Become A Protagonist

Become A Protagonist
Chapter. 81 - Bertukar Jiwa


__ADS_3

Huan Xu, Kediaman Keluarga Xiao.


”Ayah! Apakah adik Xuan saat ini sedang dalam bahaya?” tanya Xiao Ruo saat ia sedang berhadapan dengan Xiao Lian Lei dan Yin Hua di aula utama.


Xiao Lian Lei tampak cemas. Ia bahkan tidak menghabiskan seluruh minumannya yang terpasang di atas meja. ”Haah,... Dia pasti akan baik-baik saja. Aku yakin itu. Dia mungkin sedang berada di Mubei dan bersama dengan pamannya.”


”Huh! Anak itu memang selalu membuat cemas orang tuanya! Mengapa dia sampai menerima ajakan Zhang Chen padahal dia sudah tahu apa latar belakangnya! Jika sudah seperti ini, kau juga yang akan repot nantinya!” ketus Yin Hua sambil meneguk minumannya. Ekspresi Yin Hua tampak sangat marah karena sejak dulu, ia selalu membenci Xiao Qing Xuan dengan tanpa alasan yang pasti.


”Yin Hua! Kau tetaplah di sini. Aku akan pergi ke Mubei untuk melihat keadaan Xuan'er sekarang.” ucap Xiao Lian Lei saat ia pergi meninggalkan tempat duduknya.


”Ayah! Aku ikut denganmu! Aku juga ingin bertemu dengan adik Xuan!” seru Xiao Ruo yang berlari menghampiri Xiao Lian Lei.


”Tidak sekarang, A-Ruo! Seluruh keluarga He tidak menerima kedatangan orang asing di tempat mereka. Kau harus tetap di sini bersama dengan Ibumu.” ucap Xiao Lian Lei yang berjalan mendahuluinya dan keluar dari ruangan tersebut.


”Tapi Ayah!” susul Xiao Ruo namun, ia tidak bisa menghentikan langkah Xiao Lian Lei hingga pada akhirnya, ia pun menghampiri Yin Hua dan berkata, ”Ibu! Katakan sesuatu pada Ayah! Aku ingin bertemu dengan Adik Xuan!”


Yin Hua menatap kesal ke arahnya dan ia pun membanting cangkir miliknya hingga pecah. ”Apakah kau tidak nyaman jika bersama dengan Ibumu sendiri?! Anak itu, biasanya hanya menyusahkan orang lain! Kau ikuti saja apa yang dikatakan Lian Lei padamu.” bentaknya yang membuat Xiao Ruo terdiam seketika.


Xiao Ruo menjawab beberapa saat kemudian, ”B~ baik Ibu.”

__ADS_1


...\=\=\=\=\=\=\=\= • ✠ • \=\=\=\=\=\=\=\=...


Mereka semua tampak terkejut setelah mereka kedatangan Liu Zhang Chen yang sempat membuat cemas beberapa orang. Namun, kedatangannya ini sama sekali tidak disambut oleh mereka dan malah dianggap sebagai penjahat karena kedua bola matanya yang hampir sama seperti Shangzhu Shi.


”Zhang Chen. Apa yang kau lakukan sekarang? Mengapa kau memilih untuk memihaknya?” tanya He Mu'an Qing saat ia masih merasuki tubuh Xiao Qing Xuan.


”Memihak?” tanya Liu Zhang Chen yang tampak kosong saat menatapnya. ”... Saat ini aku tidak sedang memihak siapapun. Teman ataupun keluarga, memangnya aku memiliki semua itu?”


”Zhang Chen! Kau berdiri di tempat yang salah! Kembalilah kemari!” Luo Guanshu berseru sambil menatapnya dengan serius dan pedang yang masih dihunuskan padanya.


”Itu sangat lucu. Memangnya kalian ini siapa?” tanya Liu Zhang Chen dengan tatapan yang mulai serius.


”Dia menghancurkan masa lalunya sendiri?! Ini sangat gawat!” batin He Mu'an Qing saat memperhatikannya dengan serius.


”Dengan senang hati aku akan melakukannya.” celetuk Liu Zhang Chen yang langsung mengeluarkan pedangnya.


Saat melihatnya sedang mengeluarkan pedang, He Mu'an Qing tampak waspada karena bagaimanapun juga ia harus melindungi tubuh Xiao Qing Xuan agar tidak terluka. Ia pun segera berlari menghampiri Luo Guanshu yang berada di dekatnya namun, Liu Zhang Chen sudah bergerak lebih dulu untuk menyerangnya.


