
”Bohong!” teriak Liu Zhang Chen yang langsung menolak semua yang dikatakan Shangzhu Shi padanya. Di tempatnya yang sama, Liu Zhang Chen mencoba untuk memberontak rantai yang masih mengikatnya. Wajahnya tampak sangat marah terhadap Iblis putih yang sedang berdiri di hadapannya.
Shangzhu Shi tidak berekspresi dan berjalan kembali menghampirinya. ”Kau pikir aku berbohong? Memangnya sejak kapan aku pernah berbohong padamu? Cobalah untuk memikirkan apa yang aku katakan sekarang. Xuan Ying pernah mengatakan sesuatu padamu. ‘Seberat apapun beban yang kau hadapi, kau jangan pernah memikulnya sendiri. Aku akan selalu berada di sampingmu dan tidak akan lari begitu saja.’ Apakah yang aku katakan ini sudah cukup membuatmu percaya? Kau pikir untuk apa dia menjadi arwah pendendam dan merasuki anak muda yang selalu di sebelahmu itu? Saat sekelompok orang dari Sekte Puncak Donqiong menyerangmu, siapa yang datang tiba-tiba dan langsung melindungimu? Lalu, kejadian di desa Qun, siapa yang mewakili mu untuk melawan kedua saudara kembar dari Mubei? Apakah sekarang kau sudah sadar bahwa kaulah yang menyebabkan kematiannya?”
Liu Zhang Chen terdiam dan mencoba mengatur nafasnya yang berantakan. Dadanya terasa sesak dan pikirannya sangat kacau. Keringat dingin mengucur deras dari atas kepalanya setelah Shangzhu Shi mengatakan hal yang sebenarnya terjadi.
”Sejak kapan kau mengawasiku seperti ini?” tanya Liu Zhang Chen dengan wajah yang tampak sedih dan terus menundukkan kepalanya.
Shangzhu Shi menatapnya dan menarik dagunya agar ia bisa melihat wajahnya yang tampak menyesali semua perbuatannya. ”Kau tidak perlu tahu sejak kapan aku terus mengawasimu. Kekuatan spiritual yang selama ini kau gunakan, sebenarnya adalah milikku. Saat aku pertama kali bertemu denganmu dan kau sedang terluka parah, aku mengalirkan kekuatan spiritual ku padamu sehingga kau bisa menjadi sejauh ini. Saat usiamu 13 tahun, kau kembali terluka parah dan aku menyembuhkan dantian mu yang cacat. Lalu, setelah itu kau pergi dan menghilang dariku. Cobalah kau pikirkan baik-baik, apakah aku pernah melakukan hal buruk padamu? Kejahatan apa yang pernah aku lakukan sehingga kau pergi begitu saja?”
Liu Zhang Chen tidak berekspresi. Ia tidak bisa membedakan hal yang baik dan buruk. Jika saja apa yang dikatakan Shangzhu Shi benar maka, ia sudah sangat bersalah dengan apa yang pernah dilakukannya. Jika seorang murid sudah memiliki Guru lalu, dia pergi begitu saja tanpa mengatakan apapun. Maka, seluruh pelatihannya harus segera dihancurkan sebagai hukuman karena sudah menelantarkan gurunya.
Kedua tangan Shangzhu Shi menyentuh wajahnya dan berkata, ”Seluruh dunia sudah tidak memberimu tempat karena kau sudah dianggap sebagai penjahat. Kau sudah membunuh Jin Qin Ran dan putranya. Kau bahkan tidak memberikan mereka kesempatan untuk menjelaskan semuanya. Karena itu, kembalilah padaku, Chen'er.”
...⊰᯽⊱┈──╌❊╌──┈⊰᯽⊱...
”Haah,... Membosankan sekali. Tidak ada yang berani menggangguku di sini karena aku adalah keponakan dari pemimpin mereka.” batin Xiao Qing Xuan sambil menatap pemandangan sekitar yang ada di depan sebuah rumah besar yang sudah menjadi tempat tinggalnya sementara.
”Tuan muda! Apakah Anda perlu dihibur? Aku bisa mengajak Anda jalan-jalan di sekitar taman.” ucap seorang pelayan wanita yang sudah sejak tadi berdiri di belakangnya dan terus mengawasi seluruh gerak-geriknya.
__ADS_1
Xiao Qing Xuan menoleh ke arah pelayan tersebut dan berkata, ”Bukankah aku sudah bilang untuk tidak mengikuti ku? Mengapa kau terus berada di sana?”
”Saya hanya mengikuti perintah Pemimpin dan Tuan He.” jawabnya dengan singkat.
”Cih! Menyebalkan! Mereka pikir aku akan kabur dari sini?!” batin Xiao Qing Xuan yang menatap kesal kemudian berkata, ”Aku ingin mandi. Kau tidak akan mengikuti ku dan melihatku telanjang 'kan?”
