
”Benar-benar aneh! Apakah saat ini aku terjebak dalam alam bawah sadarku sendiri?” batin Xiao Qing Xuan yang memikirkannya saat ia sedang duduk di depan sebuah cermin perunggu.
Xiao Qing Xuan melihat ke arah pedang Ruixi yang menggantung di atas dipannya. Seharusnya, pedang itu sedang digunakan oleh Jin Qin Ran. Namun, pedang itu kini berada di tangannya. Jika Luo Xuan Ying masih hidup, seharusnya pedang itu masih berada di tangannya. Karena tanpa pedang, ia tidak akan bisa melakukan apapun untuk melawan musuhnya.
”Kekuatanku masih seperti saat usiaku 16 tahun dan seharusnya pedang ini tidak ada saat usiaku sepuluh tahun. Sepertinya, seseorang sengaja membuatnya agar aku betah tinggal berada di sini.” batin Xiao Qing Xuan sambil meraih pedang Ruixi dan memperhatikannya.
Tak lama, seorang wanita dengan seenaknya masuk ke dalam kamarnya. Dan setelah itu, wanita ini langsung memeluk tubuh kecil Xiao Qing Xuan hingga membuatnya sulit untuk bergerak.
”Xuan'er! Syukurlah kau baik-baik saja!” ucap wanita itu dengan cemas bahkan ia membuat pelukannya semakin erat seolah ia tidak ingin melepaskan Xiao Qing Xuan begitu saja.
”Ini sakit! Bisakah kau Ibu melepasnya?” ucap Xiao Qing Xuan dengan kesulitan. Tak lama setelahnya, ia pun terkejut dengan ucapannya sendiri karena sebelumnya, ia telah memanggil wanita ini dengan sebutan Ibu.
”Maafkan Ibu! Apakah ada bagian yang sakit? Atau adakah yang terluka? Ibu sangat mencemaskanmu saat ini.” ucap wanita itu dengan cemas dan takut jika Xiao Qing Xuan akan terluka.
Setelah wanita itu menunjukkan wajahnya, Xiao Qing Xuan mendapati sebuah ingatan yang muncul di kepalanya. Tiba-tiba saja ia ingat bahwa wanita yang sejak tadi sudah menyiksanya adalah He Mu'an Qing, Ibu kandungnya sendiri.
”Tidak mungkin dia masih hidup! Aku melihatnya sendiri saat dia berulang kali mencoba untuk mengambil alih tubuhku.” batin Xiao Qing Xuan yang merasa sangat terkejut sekaligus heran melihat sosok He Mu'an Qing muncul di depannya.
__ADS_1
”Ada apa Xuan'er? Mengapa kau melamun? Apakah kau terkena racun atau adakah yang terluka?” tanya He Mu'an Qing dengan cemas.
Xiao Qing Xuan terdiam selama beberapa saat. Ia menundukkan kepalanya dan tidak menunjukkan ekspresinya saat ini. ”... Mengapa Ibu masih hidup?” tanya Xiao Qing Xuan dengan suara pelan.
He Mu'an Qing tampak terkejut dan setelah itu, ia pun bertanya, ”Ada apa Xuan'er? Apakah kau tidak senang melihat Ibumu?” tanya He Mu'an Qing yang tampak kebingungan.
”Aku ingat siapa saja yang seharusnya tidak ada dalam kehidupanku saat ini. Enam belas tahun lalu, Kakak Ying jatuh dari atas tebing karena berusaha melindungi Guru besar Chen dari kejaran para Kultivator yang mengincarnya. Tidak hanya itu, dia juga dituduh pernah menjamah kitab Iblis sehingga semua orang membencinya. Lalu, saat usiaku dua bulan, Ibu terbunuh oleh Paman Jin dengan alasan yang tidak bisa dijelaskan lalu, Ayah menikah lagi dengan seorang janda beranak satu. Kemudian, Paman Jin dan putranya dibunuh oleh Guru besar Chen saat usiaku sepuluh tahun dan dilanjut dengan Paman Liu yang meninggal karena sakit. Ketika berada di Mubei, Patriark Luo memberikan Ruixi padaku karena aku ini mirip sekali dengan kakak Ying. Lalu, enam tahun setelahnya ada banyak hal yang terjadi. Ayah dan ibu tiriku bercerai lalu, keduanya berpisah. Kemudian, kak Ruo terbunuh oleh guru besar Chen setelah mencoba untuk melindungiku.” jelas Xiao Qing Xuan sambil terus menundukkan kepalanya karena sedih.
Saat mendengar ceritanya, He Mu'an Qing mengelus wajah Xiao Qing Xuan dengan lembut. Tak lama setelahnya, ia pun berkata, ”... Xuan'er, sekarang kau tidak akan mendapatkan kehidupan yang seperti itu. Kau akan bahagia di sini. Karena itu, tetaplah bersama dengan Ibumu.”
Xiao Qing Xuan langsung menatapnya dengan ekspresi terkejut. Ia memegang tangan He Mu'an Qing yang masih menyentuh wajahnya dan berkata, ”Terima kasih sudah berusaha. Aku sudah merasa cukup senang karena akhirnya, semua ingatanku telah kembali.”
