
Sementara ini, kejadian di sekte Pedang Beracun setelah Feng Mu mengarahkan seluruh pasukannya untuk menyerang Xiao Lian Lei. Seluruh pasukan yang berasal dari kediaman Xiao mendapatkan kemenangan telak atas pertarungan mereka dengan orang-orang Sekte Puncak Donqiong.
Setelah kekalahan Feng Mu dalam duel pertarungan tunggal dengan Xiao Lian Lei, seluruh pasukan berjubah hitam mundur dan Sekte Pedang Beracun mendapatkan ketenangannya kembali akan tetapi, mereka semua masih mengkhawatirkan keadaan Guru besar mereka yang belum juga ditemukan.
Pada akhirnya, beberapa saat setelah seluruh pasukan Puncak Donqiong bergerak mundur. Xiao Lian Lei dan beberapa pasukannya bergerak keluar Sekte untuk mencari keberadaan dua orang yang belum ditemukan hingga saat ini.
...───※ ·❆· ※───...
Menjadi hantu yang tidak terlihat dan sangat diburu oleh para arwah hewan buas, bukanlah impian dari semua manusia yang masih hidup.
”Cih! Kemana dia membawa tubuhku pergi! Sudah satu jam aku seperti ini!” gumam Xiao Qing Xuan saat ia sedang berjalan menyusuri jalan setapak yang ada di dalam hutan. Lalu, langkahnya terhenti tidak lama kemudian setelah ia mendengar suara daging yang terkoyak bersamaan dengan jeritan orang-orang yang kesakitan.
”Apakah dia menggunakan tubuhku untuk membunuh orang-orang?!”
Xiao Qing Xuan mulai menduga sesuatu dan ia pun akhirnya berjalan menuju sumber suara. Tidak lama setelah ia berjalan cepat, langkahnya kembali terhenti saat ia melihat sebilah pedang yang telah membelah daging dan benda-benda yang menghalanginya.
Di sana terdapat puluhan pasukan berjubah hitam dan tiga orang yang berasal dari aliran putih. Saat melihatnya, Xiao Qing Xuan tampak terkejut setelah ia melihat Xiao Ruo dan Jin Lu'an yang terlibat dalam pertarungan tersebut. Akan tetapi, ia tidak mengenal seorang pemuda dewasa yang berdiri di antara keduanya dan pemuda itulah yang sejak tadi menciptakan suara bising yang mengerikan.
”Mereka bertiga tampaknya sedang terpojok! Aku harus melakukan sesuatu untuk mereka.” celetuk Xiao Qing Xuan sebelum akhirnya ia menyadari sesuatu. ”... Tapi, apa yang bisa aku lakukan dalam bentuk arwah seperti ini? Aku bahkan tidak terlihat di mata mereka.” ucapnya dengan nada putus asa memandang dirinya sendiri.
Tali arwah yang menghubungkannya dengan tubuh aslinya tiba-tiba saja berguncang hebat seolah ada seseorang yang mencoba untuk menariknya. Lalu, tidak lama setelah ia merasakannya. Dirinya seketika ditarik paksa menuju suatu tempat setelah orang itu menarik tali arwah miliknya.
__ADS_1
Xiao Qing Xuan yang ditarik paksa, hanya bisa terdiam sambil menatap serius ke belakang dan mencoba mencari tahu siapa seseorang yang telah menarik tali arwah miliknya. Lalu setelahnya, seekor ular besar muncul dari bawah tanah dengan mulut yang terbuka lebar.
Ular itu sedang bersiap untuk memakan jiwa milik Xiao Qing Xuan yang pastinya akan membuat mereka yang hidup abadi!
”Apa yang akan terjadi jika aku benar-benar dimakan oleh ular ini?!” batin Xiao Qing Xuan saat ia telah berada tepat di depan mulut ular tersebut.
...───※ ·❆· ※───...
”Luo Xuan Ying! Hentikan!”
