitnya hingga terluka.


”Eh! Gob Blok! Pergi sana!” teriak Xiao Qing Xuan dengan panik dan langsung menendang wajah pemuda tersebut hingga pemuda itu terhempas jauh ke depan.


Ia berhasil melepaskan diri dari gigitan pemuda tadi namun, ia belum bisa terlepas dari kristal yang menjebak kaki kanannya. Xiao Qing Xuan memperhatikan tangan kanannya yang tidak berhenti mengeluarkan darah.


Setelah ditendang beberapa saat yang lalu, pemuda ini terduduk kembali sambil memegangi rahangnya yang tampak memar setelah mendapatkan serangan tadi.


”Anak muda! Mengapa kau menendang ku? Aku tidak salah apa-apa 'kan?” ucap pemuda sambil menatap Xiao Qing Xuan dengan ekspresi kesal.


”Tidak tahu diri!” batin Xiao Qing Xuan dengan kesal.


Pandangan pemuda tiba-tiba tertuju pada tangan kanan Xiao Qing Xuan yang tampak seperti bekas gigitan seseorang. ”... Ada apa dengan tanganmu? Apakah kau sangat kelaparan sehingga kau memakan dirimu sendiri.” ucap pemuda dengan wajah yang terlihat cemas seolah ia tidak mengingat kejadian yang baru saja terjadi.

__ADS_1


”Dia baru saja menggigitku dan dia sudah melupakannya?! Apakah kepalanya membentur batu?!” batin Xiao Qing Xuan yang merasa sangat jengkel dengan sifat pemuda yang ada di depannya ini.


”Apakah kau tidak ingat? Kau lah yang membuatku seperti ini! Kau bahkan mengambil sarapan pagi ku dan membuat kakiku terjebak dalam kristal aneh milikmu ini!” ketus Xiao Qing Xuan dengan jengkel.


Pemuda itu terkejut dan langsung melihat ke arah kaki kanan Xiao Qing Xuan yang masih terjebak dalam jurusnya. ”... B~ bagaimana bisa? Aku ini orang baik-baik! Tidak mungkin aku menggigitmu dan menyerangmu seperti ini.” celetuk pemuda yang tampak panik karena ia tidak ingat melakukan semua itu pada Xiao Qing Xuan.


”Hei! Kau ingin membuatku mati sebelum menikah?!” bentak Xiao Qing Xuan. ”... Lepaskan benda ini dariku! Kakiku mulai kesemutan.”


Pemuda itu tertegun dan langsung menjentikkan jarinya sehingga, kristal yang menjebak kaki kanan Xiao Qing Xuan akhirnya pecah dan menghilang.


”Anak muda. Tampaknya kau tidak memiliki kemampuan regenerasi yang cepat. Luka yang ada di tanganmu, biar aku saja yang mengobatinya.” celetuk pemuda yang mencoba untuk mengambil tangan Xiao Qing Xuan yang terluka namun, ia ditolak mentah-mentah olehnya.


Xiao Qing Xuan langsung bergerak menjauh dan berkata, ”Tidak perlu! Pergi sana!” ketusnya dengan kejam.


Pemuda itu tertegun dan menatapnya dengan bingung. ”... Kau tidak ingin menerima bantuan ku? Hmm,... Apakah kau malu karena akan dilihat banyak orang?” ucap pemuda dengan nada menggoda yang berhasil membuat Xiao Qing Xuan naik darah.


”Tenang, tenang, tenang. Sayangnya tempat ini tidak memiliki batu yang bisa dilempar.” batin Xiao Qing Xuan disertai dengan senyum paksanya.


Dari belakang, Xiao Ruo datang dengan berlari menghampirinya. Dan ketika sudah dekat, Xiao Ruo langsung mengambil tangan kanan Xiao Qing Xuan dan bertanya, ”... Kau berdarah! Ada apa dengan tangan kananmu, adik Xuan?” tanya Xiao Ruo dengan tingkat kecemasan stadium 4.


Xiao Qing Xuan berkedip selama beberapa kali sambil menatap bingung ke arahnya. ”... Aku—


”Hal ini kau anggap baik-baik saja?! Ikut denganku! Aku akan mengobatimu!” Xiao Ruo langsung memotong ucapan Xiao Qing Xuan dan menariknya pergi dari tempat tersebut tanpa menyapa seorang pemuda yang sudah sejak tadi berdiri di dekat mereka.

__ADS_1


”......”


Pemuda itu terdiam dan menatapnya dengan bingung karena ia baru saja diabaikan oleh dua anak muda yang menghampirinya. Tidak lama setelah itu, terdengar langkah kaki seorang pemuda yang mengatakan, ”Lin Shuijing! Kau datang untuk berkunjung?”


__ADS_2