Become A Protagonist

Become A Protagonist
Chapter. 36 - Pembersihan Racun


__ADS_3

Beberapa hari kemudian. Di ruang bawah tanah yang ada di perpustakaan Daun Maple, Sekte Pedang Beracun.


Luo Xuan Ying tampak berlutut di tengah-tengah sebuah array yang dibuat langsung di atas tanah menggunakan darah segar manusia.


”Padahal Luo Guanshu sudah mengizinkanmu untuk belajar di sini tapi, kami malah melukaimu dan memberikanmu tanda kutukan.” ucap Liu Chang Mo dengan sedih saat ia sedang berdiri di belakang Luo Xuan Ying dan memperhatikan luka yang ada di pinggangnya.


Dengan nafas yang terengah-engah karena energi kebencian yang ada dalam dirinya dan juga racun yang terus menyebar ke seluruh tubuhnya, Luo Xuan Ying menatap ke arah Liu Chang Mo dengan senyum kekanak-kanakannya.


”Tidak masalah. Semua ini bukan apa-apa bagiku.” ucapnya sambil menahan rasa sakit di tubuhnya.


”Bertahanlah sebentar. Aku akan mengeluarkan racunnya dan menghilangkan energi kebencian dalam tubuhmu. Mungkin ini akan terasa sedikit sakit.” ucap Liu Chang Mo dengan wajah yang terlihat cemas terhadap keadaan Luo Xuan Ying.


Sejurus kemudian, Liu Chang Mo membacakan mantra penetral hawa kebencian. Setelahnya, ia pun meletakkan telapak tangannya di atas punggung Luo Xuan Ying sehingga hal itu menyebabkan darah segar yang ada di sekitar mereka berterbangan dan bergerak ke satu titik.


Luo Xuan Ying mencoba untuk tetap tenang meskipun rasa sakit ini sama seperti ditimpa oleh batuan besar yang terbakar. Ia berusaha untuk menahan teriakannya sambil terus menggigit bibirnya dan berharap Liu Chang Mo bisa lebih cepat lagi.


Namun, tidak lama setelahnya. Karena tidak tahan dengan rasa sakit yang semakin meremukkan tulang-tulang, Luo Xuan Ying menjerit kesakitan dan hampir saja terjatuh dari duduknya.


”Bertahanlah sebentar! Tinggal sedikit lagi!” ucap Liu Chang Mo saat ia mendengar jeritan kesakitan dari Luo Xuan Ying saat ia berusaha untuk menghilangkan racun yang ada di dalam tubuhnya.


Tidak lama setelahnya, cahaya biru yang ada di sekitarnya dan racun yang ada di dalam tubuhnya dengan perlahan menghilang dan Liu Chang Mo akhirnya selesai melakukan pembersihan terhadap racun yang ada di dalam tubuh Luo Xuan Ying.


Sedetik kemudian, Luo Xuan Ying akhirnya bisa membaringkan tubuhnya kembali setelah Liu Chang Mo melepaskan telapak tangannya dari punggung Luo Xuan Ying.

__ADS_1


”Racunnya terlalu banyak. Aku hanya bisa mengeluarkannya setengah.” gumam Liu Chang Mo sambil memandangi telapak tangannya dan kemudian ia pun melihat ke arah Luo Xuan Ying yang sedang terbaring lemah di hadapannya.


Beberapa saat setelahnya, Liu Zhang Chen tampak sedang berjalan di depan halaman perpustakaan sebelum akhirnya ia bertemu dengan Liu Chang Mo yang sedang membawa seseorang di belakang punggungnya.


Setelah ia memberi salam padanya, Liu Zhang Chen bertanya, ”Apa yang paman lakukan? Siapa yang paman bawa itu?” tanya Liu Zhang Chen sambil memperhatikan orang itu.


”Bukan masalah besar. Hari sudah malam dan kau pergilah beristirahat.” ucap Liu Chang Mo dengan tenangnya sebelum akhirnya ia berjalan kembali.


Saat Liu Chang Mo berjalan melewatinya, Liu Zhang Chen kembali menghadap ke arahnya sambil menatap serius ke arah seseorang yang sedang dibawa oleh Liu Chang Mo.


”Bukankah dia adalah Tuan muda Luo? Mengapa dia bisa ada di sini?” tanya Liu Zhang Chen setelah ia melihat liontin giok Fenghuang yang ada pada pakaian anak laki-laki di atas punggung Liu Chang Mo.


Sudah pasti kalau ia adalah Luo Xuan Ying.


