
11 Tahun lalu, Huan Xu Kediaman Keluarga Xiao.
”A-Ruo! Sekarang kau memiliki adik. Dia satu tahun lebih muda darimu. Namanya adalah, Xiao Qing Xuan.” ucap Xiao Lian Lei saat ia menyambut kedatangan Xiao Ruo di kediaman pribadinya dan saat itu, Xiao Qing Xuan tengah berdiri di depan Xiao Ruo yang masih berumur enam tahun.
Xiao Ruo yang tampak pendiam, terus bersembunyi di belakang punggung Yin Hua dan tidak ingin menatap langsung ke arah Xiao Qing Xuan.
”Ada apa Xiao Ruo? Kau malu berhadapan dengannya?” tanya Yin Hua saat ia melihat Xiao Ruo terus bersembunyi di belakangnya.
Xiao Lian Lei yang melihatnya hanya tersenyum lembut padanya. Ia pun menepuk pundak sempit Xiao Qing Xuan dan mengatakan padanya, ”Mengapa kau tidak menyambutnya, Xuan'er? Kau adalah Tuan muda di kediaman ini. Seharusnya, kau menyambutnya dengan baik.”
Xiao Qing Xuan mengangkat kepalanya dan menatap ke arah Xiao Lian Lei di sebelahnya. Tak lama, ia pun kembali menatap ke arah Xiao Ruo dengan tajam seolah ia telah bertemu dengan musuh terbesarnya.
”Ada apa Xuan'er? Kau tidak ingin menyambutnya?” tanya Xiao Lian Lei kembali.
”Aku orang yang berhati-hati. Aku tidak ingin berbicara dengan orang yang tidak kukenal.” celetuk Xiao Qing Xuan.
Saat mendengarnya, Xiao Lian Lei menjadi sedikit terkejut. Ia pun tersenyum canggung pada Yin Hua dan berkata, ”Maaf, dia masih terlalu kecil. Sejak kecil, Xuan'er tidak memiliki Ibu yang mengajarinya.”
Mendengar hal itu, Xiao Qing Xuan merasa sangat terkejut dan ia pun langsung membentak, ”Mengapa Ayah selalu menyalahkanku dan Ibu?! Ini semua salah Ayah karena tidak bisa melindungi Ibu dengan baik!”
Xiao Lian Lei memasang ekspresi terkejut dan berkata, ”Xuan'er, jaga kalimatmu dengan baik!” ucapnya dengan sedikit membentak.
Xiao Qing Xuan menjauh beberapa langkah darinya dan kembali membentak, "Aku tidak akan mau berkenalan dengannya! Dan aku juga tidak terima jika Ayah menikahi seorang janda miskin dari desa!” teriaknya yang langsung berlari pergi dari tempat tersebut.
Xiao Lian Lei tampak merasa bersalah setelah Xiao Qing Xuan mengatakan hal itu padanya. Ia pun segera menatap Yin Hua dengan senyum canggungnya dan berkata, ”Maaf. Ini semua salahku. Aku tidak pernah mengajarinya beretika baik.”
Yin Hua tersenyum tipis dan berkata, ”Tidak masalah. Aku tidak akan terpengaruh pada ucapan anak kecil.” ucapnya sambil menoleh ke arah Xiao Ruo di belakangnya. ”... Ayo kita pergi. Kau pasti lelah.”
Xiao Ruo terus menatap ke arah perginya Xiao Qing Xuan. Setelah dia mendengar kalau Xiao Qing Xuan tidak memiliki Ibu sejak kecil, tiba-tiba saja ia merasa sangat ingin mengenalnya. Ia sangat ingin tahu apa yang disukainya dan apa yang tidak disukainya. Karena itu, ia pun langsung berlari pergi mengejar kemana perginya Xiao Qing Xuan.
__ADS_1
Yin Hua yang melihat hal itu merasa sangat terkejut dan mencoba untuk mengejarnya. Namun, Xiao Lian Lei menahannya dan menyuruhnya untuk membiarkan mereka berdua saling mengenal.
Saat ini, Xiao Ruo telah sampai di luar kediaman. Di sana terdapat sebuah kota kecil yang sedang ramai dan dipenuhi dengan pedagang-pedagang makanan. Ia menoleh ke segala arah dan mencoba untuk mencari keberadaan Xiao Qing Xuan saat ini. Akan tetapi, ia tidak juga menemukannya di tengah-tengah keramaian yang saat ini terjadi.
”Paman pernah mengatakan padaku kalau Tuan muda menyukai bunga tabebuya. Tapi, di tempat besar seperti ini, bagaimana aku bisa menemukannya?” gumam Xiao Ruo yang masih memandangi sekitar.
Tak lama, ia pun segera menghampiri seorang pedagang makanan yang berada tidak jauh di dekatnya. Ia bertanya dimana ia bisa menemukan pohon bunga tabebuya di dekat sini. Lalu, pedagang itu pun menjawab bahwa pohon itu berada di dalam hutan perbatasan. Tempat itu cukup berbahaya karena ada banyak hewan sihir yang berkeliaran di sana.
Setelah itu, Xiao Ruo langsung berlari pergi ke tempat yang ditunjuk oleh pedagang tadi. Tempat itu memang cukup jauh dari tempatnya berdiri saat ini. Karena itu, ia berpikir mungkin saja Xiao Qing Xuan belum sampai di tempat tersebut. Beberapa saat setelah ia terus berlari, ia menemukan sebuah hutan hijau yang berada jauh dari kediaman. Tepat di tengah-tengah hutan tersebut, terdapat satu-satunya pohon yang memiliki warna merah muda mencolok sehingga semua orang pasti bisa menemukannya.
”Adik Xuan! Adik Xuan!” seru Xiao Ruo saat ia telah sampai di depan pohon besar bunga tabebuya yang sedang bermekaran.
Namun, setelah ia memanggilnya berulang kali, ia tidak juga melihat Xiao Qing Xuan berada di atas pohon tersebut. Saat ini, ia hanya berbicara dengan angin dan tidak ada seorangpun yang menjawabnya. Pada akhirnya, ia pun merasa putus asa dan duduk bersandar di bawah pohon yang sama.
Sambil menenggelamkan wajahnya di atas lututnya, Xiao Ruo berkata dengan pelan, ”Maaf, Adik Xuan. Jika aku meraih tanganmu lebih dulu, mungkin kau tidak akan marah padaku. Aku tidak tahu bagaimana rasanya kehilangan Ibu yang tidak bisa mengajarimu. Aku tidak tahu bagaimana perasaanmu ketika melihat Ibuku menikahi Ayahmu. Awalnya aku merasa tidak percaya dan sangat ingin menolaknya. Namun, akhirnya aku sadar bahwa aku sangat merindukan Ayah.”
Xiao Ruo terdengar sedang menangis saat ia mengatakan kalimatnya. Lalu, tiba-tiba saja sebuah sepatu kecil mendarat di atas kepalanya. Hal itu membuatnya sangat terkejut dan langsung melihat ke atas.
Xiao Ruo langsung berdiri kembali dan menatap ke arah Xiao Qing Xuan dengan ekspresi tidak percaya. ”... Adik Xuan? Bagaimana kau bisa ada di sana?”
Sambil melipat tangannya, Xiao Qing Xuan berteriak, ”Berhentilah memanggilku adik! Lagipula aku tidak terima jika kau menjadi kakak tiriku! Mengapa kau mengejarku sampai di sini?! Apakah kau ingin mengejekku?!”
”Ah! Tidak Tuan muda! Aku datang untuk membawamu pulang. Ayah pasti sangat mengkhawatirkanmu.” ucap Xiao Ruo.
”Siapa yang kau panggil Ayah!” teriak Xiao Qing Xuan yang tidak menerimanya. ”... Dia itu tetap Ayahku dan kau bukanlah siapa-siapa! Mengapa kau sampai berpura-pura seolah kau adalah satu-satunya orang yang peduli padaku?! Aku sangat membenci orang yang selalu membohongi dirinya sendiri!”
Xiao Ruo tertegun dan langsung berkata, ”Aku tidak berpura-pura Tuan muda! Aku sungguh ingin berdiri di sebelah Tuan muda!”
”Aku tidak percaya! Mengapa kau tidak pergi saja!” teriak Xiao Qing Xuan kembali.
__ADS_1
Tak lama, keduanya pun mendengar suara raungan beruang besar yang sedang berlari mendekati keduanya. Mereka langsung menoleh ke arah datangnya suara dan tak lama kemudian, muncul seekor beruang raksasa yang memiliki taring tajam dan duri kayu yang menancap di tubuhnya.
