
Hanya orang yang pernah mati yang bisa melihat roh tanpa tubuh.
”Haah!”
Xiao Qing Xuan terbangun dalam keadaan terkejut setelah ia kehilangan tubuhnya selama beberapa saat lalu dan hingga saat ini, Luo Xuan Ying masih belum mengembalikannya.
Setelah ia terbangun, ekspresinya menjadi sangat terkejut setelah ia berada di suatu tempat yang dipenuhi dengan bunga merah higanbana.
Xiao Qing Xuan mengusap-usap matanya yang terasa gatal sebelum akhirnya ia menatap sekitar dengan bingung.
”Lagi-lagi di tempat ini. Apakah setan itu yang telah membawa jiwaku kemari?” gumam Xiao Qing Xuan yang bingung. ”... Haah, kenapa sampai saat ini juga dia tidak mengembalikan tubuhku? Apa yang akan terjadi selanjutnya?”
Xiao Qing Xuan terduduk dan memandangi sekitar.
Pemandangan yang ada di sekitarnya mirip sekali dengan dimensi yang dimiliki oleh Luo Xuan Ying saat ia ingin bertemu dengannya. Ia kemudian berdiri dan mencoba untuk mencari keberadaan Luo Xuan Ying di sekitarnya. Akan tetapi, tidak lama setelahnya. Ia tidak juga menemukan bayangan milik Luo Xuan Ying. Yang ia lihat saat ini hanyalah tumpukan bunga higanbana yang menghambat langkahnya.
”Dia tidak ada di sini. Bagaimana aku bisa keluar dari tempat ini?” batin Xiao Qing Xuan yang bingung dan berputus asa karena ia tidak juga menemukan seseorang yang membawanya ke tempat ini.
”A-Xuan! Akhirnya kita bisa bertemu di sini.” ucap seorang wanita yang ada di belakangnya.
Wanita ini memiliki suara yang cukup lembut seperti kapas. Bola matanya yang berwarna ungu terlihat sayu namun, bibirnya menunjukkan senyum lembut yang sangat jarang dilihat oleh siapapun. Pakaiannya berwarna merah muda serta terdapat corak bunga teratai yang ada di bagian bawahnya. Pada rambutnya yang menjuntai hingga dada, dia memiliki hiasan rambut berbentuk bunga Meihua dan kepangan kecil di belakangnya.
”Nona ini siapa?” tanya Xiao Qing Xuan saat ia menoleh ke arah seorang wanita yang sedang berdiri di belakangnya.
__ADS_1
Wanita itu tertawa kecil sambil menutupinya. ”Duduklah di sebelahku A-Xuan. Aku akan menceritakan semuanya padamu.” ucapnya yang kemudian terduduk di tempat yang sama disusul dengan Xiao Qing Xuan yang mengikutinya.
”Aku sudah duduk. Jadi, bisakah mengatakannya sekarang? Aku harus kembali ke tubuh asliku.” ucap Xiao Qing Xuan yang memecahkan keheningan.
Saat terduduk di hadapannya, wanita itu langsung bersujud meminta maaf padanya. ”Maaf atas tindakan A-Ying. selama ini.” ucapnya dengan nada merendah.
Xiao Qing Xuan sangat terkejut setelah ia melihat wanita ini bersujud meminta maaf padanya. ”... Nona tolong jangan seperti ini. Aku masih tidak mengerti apa terjadi.” ucapnya dengan canggung sambil mencoba untuk membuat wanita ini terduduk kembali.
Tidak lama setelahnya, wanita itupun terduduk kembali dan menunjukkan ekspresi sedihnya pada Xiao Qing Xuan yang belum mengerti bagaimana situasinya saat ini.
”Nona, tolong jelaskan mengapa nona sampai-sampai meminta maaf padaku dan Nona ini sebenarnya siapa?” tanya Xiao Qing Xuan kembali.
Wanita itu mengalihkan perhatiannya sebentar dan kembali menatap sedih ke arah Xiao Qing Xuan. ”... Aku adalah Yu Zhaoyi, Ibu kandung dari Luo Xuan Ying.”
...❛ ━━━━━━・❪ ❁ ❫ ・━━━━━━ ❜...
Xiao Ruo tampak terkejut setelah melihatnya. Ia segera menutupi Luo Xuan Ying menggunakan punggungnya dan menatap dingin ke arah Jin Quanyao.
”Kau berusaha untuk mencelakainya! Aku tidak akan memberikannya padamu!” ketus Xiao Ruo dengan wajah yang tampak marah.
