Become A Protagonist

Become A Protagonist
Chapter. 40 - Kediaman Arwah


__ADS_3

Di saat Liu Zhang Chen meninggalkannya sendirian di tempat yang sama, Xiao Qing Xuan tidak berekspresi dan hanya menatap sekitar. Ia tidak tahu apa yang bisa dilakukannya saat ini. Tidak ada satupun hawa kebencian yang menyerangnya. Ia hanya mencoba menikmati suasana putih berkabung yang sangat membosankan.


”Zhang Chen tidak menyuruhku untuk tetap di sini. Karena itu, mungkin sebaiknya aku pergi saja.” gumam Xiao Qing Xuan yang langsung mengambil langkah pertama tanpa mengetahui benda apa yang saat ini diinjak olehnya.


Saat ia berjalan tanpa arah, pandangannya seketika tertuju pada sebuah rumah kayu yang sudah rapuh dan termakan usia. Rumah ini tampak biasa saja akan tetapi, giok Fenghuang yang ada di tangannya berguncang sangat hebat.


”Bagaimana cara giok ini berfungsi? Aku tidak pernah tahu bagaimana cara membuatnya bekerja.” batin Xiao Qing Xuan yang menatap bingung pada giok Fenghuang di tangannya.


Tanpa pikir panjang, ia pun segera membuka pintu kayu tersebut namun, ia tidak menemukan apapun selain meja kursi yang sudah lapuk. Merasa kalau ada yang aneh di tempat ini, Xiao Qing Xuan berjalan semakin jauh ke dalam dan menyusuri semua tempat yang ada di sana.


Lalu, langkahnya pun terhenti begitu ia mendatangi sebuah ruangan kosong yang hanya berisikan dua peti mati yang saling bersebelahan. ”Hawa kebencian yang sangat besar! Jiwa mereka tidak suci!” batin Xiao Qing Xuan di saat ia merasakan adanya hawa kebencian yang tersimpan di dalam peti mati tersebut.


Tidak puas jika hanya melihatnya dari kejauhan, Xiao Qing Xuan berjalan mendekat dan menyentuh permukaan penutup peti tersebut.


Tidak ada nama yang tertulis pada kedua peti mati. Para penduduk desa merahasiakannya karena mereka takut jika ada sekelompok orang yang akan mencuri mayat kedua orang ini.


”Buka tidak ya?” pikir Xiao Qing Xuan saat melihatnya.


Ia pun berencana untuk membuka salah satu dari peti ini dan tidak lama setelahnya, keinginannya pun terwujud. Ia mendorong keras penutup peti sehingga mayat yang tersimpan di dalamnya mampu terlihat dengan sangat jelas olehnya.


Mayat itu adalah milik seorang gadis berumur 17 tahun dengan mulut yang ditutup sebuah kain putih serta pakaiannya yang senada dengan penutup mulutnya. Ia juga memiliki bulu mata yang cukup panjang dengan rambut yang menjuntai hingga di bawah lututnya. Tidak ada satupun hiasan yang ada di kepalanya sedangkan di kedua tangannya saat ini, ia menyilangkan sebuah busur dan satu anak panah.


”Jika dia adalah Rong Wei lalu, di sebelahnya—


Xiao Qing Xuan langsung mendorong penutup peti mati yang ada di sebelah mayat gadis tadi. Dan sangat terkejutnya ia saat ia tahu bahwa yang tersimpan di dalam peti yang satunya lagi adalah milik seorang pemuda dengan kedua mata yang ditutupi kain putih dan pakaian yang senada dengan mayat gadis di sebelahnya. Pemuda itu memiliki wajah pucat dan bibir merah muda. Di kedua tangannya saat ini, ia menyilangkan sebuah pedang yang terbungkus kain putih.


”Mereka berdua adalah Rong Yan dan Rong Wei?”

__ADS_1


Ketika ia mengakhiri pertanyaannya, seorang anak laki-laki yang seumuran dengannya melintas masuk dan melihatnya sedang berdiri di depan kedua peti mati Rong Wei dan Rong Yan.


Wajah anak muda ini tampak terkejut dan berteriak, ”Kenapa kau masih di sini?! Cepat pergi?!” teriaknya yang langsung menarik tangan Xiao Qing Xuan pergi dari tempat tersebut sebelum akhirnya, hawa kebencian dari mayat Rong Wei dan Rong Yan mengejar keduanya.


Saat bayangan hitam itu terus mengejar mereka, anak itu mengeluarkan sebuah mantra dan melemparkannya sehingga hawa kebencian itu bergerak mundur menjauhi mereka. Namun, tidak lama setelah keduanya berlari kembali. Hawa kebencian itu kembali mengejar mereka dengan gerakan yang sangat cepat melebihi apa yang terjadi sebelumnya.


Ketika keduanya sedang berlari dan mencoba untuk mencari tempat persembunyian, Xiao Qing Xuan menjentikkan kedua jarinya sehingga, hawa kebencian yang tersimpan di dalam tanah juga ikut menyerang hawa kebencian milik Rong Yan dan Rong Wei.


Setelah hal itu terjadi, keduanya langsung bersembunyi di dalam sebuah rumah kayu yang jaraknya cukup jauh dengan tempat kedua mayat itu berada.