Tatapan dingin yang diberikan oleh Liu Zhang Chen benar-benar penuh dengan rasa penasaran. Ia merasa kalau ada sesuatu yang terjadi selama ia tidak berada di sini. Semenjak keduanya pergi dari Sungai Mu Rong, Luo Xuan Ying menunjukkan sedikit perubahan dalam dirinya. Ia menjadi tidak banyak bicara dan lebih sering memegang dada kirinya seolah ia sedang menahan derita yang tidak tertahankan.


”Zhang Chen, aku baik-baik saja.” ucap Luo Xuan Ying dengan suara lemah sambil mencoba untuk mengangkat kepalanya dan menoleh ke arah Liu Zhang Chen yang sedang berdiri sendirian di sana. ”... Tidak perlu bertanya lagi. Zhang Chen pasti senang karena aku tidak mengganggumu kemarin 'kan?” lanjutnya dengan memaksa untuk tersenyum simpul ke arahnya.


Liu Zhang Chen tertegun dan ia pun hanya terdiam selama beberapa saat. Ia memang menyukai kesendirian dan keseriusan dalam melatih Kultivasinya. Akan tetapi, ia juga bisa merasakan kesepian di dalam kesendirian yang dialaminya. Jika bukan karena si pengganggu Luo Xuan Ying, ia tidak akan pernah merasa kesepian seperti ini.


Tidak lama setelah pembicaraan keduanya berakhir, Liu Chang Mo kembali berjalan membawa Luo Xuan Ying menuju kediamannya.


Ini adalah pertama kalinya, Liu Zhang Chen merasa penasaran seperti ini. Seseorang sudah terbiasa mengganggunya dan selalu berisik setiap kali kelas di mulai, telah berubah drastis menjadi seorang pendiam yang tidak banyak bicara seperti dirinya.

__ADS_1


”Apakah aku yang telah membuatnya seperti itu?” batin Liu Zhang Chen yang menatap cemas ke arah perginya Liu Chang Mo dan Luo Xuan Ying.


Tidak lama setelah ia terdiam di tempat yang sama, beberapa murid tampak sedang berbicara di belakangnya. Mereka bertiga tidak menghiraukan keberadaan Liu Zhang Chen karena mereka sibuk membicarakan tentang hal yang baru saja terjadi.


”Kalian tahu, ada seseorang yang berhasil membunuh monster air.”


”Benarkah? Bukankah Monster itu memiliki racun yang mampu membunuh siapapun? Meskipun Monster itu berada di tingkat bumi, dia memiliki energi kebencian yang sangat besar. Para tetua yang sudah sepuh di sini saja tidak bisa mengalahkannya.”


”Itu benar. Kira-kira siapa yang telah mengalahkannya? Apakah dia berhasil tanpa luka sedikitpun?”


”Aku tidak tahu tapi, yang jelas selama beberapa jam sungai Mu Rong berubah menjadi merah.”


”Tidak mungkin! Aku tidak percaya orang yang bisa mengalahkannya, akan kembali tanpa luka sedikitpun. Para tetua yang berada di tingkat bulan saja tidak sanggup mengalahkannya.”


”Aku tidak berharap ucapanmu itu menjadi nyata. Orang itu pasti akan segera diketahui!”


Begitu ketiga murid ini selesai memulai pembicaraannya, Liu Zhang Chen tampak terkejut setelah mendengarnya. Ia ingat jika beberapa hari yang lalu, ia telah membanting Luo Xuan Ying hingga tenggelam ke dalam sungai Mu Rong. Alhasil, setelah ia terjatuh ke dalam, Luo Xuan Ying bertarung habis-habisan dengan Monster air dan kembali dengan pakaian yang penuh dengan darah. Ia tidak tahu seberapa parah luka yang dialami oleh Luo Xuan Ying karena saat itu ia tidak begitu memperhatikannya.


Monster itu berbentuk ular ikan dan memiliki racun di setiap sisik kulitnya. Ia juga memiliki duri-duri tajam dan taring yang besar sehingga tidak ada seorangpun yang bisa menyentuhnya.


Mendengar fakta tentang monster air, membuat Liu Zhang Chen semakin mencemaskan keadaan Luo Xuan Ying yang tampak lemah saat bertemu dengannya beberapa saat lalu. Ini semua adalah kesalahannya karena telah menenggelamkan Luo Xuan Ying ke dalam sungai yang berbahaya. Jika saja ia tidak tersulut emosinya sendiri, mungkin hal ini tidak mungkin terjadi.


”Aku harus segera meminta maaf padanya!”

__ADS_1


__ADS_2