Jin Quanyao tersenyum seringai sambil mengayunkan cambuk miliknya. ”... Apakah kak Ruo tidak menduga kalau saat ini saudara Xuan sedang dirasuki? Padahal kau berusaha untuk melindunginya akan tetapi, yang kau lindungi itu hanyalah arwah yang menjijikan!”
Tangan Xiao Ruo semakin menggenggam kuat tangan Luo Xuan Ying. Ia tidak berhenti menatap ke arah Jin Quanyao yang berusaha untuk melukai adiknya ini.
__ADS_1
”Aku sudah tahu.” celetuk Xiao Ruo sesaat kemudian. ”... Tapi, jika aku memberikan adik Xuan begitu saja dan membiarkanmu mencambuknya berulang kali, apakah kau pikir aku akan tinggal diam dan menontonnya saja? Meskipun ia bukanlah adik Xuan yang asli, setidaknya aku bisa melakukan sesuatu yang tidak membuatnya terluka saat ia telah kembali.”
Luo Xuan Ying terkejut setelah ia mendengar perkataan yang dilontarkan oleh Xiao Ruo untuknya. Ia tidak menyangka Xiao Ruo akan melakukan hal sekejam ini pada adiknya sendiri. Dia rela nama baiknya tercemar hanya untuk melindungi Xiao Qing Xuan. Selama ia hidup, ia tidak pernah merasakan suasana menegangkan seperti ini.
”Huh!” Jin Quanyao mendengus kesal. Ia kemudian menatap Xiao Ruo dengan senyum seringai dan berkata kembali, ”Kak Ruo. Seharusnya kau tahu apa akibatnya jika roh seseorang kehilangan tubuhnya selama berjam-jam.” ucapnya sambil menatap dingin ke arah Xiao Ruo. ”... Konsekuensinya, roh yang merasuki tubuhnya akan tinggal selamanya sementara roh yang asli akan mati. Apakah Kak Ruo mengerti apa yang aku katakan?”
Xiao Ruo terdiam dan menelan ludahnya sendiri. Ia tidak berhenti menatap serius ke arah Jin Quanyao. Akan tetapi, apa yang dikatakan oleh Jin Quanyao memanglah sebuah kebenaran dan tidak ada seorangpun yang bisa membantahnya.
”Kau benar. Aku bukanlah Xiao Qing Xuan yang asli.” ucap Luo Xuan Ying yang langsung mengambil langkah maju dan membiarkan Xiao Ruo berada di belakangnya.
Saat Luo Xuan Ying berjalan di hadapannya, Xiao Ruo kembali menarik tangan Luo Xuan Ying seolah ingin mengatakan agar ia tetap berada di belakangnya. Namun, hal ini segera diabaikan oleh Luo Xuan Ying dan ia pun tetap berjalan menghadap ke arah Jin Quanyao.
”Aku sudah menduga kau tidak akan tahan lagi.” ucap Jin Quanyao dengan ekspresi yang tampaknya sangat membenci seseorang yang sedang merasuki tubuh Xiao Qing Xuan.
Setelah ia mengakhiri kalimatnya, Jin Quanyao segera melakukan serangannya kembali. Ia mengangkat cambuk ekor kudanya yang langsung diarahkan pada Luo Xuan Ying yang masih berdiri di hadapannya.
Namun, karena yang ia tahu bahwa saat ini yang ada di hadapannya adalah Xiao Qing Xuan yang asli. Xiao Ruo langsung menarik Luo Xuan Ying ke belakang dan keduanya berhasil menghindar dari serangan Jin Quanyao meskipun keduanya harus terjatuh secara bersamaan.
”Bodoh! Apa yang kau—
Xiao Ruo langsung menarik pergi Luo Xuan Ying yang belum mengakhiri kalimatnya. Mereka berdua kembali berlari menjauhi Jin Quanyao sebelum ia melakukan serangan ketiganya.
Namun, saat keduanya sedang berlari. Keduanya tidak sengaja menabrak seorang pemuda yang sedang berdiri tegak di hadapan mereka.
__ADS_1
Pemuda ini tidak goyah sedikitpun setelah ditabrak oleh dua orang secara bersamaan. Keduanya merasa bingung dan mencoba untuk melihat ke arah seorang pemuda yang sedang berdiri di hadapannya.
Benar saja pemuda ini adalah Guru besar mereka, Liu Zhang Chen.