Become A Protagonist

Become A Protagonist
Chapter. 87 - Berkunjung Ke Kota


__ADS_3

”Tuan muda, kemana kita akan pergi?” tanya Chang Ye saat ia terus dirangkul oleh Xiao Qing Xuan ketika keduanya sudah berada di kota.


”Kau sepertinya takut kalau aku akan menculikmu. Tenang saja! Kita hanya akan berjalan-jalan di sekitar sini.” jawab Xiao Qing Xuan dengan perasaan senang setelah ia melihat wajah Chang Ye yang tampak ketakutan.


Saat ia terus berjalan lurus, Xiao Qing Xuan sempat berpapasan dengan seorang laki-laki yang memakai topi bambu. Laki-laki itu langsung menoleh ke arah Xiao Qing Xuan dan menghentikan jalannya setelah ia berpapasan dengannya.


Kedua matanya tampak berwarna coklat keemasan dan wajahnya terlihat pucat. Ia tidak berekspresi saat melihat ke arahnya. Dari gerakan bibirnya ia tampak sedang bergumam menyebut nama seseorang. Namun, setelah itu laki-laki itupun melanjutkan perjalanannya menuju suatu tempat.


”Manisan?” tanya Xiao Qing Xuan sambil menyodorkan manisan buah pada Chang Ye saat keduanya berada di depan seorang pedagang makanan.


Chang Ye tertegun dan mengambil manisan yang diberikan olehnya. ”Terima kasih Tuan muda.” ucapnya sambil memakan manisannya.


”Tuan tuan terlihat tampan. Apakah kalian berdua berasal dari pegunungan Yongwu?” tanya pedagang dengan sedikit canggung setelah melihat wajah keduanya.


Keduanya langsung melirik ke arah pedagang tersebut. Mereka merasa heran karena seharusnya pedagang ini sudah tahu bahwa keduanya berasal dari Sekte Puncak Donqiong setelah ia melihat seragam yang dipakai oleh Chang Ye sekarang.


”Hei! Apakah matamu tidak melihat orang yang ada di sebelahku?! Mengapa kau tampaknya tidak percaya kalau kami berasal dari sana—


”Berbicaralah sopan pada orang tua!” bisik Chang Ye sambil menutup mulut Xiao Qing Xuan hingga membuatnya berhenti bicara.


Pedagang itu tertawa kecil saat melihatnya. Tak lama setelahnya, ia pun kembali berkata, ”Kebetulan sekali aku bertemu dengan kalian. Ada sesuatu yang ingin aku katakan pada Tuan tuan ini. Sebenarnya, belakangan ini sering terjadi pembunuhan yang dilakukan oleh seseorang. Mereka mengincar para wanita yang ada di kota. Orang itu, menggali jantung mereka dan memakannya di tempat. Sudah ada lima orang yang menjadi korbannya dan mereka semua tidak pernah selamat.” jelas pedagang dengan cemas dan ketakutan.


Chang Ye tampak terkejut namun, Xiao Qing Xuan masih bisa bersikap tenang dan mengambil semua manisan yang dijual oleh pedagang tadi.


”Lalu bagaimana dengan korbannya? Dimana mayat mereka ditemukan?” tanya Chang Ye yang tampak mencemaskannya.

__ADS_1


Pedagang itu menghela nafasnya dan menjawab, ”Mayat mereka ditemukan di kuil Gao. Pelakunya juga menggali mata mereka karena warnanya yang sangat indah. Dan beruntung saja aku dan putriku bisa selamat dari pembunuhan itu.”


Saat mendengarnya, tiba-tiba saja Xiao Qing Xuan tersedak saat ia memakan makanannya. Ia terbatuk beberapa kali dan membuat keduanya merasa heran.


”Tuan muda, ada apa denganmu?” tanya Chang Ye.


Sambil membuang semua manisan yang ada di tangannya, Xiao Qing Xuan memberikan sejumlah uang pada pedagang tersebut. Kemudian ia pun berkata, ”Semakin lama, rasanya semakin berbeda. Seperti ada sesuatu yang menyangkut di tenggorokan ku!”


”Tuan muda tersedak karena kau terlalu terburu-buru saat memakannya.” celetuk Chang Ye yang membela pedagang itu agar ia tidak marah.


”Hei! Aku ini tidak pernah tersedak seperti ini! Jangan meremehkan ku saat aku sedang makan!” ketus Xiao Qing Xuan setelah itu, ia pun pergi meninggalkan tempat tersebut.


Melihat Xiao Qing Xuan yang pergi begitu saja, membuat Chang Ye merasa tidak enak pada pedagang ini karena Tuan mudanya telah membuang seluruh dagangan di depan matanya sendiri. ”Aku minta maaf atas tindakan Tuan muda. Aku akan menggantikan semua makanan yang dibuang tadi.”


