Become A Protagonist

Become A Protagonist
Chapter. 45 - Kesamaan


__ADS_3

”Kau bilang, dia mirip dengan Anakku? Mengapa kau ingin membunuhnya?” ucap Luo Guanshu setelah ia datang bersama dengan beberapa murid Sekte Teratai Emas yang ada di belakangnya.


Dibandingkan dengan kakek tua yang berumur 63 tahun, Luo Guanshu lebih terlihat seperti seorang pemuda yang berumur 30-an tahun. Ia memiliki kemampuan yang cukup spesial untuk menahan bentuk wajahnya seolah ia masih muda. Terdapat sebuah pedang yang menggantung di punggungnya dan rambut yang dikuncir kuda, membuat semua orang mengira kalau ia belum menikah padahal sebenarnya, ia sudah memiliki istri dan anak namun, keduanya mati ditahun yang berbeda.


Di saat Luo Guanshu telah berdiri di hadapannya, Xiao Qing Xuan merasa sedikit ketakutan dengan wajah tegas dan dingin yang dimiliki oleh Luo Guanshu. Alis pedangnya tampak tajam dan bibir tipisnya seolah tidak pernah tersenyum sedikitpun. Luo Guanshu berlutut di hadapannya sambil terus memperhatikannya dengan baik.


Sekilas, ia tampak seperti orang tua yang selalu menyiksa anaknya akan tetapi setelah itu, Xiao Qing Xuan merasa telah bersalah karena ia telah berpikir negatif tentangnya.


”Aku tidak menyangka! Kau adalah reinkarnasi A-Ying!” ucap Luo Guanshu dengan senyum sumringah saat ia sedang memeluk erat Xiao Qing Xuan tanpa memikirkan keadaannya saat ini.


”T~ tidak bisa bernafas~


Di tengah-tengah kejadian itu, seorang murid yang berasal dari Sekte Teratai Emas bernama Xiao Fei berjalan menghampiri mereka berdua dan berkata, ”... Patriark Luo! Maaf mengganggu ketenangan Anda. Yang Anda lihat saat ini bukanlah Tuan muda Luo melainkan, dia adalah Tuan muda dari keluarga Xiao, Qing Xuan.” ucap gadis itu dengan sopan dan berkarisma dengan wajahnya yang selalu tampak tenang.


”Wah,... Aku cukup terkenal sebagai Tuan muda.” batin Xiao Qing Xuan setelah ia melihat ke arah Xiao Fei yang sedang berdiri di hadapannya.


Luo Guanshu berdeham dan melepaskan kedua tangannya. ”... Aku tidak bilang kalau aku akan mengambil Tuan muda kalian. Aku hanya mengatakan kalau wajah mereka berdua memang terlihat sama.” ucapnya dengan ringan meskipun ekspresinya terlihat sangat kecewa.


”Bukankah dia telah mengira kalau aku adalah reinkarnasi anaknya? Tapi, sepertinya dia semakin bertambah sedih ketika dia mengingat kembali tentang anaknya. Bagaimanapun juga, dia tetaplah Ayah dari Luo Xuan Ying. Apa yang akan terjadi jika dia melihat anaknya kembali di tempat yang seperti ini?” batin Xiao Qing Xuan yang memikirkannya.


”Tuan besar Luo! Apakah wajahku ini mirip dengan anakmu? Lalu, apakah aku membuatmu teringat padanya?” tanya Xiao Qing Xuan karena ia tidak bisa menebak apa jawaban yang akan dikatakan oleh Luo Guanshu padanya.

__ADS_1


Luo Guanshu melengkungkan senyuman dan meletakkan telapak tangannya di atas kepala Xiao Qing Xuan. ”... Tentu saja. Kau sangat mirip dengannya. Dan kau tidak perlu memikirkan apakah aku merasa sedih ketika melihatmu atau tidak. Aku baik-baik saja.”


Xiao Qing Xuan memasang ekspresi terkejut setelah ia mendengar hal itu. Ia tidak menyangka seseorang yang paling ditakutkan akan bisa bertindak seperti ini padanya. Pantas saja dia terpilih sebagai pemimpin jalan perdamaian dengan jumlah keraguan yang tidak sedikit. Istana langit yang memilihnya sebagai pemimpin namun, orang-orang di sini tidak pernah melihat sifat tidak terduga yang dimiliki oleh Luo Guanshu.


”Maaf mengganggu waktumu, Patriark Luo. Masalah yang ada di desa Qun sama sekali belum terselesaikan. Aku harap kau tahu bagaimana cara menyelesaikannya ditambah lagi, Bai Wen telah kembali.” ucap Hou Yin yang memecah keheningan di antara mereka berdua.


”Jenderal! Jangan meragukan kemampuan Patriark kami! Dia itu satu-satunya yang terkuat di sini!” ucap salah seorang pemuda 14 tahun bernama Shi Yuan dari keluarga Jin.


”Jin Shi Yuan! Kau jangan memulainya lagi!” ucap Xiao Fei dengan tegas dan menghentikan langkah menantang Jin Shi Yuan.


”Jangan terlalu memikirkan apa yang dikatakan Jenderal. Tenang saja, aku sudah memikirkannya sejak tadi.” ucap Luo Guanshu sesaat kemudian.


”Tidak.” celetuk Luo Guanshu. ”... Ada kemungkinan bahwa jiwa Rong Wei dan Rong Yan masih ada di sini jadi, kita harus bertanya pada mereka apakah mereka ingin pergi atau tidak sehingga kita bisa mengkremasikan mayat mereka dengan aman.”


Xiao Qing Xuan tertegun setelah ia mendengarnya. Ia pun teringat pada pertarungan di atas langit saat ia sedang mengobati Liu Zhang Chen dari racun hewan sihir. ”... Jadi, Luo Xuan Ying juga terlibat dalam pertarungan di atas langit? Lalu, dua bayangan putih itu adalah jiwa Rong Wei dan Rong Yan. Hmm,... Jika kau ingin mencuri, seharusnya kau tidak perlu meminta izin pada korban yang kau incar. Tapi, jika kau ingin meminjamnya kau harus meminta izin darinya. Lalu, jika kau menghilangkannya, kau harus meminta maaf pada orang yang kau kecewakan. Sebuah pernyataan yang sangat sederhana namun sulit dilakukan.” batin Xiao Qing Xuan yang memikirkannya.


Tidak lama setelahnya, Xiao Qing Xuan berubah terkejut setelah ia melihat Luo Guanshu yang kembali berlutut di hadapannya sambil menadahkan kedua tangannya seolah ingin memberikannya tumpangan kecil. ”... Kau pasti lelah. Aku akan membawamu.” ucap Luo Guanshu yang berhasil mengejutkan semua orang yang ada di sana termasuk Hou Yin yang dingin dan tegas.


”... Apa yang sudah aku lakukan padanya?” batin Xiao Qing Xuan yang merasa aneh dengan sifat Luo Guanshu saat ini.


...⊰᯽⊱┈──╌❊╌──┈⊰᯽⊱...

__ADS_1


Ratusan jarum-jarum tajam melesat mengarah pada satu titik. Di saat itu juga, Liu Zhang Chen menancapkan pedangnya dan membuat sebuah dinding pelindung yang mengakibatkan seluruh jarum jarum itu terlempar ke seluruh tempat.


”Jangan sampai terkena serangannya. Jarum-jarum ini sangat beracun dan akan membuat seseorang mati seketika.”


Mendengar hal itu keluar dari mulut Liu Zhang Chen, Feng Hao menelan ludah karena ia tidak bisa terus berlindung di belakangnya. Ia merasa takut jika satu saja jarum menusuk kulitnya, ia akan langsung mati di tempat ini. Tentunya semua orang berharap agar mereka tidak terkena serangannya yang mematikan. Dengan munculnya Bai Wen secara tiba-tiba, di belakang mereka juga terdapat mayat-mayat berjalan yang dikendalikan oleh Bai Wen untuk mempersulit mereka.


Melihat musuh yang ada di mana-mana, Liu Zhang Chen menghela nafasnya dan melirik ke arah Feng Yuanyue dan Lin Shuijing yang ada di sayap kirinya. ”... Kalian berdua, bawa anak-anak ini keluar dari Desa. Aku akan mengurus sisanya.”


Keduanya tampak terkejut. Namun, pada akhirnya mereka pun mengerti dan segera melakukan apa yang dikatakan oleh Liu Zhang Chen. Akan tetapi, Xiao Ruo tampaknya sedang memikirkan hal lain. Jika saja ia pergi dari tempat ini, ”... Bagaimana dengan adik Xuan? Dia belum juga kembali hingga saat ini.”


Di saat ia menarik pedang dari dalam tanah, Liu Zhang Chen menoleh ke arah Xiao Ruo dan menjawab, ”... Selama kalian pergi, tidak ada hal buruk yang akan terjadi di sini. Kalian semua pergilah.” ia langsung menatap ke depan begitu ia selesai berbicara.


Seolah ia merasakan hal yang sama seperti Xiao Ruo, Jin Lu'an berjalan menghampirinya dan berkata, ”... Adik Ruo tenang saja. Adik Xuan pasti baik-baik saja.” ucapnya sambil menarik Xiao Ruo pergi dari sana menyusul Feng Yuanyue dan Lin Shuijing yang baru saja membuka jalan untuk mereka.


”Kenapa tidak memanfaatkan kekuatan mereka untuk membantumu?” tanya Luo Xuan Ying yang kembali muncul di sebelah Liu Zhang Chen bersama dengan Lei Yun yang ada di sebelahnya.


”... Karena aku melihat mereka sangat ketakutan.” singkat Liu Zhang Chen.


Luo Xuan Ying tertawa kecil dan perhatiannya teralihkan pada sekelompok mayat berjalan yang ada di belakangnya. ”... Sudah kuduga. Ilmu medis Bai Wen sangat buruk bahkan kekuatannya ini malah membuat masalah di seluruh tempat. Lalu, sejak kapan dia bisa mengendalikan mayat berjalan? Musuh kita saat ini benar-benar sangat kuat.” ucap Luo Xuan Ying dengan sorot mata yang tidak menunjukkan rasa takut sedikitpun. ”... Yun'er! Lakukan sesukamu terhadap mayat-mayat itu dan jika bisa, bakar saja mereka. Aku dan Zhang Chen akan mengutus majikan mereka.” lanjutnya saat sedang menatap ke arah Lei Yun di sebelahnya.


Lei Yun tidak berekspresi dan menjawab, ”... Akan aku lakukan, kakak Ying.”

__ADS_1


__ADS_2