
Semua orang yang berdiri di sana sangat terkejut ketika mereka melihat Xiao Qing Xuan yang berhasil melepaskan diri dari rantai besi milik He Nan Ming yang sangat kuat. Perasaan itu semakin bertambah ketika mereka melihat Xiao Qing Xuan yang mampu bergerak cepat dan menarik Liu Zhang Chen menjauh dari pandangan Shangzhu Shi. Hal itu sampai-sampai membuat He Nan Ming mengira bahwa Xiao Qing Xuan adalah anak yang cukup berbahaya akan tetapi, kejadian selanjutnya sangat berbeda dengan apa yang dibayangkan olehnya.
”Aduh,... Duh,... Dua tulang rusuk dan tangan kiri ku patah” gumam Xiao Qing Xuan yang tampak pucat setelah ia berpura-pura menyelamatkan Liu Zhang Chen padahal dirinya sendiri tidak akan bisa selamat dari Shangzhu Shi.
”Dia lebih bodoh dibandingkan dengan kakeknya.” batin He Nan Ming saat melihatnya.
”Jangan melindungiku! Pergilah!” ucap Liu Zhang Chen dengan suara pelan saat ia melihat Xiao Qing Xuan yang sedang berdiri di hadapannya.
Ia sangat tidak menyukai seseorang yang mencoba untuk menjadi pahlawan untuknya. Ia lebih suka disiksa hingga mati seperti ini daripada harus berdiri di belakang seseorang yang jauh lebih muda darinya.
Mendengar hal tersebut, Xiao Qing Xuan langsung berlari menghampirinya. Ia terduduk di sana dan menatapnya langsung. ”Tapi, Guru besar Chen! Orang ini terlalu berbahaya. Mengapa Guru tidak lari darinya? Sebagai murid, apakah aku akan diam saja jika Guru terus disiksa olehnya?!”
Liu Zhang Chen terdiam sambil menundukkan kepalanya. Wajahnya tidak terlihat karena tertutupi oleh rambut hitamnya yang panjang. ”Pergilah! Kau tidak akan mengerti. Mulai sekarang, aku bukanlah Gurumu dan aku menyatakan diriku keluar dari Sekte Pedang Beracun.” ucapnya dengan suara pelan.
Xiao Qing Xuan menjadi sangat terkejut setelah ia mendengar hal itu keluar dari mulut Liu Zhang Chen. Ia pun segera menarik kerah pakaian Liu Zhang Chen dan menatapnya dengan sangat marah. ”Mengapa seperti itu?! Apakah Guru lebih memilih orang ini dibandingkan dengan paman Liu yang berada di sana? Bagaimana dengan murid-murid mu yang lain? Apakah Guru akan meninggalkannya begitu saja?!”
Setelah sekian lama, Liu Zhang Chen akhirnya menunjukkan wajahnya. Ekspresinya tampak kosong dan tidak ada satupun cahaya yang terbentang jelas pada bola matanya. Bibirnya tampak gemetar karena rasa takutnya pada Iblis yang berdiri di depannya.
”Ada apa, Guru besar Chen?” Xiao Qing Xuan tampak sangat heran ketika ia melihat ekspresi Liu Zhang Chen saat ini.
Liu Zhang Chen tidak menjawab dan langsung menampar kedua tangan Xiao Qing Xuan yang masih menarik kerah pakaiannya. Ia pun berdiri kembali dan berjalan ke arah Shangzhu Shi, meninggalkan Xiao Qing Xuan yang masih memperhatikannya.
__ADS_1
”Guru besar Chen! Jangan lakukan!” teriak Xiao Qing Xuan langsung menarik pakaian bawahnya namun, pegangannya seketika terlepas begitu saja. Ia pun hanya bisa melihat Liu Zhang Chen dari belakang dan ia sama sekali tidak mengetahui apa yang sedang dipikirkannya saat ini.
”Lihatlah anak muda. Sepertinya, Chen'er lebih memilihku dibandingkan denganmu.” ucap Shangzhu Shi dengan senyum seringainya.
Saat Liu Zhang Chen tengah berdiri di depan Shangzhu Shi dengan penuh keyakinan, Xiao Qing Xuan langsung berteriak, ”Guru besar Chen! Dia hanya akan memanfaatkanmu!”
Liu Zhang Chen hanya terdiam sambil menerima uluran tangan dari Shangzhu Shi.
Sedetik kemudian, keduanya pun menghilang dalam sekejap dan meninggalkan kerumunan itu di tempat yang sama.
