Become A Protagonist

Become A Protagonist
Chapter. 26 - Pertemuan Tak Terduga


__ADS_3

Saat Xiao Ruo menariknya, secara bersamaan keduanya pun terjatuh begitu mereka menabrak pilar kokoh yang muncul secara mendadak di hadapannya.


Pandangan Luo Xuan Ying seketika mengarah pada seseorang yang saat ini sedang berdiri di hadapannya. Wajahnya tampak dingin dan tidak berekspresi. Ia tidak menyangka akan bertemu dengan musuh bebuyutannya seperti Liu Zhang Chen.


”Cih! Kenapa dia bisa ada di sini?! Jika dia tahu kalau aku merasuki tubuh anak ini lagi, dia pasti akan mengusir jiwaku!” batin Luo Xuan Ying yang menatap terkejut ke arah Liu Zhang Chen yang sedang berdiri di hadapannya saat ini.


Ia kemudian mencoba untuk keluar dari tubuh Xiao Qing Xuan akan tetapi, jiwa Xiao Qing Xuan seolah telah lenyap. Dirinya tidak bisa menarik jiwa Xiao Qing Xuan kembali sehingga dirinya tidak bisa keluar dari dalam tubuhnya.


”Dia tidak mungkin termakan oleh energi kebencian 'kan? Jika aku membiarkan wadah tubuh ini kosong, dia pasti akan menjadi sasaran empuk bagi arwah tanpa tubuh.” batin Luo Xuan Ying yang memikirkannya.


”Adik Xuan. Kau baik-baik saja?” tanya Xiao Ruo sambil membantunya berdiri. ”... Guru besar Chen! Maaf karena kami telah menabrakmu.” ucap Xiao Ruo sesaat kemudian dengan nada merendah.


Saat ia telah berdiri kembali, Luo Xuan Ying menepuk-nepuk pakaiannya dan kemudian ia langsung saja berlari meninggalkan Liu Zhang Chen tanpa memberi salam padanya.


Namun, saat ia sedang berlari. Tiba-tiba saja sebuah serangan yang berasal dari senjata pusaka cambuk ekor kuda sedang mengarah padanya!


Hal itu membuat Luo Xuan Ying sangat terkejut dan ia pun segera menghindar dengan cepat namun, gerakannya ini tidaklah secepat gerakan yang dimiliki oleh cambuk ekor kuda milik Jin Quanyao.


Beberapa sentimeter sebelum petir kuning itu menyambar dirinya, sebilah pedang bergerak dengan sangat cepat dan menghancurkan petir yang sudah ada di depan matanya.


Akibat dari serangan tersebut, Luo Xuan Ying sempat terhempas beberapa meter dan ia pun berhasil mendarat dengan sempurna tepat di sebelah Xiao Ruo yang tampaknya sangat mencemaskannya.


”Adik Xuan! Kau baik-baik saja?!” tanya Xiao Ruo begitu ia telah berdiri di sebelahnya.


Luo Xuan Ying tertegun dan menjawab sesaat kemudian, ”Ya, aku baik-baik saja.” ucapnya sambil memperhatikan kepulan asap yang telah menutupi pandangannya dari seseorang yang sudah menyerangnya.


Liu Zhang Chen bergerak maju di hadapan Luo Xuan Ying untuk mengambil pedangnya kembali. Lalu, setelah kepulan asap tersebut menghilang, seseorang yang telah menyerangnya seketika menghilang tanpa jejak.


”Hoh! Jadi dia sengaja pergi setelah dia tahu Zhang Chen ada di sini!” batin Luo Xuan Ying sambil mendengus kesal.


Di saat Liu Zhang Chen masih berdiri di tempat jatuh pedang miliknya, Luo Xuan Ying menatap sekitar dan mencoba untuk mencari ruang untuk segera pergi dari tempat tersebut. Karena Xiao Ruo dan Liu Zhang Chen masih memperhatikan arah datangnya musuh, Luo Xuan Ying segera berlari meninggalkan tempat tersebut dengan terburu-buru.


Namun, saat ia sedang berlari menjauhi keduanya, ia kembali menabrak dua orang pemuda yang muncul di hadapannya secara tiba-tiba.


”Hoh! Lihat ini! Bocah Xuan rupanya ada di disini!” ucap seorang pemuda yang lebih dewasa darinya.

__ADS_1


Merasa bahwa ia mengenal suara ini, Luo Xuan Ying langsung mengangkat kepalanya dan ia pun memasang ekspresi terkejut begitu ia tahu kalau kedua orang ini adalah kakak adik Feng Han Rui dan Feng Hao.


”Cih! Masalah baru lagi!” batin Luo Xuan Ying yang menggeram kesal.


”Hehe,... Saatnya membawa anak ini ke hadapan Patriark Sekte dan kita lihat bagaimana ekspresinya ketika 30 cambuk melayang di punggungnya.” ucap Feng Hao dengan senyum seringai yang mengatakan bahwa ia sudah tidak sabar melihat Xiao Qing Xuan tersiksa.


Sempat tertegun sejenak, Luo Xuan Ying tersenyum seringai di hadapan mereka berdua. ”... Benarkah? Menurutmu aku tidak bisa melarikan diri dari semua itu?” ucapnya yang langsung membuat Feng Han Rui dan Feng Hao terdiam dengan wajah terkejutnya.


”Oh! Jadi kau sudah berani melawan? Kau hidup di dalam Sekte Pedang Beracun yang terkemuka dan karena itulah kau harus menurut.” ketus Feng Han Rui dengan wajah kesalnya.


”Itu tidak akan terjadi.” ucap Liu Zhang Chen dengan dingin saat ia sedang menghampiri mereka bertiga.


”G~ guru besar Chen? Bagaimana Guru bisa ada di sini?” tanya Feng Han Rui dengan nada yang tampak canggung dan wajah terkejut.


”Biar aku saja yang menghukumnya.” celetuk Liu Zhang Chen yang langsung menggandeng tangan Luo Xuan Ying. ”... Lagipula dia sudah menjadi murid pribadiku jadi, Patriark Sekte tidak akan berani macam-macam denganku maupun dengan muridku sendiri.”


Mendengar ucapannya, seketika wajah mereka tampak terkejut dan hanya bisa terdiam tanpa berkutik sedikitpun.


Mereka tidak menyangka bahwa sifat Liu Zhang Chen akan berubah secepat ini semenjak Xiao Qing Xuan dikirim ke sekte untuk belajar.


Karena tidak ada lagi yang bertanya, Liu Zhang Chen segera berjalan cepat meninggalkan tempat tersebut dengan menggandeng tangan Luo Xuan Ying di belakangnya.


Melihat sifat baru yang dimiliki oleh Liu Zhang Chen, hal ini membuat Luo Xuan Ying merasa cukup terkejut dengan sikapnya. Tidak biasanya dia bersikap baik hati pada salah satu muridnya sendiri sampai-sampai mengangkatnya sebagai murid pribadinya.


”Sebelumnya dia tidak pernah bersikap seperti ini. Hmm,... Apa yang membuatnya berubah seperti ini?” batin Luo Xuan Ying sambil memikirkannya sepanjang jalan.


29 Tahun lalu, wilayah Lin Zhong kekuasaan Sekte Teratai Emas.


”Hei! Lihat anak itu! Zhang Chen! Kasihan sekali dia memiliki dantian yang cacat. Hahaha!”


”Sejak ia lahir, Ibunya bahkan sering sakit-sakitan! Sepertinya dia benar-benar anak pembawa sial!”


Sekelompok pemuda terlihat sedang mengerumuni seorang anak laki-laki yang masih berumur tujuh tahun. Ia adalah pemilik dantian yang cacat dan berasal dari keluarga Liu bernama Zhang Chen. Pamannya sendiri adalah Patriark Sekte pedang beracun yang ada di wilayah Lianfei sedangkan kedua orang tuanya adalah pemimpin keluarga Liu.


Saat ini, Sekte Teratai Emas yang memimpin jalan perdamaian sedang mengadakan sebuah pertemuan antara kelima Sekte lainnya. Mereka yang berasal dari Sekte aliran putih adalah Luo Guanshu, Patriark Sekte Teratai Emas. Liu Chang Mo, Patriark Sekte Pedang Beracun. Hou Changyi, Patriark Sekte Awan Putih. Sedangkan Sekte aliran netral bernama Sekte Setengah Bulan memiliki seorang Matriark bernama Wu Rongyu dan satu-satunya Sekte aliran hitam bernama Sekte Lembah Donqiong memiliki seorang Patriark bernama He Donyun.

