
Beberapa saat sebelumnya, ketika Xiao Qing Xuan terjebak di dalam alam bawah sadar milik Liu Zhang Chen. Ia sangat terkejut setelah ia melihat ada banyak darah yang keluar dari dalam tubuh Liu Zhang Chen. Selain itu, ia juga memiliki rantai rantai yang mengikat kuat kedua kaki dan tangannya.
”Guru besar Chen! Apa yang terjadi padamu?” tanya Xiao Qing Xuan saat ia sudah berada di depan Liu Zhang Chen yang terbaring di sana.
Liu Zhang Chen tampak berusaha untuk melihat ke arahnya. Tidak lama setelahnya, ia pun kembali mengalihkannya dengan kecewa. ”Kenapa kau masih di sini? Aku sudah mengusirmu tadi. Biarkan aku beristirahat sebentar.” ucapnya dengan suara pelan.
Xiao Qing Xuan tampak terkejut dan langsung berkata, ”Apa maksud Guru! Aku di sini karena aku ingin menyelamatkan Guru!”
”Kau hanya membuang-buang waktumu saja. Aku sudah selesai. Biarkan aku beristirahat sejenak.” ucap Liu Zhang Chen sambil memejamkan matanya.
Xiao Qing Xuan yang tampak marah, langsung meraih kedua pundak Liu Zhang Chen dan membuatnya terduduk di hadapannya. ”Sadarlah! Guru besar Chen! Ada banyak orang yang mencemaskan Guru! Bukankah Guru sudah tahu mengapa kakak Ying harus mati secepat itu?” Xiao Qing Xuan berhenti sejenak dan memperhatikan ekspresi Liu Zhang Chen yang tampak sedih. ”... Dia mati karena dia tidak ingin seluruh dunia tahu kalau guru besar Chen adalah murid dari Shangzhu Shi setelah itu, Guru akan mati di tangan mereka. Lalu setelah ia melakukannya, mengapa Guru harus kembali pada Iblis itu? Apa yang akan dikatakan oleh kakak Ying jika dia melihatmu seperti ini?”
Liu Zhang Chen terdiam sambil menundukkan kepalanya karena sedih. Tidak lama setelahnya, ia pun melepaskan tangan Xiao Qing Xuan yang masih memegang pundaknya. ”Tidak perlu mengatakannya berulang kali. Aku sudah tahu kalau dia akan membenciku bahkan seluruh dunia menolak keberadaanku, tanpa kecuali.”
”Tapi, Guru masih punya aku!” celetuk Xiao Qing Xuan yang membuat Liu Zhang Chen terkejut dan langsung menatapnya. ”... Semua orang bilang padaku, segala sesuatu yang telah hilang, tidak akan pernah kembali. Tapi, menurutku itu semua salah. Sesuatu yang hilang, pasti akan kembali dalam bentuk yang berbeda. Guru sudah kehilangan kakak Ying tapi, Guru masih memiliki aku sebagai penggantinya.”
Liu Zhang Chen terdiam selama beberapa saat. Ia tampak tertawa kecil sebelum dia berkata, ”Aku selalu iri padamu. Kau selalu mendapatkan apa yang kau inginkan.” ucapnya yang berhasil membuat Xiao Qing Xuan terkejut. ”Aku berpikir, mungkin karena kau masih kecil. Karena itu, semua orang berusaha untuk memenuhi semua keinginanmu. Tapi ternyata, semua itu salah. Mereka melakukannya karena mereka menginginkannya dengan sepenuh hati. Bukan karena mereka melihatmu seperti anak kecil. Berbeda dengan orang sepertiku. Sejak dulu aku memang selalu sendiri dan bahkan orang yang aku pikir selalu berada di pihakku, pergi begitu saja.”
”Guru tidak seperti itu! Guru terlalu merendahkan dirimu! Itu sama saja dengan bunuh diri!” teriak Xiao Qing Xuan yang menghentikan ucapan Liu Zhang Chen.
Liu Zhang Chen tidak berekspresi saat sedang menatapnya. ”Apa tujuanmu datang kemari?” tanyanya yang berhasil membuat Xiao Qing Xuan terkejut kembali. ”... Apakah karena aku adalah Gurumu? Tapi, bukankah aku sudah bilang padamu kalau aku keluar dari Sekte dan kau bukan lagi muridku?”
Xiao Qing Xuan terdiam, tidak bisa berkata-kata.
”K~ karena aku selalu menganggapmu sebagai paman guru bahkan seperti Ayah. Saat aku berada di Huan Xu, aku diperlakukan biasa saja bahkan beberapa anak ada yang memanggilku anak haram. Tapi, saat aku berada di dekat Guru, aku merasa seperti ada yang berbeda. Aku merasa tidak ingin kehilangan Guru. Bagiku, Guru sudah seperti keluarga yang tidak tergantikan.” ucap Xiao Qing Xuan yang membuat Liu Zhang Chen tampak terdiam selama beberapa saat.