Saat Liu Zhang Chen menyebut nama dari arwah tersebut, hawa kebencian yang ada di sekitarnya dengan perlahan menghilang. Arwah yang ada di dalam tubuhnya benar-benar tidak menduga bahwa ada seseorang yang mampu mengingat namanya apalagi sampai menghentikannya seperti ini.
”Luo Xuan Ying? Apakah itu namaku?” gumam arwah tersebut sebelum akhirnya ia menurunkan potongan pedang yang ada di tangannya.
Beberapa saat setelah ia mendengar hal tersebut, arwah itu tersenyum seringai dan memperkuat hawa kebencian yang ada di sekitarnya. Ia mendorong Liu Zhang Chen menjauh darinya dan menatapnya dengan penuh kebencian dalam benaknya.
Arwah tersebut menggertakan giginya dan berkata dengan keras, ”Pembohong! Kau pikir aku akan mempercayai seluruh perkataan mu?!” bentaknya yang langsung tertunduk sambil menutupi kedua matanya yang sembab. ”... Aku tahu,... Kau pasti senang ketika mendengar berita tentang kematianku—
”Tidak mungkin!” celetuk Liu Zhang Chen begitu ia terkejut mendengar ucapan tersebut. ”Xuan Ying berhentilah melakukan semua ini! Aku pasti akan mencari tahu siapa yang telah membunuhmu dan mencari mayatmu sekali lagi.”
Arwah yang bernama Luo Xuan Ying itu, semakin kesal dengan semua ucapan yang dikatakan oleh Liu Zhang Chen padanya. Ia seolah-olah telah bertindak sombong padanya dan menganggap dirinya sebagai pahlawan untuknya.
__ADS_1
”Berhentilah bersikap baik seperti itu. Aku sangat membenci kalian semua!” ketus Luo Xuan Ying dengan ekspresi sangat marah di hadapan Liu Zhang Chen.
Tepat setelah ia mengakhiri kalimatnya, bayangan hitam yang ada di sekitarnya seketika memadat dan mengoyak daging seluruh pasukan Puncak Donqiong yang ada di sekitarnya terkecuali Wu Lan yang masih terduduk di belakangnya.
Saat hawa kebencian mengoyak daging mereka, terjadi hujan darah yang berlangsung selama beberapa saat. Pakaian mereka yang masih hidup, berubah menjadi merah dengan wajah yang tidak luput dari semburan darah mereka yang telah mati.
Liu Zhang Chen sangat terkejut setelah ia melihat tumpukan mayat yang ada di sekitarnya. Ia hanya bisa melihat Wu Lan dan tubuh Xiao Qing Xuan yang ada di hadapannya dan sisanya, hanyalah gumpalan daging yang akan membusuk.
”Luo Xuan Ying,... Kau sudah keterlaluan.” ucap Liu Zhang Chen dengan pelan.
Luo Xuan Ying tersenyum seringai dan menjawabnya dengan dingin, ”Bukankah ini yang kau inginkan? Para penghianat ini layak untuk mati.” ucapnya yang membuat Liu Zhang Chen tersentak kaget saat mendengarnya.
Liu Zhang Chen terdiam selama beberapa saat dan merenungi semua kesalahannya saat itu. Ia pun akhirnya mengeluarkan pedangnya kembali dan mengangkatnya dengan ujung pedang yang berada tepat di depan perutnya.
”Sekarang kau tidak perlu membunuh semuanya. Karena aku akan ikut bersamamu.” ucapnya yang langsung mengarahkan pedangnya dengan cepat. Namun, saat pedang hampir menusuk perutnya sendiri, Luo Xuan Ying tiba-tiba saja menghentikan pedang tersebut hanya dengan menggunakan tangan kosong!
”Bodoh! Aku tidak menginginkan nyawamu!” ketus Luo Xuan Ying sambil menahan pedang tersebut hingga ia melukai telapak tangannya sendiri.
SRATTT!!!
Wu Lan mengambil kesempatan dan ia pun segera menebas punggung Luo Xuan Ying yang masih menempati tubuh Xiao Qing Xuan. Pada akhirnya, wadah tersebut terluka parah dengan darah yang tidak berhenti keluar.
__ADS_1
”Xuan Ying!”