Sambil membuka sarung pedangnya kembali, Xiao Qing Xuan berkata, ”Sudah saatnya untuk mengakhiri semua ini. Aku merasa senang namun, aku tidak ingin dibohongi!” setelah mengatakannya, Xiao Qing Xuan menusuk dirinya sendiri menggunakan pedang Ruixi di tangannya. Kemudian, muncul suara cermin pecah yang membuat pemandangan di sekitarnya memudar dan menghilang dari pandangannya. Setelah itu, ketika ia membuka matanya kembali, ia melihat pemandangan bunga higanbana yang tumbuh hingga di atas lututnya. Pedang Ruixi yang menusuk dirinya telah menghilang dan kini, ia hanya sendirian berada di alam bawah sadarnya.
”Jadi, ini adalah alam bawah sadar ku? Mengapa jelek sekali?” gumam Xiao Qing Xuan sambil memperhatikan sekitar.
Suara tepukan tangan terdengar di belakangnya. Ia pun merasa sangat terkejut karena seharusnya tidak ada seorangpun yang bisa seenaknya saja memasuki alam bawah sadarnya. Tapi, yang satu ini benar-benar membuatnya sangat terkejut.
__ADS_1
”Kenapa wujudnya sama seperti ku? Bola matanya berwarna merah dan orang ini memiliki hawa kemarahan yang sangat besar.” batin Xiao Qing Xuan yang merasa terkejut setelah melihatnya. ”... Kau ini siapa? Mengapa kau seenaknya saja datang kemari?” tanya Xiao Qing Xuan yang menatapnya dengan serius.
Pemuda itu menatap bingung ke arahnya dan bertanya kembali, ”Apakah kau tidak mengenal wajahmu sendiri?” ucapnya dengan senyum seringai. ”... Mengapa kau menyia-nyiakan kebaikan yang aku berikan padamu? Semua orang telah kembali. Tak ada penjahat di dalam kehidupanmu. Ibumu dan Xiao Ruo masih hidup. Tidak ada penyesalan lagi. Kau akan bahagia jika terus berada di sana.”
Xiao Qing Xuan menatapnya dengan kesal dan berkata, ”Tetap saja Aku tidak bisa menerima kebohongan! Sebanyak apapun kebahagiaan yang aku miliki jika pada akhirnya, semua itu hanyalah sandiwara, aku tidak akan pernah merasa senang dan aku tidak akan pernah menerimanya!”
Pemuda itu tidak berekspresi saat menatapnya. Tak lama, ia pun segera bertanya, ”Lalu, kau ini siapa?”
Xiao Qing Xuan merasa sangat terkejut ketika pemuda di depannya bertanya padanya. Ia terdiam seketika dan memikirkannya selama beberapa saat. Lalu, tiba-tiba saja kepalanya merasa sakit dan ia pun jatuh terduduk saat memikirkannya.
”Kepalaku seperti ingin meledak! Sebenarnya apa yang terjadi saat ini?! Siapa pemuda yang berdiri di sana?!” batin Xiao Qing Xuan sambil terus memikirkannya.
”Hei! Jika kau tidak mengenal siapa dirimu, mengapa kau terus hidup sampai di titik ini? Mengapa tidak menyerah saja pada kenyataan dan hidup sesukamu? Kau pasti mengharapkan apa yang kau inginkan terwujud. Tenang saja, kau tidak sendiri. Semua orang pasti mengalaminya. Menjadi seorang penjahat yang kejam, kau pasti mendapatkan apa yang kau inginkan.” bisik pemuda yang telah berjongkok di depannya.
Tak lama setelahnya, Xiao Qing Xuan berkata dengan pelan, ”Aku ini tidak sepertimu. Jangan samakan aku denganmu. Kau pikir, aku ingin menghabiskan waktuku sebagai seorang penjahat dan kau pikir aku tidak tahu siapa kau ini?!” ucap Xiao Qing Xuan dengan dingin sambil melangkahkan kakinya ke arah pemuda hitam yang berdiri di depannya. ”... Setiap orang pasti memiliki sisi tergelapnya masing-masing. Dan sisi tergelap itu selalu ingin menguasai tubuhnya seperti apa yang dialami oleh Guru besar Chen. Aku masih memiliki Chang Ye, Paman kedua He, Patriark Luo dan orang-orang yang pernah berdiri di sebelahku! Selagi aku masih memiliki cahaya, kau tidak akan bisa menguasai tubuhku!” ucapnya diakhiri dengan teriakannya yang membuat pemuda itu tampak terkejut.
Pemuda itu tersenyum seringai dan berkata, ”Kau tidak akan bisa menghindar dariku! Kau sudah ditakdirkan menjadi penjahat sejak dulu!” pemuda itu berteriak dan bergerak menyerang ke arah Xiao Qing Xuan.
__ADS_1
Namun, saat pemuda itu akan menyerangnya, ratusan tangkai berduri langsung mengikat pemuda itu dan menenggelamkannya di tanah secara perlahan. Pemuda itu tampak terkejut dan menatap Xiao Qing Xuan dengan sangat marah.
Sambil menatapnya dengan dingin, Xiao Qing Xuan berkata, ”Sayangnya kau tidak bisa memprovokasi ku. Aku yang sekarang, tidak menyimpan dendam pada siapapun. Aku tetaplah aku dan kau tetaplah kau. Tubuh ini, biar aku saja yang mengendalikannya dan kau sebaiknya tidur untuk waktu yang lama!”