
”Hei,... Zhang Chen. Apakah kau memilih Iblis itu daripada Qing Xuan, putraku?” tanya seorang wanita dengan sebuah lilin menyala di kedua tangannya.
Liu Zhang Chen tampak sangat terkejut setelah ia melihat pemandangan hitam yang ada di sekitarnya. Ia semakin bingung ketika ia melihat seorang wanita dengan hanfu putih berkabung. Tatapan wanita itu tampak kosong dan lilin yang dipegang olehnya, sudah membuat kedua tangannya melepuh.
Di saat ia mencoba untuk menghampiri wanita tersebut, langkahnya seketika terhenti ketika ia menyadari bahwa kedua tangan dan kakinya saat ini sudah dirantai sangat kuat seperti apa yang dialaminya sejak awal. Ia kembali menatap ke depan dan ia sudah tidak melihat wanita yang sebelumnya telah berbicara dengannya.
”Apakah ini hanya ilusi? Aku seperti melihat seorang wanita di sana.” batin Liu Zhang Chen yang terus menatap ke depan.
Lalu, tidak lama setelahnya. Wanita itu pun muncul di sebelahnya dan langsung menancapkan lilin menyala pada bahu kirinya. Liu Zhang Chen sangat terkejut dan langsung berteriak kesakitan setelah bahunya mengalami luka bakar yang cukup parah. Lilin yang dipegang oleh wanita ini bukanlah lilin biasa. Lilin itu setara dengan panasnya seratus obor yang menyala.
”Bodoh! Ini bukanlah ilusi! Tapi, ini adalah alam bawah sadarmu.” ucap wanita itu dengan dingin setelah dia melepaskan lilin yang menancap di bahunya.
Liu Zhang Chen menoleh ke arah wanita dan bertanya, ”Alam bawah sadarku? Sebenarnya, kau ini siapa?”
Wanita itu mulai menunjukkan wajahnya. Kedua bola mata yang berwarna hitam legam dan bibir merah menyala yang menunjukkan sifat tegasnya. Ia juga memiliki kulit putih seperti bubur gandum. Wanita ini adalah He Mu'an Qing, murid pertama dari Shangzhu Shi.
”Bagaimana bisa kau ada di sini?" Liu Zhang Chen tampak terkejut setelah melihat wajah dingin He Mu'an Qing.
”Mencoba berdalih dari pertanyaanku?” tanya He Mu'an Qing dengan dingin. ”Aku tanya sekali lagi, mengapa kau percaya dengan apa yang dikatakan Iblis itu dibandingkan dengan apa yang dikatakan oleh Qing Xuan? Kau bahkan mengatakan bahwa kau berhenti menjadi Gurunya. Apakah itu perkataan yang tidak aku harapkan?”
Liu Zhang Chen tertegun dan langsung berkata, ”Tidak! Aku tidak mungkin mengatakannya! Saat itu, aku sedang tidak sadarkan diri dan dikendalikan olehnya. Sampai saat ini, aku masih menjadi Gurunya—
__ADS_1
”Lemah!” teriak He Mu'an Qing yang berhasil menghentikan ucapan Liu Zhang Chen. ”Kau pikir aku akan percaya? Orang lemah tetaplah lemah! Kau mempercayai apa yang dikatakan Iblis itu dan percaya kalau kau tidak memiliki tempat untuk kembali?! Bagaimana dengan putraku?! Kau meninggalkannya begitu saja padahal kau masih memiliki kewajiban untuk mengajarinya beberapa hal yang lain! Apakah kau tidak sadar dengan apa yang sudah kau katakan?!” ucapnya dengan nada membentak.
Liu Zhang Chen tidak menjawab dan ia hanya bisa menundukkan kepalanya.
He Mu'an Qing menghela nafasnya dan menunjuk ke arah sekitar. ”Lihatlah! Terjadi kekosongan dalam alam bawah sadarmu. Iblis itu sudah merusak mu dan kau tidak memiliki masa lalu. Dulu, aku sering melihat Qing Xuan dari sudut pandang mu. Tapi, yang aku lihat saat ini hanyalah kekosongan dalam gelap. Kau pikir untuk apa aku menyalakan lilin di tempat ini? Jika kau tidak memiliki satupun cahaya, kau akan berubah menjadi Iblis yang dibenci oleh semua orang.”
Setelah keduanya terdiam selama beberapa saat, Liu Zhang Chen menjawab, ”Aku mengerti. Aku akan pergi sekarang.” ucapnya sambil berdiri kembali dan melepaskan semua rantai yang sudah mengikatnya.
Di sisi lain, Liu Zhang Chen akhirnya kembali terbangun dari alam bawah sadarnya. Ia pun langsung menatap ke arah Shangzhu Shi yang sedang berada di depan wajahnya. Meskipun Shangzhu Shi tidak pernah berbohong padanya, ia lebih memilih untuk menjadi manusia dibandingkan harus menjadi bawahannya.
”Aku menolaknya.” ucap Liu Zhang Chen yang langsung menyingkirkan kedua tangan Shangzhu Shi yang masih menyentuh wajahnya.
Shangzhu Shi tidak berekspresi saat melihatnya dan menjawab, ”Oh,... Apakah kau baru saja bertemu dengan Mu'an Qing? Gadis kecil itu memang keras kepala dan selalu mengikuti keinginannya. Lalu, apakah kau juga melihat alam bawah sadarmu yang tampak kosong dan gelap?”
Shangzhu Shi menghela nafasnya dan berjalan pergi meninggalkannya selama beberapa saat. Dan tidak lama setelahnya, ia pun kembali dengan membawa seorang anak desa dengan pakaian lusuh, sedang diikat menggunakan sebuah tali yang yang sangat kuat.
”Pedang yang sudah kotor harus dibersihkan dengan darah yang masih segar. Karena itu bersiaplah untuk melakukan pembersihan.” ucap Shangzhu Shi sambil mengangkat pedangnya di atas kepala anak muda yang sedang diikatnya.
...⊰᯽⊱┈──╌❊╌──┈⊰᯽⊱...
”Berhenti mengikuti ku!” ucap Xiao Qing Xuan saat ia sedang berjalan menuju suatu tempat namun, ia selalu diikuti oleh pelayan wanita di belakangnya.
__ADS_1
Pelayan itu tetap mengikutinya dari belakang dan tidak menghiraukan ratusan ancaman yang sudah dilayangkan oleh Xiao Qing Xuan meskipun itu sampai mengancam nyawanya.
”Huh! Manusia berkepala batu! Dia ini sulit sekali dilepas!” batin Xiao Qing Xuan yang terus merasa risih karena diikuti dari belakang.
Tidak lama setelahnya, ia pun sampai di depan pintu aula utama yang tertutup sangat rapat. Karena ia mendengar suara bising yang ada di dalam, ia pun mencoba untuk membukanya. Lalu, setelah ia mendorongnya sekuat tenaga hingga terbuka, pemandangan mengherankan pun terjadi.
Seorang wanita dengan rambut emas tampak sangat familiar dengannya. Begitupun dengan seorang wanita berambut perak yang sedang berdiri memperhatikan kedua wanita lainnya yang saling mengangkat pedang.
”.......?”
”A~ apakah dua wanita itu sedang memperebutkan paman He untuk dinikahinya?” tanya Xiao Qing Xuan yang merasa tidak tahu dengan apa yang sudah terjadi di aula utama.
He Nan Ming langsung berlari ke arahnya dan memeluknya dengan erat sambil berkata, ”Xuan'er,... Tolong aku. Ketiga wanita ini ingin menikahi ku. Dua orang dari mereka bahkan sampai mengangkat pedangnya demi memperebutkan cintaku.” ucapnya dengan nada memelas karena ingin ditolong dari kejadian yang menimpanya.
Ketiga wanita ini merasa terkejut setelah mendengarnya dan hanya bisa menunggu reaksi Xiao Qing Xuan setelah ia mendengar semua kebohongan yang dikatakan He Nan Ming.
”Masalah KDRT?!” batin Xiao Qing Xuan yang tampak terkejut dan tidak bisa berkata apapun setelah ia percaya begitu saja dengan apa yang dikatakan He Nan Ming padanya. ”P~ paman He. A~ ayo kita keluar mencari udara segar.” ucap Xiao Qing Xuan sambil menggandeng tangan He Nan Ming keluar dari aula utama.
^^^note : KDRT \= Kekerasan Dalam Rumah Tangga^^^
”.......?” Seluruh petinggi dan ketiga wanita ini terdiam saat melihat keduanya berlalu begitu saja dan bahkan salah satu petinggi jatuh pingsan saat mendengarnya.
__ADS_1
”Tuan muda tidaklah polos seperti anak kebanyakan.”