Become A Protagonist

Become A Protagonist
Chapter. 93 - Sepasang Saudara


__ADS_3

Wujin, Sekte Awan Putih, Rumah makan luar ruangan.


”Kak Ruo! Kau makan sedikit sekali. Apakah hari ini kau tidak ingin makan? Tenang saja, aku punya uang. Aku yang akan membayarnya.” ucap Xiao Qing Xuan yang duduk berhadapan dengan Xiao Ruo sedangkan di atas mejanya saat ini, sudah ada beberapa makanan yang tertata rapi.


Sudah sejak tadi, Xiao Ruo terus melamun karena masalah yang dialaminya belakangan ini. Ia bahkan merasa tidak ingin makan ketika memikirkan hal itu. Namun, hanya dengan melihat Xiao Qing Xuan di depannya, membuat selera makannya kembali seperti semula. Ia pun melahap beberapa makanan yang tersedia di atas meja dan ia tidak lagi memikirkan masalah yang terjadi padanya. Namun, tidak lama setelahnya beberapa murid Sekte Awan Putih mendatangi mereka dengan wajah yang tampak tidak suka.


”Hei! Lihat! Bukankah dia adalah keponakan dari pemimpin Sekte hitam? Tidak ku sangka akhirnya dia diizinkan untuk keluar.” ucap seorang pemuda gemuk dengan nada meremehkan.


”Mau apa dia datang kemari? Apakah dia datang untuk menghancurkan Sekte atau menenggelamkan Wujin?”


”Mendengar namanya saja aku sudah mual! Apalagi, anak itu tidak memiliki Ibu dan bahkan Ayahnya pun menikahi seorang janda miskin yang hidup di desa terpencil. Hahaha!”


Ucapan terakhir yang dikatakan oleh seorang pemuda, benar-benar sudah membuat Xiao Ruo menjadi sangat marah. Ia pun melemparkan mangkuk berisikan makanannya tepat mengenai wajah pemuda yang sedang membicarakan mereka berdua.


Tidak sampai di sana, Xiao Ruo berjalan menghampiri dan menendangnya hingga membuatnya terjatuh ke belakang. Lalu, saat ia mencoba untuk berdiri, Xiao Ruo langsung menginjak dada pemuda tersebut dan menekannya ke tanah.


Dengan tatapan yang terlihat dingin dan mencolok, Xiao Ruo berkata, ”Katakan sekali lagi dan aku benar-benar akan membunuhmu!” ucapnya dengan dingin sehingga membuat pemuda itu merasa sangat ketakutan.


Murid-murid yang lain merasa sangat tidak terima. Beberapa dari mereka langsung melancarkan serangannya dengan menyerangnya dari bagian atas. Saat sebuah pukulan akan mendarat di kepalanya, Xiao Ruo segera bergerak mundur beberapa langkah dan langsung menendang punggung seorang murid yang sedang menyerangnya.


Tidak hanya itu, dua orang murid lainnya mencoba untuk menyerangnya dari belakang. Mengetahui akan hal itu, Xiao Ruo bergeser ke sisi kanan dan setelah itu, ia menendang pinggang seorang murid di depannya hingga membuat murid itu menabrak murid lainnya yang ada di sebelahnya.


Xiao Qing Xuan hanya memperhatikan mereka dari balik meja makan. Ia melihat bahwa suasana hati Xiao Ruo seketika berubah drastis saat beberapa murid itu menghinanya. ”... Sepertinya dia sudah mengalami banyak tekanan. Dia menikam hatinya sendiri sehingga ia tampak putus asa. Dia belum menceritakan padaku mengapa Yin Hua memerintahkannya untuk mengakhiri pelatihannya. Dengan memikirkannya saja, aku sudah mengerti perasaannya saat ini.” batin Xiao Qing Xuan yang memperhatikan.


Tak lama setelahnya, pertarungan dan adu mulut mereka akhirnya selesai dengan Xiao Ruo yang berhasil membuat murid-murid ini lari dengan penuh ketakutan dan luka memar di seluruh tubuh mereka.

__ADS_1


Xiao Qing Xuan merasa cukup terkejut setelah ia melihat pakaian Xiao Ruo yang tidak kotor dan robek sama sekali. Berbeda dengan murid-murid tadi yang lari terbirit-birit karena ketakutan.


”Kak Ruo! Apakah kau melakukan ini hanya untuk melampiaskan kekesalanmu saja?” tanya Xiao Qing Xuan.


Xiao Ruo tertegun. