Become A Protagonist

Become A Protagonist
Chapter. 44 - Si Mulut Besar


__ADS_3

”Lihat! Dia bangun!”


Dengan perlahan, kedua bola matanya terbuka setelah racun yang ada di dalam tubuhnya berhasil dibersihkan. Wajah yang pertama kali dilihatnya adalah wajah Feng Yuanyue yang sedang duduk di sebelahnya di susul dengan wajah Chang Ye yang masih belum dikenal olehnya.


”Kenapa aku bisa ada di sini?”


Liu Zhang Chen yang baru saja mendapatkan kesadarannya kembali tampak bingung dan mencoba untuk merubah posisinya. Sekilas ia melihat beberapa muridnya sendiri yang masih berumur belasan tahun dan juga seorang pemuda dengan mata merah muda. Mereka itu adalah, Xiao Ruo, Jin Lu'an, Feng Han Rui dan Feng Hao. Akan tetapi, setelah ia melihatnya, ia merasa ada sesuatu yang ganjil di antara mereka.


”Anak kemarin sore, apakah ada yang melihatnya?” tanya Liu Zhang Chen setelah ia tahu bahwa Xiao Qing Xuan tidak ada di antara mereka.


Chang Ye berusaha menenangkan dan berkata, ”Tuan besar tenang sebentar. Saat ini, Tuan muda sedang pergi ke suatu tempat. Dia bilang, dia tidak ingin Tuan besar tahu apa yang telah dilakukannya untuk Anda.”


Liu Zhang Chen terkejut setelah mendengarnya. Ia terdiam selama beberapa saat dan ia pun meraba lehernya sendiri setelah ia merasa tenggorokannya sangat basah. Ia melihat ke arah sebuah gelas bambu yang ada di sebelahnya dan menatap kembali ke arah Chang Ye yang masih terduduk di hadapannya.


”... Memangnya apa yang dilakukannya?” tanya Liu Zhang Chen kembali.


Semuanya terdiam dan tidak bisa menjawabnya termasuk keempat muridnya sendiri. Namun, di tengah-tengah keheningan itu. Lin Shuijing tiba-tiba saja merusaknya dengan berkata, ”... Anak itu melakukan pengobatan melalui mulut ke mulut—


BUGH!!!


”Pergi kau!” Feng Yuanyue memukulnya dengan sangat keras sehingga membuatnya terhempas ke belakang. Ucapannya yang mendadak, membuat semua orang terkejut termasuk Liu Zhang Chen yang hampir saja mendengar seluruh ucapannya tadi.


”Apa yang dikatakannya barusan?” tanya Liu Zhang Chen dengan bingung.


Jin Lu'an mendahului pembicaraan dan langsung berkata, ”... Tidak, tidak. Kakak Lin salah bicara. Barusan adik Xuan memberikan obat untuk Guru besar Chen. Dia hanya memasukkannya ke dalam mulut Guru besar tanpa melakukan hal aneh apapun.” ucapnya dengan tenang meskipun dirinya merasa sedikit canggung.


Lalu, tiba-tiba Feng Han Rui lanjut bicara, ”... Mengapa tidak jujur saja kalau anak aneh itu melakukannya dari mulut ke mulut—


BUGH!!!

__ADS_1


Seperti apa yang baru saja ia lakukan terhadap Lin Shuijing, Feng Yuanyue memukul wajah Feng Han Rui hingga membuatnya terhempas dan mendarat tepat di sebelah Lin Shuijing yang sudah jatuh lebih dulu. Seharusnya, sebagai seorang murid dia tahu apa saja yang boleh dikatakan pada Gurunya dan apa yang tidak boleh ia katakan pada Gurunya. Akan tetapi, Feng Yuanyue tetap meninju wajah Lin Shuijing karena ia adalah orang gila dan kerjaannya hanyalah memperparah keadaan saja.


”Baiklah. Apapun itu jika dia tidak merugikanku, itu semua tidak masalah.” ucap Liu Zhang Chen saat dirinya berdiri kembali. Namun, karena ucapannya itu. Semua orang yang ada di sekitarnya sangat terkejut bahkan sampai tidak percaya kalau Liu Zhang Chen akan dengan mudahnya berkata seperti itu. Mereka pikir, ia akan marah setelah mendengarnya dan menganggap Xiao Qing Xuan telah mengambil keuntungan darinya. Bagaimanapun juga, jika dia seorang tabib, ia akan melakukan apapun untuk menyembuhkan pasiennya meskipun harus bertaruh nyawa sekalipun.


Ketika ia berdiri kembali dengan pedang yang menggantung pada pinggang kanannya. Liu Zhang Chen menatap langit yang tampak dipenuhi dengan kabut putih. Dari atas sana, terdengar suara dentingan pedang yang saling menahan serangannya dan sebuah kilatan petir yang ada di mana-mana.


”Dia masih melakukan pertarungan di atas sana?” batin Liu Zhang Chen saat dirinya sedang memperhatikan langit yang ada di atas kepalanya.


”Yuanyue, kau bisa memeriksa keadaan mereka?” tanya Liu Zhang Chen pada Feng Yuanyue yang ada di sebelahnya.


Feng Yuanyue mengikuti apa yang dikatakan oleh Liu Zhang Chen. Ia memperhatikan langit yang dipenuhi dengan kabut dan memeriksa keberadaan hawa kekuatan yang berada di tengah-tengah langit. Cahaya biru yang menyambar dan hawa kebencian yang ada di mana-mana. Lalu, ada seorang anak gadis yang memiliki hawa kekuatan terbesar di antara mereka.


