
Keesokan harinya, saat matahari berada di tengah-tengah kepala. Chang Ye membuka matanya dengan perasaan terkejut. Ia pun langsung terduduk di atas dipannya dan berteriak, ”Tuan muda!” hingga membuat semua pelayan yang ada di luar kediamannya merasa sangat terkejut.
Salah seorang pelayan wanita memasuki kamarnya setelah ia mendengar teriakannya. ”Ah! Tuan muda sudah sadar kembali. Syukurlah kalau begitu.” ucap pelayan perempuan dengan senang setelah ia melihatnya sedang terduduk di sana.
Chang Ye langsung menatap ke arah gadis itu dan bertanya, ”Bagaimana keadaan Tuan muda saat ini? Apakah dia terluka? B~ bagaimana dengan kutukan dan wanita mengerikan yang muncul malam tadi?” ucapnya dengan sedikit panik.
”Tuan muda tenanglah sedikit. Saya akan menjawabnya satu persatu.” ucap pelayan yang tampak mencemaskannya. ”... Tuan muda Xiao saat ini baik-baik saja. Sudah sejak pagi tadi dia pergi ke hutan untuk berburu. Lalu, wanita yang menyerang Tuan muda malam tadi, semua sudah dibereskan oleh Tuan kedua.”
Chang Ye tampak tertegun dan ia kembali menatap ke arah gadis pelayan di sebelahnya, ”Maksudmu, Ayahku yang sudah membunuhnya?”
Pelayan itu menjawab dengan sopan, ”Ya, Tuan muda.”
”Lalu, apakah Tuan muda Xiao mengatakan sesuatu padaku sebelum aku sadar?” tanya Chang Ye kembali.
”Tuan muda Xiao tidak mengatakan apapun. Dia pergi begitu saja setelah ia bertengkar dengan pemimpin He.”
Chang Ye menurunkan pandangannya dan berkata, ”Aku akan pergi ke tempat Tuan muda berada. Jika Ayah ingin menemuiku, katakan padanya aku baik-baik saja.” ucapnya sambil memakai jubahnya kembali dan berlari keluar kamarnya.
”Tunggu, Tuan muda! Tuan kedua memerintahkan Anda untuk tetap beristirahat!” gadis itu mencoba untuk mengejarnya namun, gerakan larinya tidak begitu cepat dibandingkan dengan Chang Ye yang sudah berlari lebih dulu.
__ADS_1
Sementara ini, di dalam sebuah hutan liar. Xiao Qing Xuan tampak sedang bersembunyi di balik semak belukar sambil menarik anak panahnya. Saat ini, ia sedang mengejar seekor rusa jantan yang memiliki ukuran cukup besar. Tidak jauh di depannya, rusa itu berhenti dan sedang memakan dedaunan yang ada di atas pohon.
”Haha! Kau menjadi milikku sekarang!” batin Xiao Qing Xuan yang bersiap untuk melepaskan anak panahnya. Namun, tiba-tiba saja gerakannya terganggu saat ia melihat ada seorang pemuda berpakaian putih sedang berdiri tepat di depan semak-semak yang menjadi tempat persembunyiannya.
”Menyebalkan!” batin Xiao Qing Xuan yang merasa jengkel.
Tak lama setelahnya, ia pun berdiri dan menatap langsung ke arah seorang pemuda yang sedang berdiri di hadapannya. ”Tidak bisakah kau tidak berdiri di hadapanku?! Masih ada banyak tempat di sekitar sini!” ketusnya sambil menatap kesal pada seorang pemuda yang berdiri di hadapannya.
Pemuda berpakaian putih dan memiliki bola mata berwarna coklat keemasan, tampak sedang menatapnya dengan kosong. Ia sama sekali tidak menjawab apapun saat Xiao Qing Xuan bertanya padanya. Namun, Xiao Qing Xuan sendiri tidak mengetahui bahwa pemuda ini adalah Liu Zhang Chen yang telah hilang enam tahun lalu. Akan tetapi, untuk saat ini keduanya seperti orang asing yang tidak saling mengenal.