Keduanya tampak terengah-engah sedangkan anak laki-laki itu masih mencoba untuk memeriksa keadaan yang terjadi di balik pintu. Dan begitu ia tahu bahwa hawa kebencian Rong Wei dan Rong Yan tidak lagi mengejar, anak itu menatap ke arah Xiao Qing Xuan dengan wajah curiga.


”Bagaimana kau bisa mengusir hawa kebencian mereka?” tanya anak itu dengan suara yang terdengar sedikit keras.


Xiao Qing Xuan menatap bingung dan pandangannya mengarah ke langit-langit. ”... Apa maksudmu? Aku tidak melakukan apapun. Itu semua hanya kecelakaan kecil saja.” jawabnya dengan singkat karena ia tidak ingin ada seseorang tahu bahwa dirinya pernah jatuh ke lubang mayat hanya karena mengejar seekor kelinci.


”Lalu, untuk apa kau menjentikkan jarimu? Kau pikir aku tidak mendengarnya tadi?” tanya anak itu dengan wajah yang terlihat serius karena ia takut kalau Xiao Qing Xuan bukanlah orang biasa.


Setelah itu, anak laki-laki itu tampak terkejut dan bertanya kembali, ”Mengapa kau tidak terpengaruh racunnya?”


Xiao Qing Xuan tertegun dan balik bertanya, ”Racun apa?”


”Kabut ini mengandung racun yang bisa melemahkan fisik seseorang. Mengapa kau tidak terlihat seperti orang keracunan?”


Xiao Qing Xuan menatap bingung. Ia sendiri tidak tahu kalau kabut ini mengandung racun. Selama ini ia baik-baik saja saat menghirup udara sekitar. Ia juga tidak mengantongi benda berharga selain giok Fenghuang dan kristal hewan sihir yang ditemukannya.


”Apakah karena benda ini?” tanya Xiao Qing Xuan sambil menunjukkan sebuah kristal hewan sihir di atas telapak tangannya pada anak laki-laki itu.

__ADS_1


Anak laki-laki terkejut dan ia pun menatap Xiao Qing Xuan dengan ekspresi sama. ”Bagaimana kau bisa mendapatkan kristal penangkal racun?”


Xiao Qing Xuan menatap heran dan bertanya, ”Bukankah ini adalah kristal hewan sihir? Mengapa kau mengatakan ini adalah kristal penangkal racun?” ucapnya dengan bingung.


”Ini memang kristal hewan sihir tapi, kristal ini juga bisa digunakan untuk menangkal racun. Jika kau murid Sekte pedang, mengapa kau tidak mengetahui hal semudah ini?” singkat anak laki-laki.


”Oh, jadi kristal ini bisa berguna juga.” batin Xiao Qing Xuan yang menyimpan kembali kristal tersebut.


Anak laki-laki kembali memeriksa apa yang terjadi di luar pintu. Lalu, setelah situasinya dirasa aman, ia pun segera bersiap untuk keluar dari tempat ini.


”Sebaiknya kita cari gurumu. Mungkin dia sudah menghirup kabut ini sangat banyak.”


Sementara ini, di saat Liu Zhang Chen akhirnya tahu siapa pemilik arwah tanpa tubuh ini. Ekspresinya seketika menjadi kaku karena ia tidak percaya bisa kembali melihat Luo Xuan Ying di tengah-tengah kabut yang sangat beracun. Ia berjalan mundur beberapa langkah dan tidak berhenti memegang kuat pedangnya.


”Kau sungguh adalah Xuan Ying?” tanya Liu Zhang Chen sesaat kemudian dan ia pun seketika merasa terheran saat ia tidak lagi melihat Luo Xuan Ying berdiri di hadapannya.


Sedetik kemudian, ia pun sadar bahwa saat ini ada seseorang yang sedang memeluk pahanya dan tidak lain orang ini adalah Luo Xuan Ying dengan wajah memelas dan takut akan hukuman yang dijatuhkan padanya.


”Zhang Chen! Tolong jangan usir jiwaku! Aku janji akan menjadi orang baik dan tidak akan merasuki murid kesayanganmu!” rengek Luo Xuan Ying saat dirinya sedang memeluk paha Liu Zhang Chen.


Liu Zhang Chen menatap sedih dan ia pun mencoba untuk menyentuh kepala Luo Xuan Ying namun, tangannya malah menembus kepala Luo Xuan Ying sehingga ia tidak bisa menyentuhnya saat ini.


”Xuan Ying? Apakah ini benar-benar kau?” tanya Liu Zhang Chen yang masih tidak percaya dengan apa yang dilihat olehnya.


Luo Xuan Ying mengangkat kepalanya dan menatap Liu Zhang Chen di saat ia masih memeluk pahanya. Ia kemudian berdiri di hadapannya dan bertanya, ”Apakah kau menganggapku ilusi?”


Tidak lama setelah ia bertanya, racun yang dihirup oleh Liu Zhang semakin menyebar dan membuat kedua kakinya goyah.

__ADS_1


Melihat ia hampir saja terjatuh, Luo Xuan Ying segera memasang kedua tangannya dan menahan tubuh Liu Zhang Chen sebelum ia terjatuh dan menyentuh tanah.


Saat sedang memapahnya, Luo Xuan Ying merasa sangat terkejut setelah ia melihat keadaan Liu Zhang Chen sekarang ini. ”... Bagaimana bisa racun ular ikan dan racun kabut ini berada dalam satu tempat?”


__ADS_2