Pelayan menjawabnya dengan tenang, ”Saya akan tetap mengikuti Anda sampai tugas saya selesai meskipun harus melihat Anda mandi. Jika perlu, saya akan membantu Tuan muda untuk mandi.”
”.....”
Sementara ini, di aula utama tempat beradanya kedua petinggi istana langit yang berkunjung. He Nan Ming merasakan adanya firasat buruk dengan datangnya kedua orang ini. Mereka ini adalah Lei Yun dan seorang wanita berpakaian merah dan memakai sebuah cadar bernama Luo Qinyun.
”Sudah lama kami tidak kedatangan petinggi istana langit seperti kalian berdua. Ada apa repot-repot datang kemari? Adakah yang bisa aku lakukan untuk kalian berdua?” ucap He Nan Ming yang menyambut kedatangan mereka berdua.
Lei Yun hanya terdiam karena ia sudah tahu apa akibatnya jika Luo Qinyun terlibat dalam penugasan kali ini. Mulutnya tidak akan berhenti berkata-kata meskipun ia sudah menutupinya dengan cadar. Ia juga terlalu terburu-buru dalam menyelesaikannya. Tidak jarang kalau semua yang dilakukannya selalu salah dan membuat orang lain naik darah.
”Kenapa begitu terburu-buru? Aku baru saja menyambut kedatangan kalian.” ucap He Nan Ming dengan perasaan jengkel meskipun ia masih menutupinya dengan wajah ramahnya.
”Aku tidak memiliki waktu untuk berbicara! Serahkan anak itu sekarang! Kami harus berbicara dengannya.” ucap Luo Qinyun dengan nada membentak.
__ADS_1
He Nan Ming menunjukkan senyum jengkelnya terhadap kedua orang yang ada di depannya. Ia merasa sangat ingin menendang keduanya keluar dari kediamannya. Namun, karena terlalu banyak saksi mata dan anggota keluarganya sendiri, ia terpaksa menahannya sampai kedua orang ini menyerah untuk berbicara dengannya.
Di tengah-tengah diamnya, Lei Yun mulai angkat suara, ”Pemimpin He. Maaf atas kelancangan kami. Tapi, bisakah Anda memberikan izin untuk berbicara dengan Tuan muda Xiao?”
”Kenapa aku harus memberikannya?” celetuk He Nan Ming. ”Kalian berdua sepertinya ingin mencelakai keponakanku. Jika ada yang perlu dibicarakan dengannya, katakan saja padaku dan aku akan menyampaikannya.”
Lei Yun menghela nafasnya dan menjawab, ”Kami memerlukan giok Fenghuang yang pernah diberikan oleh Kakak Chen untuk Tuan muda Xiao.”
He Nan Ming terdiam sesaat dan bertanya kembali, ”Mengapa menginginkannya? Benda itu sudah milik Qing Xuan dan hanya dialah yang bisa memutuskannya. Tapi, aku tidak akan memberikan izin untuk berbicara dengannya. Karena itu, sebaiknya kalian berdua pergi saja.”
Luo Qinyun tampak sangat kesal dan ia pun melemparkan sebuah meja lantai ke arah He Nan Ming yang tengah duduk di atas singgasananya. Saat meja lantai terlempar ke arahnya, sesosok bayangan putih mendatanginya dan langsung membelah dua meja yang akan mengenainya.
”Berisik sekali. Padahal aku ingin tidur meskipun sebentar.” ucap seorang wanita yang sudah membelah meja menjadi dua.
”Mengapa kau tidak tidur di ruang bawah tanah, Jinyu Xiaojie?” tanya He Nan Ming setelah sosok Jinyu Xiaojie yang merubah dirinya menjadi seorang wanita muncul di hadapannya.
”Haah,... Jika saja Mu'an Qing tidak melukaiku, aku pasti sudah pergi dari sini. Tempat ini sangat tidak nyaman untuk roh sepertiku.” ucap Jinyu Xiaojie sambil menatap santai ke arah dua orang wanita yang sedang ada di hadapannya. ”... Ohh, jadi kau kedatangan tamu di sini? Mengapa kau tidak memberikannya minum atau makanan kecil.” lanjutnya setelah ia melihat mereka berdua.
”Kau bisa mengurusnya. Aku harus pergi.” lanjutnya sambil berjalan pergi dari singgasananya.
__ADS_1
”Berhenti!” teriak Luo Qinyun yang langsung mengeluarkan pedangnya dan bergerak menyerang He Nan Ming. Namun, serangannya berhasil dihentikan oleh Jinyu Xiaojie yang muncul di hadapannya secara mendadak.
Jinyu Xiaojie tersenyum seringai ke arahnya dan berkata, ”Selangkah lagi, aku akan membunuhmu nona.”