”Hei! Kau tidak mengerti apa yang aku katakan? Pergi dari sini!” ketus Xiao Qing Xuan kembali.
Dan untuk kedua kalinya, Liu Zhang Chen tidak memberikan jawaban untuknya. Ia tidak berhenti menatapnya dengan kosong seolah ia mencoba untuk mengingat-ingat kembali masa lalunya.
Pada akhirnya, Xiao Qing Xuan menyerah dan pergi dari tempatnya. Namun, saat ia mencoba untuk pergi, Liu Zhang Chen menahan tangannya sehingga hal itu membuat langkahnya terhenti.
”Ada apa? Kau ingin pergi dari sana atau aku yang akan pergi?” tanya Xiao Qing Xuan.
Liu Zhang Chen menggeleng-gelengkan kepalanya dengan bingung.
__ADS_1
Xiao Qing Xuan langsung menarik tangannya kembali karena tidak tahan dengan sikapnya yang sangat membingungkan. Ia pun kembali berlari ke dalam hutan untuk menemukan mangsa barunya.
Saat ia melihatnya pergi, Liu Zhang Chen berjalan selangkah seolah ia mencoba untuk mengejarnya. Akan tetapi, langkahnya terhenti begitu saja begitu ia sadar bahwa di belakangnya saat ini sudah ada orang lain yang berdiri di sana.
”Aku sudah mengatakan padamu, jangan temui anak itu lagi. Kau tahu apa akibatnya 'kan?” tanya seorang laki-laki yang berdiri di belakangnya dan orang itu adalah Shangzhu Shi.
Liu Zhang Chen menurunkan pandangannya dan ia pun mulai bicara, ”Selama ini, aku berada di mana? Siapa yang selalu menemaniku saat itu? Siapa orang yang sudah merubahku? Mengapa aku tidak bisa mengingatnya?” tanyanya dengan sedih sambil berbalik dan berdiri menghadap ke arah Shangzhu Shi.
Shangzhu Shi menatapnya dengan dingin dan berkata, ”Apa yang pernah aku katakan padamu, apakah kau sudah melupakannya? Sejak dulu, kau selalu sendiri dan tidak ada seorangpun yang sudi berdiri di sampingmu. Anak laki-laki yang baru saja melewati mu, apakah kau sudah melupakan apa yang barusan dikatakan olehnya?”
Liu Zhang Chen mengangguk sedikit.
Shangzhu Shi menghela nafasnya dan berkata, ”Baiklah jika kau sudah mengerti. Aku memiliki sesuatu yang harus kau lakukan.” Shangzhu Shi berhenti sesaat. ”... Bunuhlah semua orang yang ada di desa Lin. Aku akan menunggumu saat matahari terbenam.” ucapnya setelah itu ia pun berbalik dan pergi meninggalkannya.
Liu Zhang Chen tidak berekspresi. Ia merasa bahwa membunuh bukanlah keahliannya. Seperti ada sesuatu yang kurang yang membuatnya berubah. Akan tetapi, ia tidak pernah tahu apa yang membuatnya merasa kurang.
Sementara ini, Xiao Qing Xuan yang kembali bersembunyi di atas sebuah dahan pohon tampak sedang mengincar seekor kelinci putih yang sedang memakan umpannya. Ia menarik anak panahnya dan mencoba fokus pada mangsa yang sudah ada di depannya.
”Tuan muda!”
__ADS_1
Namun, lagi-lagi saat ia akan menembak anak panahnya, seseorang berteriak memanggil namanya sehingga hal itu membuat mangsanya lari karena terkejut.
”Menyebalkan sekali! Rasanya aku ingin membunuh orang itu!” batin Xiao Qing Xuan yang merasa jengkel.