Become A Protagonist

Become A Protagonist
Chapter. 58 - Menembus Alam Bawah Sadar II


__ADS_3

Liu Zhang Chen sama sekali tidak menyadari bahwa dirinya saat ini berada di dalam ingatan Xiao Qing Xuan saat usianya lima tahun. Jika saja ia berada di akhir ingatan, mungkin saja tubuhnya akan berubah menjadi mayat. Karena itu, ia harus segera menemukan Xiao Qing Xuan dan mengajaknya keluar dari ilusi.


”Anak haram! Kau tidak akan menjadi penerus keluarga!” ketus seorang anak muda berumur tujuh tahun bersama dengan ketiga anak muda yang memihak padanya.


”Berisik!” teriaknya. Xiao Qing Xuan yang mendapatkan cibiran itu, merasa sangat kesal dan ia pun melemparkan sebuah batu kerikil yang akhirnya mengenai tepat di dahi anak muda tadi. ”Aku akan meminta Ayahku untuk mengusir kalian semua!”


”Huh! Sudah berani rupanya.” ucap anak muda yang mendapatkan luka di dahinya. ”Hajar dia! Jangan biarkan dia lepas kali ini!”


Tepat setelah mengatakannya, beberapa anak muda ini langsung menghajar Xiao Qing Xuan secara bersamaan. Tentunya, Xiao Qing Xuan sendiri tidak akan tinggal diam dan mencoba untuk melawan meskipun kekuatannya saat ini tidak sebanding dengan kekuatan yang dimiliki oleh keempat anak muda ini.


Pada akhirnya, Xiao Qing Xuan menjadi sangat terpojok dan ia pun hanya bisa telungkup di atas tanah sambil memegangi kepalanya yang dipukul berulang kali begitupun dengan seluruh tubuhnya yang terus ditendang oleh mereka.


”Hah? Hanya segini saja kemampuan mu? Lemah sekali!” cibir seorang anak muda yang meludah di atas kepala Xiao Qing Xuan.


Xiao Qing Xuan menjadi semakin marah. Ia pun mencoba untuk bangkit kembali meskipun kedua kakinya sudah tidak bisa menopang tubuhnya sendiri. Dengan wajah penuh memar dan darah yang ada di sudut bibirnya, Xiao Qing Xuan menatap mereka dengan marah.


”Aku bukanlah anak haram! Aku pasti akan menjadi kepala keluarga berikutnya dan kalian harus bertanggung jawab atas apa yang sudah kalian lakukan padaku!” teriaknya sambil berlari menghampiri salah satu anak muda di depannya. Namun, dengan sedikit tenaga, Xiao Qing Xuan tetap terbanting ke belakang oleh segerombol anak muda yang sedang melawannya.


”Kenapa tidak menyerah dan akui saja kalau kau adalah anak haram? Memangnya kau tahu, mengapa kepala keluarga menikah lagi dengan wanita lain?” ucap anak muda sambil menarik rambut depan Xiao Qing Xuan dan membisikkannya, ”... Itu karena dia sama sekali tidak mencintai Ibumu.”


Mendengar hal tersebut, Xiao Qing Xuan menjadi semakin marah. Ia pun meninju wajah anak muda hingga membuatnya terhempas ke samping. Sejurus kemudian, ia pun berdiri sambil mengeraskan kepalan tangannya.

__ADS_1


”Kau tidak memiliki hak untuk bicara!” teriak Xiao Qing Xuan yang langsung berlari menghampiri anak muda di depannya. Ia langsung mendudukinya dan memukul-mukul wajahnya sekeras mungkin dan ia tidak peduli apakah lawannya akan mati atau tidak.


Di saat Xiao Qing Xuan sedang memukuli anak muda yang terus mencibirnya, tiga anak muda lainnya datang untuk membantu. Dan pada akhirnya, Xiao Qing Xuan tetap kalah karena perbedaan kekuatan. Ia pun kembali tersungkur dengan luka yang ada di seluruh tubuhnya dan kepala yang mengeluarkan darah. Ketiga anak muda itu memukulinya tanpa ampun bahkan membuatnya tidak bisa bergerak sama sekali.


”Kau hanyalah anak pembawa sial! Pantas saja ibumu meninggal! Dia mati karena harus melahirkanmu!” teriak anak muda yang baru saja dipukuli olehnya.


Xiao Qing Xuan tidak merespon karena ia tidak bisa menggerakkan seluruh anggota tubuhnya dan bahkan suaranya saja tidak bisa dikeluarkan. Dalam benaknya, ia sangat marah dan sangat ingin memukul wajah mereka hingga hancur. Namun, karena saat ini ia hanyalah orang biasa, ia tidak akan bisa melawan empat orang sekaligus.


