Become A Protagonist

Become A Protagonist
Chapter. 57 - Menembus Alam Bawah Sadar


__ADS_3

”Guru besar Chen! Kembalikan berat badanku seperti semula!” rengek Xiao Qing Xuan saat dirinya tengah memeluk kaki Liu Zhang Chen yang sedang sedang berjalan.


Liu Zhang Chen tidak terlihat kesulitan saat berjalan. Baginya, Xiao Qing Xuan saat ini benar-benar memiliki berat yang sangat ringan dan kemungkinan, ia pasti akan terbawa angin kencang jika saja badai terjadi di tempat mereka.


”Jangan takut tentang berat badanmu. Lagipula emas sangat berharga. Sebaiknya jangan di sia-siakan.” celetuk Liu Zhang Chen seolah ia tidak mempedulikan muridnya sendiri.


”Tapi, Guru besar Chen! Aku tidak ingin seperti ini. Lagipula, ini adalah kesalahan orang bodoh yang melepas segel Ikan Mas di kuil tadi.” rengek Xiao Qing Xuan yang berhasil membuat Liu Zhang Chen menghentikan langkahnya karena ia baru saja disebut sebagai orang bodoh oleh muridnya sendiri.


Mungkin sebaiknya jangan katakan kalau ini adalah kesalahannya. Xiao Qing Xuan sudah menyebutkan orang bodoh dalam kalimatnya dan hal itu jangan sampai merujuk pada Liu Zhang Chen yang semula telah melakukan semua itu secara tidak sengaja.


Dalam perjalanannya, Xiao Qing Xuan terus memeluk paha Liu Zhang Chen dan tidak berhenti sampai mereka menemukan sebuah air terjun yang memiliki warna sangat jernih dan dipenuhi dengan bunga Azalea berwarna merah.


Begitu melihatnya, Xiao Qing Xuan langsung terdiam dan memandangi pemandangan air terjun dan bunga Azalea yang berada di depannya. Aroma air terjun ini begitu terasa dan memiliki suara yang sangat menenangkan. Ia sama sekali tidak menyadari bahwa ada tempat seperti ini di dekat sebuah desa yang miskin.


”Kenapa berhenti di sini? Guru besar ingin mandi?” tanya Xiao Qing Xuan sambil melihat ke arah Liu Zhang Chen.


Liu Zhang Chen melihat ke arahnya dan berkata, ”Sampai kapan kau terus seperti ini?”


Xiao Qing Xuan tertegun. Ia pun segera berdiri kembali di sebelah Liu Zhang Chen dengan wajah yang tampak canggung. ”Lalu, untuk apa Guru besar berhenti di sini?”


Liu Zhang Chen tidak menjawab. Ia pun berjalan mendekati air terjun diikuti oleh Xiao Qing Xuan dari belakang. Dan saat ia telah berada di depan air terjun yang mengalir sangat deras, ia pun kembali berdiri menghadap Xiao Qing Xuan.

__ADS_1


”Menghadap belakang.” pinta Liu Zhang Chen dengan wajah tidak berekspresi.


”Hah? Mengapa aku harus melakukannya?” celetuk Xiao Qing Xuan.


”Lakukan apa yang aku perintahkan.” ketusnya sambil menatap Xiao Qing Xuan dengan dingin.


Xiao Qing Xuan tampak cemberut dan ia pun mengikuti apa yang dikatakan oleh Liu Zhang Chen. Setelah ia melakukannya, Liu Zhang Chen memukul tengkuk lehernya sehingga ia pun sangat terkejut dan terbanting ke depan. Seluruh tubuhnya mendadak lumpuh dan ia pun tidak bisa melakukan apapun selain menggerakkan kedua bola matanya. Saat ia telah menyentuh tanah, Xiao Qing Xuan terus menatap ke arah Liu Zhang Chen yang berada di belakangnya namun, pada akhirnya ia pun kehilangan kesadaran.


Setelah ia membuat Xiao Qing Xuan pingsan untuk sementara waktu. Liu Zhang Chen segera menyandarkan tubuhnya pada dinding tebing air terjun yang terasa lembab. Keduanya duduk saling berhadapan dengan kedua telapak tangan yang saling dilekatkan.


