Become A Protagonist

Become A Protagonist
Chapter. 10 - Protagonis Inspirasi


__ADS_3

”Patriark Sekte! Pasukan-pasukan dari Puncak Donqiong datang menyerang!” ucap seorang murid yang mendatangi Liu Chang Mo saat ia masih berada di rumah Yingshi dan saat itu, ketegangan masih terjadi karena Liu Zhang Chen yang tidak juga ditemukan.


”Aku sudah tahu. Sepertinya, mereka ingin memulai perang.” ucap Liu Chang Mo sambil mengelus dagunya dan memberikannya tatapan dingin setelah kemunculan berita buruk yang disampaikan padanya.


”Amankan seluruh murid! Jangan sampai ada yang terluka!”


Sementara ini, keadaan di gerbang depan Sekte Pedang Beracun. Sekumpulan orang berjubah hitam datang dengan membawa pedang mereka masing-masing. Mereka adalah pasukan yang berasal dari Sekte Puncak Donqiong dan dipimpin langsung oleh Feng Mu, orang yang telah menjatuhkan Liu Zhang Chen dari atas jurang.


Melihat para pasukan yang datang dari arah Utara, membuat Wu Jiang Yu menjadi sangat marah dengan alis yang berkerut saat ia dan yang lainnya berada di lapangan pelatihan para murid.


”Pasti mereka semua yang membuat Paman Liu menghilang! Mau apa mereka datang kemari?!” geram Wu Jiang Yu sambil mencengkram kuat busur panahnya.


Saat dua barisan pasukan yang memiliki aliran berbeda saling berhadapan, Feng Mu akhirnya membuka tudung kepalanya dan menunjukkan wajahnya pada semua orang yang ada di sana. Senyum seringai seolah tidak akan lepas dari raut wajahnya dan terdapat sebuah kipas lipat berada di depan dadanya.


Saat itu juga, Wu Jiang Yu langsung bergerak maju dan memimpin pasukan dari Sekte Pedang Beracun sambil menghunuskan pedangnya ke arah Feng Mu yang tampak berbahaya.


”Mau apa kalian datang kemari?!” ketus Wu Jiang Yu dengan alis yang berkerut karena jengkel.


Feng Mu tertawa sinis dan menjawab, ”Kami datang untuk memberi sedikit pelajaran pada kalian. Semua orang tahu kalau Sekte Pedang Beracun berada diperingkat pertama sebagai sekte terkuat dari lima negara. Negara Chun Ya, sepertinya sangat beruntung karena memiliki tiga keluarga bawah dan satu keluarga bangsawan yang tidak terkalahkan.”


Wu Jiang Yu menggertakan giginya karena kesal dengan semua ucapan Feng Mu padanya.


”Kau juga berasal dari keluarga Feng yang ada di negara ini lalu, mengapa kau malah menyerang tanah kelahiranmu sendiri?!” ketus Wu Jiang Yu.


Menyadari bahwa ucapannya sengaja dipotong, Feng Mu terdiam tanpa ekspresi saat ia sedang melihat ke bawah. Lalu, tidak lama ia kembali tersenyum seringai dan menatap ke arah Wu Jiang Yu dengan sinis.


”Kau sepertinya sangat ingin membunuhku. Memangnya apa yang bisa kau lakukan untuk mengambil nyawaku?” ucap Feng Mu dengan nada yang terdengar sangat merendahkan orang yang ada di depannya.

__ADS_1


”Aku benci membuang-buang waktu hanya untuk mendengarkan ucapanmu! Bagaimanapun,... Kau hanyalah sampah dari keluarga Feng!”


Mendengar ucapan yang dikeluarkan dari mulut Wu Jiang Yu, amarah Feng Mu seketika meluap-luap dan hawa kekuatan spiritualnya meledak di seluruh tempat hingga meretakkan tanah yang ada di bawah kaki mereka.


Feng Mu yang kesal, mengeraskan tinjunya dan menatap dingin ke arah Wu Jiang Yu. ”Sangat mudah untuk membunuhmu! Bagiku, kau hanyalah debu yang mudah disingkirkan! Matilah bersama dengan pamanmu!”


Sementara ini, di dalam sebuah hutan yang ada di bawah jurang sungai. Xiao Qing Xuan seketika terbangun dan sangat terkejut begitu ia sadar kalau saat ini ia sudah keluar dari dalam lubang yang sempat membuatnya terjebak hingga berjam-jam lamanya.


”Kapan aku keluar dari dalam lubang dan siapa yang telah mengeluarkanku dari dalam sana?” gumam Xiao Qing Xuan sambil mengusap-usap kepalanya yang tidak gatal.


Ia sadar kalau saat ini ia sudah berada di bawah pohon besar dan tidak jauh di belakangnya, terdapat sebuah lubang yang sebelumnya telah membuatnya terjebak di dalam sana. Lalu, ia pun kembali menatap ke depan dan pandangannya seketika tertuju pada seekor kelinci putih yang sedang duduk di depannya.


”Kelinci to lol! Beraninya kau membuatku seperti ini!” teriak Xiao Qing Xuan dengan sangat marah dan mengambil sebuah batang kayu yang akan mendarat keras di kepala seekor kelinci di depannya.


”Berhenti! Jangan pukul dia!”


Anak itu tampaknya seumuran dengannya dan seragam yang dipakai olehnya, mirip sekali dengan seragam yang biasa digunakan di Sekte Pedang Beracun.