”Huh! Payah! Tidak berguna! Pembawa sial! Sebaiknya kau pergi saja ke Mubei! Mereka masih menerima anak lemah seperti mu!” ketus anak muda sambil meludahi kepala Xiao Qing Xuan dan pergi bersama ketiga anak muda lainnya.


Beberapa saat setelah keempat anak muda itu pergi meninggalkan Xiao Qing Xuan yang masih tidak bisa bergerak dan dalam posisi yang sama, hal ini membuat Liu Zhang Chen merasa kasihan padanya. Selagi tidak ada seorangpun yang melihatnya, Liu Zhang Chen berjalan menghampiri Xiao Qing Xuan yang masih telungkup di sana.


”Xuan'er, ayo pulang.” ucap Liu Zhang Chen dengan lembut sambil mengulurkan tangannya pada Xiao Qing Xuan.


Liu Zhang Chen menatap sedih karena kasihan. ”Aku tidak akan menyakitimu maupun menghinamu dengan perkataan buruk.” ucapnya kembali.


”Lalu, paman ini siapa?”


Liu Zhang Chen melengkungkan senyum dan menjawab, ”... Aku adalah paman gurumu.”


Xiao Qing Xuan yang tampak polos seketika terkejut dan langsung bertanya, ”... Apakah paman guru pernah bertemu dengan ibuku?”

__ADS_1


Liu Zhang Chen tersenyum pahit saat melihat ekspresi senang Xiao Qing Xuan ditengah-tengah luka yang sedang dialami olehnya. ”Tentu saja. Aku sangat mengenal ibumu.”


Mendengar hal itu, Xiao Qing Xuan langsung bersemangat dan ia pun mengambil posisi duduk dengan menghadap Liu Zhang Chen. ”Seperti apa dia? Bagaimana kematiannya? Dan katakan padaku kalau sebenarnya aku bukanlah anak haram dari Ayahku.” ucapnya dengan wajah penuh semangat.


Liu Zhang Chen mengeluarkan sebuah sapu tangan dari balik pakaiannya. Ia pun mengelap darah yang ada di wajah Xiao Qing Xuan dengan gerakan pelan dan lembut. ”... Aku akan mengatakannya nanti. Untuk sekarang ini, Xuan'er bisa membantuku sedikit?”


Xiao Qing Xuan tampak tertegun dan bertanya kembali, ”Membantu? Apa yang bisa aku lakukan sekarang ini? Aku tidak bisa melakukan apapun untuk paman guru.”


Liu Zhang Chen menggandeng tangan Xiao Qing Xuan dan berkata, ”Ikutlah denganku, menemui seseorang yang harus disingkirkan.”


”Memangnya siapa dia?” tanya Xiao Qing Xuan dengan penasaran.


”Aku tidak bisa memberitahukan mu sekarang. Kita akan pergi sekarang, ya?”


Xiao Qing Xuan mengangguk setuju.


Sedetik kemudian, pemandangan Huan Xu yang ada di sekitar mereka tiba-tiba saja pecah dan menampilkan sebuah dimensi kosong yang tidak memiliki apapun. Saat pemandangan itu mulai menghilang, kelopak-kelopak putih keluar dari dalam tubuh Xiao Qing Xuan hingga memenuhinya. Lalu, setelah keduanya benar-benar berada di dalam dimensi kosong, tubuh Xiao Qing Xuan kembali seperti semula di usianya yang ke sepuluh tahun dengan ingatan yang sama sebelum dia berada di alam bawah sadarnya sendiri.


”Guru besar Chen~ mengapa kita bisa ada di sini?” tanya Xiao Qing Xuan dengan bingung karena ingatannya baru saja kembali.


”Aku sudah membantumu mengeluarkan arwah Jinyu Xiaojie dari dalam tubuhmu. Berterima kasihlah padaku dengan tulus.” ucap Liu Zhang Chen dengan santainya.

__ADS_1


”Hah? Ada apa dengannya? Apakah dia juga kerasukan?” batin Xiao Qing Xuan yang memikirkan.


Lalu setelahnya, muncul suara tepukan tangan yang berlangsung selama beberapa detik. Suara ini, bersumber dari seorang pemuda yang sedang berdiri tepat tidak jauh di depan mereka. ”... Kalian berdua sudah sejauh ini. Zhang Chen, mengapa kau mau membantu anak ini padahal sebelumnya, kau hanyalah pedang yang dibuat oleh gurumu sendiri?”


__ADS_2