Untuk saat ini, Liu Zhang Chen mencoba untuk menembus alam bawah sadar Xiao Qing Xuan dan menemukan arwah Jinyu Xiaojie yang tengah merasuki tubuhnya. Ini adalah pertama kalinya Liu Zhang Chen memasuki alam bawah sadar seseorang. Jika saja ia gagal melakukannya, maka jiwanya akan terpisah dari tubuhnya sehingga ia pun tidak akan bisa kembali. Alhasil, tubuhnya akan menjadi mayat jika tidak diisi dengan roh miliknya sendiri.


Saat ia membuka matanya, hal yang pertama kali Liu Zhang Chen lihat adalah beberapa kain merah yang digantungkan pada tiang-tiang penyangga rumah. Terdapat sebuah tandu pengantin yang ada di depan rumah tersebut dan seorang pemuda, sedang menjemput calon istrinya yang berada di dalam tandu pengantin.


Pemuda itu, tidak lain adalah Xiao Lian Lei dan wanita yang dibawa olehnya saat ini adalah Yin Hua. Seorang janda beranak satu yang berasal dari desa.


”Delapan tahun lalu adalah pernikahan kedua Lian Lei dengan Yin Hua, setahun setelah Mu'an Qing meninggal. Tidak aku sangka, aku terlalu dalam memasuki alam bawah sadarnya.” gumam Liu Zhang Chen yang memperhatikannya dari balik kerumunan orang yang sedang menonton.


Namun, ia sama sekali tidak tertarik dengan upacara pernikahan tersebut dan pandangannya seketika terpaku pada sebuah rumah besar yang berada di dekat rumah pengantin.


Ia pun segera berjalan menghampiri rumah tersebut dan melihat isinya dari balik jendela belakang. Perhatiannya langsung tertuju pada seorang gadis berumur tujuh tahun yang sedang menggendong seorang anak laki-laki yang berumur dua tahun.

__ADS_1


Gadis ini adalah Xiao Fei, anak dari pelayan Xiao Lian Lei. Namun, kedua orang tuanya telah meninggal karena sakit sehingga, Xiao Lian Lei yang harus menjaganya. Lalu, seorang bayi berumur dua tahun ini, adalah Xiao Qing Xuan yang tengah menangis karena suara berisik yang dihasilkan dari drum yang dipukul keras.


”Tuan muda Xiao. Bagaimana Anda bisa menjadi penerus keluarga jika kau terus menangis seperti ini? Tanganku sudah mulai lelah jika harus menggendongmu seperti ini.” keluh Xiao Fei saat masih membawa Xiao Qing Xuan di atas kedua tangannya.


Akan tetapi, hal itu malah membuat Xiao Qing Xuan semakin menangis dan bahkan berteriak seolah ia mengerti dengan semua ucapan yang dikatakan oleh Xiao Fei padanya.


Liu Zhang Chen mulai berpikir untuk membawa Xiao Qing Xuan keluar dari ilusi ini sekarang juga. Akan tetapi, seseorang tiba-tiba saja datang dan masuk ke dalam ruangan.


”Ada apa ini? Mengapa keponakanku menangis begitu keras?” ucap seorang pemuda yang datang dari balik pintu.


”Tuan muda Xiao terus menangis karena berisik dan aku tidak bisa menenangkannya.” jawab Xiao Fei.


”Benarkah itu? Biarkan aku yang membawanya.” ucap pemuda.


Tanpa memikirkannya, Xiao Fei langsung memberikan Xiao Qing Xuan pada pemuda yang ada di hadapannya. Namun, saat ia berada di dalam genggaman pemuda ini, Xiao Qing Xuan langsung tertawa begitu ia melihat wajahnya. Ia tidak lagi menangis dan sepertinya ia sangat senang jika berada bersama pemuda yang sedang menggendongnya.


”Mengapa tiba-tiba saja seperti ini?” tanya Xiao Fei dengan heran.


”Tentu saja~ karena aku ini pandai mengasuh anak-anak dibandingkan dengan kakakku sendiri.” jawab pemuda itu dengan berbangga diri.


Namun, saat Liu Zhang Chen memperhatikan pemuda tersebut, ekspresinya tampak tidak senang. Ia seolah sangat membenci seorang pemuda yang ada di sana. ”... Pemuda ini, He Nan Ming Patriark Sekte Puncak Donqiong saat ini. Mengapa dia bisa ada di sini?!”

__ADS_1


__ADS_2