
”... Kalian berdua sudah sejauh ini. Zhang Chen, mengapa kau mau membantu anak ini padahal sebelumnya, kau hanyalah pedang yang dibuat oleh gurumu sendiri?” ucap seorang pemuda dengan senyum seringai yang ditunjukkan.
Setelah ia melihat seorang pemuda yang sedang berdiri di hadapannya, Xiao Qing Xuan merasa bingung sekaligus heran dengan apa yang terjadi padanya. ”Bukankah Guru besar Chen mengatakan kalau yang sedang merasuki ku adalah Dewi Ikan Mas? Mengapa Dewi itu seketika berubah menjadi laki-laki?” tanya Xiao Qing Xuan pada Liu Zhang Chen yang berdiri di sebelahnya.
”Dewi ikan mas adalah aku sendiri, kau tahu?!” teriak pemuda.
Xiao Qing Xuan menatapnya dengan heran dan sempat berkedip selama beberapa kali. ”Jadi, dia adalah Jinyu Xiaojie? Bagaimana dia bisa dikatakan sebagai laki-laki jika dalam namanya tertulis Xiaojie?"
^^^Note : Xiaojie \= Nona ^^^
”Suka-suka!” teriak Jinyu Xiaojie dengan kesal. ”Jangan mengaturku anak muda! Aku ini jauh lebih tua darimu dan bahkan usiaku saat ini sudah berumur ratusan tahun. Memangnya apa yang kau bisa saat ini?” ucapnya dengan nada membangga-banggakan diri.
Karena merasa tidak mengetahui apapun, Xiao Qing Xuan melirik ke arah Liu Zhang Chen dan berbisik, ”Guru! Dewi Ikan Mas yang Guru katakan itu, sebenarnya laki-laki atau perempuan?”
Liu Zhang Chen menghela nafasnya dan melirik ke arah Xiao Qing Xuan tanpa ekspresi. ”... Setiap roh tidak memiliki jenis kelamin. Yang ada di depanmu saat ini adalah roh ikan mas yang sebelumnya telah berpura-pura menjadi seorang Dewi.”
”Mengapa aku tidak mengerti juga?” batin Xiao Qing Xuan yang mulai penasaran. Ia pun berjalan mendekati Jinyu Xiaojie yang tengah membangga-banggakan dirinya. ”... Kau ini laki-laki atau perempuan? Atau jangan-jangan kau adalah gabungan keduanya?”
”Aku ini laki-laki! Kau tidak melihatku dengan jelas meskipun kau sudah sedekat ini?!” geram Jinyu Xiaojie yang mulai kesal dengan semua pertanyaan yang diarahkan padanya padahal sebenarnya, ia ingin memojokkan Liu Zhang Chen akan tetapi, semuanya malah berubah sebaliknya.
__ADS_1
”Jika kau laki-laki, mengapa tadi itu kau berpura-pura menjadi Dewi Ikan Mas dan membuat penduduk desa memujamu? Pantas saja mereka semua hidup miskin. Itu karena mereka memuja dewi gadungan!” ucap Xiao Qing Xuan dengan santainya dan ucapannya semakin membuat Jinyu Xiaojie bertambah kesal padanya.
Jinyu Xiaojie bingung karena sejak awal ia tidak ingin berdebat dengan seorang anak kecil. Ia pun hanya memalingkan wajah dan berkata dengan keras, ”Lupakan!”
Xiao Qing Xuan tampak tertegun dan ia pun langsung membentak, ”Apanya yang lupakan?! Kau sekarang berada di dalam tubuhku dan sekarang juga kau harus keluar!”
Jinyu Xiaojie menutup telinganya dan berkata, ”Aku tidak mendengarnya~
Xiao Qing Xuan semakin jengkel dan menatapnya dengan setengah-setengah. Tak lama kemudian, Liu Zhang Chen berjalan menghampiri keduanya. ”Leluhur Ikan Mas, bisakah Anda meninggalkan tubuh muridku yang menyusahkan ini? Dia selalu merengek tentang berat badannya yang tidak sesuai.” ucapnya sambil membungkuk di depan Jinyu Xiaojie. Dan karena ucapannya itu, Xiao Qing Xuan merasa ada yang janggal dengan kalimat yang diucapkan Liu Zhang Chen.
