Become A Protagonist

Become A Protagonist
Chapter. 46 - Sebuah Nama


__ADS_3

17 Tahun lalu, wilayah Lin Zhong Sekte Teratai Emas.


Di saat Lei Yun berkunjung ke pasar ketika usianya 7 tahun, dirinya terpaku pada seorang anak seumuran dengannya yang sedang bersama kedua orang tuanya yang tampak bahagia. Anak itu dibawa di atas pundak oleh Ayahnya sedangkan, Ibunya menceritakan sebuah kisah menarik yang membuat anak itu tertawa.


Lei Yun menatap sedih karena ia tidak seperti manusia kebanyakan. Ia lahir dari sebuah telur yang berawal dari sebuah bintang jatuh yang mendarat ratusan tahun lalu. Ia selalu berharap bisa seperti anak-anak kebanyakan yang memiliki sepasang orang tua. Karena itulah, ia selalu menganggap Luo Xuan Ying sebagai ibunya dan Liu Zhang Chen sebagai Ayahnya. Namun, karena perbedaan garis keturunan, keduanya harus berpisah dan bertemu setahun sekali. Hal itu harus membuat Lei Yun terus menetap di kediaman keluarga Luo yang ada di Lin Zhong.


”Yun'er! Kau mau memakannya?” tanya Luo Xuan Ying saat ia muncul kembali di sebelah Lei Yun sambil memberikannya tiga manisan tanghulu.


Lei Yun menerimanya dan memakannya dengan ekspresi sedih. Meskipun kedua matanya tidak terlihat sembab, Lei Yun terlihat menolak untuk menatap Luo Xuan Ying meskipun saat ini ia telah berdiri di sebelahnya.


”Ada apa Yun'er? Kau tidak menyukainya?” tanya Luo Xuan Ying setelah ia melihat ekspresinya saat ini.


Lei Yun menatapnya dengan sedih dan bertanya, ”... Kenapa Ayah dan Ibu selalu berpisah? Aku ingin seperti mereka.” ucapnya sambil menunjuk pada seorang anak yang baru saja dilihatnya.


Mendengar hal itu, Luo Xuan Ying tersedak makanannya sendiri dan ia pun sempat terbatuk keras di tengah-tengah keramaian orang-orang yang sedang berkunjung di pasar.


”Dia masih menganggap aku ini Ibunya. Aku tidak bisa mengatakannya begitu saja dan membuatnya kecewa.” batin Luo Xuan Ying sambil menyeka bibirnya. ”... Zhang Chen masih ada urusan di sana. Dia tidak akan kemari sampai urusannya selesai. Dan juga, cobalah untuk memanggilku kakak Ying.” ucap Luo Xuan Ying sambil membungkuk di hadapan Lei Yun.


Lei Yun tidak berekspresi dan langsung menjawab, ”... Tidak.” ucapnya yang berhasil membuat Luo Xuan Ying terdiam seribu bahasa. ”... Aku ingin seperti anak tadi. Berada di atas punggung Ayah dan berjalan-jalan di sekitar sini.”


Luo Xuan Ying menatapnya dengan bingung setelah apa yang baru saja Lei Yun katakan padanya. ”... Bagaimana jika aku yang menggendong mu?”

__ADS_1


Kedua mata Lei Yun seketika berkaca-kaca. Setelah itu, langit pun menjadi hitam dengan beberapa kilat petir yang akan menyambar ke tanah. Para penduduk merasa sangat terkejut karena sebelumnya langit masih menunjukkan matahari akan tetapi, awan hitam dan kilat petir tiba-tiba saja menutupinya.


”Apakah aku membuatnya marah?” batin Luo Xuan Ying di saat ia mulai panik dengan awan-awan hitam dan petir yang ada di atas kepalanya. ”... Ahh, Yun'er! Tenang sebentar. A~ aku pasti akan membawa Zhang Chen kemari.”


Mendengar hal tersebut, Lei Yun mulai menangis sehingga petir yang ada di atas kepala mereka mulai menyambar beberapa benda yang ada di sekitar. ”... Aku ingin Ayah ada di sini~ aku ingin Ayah!”


Mendengar Lei Yun berbicara, para penduduk desa mulai bersuara dan sibuk membicarakan mereka berdua. ”... Kasihan sekali. Masih muda sudah punya anak. Masa mudanya hancur lebih awal.”