Saat pedang sedang bergerak ke arahnya, He Mu'an Qing menggunakan cambuknya untuk menahan serangan yang dilakukan oleh Liu Zhang Chen padanya. Lalu tidak lama setelahnya, Luo Guanshu datang menghampiri dan membantunya untuk melawan Liu Zhang Chen yang sudah lebih kuat dibandingkan dengan sebelumnya. Ia tahu karena jika saja tubuh Xiao Qing Xuan terluka maka, arwah milk He Mu'an Qing juga akan keluar dari wadah tubuhnya dan roh milik Xiao Qing Xuan akan kembali ke tubuh aslinya. Tentunya jika hal ini terjadi, itu akan sangat berbahaya bagi keduanya ditambah lagi dengan adanya satu orang yang berlawanan dengan mereka. Pastinya, hal ini akan mempersulit keduanya untuk bergerak bebas menyerang.

__ADS_1


”Ini gawat! Waktunya sangat tidak tepat untuk bertukar jiwa.” batin He Mu'an Qing yang mengawasi sekitar. Saat ini, Lei Yun dan He Litao tampak sedang bertarung dengan Shangzhu Shi. Sedangkan tidak jauh dari tempat mereka, sudah ada seorang wanita dengan anak sepuluh tahun yang sedang menonton mereka. Seharusnya ini menjadi waktu yang tepat untuk bertukar jiwa. Tapi, selagi Liu Zhang Chen belum disibukkan dengan pertarungannya melawan Luo Guanshu, semua ini sangat sulit dilakukan. Beruntung saja ia masih memiliki hawa kemarahan yang akan melindunginya. Jadi, mungkin saja ia bisa sedikit beristirahat setelah pertarungannya tadi.


JLEBB!


He Mu'an Qing sangat terkejut setelah ia merasakan sakit pada bagian bahu kanannya. Ia juga sangat tidak percaya kalau saat ini ia telah mengeluarkan darah yang terus menetes ke tanah.


”Apakah aku benar-benar berdarah? Jadi,... Selain perubahannya yang sekarang, dia juga bisa mengendalikan hawa kemarahan seseorang.”


Setelah hawa kemarahan menusuk dirinya sendiri, jiwa He Mu'an Qing keluar dari dalam tubuh Xiao Qing Xuan. Namun, saat ia baru saja keluar, Liu Zhang Chen langsung melompat ke atas sambil menggerakkan pedangnya ke bawah.


Rupanya dia berencana untuk menghancurkan jiwa He Mu'an Qing saat ini juga!


”....!”


”Aku baru saja meninggalkan kalian sebentar dan kalian sudah memperparah keadaan di sini?” ucap seorang laki-laki yang berdiri di depan Xiao Qing Xuan dan He Mu'an Qing lalu, laki-laki itu menahan pedang Liu Zhang Chen hanya dengan menjepitnya saja. Laki-laki ini adalah He Nan Ming yang baru saja kembali setelah ia mengambil kembali pedang Ruixi bersama dengan Jinyu Xiaojie yang menemaninya.


Sesaat kemudian, arwah He Mu'an Qing menghilang dan jiwa Xiao Qing Xuan akhirnya kembali ke tubuh aslinya. Saat itu juga, He Nan Ming langsung menendang perut Liu Zhang Chen hingga membuatnya terhempas ke belakang dan setelah itu, ia pun langsung memeriksa keadaan Xiao Qing Xuan saat ini.


”Bagian mana yang sakit? Aku akan segera mengobatinya.” ucap He Nan Ming saat melihat Xiao Qing Xuan terluka pada bagian bahunya.

__ADS_1


”Aku baik-baik saja Paman. Luka ini pasti akan sembuh dengan sendirinya. Untuk saat ini, yang terpenting adalah mengeluarkan Guru besar Chen dari mimpi buruknya.” ucap Xiao Qing Xuan sambil memegang bahunya yang terus mengeluarkan darah dan perhatiannya tidak teralihkan pada Liu Zhang Chen yang berdiri tidak jauh di depannya.


Shangzhu Shi yang melihatnya langsung menoleh ke arah Liu Zhang Chen dan bertanya, ”Apakah kau bisa membunuh anak itu? Dia sungguh mengganggu pemandangan."


__ADS_2