”Tuan muda! Kita harus segera pergi dari sini!” teriak Xiao Ruo yang langsung menatap ke arah Xiao Qing Xuan.
”Ini adalah makam ibuku. Aku tidak akan pergi dari sini! Pohon ini, aku harus menjaganya dengan baik!” teriak Xiao Qing Xuan sambil mengeluarkan sebuah pisau belati dari balik pakaiannya dan bergerak cepat menyerang ke arah seekor beruang besar yang sedang berlari ke arah mereka.
”Tunggu! Tuan muda!”
...\=\=\=\=\=\=\=\= • ✠ • \=\=\=\=\=\=\=\=...
Beberapa saat setelahnya, mereka berhasil mengalahkan beruang raksasa meskipun mereka harus mendapatkan luka yang cukup banyak. Xiao Qing Xuan mendapati kaki kanannya terkilir sedangkan Xiao Ruo mendapatkan luka yang hampir mengenai semua tubuhnya. Saat ini, Xiao Ruo sedang membungkus kaki Xiao Qing Xuan yang terkilir menggunakan jubahnya. Ia tampak mengabaikan semua lukanya dan tetap berfokus pada luka yang dialami oleh Xiao Qing Xuan.
”Hei! Kau memiliki luka yang lebih parah dariku. Mengapa tidak memikirkanmu lebih dulu! Saat ini, aku baik-baik saja.” celetuk Xiao Qing Xuan saat Xiao Ruo masih membungkus kakinya.
Dengan tenangnya, Xiao Ruo menjawab, ”Keselamatan Tuan muda lebih didahulukan. Aku tidak ingin Tuan muda jatuh sakit hanya karena luka kecil saja. Lagipula, aku hanyalah rakyat biasa. Nyawaku sama sekali tidak berharga jika dibandingkan dengan Tuan muda.”
Xiao Qing Xuan tertegun dan menyembunyikan ekspresinya untuk sementara. Lalu, tidak lama setelahnya, Xiao Qing Xuan akhirnya tertawa lepas sambil memukul pundak Xiao Ruo cukup keras. Di tengah-tengah tertawaannya, Xiao Qing Xuan berkata,”Bagaimana bisa kau mengatakan hal itu di depanku?! Lagipula, aku masih tidak percaya kau akan bertarung bersamaku untuk membunuh beruang tadi. Kau tahu? Itu sangat menyenangkan! Ayo kita lakukan sekali lagi! Dan suatu saat nanti, kita akan memburu hewan sihir paling berbahaya!”
Xiao Ruo tampak heran ketika melihat Xiao Qing Xuan tertawa seperti itu padanya. Bagaimanapun juga, sifatnya saat ini benar-benar berbeda dengan yang sebelumnya. Ia tidak percaya kalau Xiao Qing Xuan akan bisa tertawa lepas seperti itu. Tak lama, ia pun juga ikut tertawa mengiringi Xiao Qing Xuan yang tampak senang saat melihatnya.
...\=\=\=\=\=\=\=\= • ✠ • \=\=\=\=\=\=\=\=...
”HAAHH!”
Xiao Qing Xuan yang berumur 16 tahun, langsung terbangun dari tidurnya. Hal ini sudah berlangsung selama tiga hari namun, ia sama sekali tidak menyadarinya.
Saat ia terbangun dan terduduk di atas dipannya, Xiao Qing Xuan langsung memegangi kepalanya yang terasa sakit setelah semua ingatan itu telah kembali padanya. ”Aku harap semua itu bukanlah mimpi.” gumam Xiao Qing Xuan sambil menurunkan kakinya.
”Aku benar-benar sudah bertindak tidak sopan padanya. Bagaimana mungkin aku meninggalkan upacara pemakamannya? Haah,... Aku benar-benar harus mendatanginya meskipun nyonya Yin akan memarahiku.” batinnya sambil memakai kembali pakaiannya dan berjalan maju membuka pintunya.
__ADS_1
Saat pintu telah terbuka, Xiao Qing Xuan merasa cukup terkejut setelah ia melihat He Nan Ming dan beberapa bawahannya, tengah berdiri di depan pintunya sehingga membuat jalannya terhambat.
”Xuan'er! Kau baru saja pulang. Apakah kau tidak ingin tinggal sebentar saja di sini?”