”Ada satu arwah tanpa tubuh, dan seorang petinggi Istana langit. Lalu, di antara keduanya, ada seorang anak perempuan yang memiliki tingkat kemampuan paling besar.” jelas Feng Yuanyue setelah ia memeriksanya.


Liu Zhang Chen tertegun setelah mendengarnya. ”... Keduanya pasti Xuan Ying dan Lei Yun. Lalu, satu lagi dia adalah anak perempuan yang sering dibicarakan di desa Qun, Bai Wen.”


Sementara ini, di rumah peti mati tempat beradanya mayat Rong Yan dan Rong Wei. Karena tindakannya yang tidak disangka olehnya dan ia berpikir bahwa Liu Zhang Chen akan marah padanya, Xiao Qing Xuan kembali ke tempatnya semula di rumah peti mati Rong Yan dan Rong Wei.


”Si mulut besar Han Rui dan Hao sedang ada di sana. Bagaimana bisa aku akan betah berada di antara mereka berdua. Jika dia tahu kalau aku tidak memiliki pilihan lain, dia pasti akan mengembalikanku ke Huan Xu—


”... Ide bagus! Mengapa aku tidak tetap berada di sana?! Dia pasti akan mengembalikanku ke Huan Xu dan akan membiarkanku bebas melakukan apa saja!” celetuk Xiao Qing Xuan setelah ia teringat pada hal yang menjadi tujuannya sejak dulu.


^^^Note : Huan Xu, tempat kediaman^^^


^^^keluarga Xiao berada.^^^


”Aku harus kembali di sana! Mungkin apa yang aku pikirkan saat ini benar-benar terwujud!” gumam Xiao Qing Xuan yang langsung berbalik arah namun, langkahnya seketika terhenti setelah ia menabrak keras sebuah pilar kokoh yang terbuat dari besi sehingga membuat dahinya tampak memerah.


”Aduh,... Duh,... Dahiku~

__ADS_1


”Mau pergi kemana, anak muda?” tanya seorang laki-laki berpakaian zirah yang baru saja ditabrak olehnya.


Sambil memegangi dahinya yang tampak memerah, Xiao Qing Xuan menatap ke arah seorang laki-laki besar yang membawa beberapa bala tentara yang ada di belakangnya. ”... Aduh, menyebalkan orang tua ini! Apakah dia tidak bisa melihat?!” batin Xiao Qing Xuan sambil menahan kesalnya.


”Kakak ini siapa? Apakah kau tidak lihat aku sedang berjalan di sini?” celetuk Xiao Qing Xuan yang tidak sadar bahwa yang ada di depannya ini adalah Jenderal Hou Yin dari Istana langit.


Hou Yin menatap dingin ke arah Xiao Qing Xuan begitupun juga dengan Xiao Qing Xuan yang menatapnya dengan ekspresi yang sama. Keduanya tampak melipat tangannya dan saling membenci satu sama lain padahal, ini adalah pertemuan pertama mereka.


Hou Yin mendengus dan berkata, ”Aku tidak suka dengan anak ini. Wajahnya hampir sama dengan Tuan muda Luo tapi, karakternya sangat berkebalikan. Sebaiknya potong-potong tubuhnya dan jadikan dia makanan anjing.”


”Hah? Apakah hanya itu yang bisa jenderal katakan padaku?! Kabut ini bisa menunjukkan arwah tanpa tubuh dan apakah jenderal tidak curiga kalau aku bukanlah salah satu dari orang-orang yang masih hidup di sini?” ucap Xiao Qing Xuan sambil menatap sinis ke arah Hou Yin.


Hou Yin tidak berekspresi sebelum ia menjawab, ”... Tentu saja kau bukan arwah. Bukankah kau tadi menabrakku hingga membuat dahimu memerah? Dan juga, aku sempat menyentuhmu berulang kali.”


Xiao Qing Xuan terdiam dan menatapnya dengan datar.


”Usiaku sudah berkurang sepuluh tahun dari sekarang.”


”Sudah cukup! Berhenti bercanda!” pinta Hou Yin dengan tegas kemudian, ia menoleh ke arah para prajuritnya. ”... Bawa dia dan potong-potong tubuhnya segera.” ucapnya yang langsung mengundang beberapa prajuritnya untuk segera bergerak maju menghampiri Xiao Qing Xuan.


”Eh,...?! Kau serius ingin melakukannya? Dagingku ini tidak terlalu banyak.” ucap Xiao Qing Xuan setelah ia melihat ada beberapa prajurit yang sedang mengepungnya.


”Daging yang masih kenyal dan lembut, pastinya akan membuat mereka puas melahap mu bahkan sampai ke tulang.” celetuk Hou Yin sehingga membuat Xiao Qing Xuan membungkam mulutnya.


”Apakah dia sudah terbiasa menghukum orang bersalah dengan cara seperti ini?” batin Xiao Qing Xuan sambil melangkah mundur menjauhi para prajurit yang sedang mengepungnya.


Beberapa saat kemudian, muncul suara seorang laki-laki yang mengatakan, ”... Kau bilang dia mirip sekali dengan Anakku. Mengapa kau ingin menghukumnya?”


Suara seorang laki-laki yang terdengar tegas dan berwibawa, muncul dari arah gerbang desa. Laki-laki ini tidak datang sendiri melainkan dia datang bersama dengan beberapa muridnya yang berasal dari wilayah Lin Zhong. Orang ini adalah pemimpin jalan perdamaian antar sekte dan namanya adalah Luo Guanshu.

__ADS_1


__ADS_2