Tak lama, Liu Zhang Chen tertawa kecil dan merentangkan kedua tangannya seolah ingin memberinya pelukan kecil. ”... Ucapan mu cukup bagus. Kau sudah menyatakan semuanya padaku. Sekarang, mendekatlah! Aku memiliki sesuatu untukmu.” ucapnya dengan ekspresi yang tampak senang seolah terlahir kembali.
Lalu, ia pun berjalan menghampiri Liu Zhang Chen dan memberikannya pelukan biasa. Namun saat itu terjadi, sebuah pedang menusuk dada kiri Xiao Qing Xuan secara tiba-tiba dan setelah itu, lentera yang ada di sebelah mereka padam dan hancur begitu saja.
Xiao Qing Xuan sama sekali tidak menyadari kalau sekarang ini, Liu Zhang Chen sudah menusuknya dari belakang. Ia melakukan ini karena ia ingin Xiao Qing Xuan segera menghilang dari pandangannya. Dengan begitu, tidak ada satupun cahaya yang akan menerangi alam bawah sadarnya.
”G~ guru besar Chen? Mengapa melakukannya padaku?” tanya Xiao Qing Xuan setelah ia merasa wujudnya semakin memudar dan menghilang.
__ADS_1
”Aku hanya tidak ingin kehilangan orang-orang yang aku sayangi. Maaf,... Jika kau terus bersamaku maka, kau akan mati.” ucapnya dengan pelan setelah itu, Xiao Qing Xuan akhirnya menghilang dari tempatnya sekarang.
...\=\=\=\=\=\=\=\= • ✠ • \=\=\=\=\=\=\=\=...
Saat ia telah kembali ke dalam tubuh aslinya, Xiao Qing Xuan merasakan panas dan sakit pada bagian bahunya. Ia pun sadar kalau saat ini ia sedang terluka akibat pertarungan antara He Mu'an Qing dengan Liu Zhang Chen. Ia segera menutupinya dengan tangan dan setelah itu, He Nan Ming datang dan langsung menanyakan keadaannya. Namun, karena Liu Zhang Chen sudah berada di hadapannya, ia pun segera menghiraukannya dan berkata, ”Yang terpenting adalah, mengeluarkan Guru besar Chen dari mimpi buruknya!”
”Xuan'er. Kau sedang terluka. Sebaiknya kau beristirahat sebentar.” ucap He Nan Ming setelah ia tahu bahwa Xiao Qing Xuan mendapatkan luka yang cukup dalam.
”Tapi, dia sudah ada di sini. Selagi itu terjadi, aku tidak akan menyia-nyiakannya.” celetuk Xiao Qing Xuan yang langsung berlari menghampiri Liu Zhang Chen yang telah berdiri jauh di depannya.
Saat ia sedang berlari menghampirinya, Xiao Qing Xuan mengumpulkan seluruh energi kebencian yang ada di sekitarnya. Ia pun membentuknya menjadi sebuah pedang yang memiliki ujung tajam. Lalu setelah itu, ia pun segera melayangkannya ke arah Liu Zhang Chen saat keduanya telah berada di jarak yang cukup dekat.
Saat ia akan menyerangnya dan menghempaskan pedangnya ke arah Liu Zhang Chen, ia merasa sangat terkejut setelah ia kehilangan Liu Zhang Chen yang sebelumnya telah berdiri di depannya. Lalu, saat ia menoleh ke atas, Liu Zhang Chen muncul kembali dengan pedang yang sedang diarahkan padanya.
Xiao Qing Xuan langsung berbalik dan menahan serangan yang dilakukan olehnya. Ia terbanting ke tanah sedangkan di atasnya saat ini, terlihat Liu Zhang Chen yang mulai menatapnya dengan serius dan sebilah pedang yang akan menembus jantungnya.
”Anak muda,... Kau lumayan juga.” ucap Liu Zhang Chen dengan senyum seringai sambil terus menekan pedangnya.
Xiao Qing Xuan menggertakan giginya dan membentak, ”Kembalikan Guru besar Chen yang asli!”
Sebilah pedang melayang terbang ke arah Liu Zhang Chen. Dan dengan mudahnya, serangan itu mampu dihindari olehnya sehingga saat ini ia berdiri tidak jauh di depan Xiao Qing Xuan yang masih terbaring di tanah.
”Paman He?!” seru Xiao Qing Xuan begitu ia tahu bahwa serangan ini berasal dari He Nan Ming.
”Pertunjukkan yang bagus tapi, kau juga harus memikirkan keadaanmu saat ini.” ucap He Nan Ming sambil mengangkat Xiao Qing Xuan di atas pundaknya.
”Apa yang kau lakukan, paman He! Aku tidak ingin pergi!” teriak Xiao Qing Xuan sambil mencoba untuk melepaskan dirinya dari genggaman He Nan Ming yang sangat kuat.
He Nan Ming mengalihkan perhatiannya pada Jinyu Xiaojie yang berdiri tidak jauh di sebelahnya. ”Xiaojie! Usir mereka berdua dari kediamanku.”
Jinyu Xiaojie yang masih berwujud seorang wanita menjawab, ”Tentu saja, Tuan.”
Setelah ia menjawabnya, He Nan Ming segera membawa pergi Xiao Qing Xuan keluar dari aula utama yang sudah porak poranda akibat pertarungan yang terjadi di sana. He Nan Ming membawanya menuju kediaman pribadi miliknya dan menaruhnya di sebuah kamar yang cukup luas dibandingkan dengan milik Xiao Qing Xuan sendiri.
__ADS_1
”Paman He! Mengapa membawaku kemari?! Guru besar Chen masih ada di sana dan aku harus menyelamatkannya!” teriak Xiao Qing Xuan saat keduanya sudah berada di sebuah kamar dan He Nan Ming mengunci kamar tersebut.
He Nan Ming kemudian berjalan kembali dan menaruh Xiao Qing Xuan di atas sebuah dipan yang ada di sana. Setelah itu, ia pun membuka sebagian pakaian Xiao Qing Xuan dan memperlihatkan apa yang sebenarnya terjadi padanya setelah dirasuki oleh He Mu'an Qing.
Sebuah kutukan berwarna ungu kehitaman, tampak sedang menyebar ke seluruh tubuhnya. Kutukan itu berasal dari hawa kemarahan yang sebelumnya telah menusuk bahunya dan karena itulah, ia merasa sangat terbakar pada area yang terkena kutukan.
”Kau itu masih terlalu naif. Apakah kau sama sekali bahwa setiap detiknya kutukan ini semakin menyebar dan merenggut nyawa mu?”
...\=\=\=\=\=\=\=\= • ✠ • \=\=\=\=\=\=\=\=...
Kutukan yang ada di tubuhnya semakin menyebar dan semakin menyiksa dirinya meskipun sebenarnya ia bisa menahannya walau sebentar. Kutukan itu sudah menyebar hampir setengah dari tubuhnya. Dan satu-satunya cara untuk menghilangkannya adalah darah segar yang masih bersih dari seseorang yang belum pernah terluka sedikitpun dan He Nan Ming merupakan salah satunya.
He Nan Ming mengambil sebuah pisau kecil dari dalam sakunya dan melukai bagian bawah ibu jarinya sendiri.
Saat darah mulai mengalir keluar, He Nan Ming berkata, ”Buka mulutmu.”
Xiao Qing Xuan tertegun dan bertanya, ”Untuk apa?”
”Lakukan saja apa yang sudah aku katakan.”
Xiao Qing Xuan tampak cemberut namun, pada akhirnya ia melakukan apa yang dikatakan oleh He Nan Ming padanya. Saat ia melakukannya, He Nan Ming memasukkan tangannya ke dalam mulut Xiao Qing Xuan sehingga darah tidak sengaja tertelan ke dalam tenggorokannya.
Xiao Qing Xuan sangat terkejut dan langsung melepaskan tangan He Nan Ming dari dalam mulutnya. ”Apa yang Paman lakukan? Tanganmu terasa pahit! Apakah paman tidak pernah mencuci tangan?!” ketus Xiao Qing Xuan dengan marah setelah ia tidak sengaja menelan darah He Nan Ming.
He Nan Ming kembali berkata, ”Jangan dilepas. Kutukan mu masih belum hilang dan satu-satunya cara untuk menghilangkannya adalah meminum darahku yang masih bersih.”
Xiao Qing Xuan tertegun dan berkata, ”Mana ada yang seperti itu! Tidak mungkin darah bisa menyembuhkan berbagai penyakit seperti kutukan ini!” ucapnya karena tidak percaya.
He Nan Ming menatapnya dengan dingin sehingga hal itu membuatnya langsung merinding. ”Percaya atau tidak, kau harus segera meminumnya. Apa yang akan dikatakan oleh Kakekmu jika dia melihatmu memiliki kutukan seperti ini?”
Xiao Qing Xuan terdiam tidak berekspresi saat mendengarnya. ”Mengapa paman tidak menuangkannya ke dalam mangkuk saja? Aku akan meminumnya sendiri.”
”Aku ingin tapi, sayangnya tidak bisa. Kutukan hanya bisa disembuhkan jika kau menghisap darah seseorang tanpa menuangkannya dalam wadah apapun. Darah itu harus benar-benar darah segar yang tidak pernah disentuh udara.” jelas He Nan Ming yang membuat Xiao Qing Xuan semakin bingung.
__ADS_1
”Aku seperti hewan buas yang akan memakan mangsanya.” batin Xiao Qing Xuan yang menatap bingung sekaligus heran. Namun, karena kutukan yang semakin menyebar dan rasa sakitnya yang semakin menusuk, Xiao Qing Xuan akhirnya tidak bisa melakukan apapun lagi.
He Nan Ming duduk di sebelahnya begitu melihat Xiao Qing Xuan yang semakin berkeringat dingin. Ia menjadikan tubuhnya sebagai sandaran dan memasukkan tangannya kembali ke dalam mulut Xiao Qing Xuan sampai ia selesai meminumnya. Kemudian, ia pun berbisik padanya, ”Terima kasih sudah jatuh ke dalam perangkapku.” ucapnya diakhiri dengan senyum seringai.