
”Paman He! Aku ingin kembali ke Huan Xu!” ucap Xiao Qing Xuan di depan He Nan Ming saat ia sedang bersama beberapa petinggi lainnya. Sedangkan Xiao Qing Xuan datang bersama dengan Xiao Ruo yang bertemu dengannya belum lama ini.
He Nan Ming menatapnya dengan dingin dan bertanya, ”Mengapa ingin kembali ke sana? Bukankah aku sudah memenuhi semua yang kau inginkan?” ucapnya sambil menatap tajam ke arah Xiao Ruo.
Menyadari akan hal itu, Xiao Qing Xuan langsung menutupi Xiao Ruo dari pandangan He Nan Ming yang begitu mengerikan. ”Huan Xu adalah rumahku. Tidak ada salahnya jika aku kembali ke sana.” ucapnya sambil menatap serius ke arah He Nan Ming yang tampaknya tidak akan melepaskannya begitu saja.
He Nan Ming tertawa kecil dan menunjukkan senyum seringainya. ”Jika kau ingin, aku bisa membelinya dengan uang. Huan Xu bukanlah apa-apa dibandingkan dengan Mubei. Jika aku menginginkannya, mungkin saja aku sudah membakar Huan Xu berserta orang-orang yang ada di sana.”
Xiao Qing Xuan menatapnya dengan ekspresi marah dan membentak, ”Uangmu tidak akan cukup untuk membelinya! Bahkan tidak akan pernah! Jika kau ingin menghancurkannya maka, seharusnya kau bisa membunuhku lebih dulu!”
He Nan Ming terdiam tidak berekspresi. Ia mengetuk-ngetuk mejanya dan melirik ke arah Xiao Ruo dengan dingin. ”Aku sangat membenci anak itu. Dia pasti sudah mempengaruhimu agar kau mau kembali ke sana. Memang pantas di sebut anak haram!”
Xiao Qing Xuan yang sudah terluap emosinya langsung menampar wajah He Nan Ming hingga terbentuk sebuah bekas luka di pipi kanannya. Setelah itu, ia pun menarik kerah pakaian He Nan Ming cukup keras dan berkata, ”Tarik kembali ucapanmu!” ucapnya dengan dingin sambil menatapnya dengan penuh amarah.
He Nan Ming tersenyum seringai saat menatapnya. Tak lama setelahnya, ia pun berkata, ”Jadi, begitu? Kau sudah berani melawanku? Apakah kau masih ingat apa yang pernah aku katakan padamu?” He Nan Ming berhenti sesaat. ”... Kau sudah cukup dewasa. Aku tidak akan segan lagi padamu. Jika kau ingin mati, dengan senang hati aku akan membunuhmu. Lagipula, Mu'an Qing sudah tidak ada di sini untuk melarangku.”
Xiao Qing Xuan tampak semakin marah dan sangat ingin menghajar wajah He Nan Ming saat itu juga. Namun, beberapa petinggi berjalan mendekatinya dan berkata, ”Tuan muda! Tenanglah sebentar! Kita bisa membicarakannya dengan baik.”
Tidak lama setelah ia merasakan sakit di kepalanya, Xiao Qing Xuan akhirnya melepaskan tangannya dan bergerak mundur beberapa langkah darinya sambil memegangi kepalanya.
__ADS_1
Melihat bahwa ia akan terjatuh, Xiao Ruo segera menahannya dari belakang dan bertanya, ”Ada apa Adik Xuan? Kau sakit?” ucapnya dengan cemas.
Xiao Qing Xuan bernafas dengan terengah-engah. Ia merasa seperti ada ledakan ingatan dalam pikirannya saat He Nan Ming menyebutkan nama He Mu'an Qing. Selama ini, ia tidak ingat siapa Ibunya semenjak enam tahun lalu. Semua pikirannya menjadi sangat kacau dan berantakan karena ingatan-ingatan yang mengguncang kepalanya.
”Kak Ruo! Ayo pergi.” ucapnya sambil menarik Xiao Ruo pergi dari tempat tersebut.
Namun, baru beberapa langkah ia akan pergi, seluruh murid-murid Sekte Puncak Donqiong muncul dari balik pintu dan langsung mengepungnya. Mereka menatap keduanya dengan tajam seolah mereka sangat ingin membunuh mereka berdua.
”Cih! Selama ini aku benar-benar sudah salah menilai orang itu!” batin Xiao Qing Xuan yang merasa kesal.