”....” Luo Xuan Ying tidak berekspresi saat ia mendengar celotehan yang dikatakan oleh penduduk desa di sebelahnya. Ia tetap mencoba untuk menghibur Lei Yun agar tidak menangis dan tidak lama setelahnya, seorang pemuda muncul di belakang mereka dan pemuda itu langsung mengangkat Lei Yun dan membawanya di atas pundak.


”Aku sudah tahu kalau kau tidak berpengalaman mengasuh anak.” ucap pemuda yang ternyata dia adalah Liu Zhang Chen.


Luo Xuan Ying tertegun setelah ia melihat kedatangan Liu Zhang Chen yang tiba-tiba. Ia segera berdiri kembali dan menunjukkan senyum kekanak-kanakan sebelum ia berkata, ”... Aku ini belum menikah apalagi memiliki anak. Sudah jelas kalau aku tidak berpengalaman mengasuh anak kecil. Tapi, sepertinya kau sangat berpengalaman. Mungkinkah kau sudah memiliki anak?”


”Akh!”


Liu Zhang Chen langsung memukul wajah Luo Xuan Ying menggunakan pangkal pedangnya sehingga hal itu membuatnya tampak kesakitan pada bagian hidungnya.


”Aduh… duh… apakah kau harus memukulku seperti ini? Kau tahu 'kan kalau pedang itu sangat berat?” ucap Luo Xuan Ying sambil memegangi hidungnya yang tampak memerah.


Liu Zhang Chen tampak tidak peduli apakah yang dilakukannya ini salah atau benar. Ia hanya mengalihkan perhatiannya dan berjalan meninggalkannya.

__ADS_1


”Kedua orang ini sifatnya sama saja!” gumam Luo Xuan Ying dengan kesal sebelum akhirnya ia berjalan menghampiri keduanya.


...⊰᯽⊱┈──╌❊╌──┈⊰᯽⊱...


Setelah ia mendengar Lei Yun menyebut namanya, Luo Xuan Ying mengelus kepalanya dan berkata, ”... Ini pasti pertama kalinya kau menyebut namaku. Terima kasih karena sudah menyebutnya di hadapanku.” ucapnya dengan senyum yang membuat Lei Yun bertambah sedih ketika melihatnya.


Tidak lama setelahnya, Bai Wen kembali menyerang mereka berdua dengan serangan yang sama. Kali ini, ada ratusan jarum yang tidak berhenti melesat ke arah ketiganya dan di belakang mereka terdapat puluhan mayat berjalan yang dikendalikan olehnya.


Sementara ini, dalam arena pertarungan yang lain. Setelah mereka kedatangan satu-satunya pemimpin jalan perdamaian, sekelompok mayat berjalan terlihat sedang mengarah pada mereka dengan kecepatan yang cukup normal. Mayat-mayat ini telah dikendalikan dan tidak akan berhenti sampai pemilik mereka mati.


Luo Guanshu tampak tenang meskipun saat ini ia sedang dikepung ratusan mayat berjalan. Ia mencoba untuk memperhatikan sekitar dan perhatiannya terhenti pada Hou Yin yang masih berdiri kokoh di belakangnya.


”Jenderal!” seru Luo Guanshu yang langsung berdiri menghadap Hou Yin. ”... Orang-orang bilang kau cukup hebat dalam mengatasi musuh-musuh mu yang ada di medan perang.”


Mendengar ucapan Luo Guanshu, Hou Yin hanya terdiam dan terus menatapnya dengan serius sebelum ia bertanya kembali, ”... Memangnya kenapa?”


Luo Guanshu menunjuk ke arah ratusan mayat yang sedang berjalan ke arah mereka dan berkata, ”Bisakah kau urus mereka? Aku memiliki urusan lain di sana.” ucapnya yang langsung membawa Xiao Qing Xuan pergi bersama dengan beberapa pasukannya.


”Tunggu! Kau menyuruhku mengurus yang satu ini?!” teriak Hou Yin dengan kesal setelah ia melihat Luo Guanshu dan beberapa pasukannya pergi menuju tempat Bai Wen berada.


”Jenderal! Bukan saatnya untuk marah! Ada ratusan mayat yang akan membunuh kita!” ucap salah seorang prajuritnya.

__ADS_1


Hou Yin membuang ludah karena merasa jengkel dengan sifatnya. Selama ini, belum pernah ada orang lain yang berani memerintahnya. Akan tetapi, melihat sifat Luo Guanshu yang seolah menjadi pemimpin, hal ini membuatnya merasa kesal dan marah.


”Huh! Tidak ada pilihan lain. Segera urus mayat-mayat ini!”


__ADS_2