
Xiao Qing Xuan sedikit terkejut ketika ia melihat kedatangan Liu Zhang Chen di depannya. Ia tidak bisa menduga bagaimana sifat karakter Liu Zhang Chen yang sebenarnya. Menurut cerita, dia adalah seorang Guru besar yang sangat tidak mempedulikan murid-muridnya sendiri. Akan tetapi, dengan perlahan ia menunjukkan sedikit perubahan dalam sikapnya.
”Tidak mungkin! Apakah dia salah makan?!” pikir Xiao Qing Xuan yang mulai menduga-duga.
Kedatangan Liu Zhang Chen juga sangat membuat Feng Mu dan kawan-kawan cukup terkejut. Pada akhirnya, mangsa mendatangi pemburunya dan pertarungan tidak akan bisa dihindari.
”Ternyata anak ini memang mengunjungi Guru besarnya. Aku pikir dia sengaja menjebak kami.” ucap Feng Mu dengan senyum seringai sambil membuka tudung kepalanya.
”Sejak awal aku sudah menduga kedatangan kalian bertiga. Aku sudah membuat rencana agar aku bisa melawan kalian di tempat yang jauh dari sekte.” ucap Liu Zhang Chen sambil menunjukkan pedangnya kembali. ”... Jika ingin menghancurkan sebuah negara, kalian harus melawan pemimpinnya lebih dulu.”
”Sungguh?! Apakah plot nya semudah ini?! Penokohan yang ada di sini benar-benar Gob Blok semua.” pikir Xiao Qing Xuan yang memperhatikan. ” Guru besar Liu! Apakah aku bisa melakukan sesuatu untukmu?” tanya Xiao Qing Xuan sambil mengangkat tangannya sebahu.
”Kau hanya akan menggangguku saja! Tetaplah di sana dan tenanglah sedikit dan tunggulah aku menyelesaikan semua ini. Aku akan meminta pertanggung jawaban mu nanti!” ketus Liu Zhang Chen saat sedang menoleh ke arah Xiao Qing Xuan.
”Baiklah, aku akan duduk manis di sini.” gumam Xiao Qing Xuan yang langsung mengambil posisi duduk dan memperhatikan Liu Zhang Chen yang akan melakukan baku hantam dengan ketiga murid dari sekte puncak Donqiong.
Sementara ini, di dalam arena pertarungan yang sebenarnya. Ling Pei tampaknya telah siap dengan pedang algojo miliknya. Ia tampak sangat senang begitu Liu Zhang Chen yang memutuskan untuk bertemu dengan mereka.
”Kakak Feng! Apakah aku boleh menghajarnya sekarang?” tanya Ling Pei yang masih memelihara wajah gilanya.
__ADS_1
Feng Mu menutup kipas lipatnya dan menjawab, ”Silahkan saja. Bunuh dia dan jatuhkan dia dari atas jurang. Pastikan tidak ada seorangpun yang bisa menemukan mayatnya.” ucapnya dengan sinis.
Begitu ia mengakhiri kalimatnya, Ling Pei langsung saja melesat dengan pedang algojo nya yang diangkat ke atas. Hawa kekuatan spiritual yang sangat besar, pastinya akan membunuh orang biasa jika saja mereka berada di sebelahnya.
Di saat pedang algojo berada di atas kepalanya, Liu Zhang Chen langsung menahan serangan tersebut dengan pedang meskipun kemungkinan besar, pedang miliknya akan patah jika terus menahan serangan Ling Pei.
Sebelum pedang tersebut akhirnya retak, Liu Zhang Chen segera menghindar dan langsung melayang di atas kepala Ling Pei dengan pedang yang akan menusuk kepalanya. Namun, saat ia akan melakukan serangannya, Wu Lan menarik anak panahnya dan panah tersebut tepat mengenai pedang Liu Zhang Chen sehingga ia meleset jauh dari sasarannya.
Saat itu terjadi, kesempatan bagus bagi Ling Pei untuk menyerangnya kembali. Ia segera membalikkan badannya dan memutar pedangnya ke arah Liu Zhang Chen sehingga kemungkinan besar pedang tersebut akan melukai dirinya.
Ketika pedang tersebut akan membelah tubuhnya, dengan cepat Liu Zhang Chen langsung memutar badannya dan bergerak menjauh dari dua orang pemuda yang menyerangnya secara bersamaan.