Pedagang itu tampak segan dan ia pun langsung berkata, ”Tidak perlu Tuan muda! Uang yang diberikan oleh teman Anda sudah sangat cukup untuk menggantikannya. Bahkan terlalu banyak, aku rasa.”


”Apakah Tuan muda tidak ingin menyusul teman Anda? Dia mungkin sudah berada jauh dari sini.” ucap pedagang itu kembali.


Chang Ye tertegun dan langsung menatap ke arah pedagang tadi. ”... Kalau begitu, aku permisi. Dan maaf atas tindakan Tuan mudaku tadi.” ucapnya dengan sopan setelah itu ia pun pergi meninggalkan tempat tersebut.


Tak lama setelah Chang Ye pergi menyusul Xiao Qing Xuan, tiba-tiba saja langkahnya terhenti saat ia melihat sesuatu yang benar-benar tidak bisa terduga olehnya.


Tepat di depan matanya saat ini, Xiao Qing Xuan yang sudah remaja tampak sedang menggoda seorang wanita desa sambil menarik dagunya yang ramping.


”Nona,... Matamu sangat indah. Darimana kau mendapatkannya? Warnanya sangat mirip seperti langit saat bulan purnama.” ucap Xiao Qing Xuan dengan nada menggoda. ”... Katakan, siapa namamu?”

__ADS_1


Wajah wanita itu semakin memerah saat menatap warna ombak biru pada bola mata Xiao Qing Xuan. Tak lama, ia pun segera menjawab, ”Namaku, Ning'er, Tuan muda.”


Xiao Qing Xuan memejamkan matanya sesaat dan kembali menatapnya dengan perlahan. ”Nama yang bagus. Aku akan mengingatnya.” ucapnya dengan perlahan sehingga membuat wanita itu tampak memerah.


”Tuan muda!” teriak Chang Ye yang sudah tidak tahan melihat mereka berdua bermesraan di tempat umum. ”Maaf Nona! Tuan mudaku bukan murahan!” lanjutnya dengan terburu-buru dan Ia pun segera membawa pergi Xiao Qing Xuan sejauh mungkin dari hadapan wanita tadi.


”......?”


Beberapa saat setelahnya, Chang Ye akhirnya berhenti dan menurunkan Xiao Qing Xuan di dalam sebuah hutan liar. Ia tampak kelelahan setelah memaksakan dirinya untuk membawa Xiao Qing Xuan pergi dari tempat umum dengan mengangkatnya di atas pundak.


”Tuan muda,... Mengapa hari ini kau begitu berat? Apakah kau terlalu banyak memakan manisan?” tanya Chang Ye dengan terengah-engah.


”Wah,... Jika bukan karena mu, mungkin aku tidak akan mendapatkan sekeranjang buah pir.” celetuk Xiao Qing Xuan sambil membawa sekeranjang besar berisika buah pir yang sangat banyak.


”Jadi itu yang membuatnya bertambah berat?!” batin Chang Ye yang merasa heran. ”Tapi, darimana Tuan muda bisa mengambilnya? Apakah Tuan muda mencurinya?” tanyanya dengan curiga.


”Hah? Kenapa harus mencurinya? Lagipula Paman He yang akan membayarkan semua ini. Aku menyerahkan token miliknya pada pedagang tadi karena aku tidak sempat mengambil uangku.” jelas Xiao Qing Xuan dengan mudahnya.


Chang Ye berjalan mendekatinya dan mengambil sekeranjang buah miliknya.


”Hei! Apa yang kau lakukan! Kembalikan itu padaku!” ucap Xiao Qing Xuan setelah Chang Ye mengambil keranjang pir miliknya.


”Tuan muda tidak bisa melakukan itu semua. Jangan merendahkan dirimu. Aku akan mengembalikannya pada pedagang tadi.” ucapnya sambil menyembunyikan keranjang tersebut di belakang punggungnya.


”Jangan lakukan itu padaku! Kembalikan sekarang! Kau tahu 'kan kalau belakangan ini aku tidak ***** makan?” ucap Xiao Qing Xuan sambil mencoba untuk mengambil kembali barang miliknya.

__ADS_1


”Tidak! Ayah selalu mengatakan padaku untuk tidak membiarkanmu mengambil sesuatu tanpa izin!” celetuk Chang Ye sambil mengangkat keranjangnya tinggi-tinggi.


Tak lama setelahnya, seorang pelayan laki-laki dari kediaman keluarga mendatangi keduanya dan berkata, ”Tuan Muda Xiao dan Tuan muda He. Kalian berdua diperintahkan untuk segera pulang.”


__ADS_2