”Kenapa dia malah mengadu domba?” batin Xiao Qing Xuan yang menatapnya dengan heran.
”Seharusnya aku yang mengatakan itu semua! Mengapa kau seenaknya saja merasuki tubuhku padahal aku sama sekali tidak mengizinkanmu?!” bentak Xiao Qing Xuan yang mulai kesal.
Jinyu Xiaojie menarik dagunya dan berpikir, ”Benar juga. Mengapa hanya aku yang tidak diizinkan sedangkan pemuda bernama Xuan Ying itu selalu bisa melakukannya? Kau sedang pilih kasih padaku? Aku ini adalah roh yang bisa merasuki tubuh apapun dan bahkan untuk semut kecil sekalipun. Jadi, kau tidak memiliki hak untuk mengusir jiwaku dari tempat ini. Lagipula, aku sama sekali tidak menguasai pikiranmu.” ucapnya dengan santai tanpa dosa.
Xiao Qing Xuan semakin kesal dan ia pun hanya bisa terdiam sambil menatapnya dengan jengkel.
Melihat perdebatan ini, Liu Zhang Chen hanya bisa menghela nafasnya ketika ia melihat sifat keras kepala yang ada pada Jinyu Xiaojie. Meskipun mereka sudah melontarkan kata-kata kotor, tetap saja Jinyu Xiaojie lah pemenangnya. Tidak ada perdebatan yang bisa terselesaikan. Semuanya pasti akan kalah dalam beradu mulut dengannya.
__ADS_1
”Jangan berdebat lagi. Ayo pergi. Waktuku sudah hampir habis.” ucap Liu Zhang Chen sambil menarik tangan Xiao Qing Xuan menjauh dari Jinyu Xiaojie.
”Tunggu sebentar Guru! Bagaimana dengan tubuhku?! Aku tidak ingin dia ada di sini untuk selamanya!” bentaknya sambil menarik kembali tangannya.
”Qing Xuan! Kau harus mendengarkan ku!” bentak Liu Zhang Chen sambil meraih tangan Xiao Qing Xuan dan menariknya kembali.
Hal ini semakin membuat Xiao Qing Xuan menjadi sangat marah. Ia pun melepas tangannya dan segera berlari ke arah Jinyu Xiaojie untuk memberinya sedikit pelajaran. Namun, sebelum ia melakukannya. Tiba-tiba saja datang sekelebat bayangan hitam yang langsung mencambuk Jinyu Xiaojie hingga membuatnya menghilang seketika.
Sosok di balik bayangan hitam itu adalah sosok seorang wanita berambut panjang dengan hanfu berwarna merah dan bergaris hitam. Tampak sebuah hiasan rambut berbentuk kupu-kupu berwarna emas.
Sedetik kemudian, Liu Zhang Chen langsung kembali ke tubuh aslinya sedangkan Xiao Qing Xuan saat ini masih belum sadarkan diri setelah keduanya bertemu dengan roh seorang wanita yang misterius. Ia pun segera melepaskan telapak tangannya dan mencoba untuk membangunkan Xiao Qing Xuan.
Tidak lama setelahnya, Xiao Qing Xuan akhirnya bangun dan perhatiannya langsung tertuju pada Liu Zhang Chen yang sedang memangku kepalanya.
Xiao Qing Xuan yang merasa sangat terkejut akan hal itu langsung terduduk dan sedikit menjaga jarak dengannya.
”Aduh,.... Duh,... Bagaimana bisa aku berada di sana?” batin Xiao Qing Xuan sambil mengusap tengkuknya.
”Ada apa? Mengapa kau begitu lama untuk bangun? Apa yang kau lihat?” tanya Liu Zhang Chen setelah ia menunggu Xiao Qing Xuan selama kurang lebih sepuluh menit.
__ADS_1
Xiao Qing Xuan tertegun dan langsung menatap ke arahnya. Ia sempat berpikir sebelum akhirnya ia menjawab, ”Apakah Guru melihat seorang wanita yang telah mengusir roh Jinyu Xiaojie?” tanya Xiao Qing Xuan yang kemudian menjawab, ”Dia adalah Ibuku, He Mu'an Qing. Dia mati dibunuh oleh seseorang yang bermarga Jin.”