”Wah,... Aku tidak bisa melakukan apapun untuk membantunya. Lagipula, dia sudah menyuruhku untuk tetap di sini. Jadi, bukan urusanku jika dia mati atau tidak. Ternyata, pertarungan di depan mata lebih seru ketimbang membacanya di dalam komik atau novel.” gumam Xiao Qing Xuan dengan malas sambil membentuk titik awal Kultivasinya di tengah-tengah pertarungan tersebut.
Ling Pei berada di level empat alam bulan sedangkan Wu Lin berada di level sembilan alam bintang. Mereka berdua secara bersamaan menyerang Liu Zhang Chen yang berada di level enam alam bulan. Bisa dibilang, Liu Zhang Chen akan kalah telak jika Feng Mu yang berada di level delapan alam bulan juga ikut campur dalam pertarungan mereka.
”Cih! Jika saja Yin Hua tidak membuat dantianku cacat, mungkin kemajuanku tidak akan selama ini!” Xiao Qing Xuan merasa bahwa kemampuannya sangat terbatas untuk menyerap energi asing yang ada di sekitarnya.
Setelah ia selesai membentuk titik awal Kultivasinya dan ia berhasil berada di level satu alam bumi, Xiao Qing Xuan mengambil beberapa helai rumput yang ada di bawah kakinya dan melemparkannya ke arah Wu Lan dan Ling Pei yang sedang memojokkan Liu Zhang Chen.
__ADS_1
Beberapa helai rumput yang melesat, mengenai tepat di bahu Wu Lan dan Ling Pei tanpa sepengetahuan oleh mereka. Dan akibat dari serangan mendadak tersebut, Liu Zhang Chen langsung melakukan serangan balasan dan segera menjauh dari keduanya menuju tepat Xiao Qing Xuan berada.
”Sudah kubilang kau jangan ikut campur!” ketus Liu Zhang Chen sambil menoleh ke arah Xiao Qing Xuan di belakangnya.
”Hah? Jadi, apa yang aku lakukan untuk membela Guru besar itu salah?!” ketus Xiao Qing Xuan yang merasa jengkel dengan sifat Liu Zhang Chen.
”Jangan membantah kalimatku! Tidak ada seorangpun yang berani melakukannya.” ucap Liu Zhang Chen sambil memegangi bahunya yang tampak terluka.
”Ya! Memang tidak ada yang bisa melakukannya kecuali aku yang sedang berdiri di sini.” celetuk Xiao Qing Xuan sambil melipat tangannya dan ucapannya, berhasil membuat Liu Zhang Chen terdiam.
”Huh! Sudah cukup bermain-mainnya!” ketus Feng Mu sambil kembali melipat kipas lipatnya. ”... Sudah saatnya untuk membereskan sampahnya!”
Setelah ia mengakhiri kalimatnya, Feng Mu melebarkan kipas lipatnya kembali dan mengayunkannya dengan keras sehingga menimbulkan sebuah angin kencang yang akan mengoyak daging siapapun yang berdiri melewatinya.
Begitu ia melihat angin kencang tersebut sedang mengarah padanya, Liu Zhang Chen segera bergerak mundur dan menarik Xiao Qing Xuan untuk jatuh dari atas jurang bersamanya!
”BODOH! KAU MAU BUNUH DIRI?!” teriak Xiao Qing Xuan yang tidak percaya kalau saat ini ia sedang terjatuh dari ketinggian jurang.
Liu Zhang Chen membekap mulut Xiao Qing Xuan dan membuatnya diam selama beberapa saat. ”Ini lebih baik daripada aku membiarkanmu terkoyak karena serangan tadi.”
__ADS_1
Setelah itu, keduanya pun tenggelam di dalam sungai yang cukup deras dan tidak muncul di atas permukaan air selama beberapa saat. Feng Mu menatap ke arah sungai untuk memastikan apakah keduanya benar-benar mati tenggelam di sungai. Dan selama beberapa saat, ia pun tidak juga melihat Liu Zhang Chen keluar dari dalam air. Untuk itu, ia memutuskan bahwa Liu Zhang Chen telah mati bersama dengan salah seorang muridnya. Keduanya telah tenggelam di sungai yang deras dan tidak ada seorangpun yang bisa menyelamatkan mereka berdua.
”Kita sudah menghancurkan bagian penting dari Sekte Pedang Beracun. Sekarang, giliran kita yang akan menghabisi mereka semua.”