He Nan Ming beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menghampiri Xiao Qing Xuan di depannya. ”... Aku tidak mengizinkanmu pergi dari sini. Jika kau pergi melewati pintu itu, sebentar lagi kau akan tahu bahwa duniamu lebih kejam dibandingkan dunia milikku. Kau akan tahu mengapa aku selalu mengurungmu di sini dan tidak pernah memberikanmu misi untuk pergi keluar Mubei. Pamanmu ini bukanlah orang jahat. Orang-orang yang ada di sekitarmu 'lah penjahatnya.”
”Berisik!” teriak Xiao Qing Xuan yang menghentikan langkah He Nan Ming saat ia sedang berjalan menghampirinya. ”Kau menyebut kakakku sebagai anak haram dan kau juga mengancam tanah kelahiranku sendiri! Apakah kau pikir aku akan menerima semua itu?!” bentaknya sambil menunjukkan hawa kemarahan yang membuat semua orang bergidik ketakutan.
Xiao Qing Xuan terlihat sangat marah dan menarik Xiao Ruo ke belakang. ”Jangan pernah melibatkannya dalam masalahmu! Kau bukanlah siapa-siapa baginya!” bola mata kiri Xiao Qing Xuan seketika berubah merah setelah ia mengatakan kalimatnya.
”Menjauh! Dia sedang dirasuki arwah pendendam!” teriak salah seorang murid yang membuat murid-murid yang lain bergerak mundur.
Mendengar hal itu, Xiao Ruo tampak cemas dan ia pun memegang pergelangan tangan Xiao Qing Xuan. ”Adik Xuan! Sudahlah. Jangan membuat dirimu dibenci oleh semua orang di sini. Aku akan segera pergi.”
__ADS_1
Saat Xiao Ruo akan melepaskan pegangannya, Xiao Qing Xuan memegang balik tangannya dan berkata, ”Berjanjilah untuk tetap di belakangku.”
Xiao Ruo tampak tertegun setelah ia mendengarnya. Tak lama, Xiao Qing Xuan menariknya pergi dari tempat tersebut. Semua orang yang menghalangi jalannya, berhasil dikalahkan olehnya hanya dengan satu tebasan saja. Sedangkan, di belakangnya saat ini sudah ada beberapa pasukan yang sedang mengejar mereka berdua.
”Jangan mengejarnya!” pinta He Nan Ming saat pasukan yang ada di belakangnya tengah bersiap untuk mengejar Xiao Qing Xuan.
”Ada apa Pemimpin? Anda tidak ingin kami mengejarnya?” tanya salah seorang pasukan.
He Nan Ming tersenyum seringai dan berkata, ”Biarkan saja dia seperti itu. Aku yakin setelah ini, dia pasti akan segera kembali.”
Sementara ini, di dalam sebuah hutan yang ada di kaki gunung Yongwu. Keduanya tampak kelelahan dan bersandar pada salah satu pohon ketika mereka tahu bahwa tidak ada lagi pasukan yang mengejar.
Selama mereka berdua melarikan diri, Xiao Ruo menjadi tidak enak hati setelah ia terus dilindungi oleh Xiao Qing Xuan sementara ia hanya diam dan berlindung di belakang punggungnya. Ia khawatir akan terjadi sesuatu yang buruk pada Xiao Qing Xuan. Mungkin saja ia akan jatuh sakit selama di perjalanan atau mungkin saja ia sudah kehabisan tenaganya.
”Adik Xuan! Kau baik-baik saja?” tanya Xiao Ruo yang tampak cemas.
Xiao Qing Xuan yang sedang bersandar pada sebuah pohon tertegun dan menjawab, ”Ya, aku baik-baik saja. Kak Ruo tidak perlu cemas.” ucapnya sambil berdiri kembali.
Xiao Ruo tampak sedih karena ia tidak bisa melakukan apapun untuknya. Saat Xiao Qing Xuan berumur sepuluh tahun, ia pernah bilang kalau ia akan melindunginya. Akan tetapi, sekarang semuanya berbanding terbalik dengan apa yang pernah ia katakan.
__ADS_1
Xiao Qing Xuan menepuk pundaknya saat ia terdiam dalam lamunannya. Tak lama setelahnya, ia pun berkata, ”Kak Ruo tidak perlu memberikan tatapan seperti itu untukku. Lagipula, sejak dulu aku memang ingin kembali ke Huan Xu dan semua ini bukanlah salahmu. Semuanya akan membaik ketika kita sudah sampai di sana.” ucapnya sambil menatap serius ke arahnya.
Xiao Ruo tertegun sejenak. Ia pun kembali tersenyum biasa dan menjawab, ”Baiklah. Kita akan kembali ke sana.”