Xiao Qing Xuan hanya bisa terdiam kecewa saat melihat Liu Zhang Chen lebih memilih untuk kembali pada orang jahat itu dibandingkan pergi bersamanya. Ia juga tidak mengira kalau perjalanannya akan berakhir seperti ini. Jika saja ia tahu bagaimana akhir dari ceritanya, ia mungkin akan meminta untuk menunda perjalanannya selama setahun. Ditambah lagi dengan terbunuhnya Jin Qin Ran dan Jin Quanyao. Mungkin menyelesaikan semua ini memang sangat sulit dibandingkan dengan memainkan peran di atas panggung.
Di saat ia sedang ingin terdiam dan memikirkan semua tindakannya. Seseorang telah menyentuh pundaknya dan membuat dirinya tersadar dari lamunannya.
Xiao Qing Xuan tidak berekspresi dan menundukkan kepalanya sambil berkata. ”Paman. Bisakah aku meminta tolong padamu?” tanya Xiao Qing Xuan. ”... Bisakah paman mengkremasikan mayat Paman Jin dan saudara Quanyao lalu, mengembalikan pedang Ruixi pada pemiliknya?’
He Nan Ming yang tidak berekspresi saat menatapnya. Lalu, ia pun menjawab, ”Merepotkan sekali!” ucapnya yang berhasil membuat Xiao Qing Xuan cukup terkejut dan langsung menatapnya.
”Apa maksud paman? Paman tidak mau mengkremasikan mayat mereka berdua?” celetuk Xiao Qing Xuan sambil menatapnya.
Setelah mengatakannya, He Nan Ming meletakkan telapak tangannya di atas kepala Xiao Qing Xuan dan berkata, ”Bawahanku yang akan melakukannya dan akan ku pastikan mereka melakukannya dengan baik. Ayo, kita kembali.”
__ADS_1
...⊰᯽⊱┈──╌❊╌──┈⊰᯽⊱...
Sementara ini, pegunungan Lan Xing, Istana langit. Seekor burung elang tampak sedang melintasi bangunan-bangunan besar yang ada di sana. Saat ini, Lei Yun sedang berdiri di depan salah satu bangunan besar yang memiliki tiang-tiang berwarna merah dan emas. Ia memandangi langit yang selalu tampak sama setiap saat. Wajahnya tampak cemas karena sebuah ingatan tiba-tiba saja melintas di pikirannya.
”Buronan yang pernah diburu oleh Istana langit sepuluh tahun lalu, apakah dia muncul kembali dan mengambil kakak Chen kembali?” gumam Lei Yun dengan cemas.
Tidak lama setelahnya, muncul suara seorang wanita yang mengatakan, ”Yun'er! Kau tampak cemas. Apakah ada sesuatu yang menggangu pikiranmu?”
Suara lonceng yang terdengar hangat, membuat perhatian Lei Yun seketika terarah pada seorang wanita dengan hanfu biru dan memakai sebuah mahkota emas di atas kepalanya. Dia adalah Putri dari Pemimpin Istana langit, Nao Yuanji.
”Nona Yuanji.” seru Lei Yun yang langsung memberi salam padanya.
”Yun'er,... Kau tampak pucat. Apakah kau sedang mencemaskan sesuatu.” tanya Nao Yuanji sambil membangunkan Lei Yun kembali.
Lei Yun yang tampak cemas lantas berkata, ”Nona, apakah Istana langit sudah menangkap buronan sepuluh tahun lalu?”
Nao Yuanji mengalihkan perhatiannya dan menjawab, ”Sayangnya belum ada yang bisa menangkapnya. Dia buronan yang sulit ditangkap. Kami bahkan tidak mengetahui dimana letak persembunyiannya. Bahkan para petinggi di sini hampir saja menyerah untuk mencarinya dan melupakannya begitu saja. Mereka hanya menunggu berita kemunculannya saja dan setelah itu, mereka pasti akan bersemangat untuk mencarinya.”
Lei Yun menurunkan pandangannya dan berkata, ”Tapi, firasatku saat ini benar-benar berbeda.”
Nao Yuanji menepuk-nepuk kepala Lei Yun dan berkata, ”... Kau ini sudah seperti adik bagiku. Kau selalu mengatakan hal-hal yang membuatku cemas.”
__ADS_1
Lei Yun terdiam dan mengalihkan perhatiannya sejenak. Tidak lama setelahnya, seorang gadis pelayan muncul di antara keduanya dan berkata, ”Nona Yuanji! Ini gawat! Iblis Putih itu, muncul kembali di Mubei!”