__ADS_1


Kerena Liu Zhang Chen termasuk keluarga atas dan anak dari kepala keluarga Liu, ia dipaksa ikut dalam pertemuan itu meskipun pada akhirnya ia hanya akan menjadi aib terbesar bagi keluarganya sendiri.


Di saat Liu Zhang Chen memilih untuk mengabaikan semua perkataan para pemuda ini, tiba-tiba saja sebuah tendangan mendarat di perutnya dan karena hal itu, Liu Zhang Chen mendapatkan sebuah dorongan keras hingga punggungnya membentur tanah.


Liu Zhang Chen menggeram kesal namun, ia tidak bisa melakukan sesuatu yang bisa membuat para pemuda ini menjauh darinya. Ia hanya bisa berharap Liu Chang Mo mendatanginya dan menjauhkannya dari mereka.


Tidak lama, harapannya pun terwujud dengan datangnya seorang anak laki-laki yang seumuran dengannya. Anak itu langsung menendang salah satu dari mereka dan sisanya mendapatkan sebuah pukulan keras yang mendarat di wajahnya. Liu Zhang Chen tampak terkejut melihat kedatangan anak tersebut. Ia hanya bisa terdiam sambil menonton anak itu sedang menghajar satu persatu para pemuda yang menyerangnya secara bersamaan.


Lalu setelahnya, adu kekuatan ini akhirnya dimenangkan oleh si anak laki-laki yang namanya belum diketahui oleh Liu Zhang Chen.


Anak ini memiliki sebuah liontin giok Fenghuang yang menggantung pada sabuk pakaiannya. Wajahnya tampak kusam dan terdapat darah yang ada di sudut bibirnya. Ia seperti telah berjuang keras untuk menghajar sekelompok pemuda yang telah merundung Liu Zhang Chen.


Setelah mereka pergi, anak laki-laki itu langsung menoleh ke arahnya dengan nafas yang terdengar lelah. Liu Zhang Chen yang masih terduduk, hanya bisa menatapnya dengan ekspresi terkejut seakan tidak percaya kalau ada seseorang yang akan melindungi dirinya selain Liu Chang Mo, pamannya sendiri.


”Maaf atas gangguan tadi. Kau baik-baik saja 'kan?” tanya anak laki-laki sambil mengulurkan tangannya pada Liu Zhang Chen ketika sudah berada di hadapannya.


Anak laki-laki ini tersenyum kekanak-kanakan seolah ia tidak tahu apa yang baru saja ia lakukan terhadap sekelompok pemuda tadi. Anak ini terlihat sangat kuat dan ia bukanlah tandingan bagi anak ini.


Liu Zhang Chen merasa ragu dan ia lebih memilih untuk terdiam di posisi yang sama.


Hal itu membuat anak laki-laki merasa bingung dan bertanya, ”Ada apa? Apakah aku telah membuatmu marah?”


Liu Zhang Chen menggigit bibirnya karena malu. Ia pun menatapnya dengan wajah kemerah-merahan dan bertanya, ”Kau ini siapa?”


Anak laki-laki itu menatapnya dengan ekspresi terkejut seolah ia tidak menduga dengan ucapan yang akan dilontarkan oleh Liu Zhang Chen padanya.


Namun, setelah ia melihat seragam yang digunakan oleh Liu Zhang Chen, ia pun menjadi sedikit mengerti dan wajahnya kembali menunjukkan senyum kekanak-kanakan yang terkesan hangat.


”Ternyata, Sekte Pedang Beracun sangat berhati-hati dalam mengenal orang lain. Itu pasti tertulis pada aturan nomor 65 bahwa semua murid yang berasal dari Sekte Pedang Beracun tidak diperbolehkan untuk mengenal maupun menerima bantuan dari orang asing.” ucap anak laki-laki yang membuat Liu Zhang Chen menjadi bingung.


”... Maaf karena aku telah merusak suasana mu. Namaku, Xuan Ying dari keluarga Luo. Aku adalah murid dari sekte Teratai Emas. Kau pasti anak dari kepala keluarga Liu dan keponakan dari Patriark Sekte Pedang Beracun. Namamu adalah Liu Zhang Chen, bukan?” lanjut anak laki-laki sambil mengulurkan tangannya kembali.


Liu Zhang Chen menatapnya dengan ekspresi terkejut.


Itulah saat-saat pertama ketika ia bertemu dengan Luo Xuan Ying yang akan menjadi musuh bebuyutannya di masa depan.

__ADS_1


__ADS_2