”Tidak mungkin! Apakah Sekte Puncak Donqiong telah menghancurkan Sekte Pedang Beracun?!” batin Xiao Qing Xuan saat ia melihat ke arah seorang anak muda yang berhenti di depannya.


”Tolong jangan sakiti kelinci ini! Dia tidak salah apa-apa.” ucap anak itu sambil memangku kelinci putih yang akan dibunuh olehnya.


”Kau ini siapa? Mengapa aku tidak pernah melihatmu ada di Sekte?” tanya Xiao Qing Xuan yang bingung saat menatapnya.


Anak itu tertegun dan pandangannya seketika mengarah pada Xiao Qing Xuan yang ada di depannya.


Mendengar hal itu, ia pun sedikit tertawa hangat dan menjawab, ”Aku sangat jarang berada di sekte karena aku terus mengikuti kemana Ayah pergi. Ayah ku berasal dari keluarga Jin, namanya adalah Qin Ran dan namaku adalah Jin Quanyao.”

__ADS_1


”Jin Quanyao? Hmm,... Sepertinya aku pernah mendengar nama itu.” batin Xiao Qing Xuan yang mencoba untuk mengingatnya kembali.


Lalu, tidak lama setelahnya ia pun akhirnya teringat bahwa Jin Quanyao adalah satu-satunya protagonis pria yang memiliki sifat lembut yang menuruni sifat Ibunya bahkan melebihi kebaikan yang dilakukan oleh Xiao Ruo untuknya. Protagonis pria yang paling disukai keempat dalam cerita Came As A Villain series 2 adalah Jin Quanyao yang terkenal dengan kebaikannya seperti sinderella?!


”Aku benar-benar tidak menyangka! Penulis itu membuat tokoh Jin Quanyao karena ia terinspirasi dari kisah sinderella?!” batin Xiao Qing Xuan yang merasa sangat terkejut setelah ia mengetahui kebenaran ini terlintas dalam pikirannya.


”Ada apa? Mengapa kau begitu terkejut?” tanya Jin Quanyao dengan heran setelah ia melihat ekspresi terkejut yang ditunjukkan oleh Xiao Qing Xuan padanya.


Xiao Qing Xuan tersentak dan langsung menatap ke arahnya. ”Kalau begitu, dimana Ayahmu saat ini?” tanya Xiao Qing Xuan dengan canggung setelah Jin Quanyao melihatnya sedang melamun.


”Saat Ayah mengeluarkanmu dari dalam lubang, Ayah terpisah denganku dan dia bilang kalau dia ingin menemui seseorang di tempat ini.” jawabnya dengan senyum tenang dan senang.


Xiao Qing Xuan mengalihkan pandangannya ke arah sebaliknya. ”... Jelas-jelas kalau Ayahnya tidak ingin Quanyao tahu kalau keadaan sekte saat ini sedang tidak baik-baik saja. Dia benar-benar Ayah yang bertanggung jawab.” batinnya sambil menatap kembali ke arah Jin Quanyao.


”Namaku Qing Xuan dari keluarga Xiao. Kau bilang kalau namamu adalah Quanyao?” tanya Xiao Qing Xuan yang membuat Jin Quanyao tertegun menatapnya. ”... Apakah Ayahmu pernah menyakitimu? Ataukah ada ucapan yang dikeluarkan dari mulut Ayahmu sehingga hal itu membuatmu putus asa?”


Jin Quanyao terkejut dengan pertanyaan tersebut. Ia pun berpikir selama beberapa saat sebelum akhirnya menjawab, ”Tidak. Ayah sudah berjanji untuk tidak melakukan hal buruk padaku dan aku sudah melupakan masa lalu yang buruk.”


”Hmm,... Ternyata begitu.” gumam Xiao Qing Xuan yang kembali berdiri sambil menepuk-nepuk pakaiannya. ”... Sebaiknya kita bergerak cepat menemui Ayahmu. Mungkin sesuatu yang mengkhawatirkan telah terjadi.”


Jin Quanyao tertegun dan bertanya kembali, ”Maksudmu, Ayah dalam bahaya?”


Xiao Qing Xuan mengalihkan perhatiannya pada objek lain dan menjawab, ”Bukan. Ayahmu pasti baik-baik saja. Saat ini, aku juga harus bertemu dengan seseorang yang ditemui oleh Ayahmu.” ucapnya sambil berjalan pelan menjauhi Jin Quanyao.


Tidak lama setelahnya, Jin Quanyao akhirnya menyusulnya dan berjalan tepat di belakang Xiao Qing Xuan karena, jika ia berdiri berpapasan dengannya, ia harus memulai sebuah perbincangan dengannya. Akan tetapi, Jin Quanyao tidak tahu harus mengatakan hal apa padanya.


”Hmm,... Rasanya tadi itu aku seperti telah dirasuki oleh kekuatanku sendiri. Seperti ada jiwa seseorang yang mencoba masuk ke dalam tubuhku dan menggunakanku sebagai media pembalasan dendam. Dan lagi, setelah hawa kebencian itu menodai dantianku, saat ini aku melesat dan sudah berada di level lima alam bintang. Haah,... Benar-benar keberuntungan yang tidak terduga. Aku bisa kuat secara instan karena memanfaatkan dendam orang lain. Mungkin penulis itu benar. Di akhir cerita, aku pasti akan menjadi tokoh antagonis yang tidak manusiawi.” batin Xiao Qing Xuan sambil memikirkan jika saja ia memilih Kultivasi gelap.

__ADS_1


__ADS_2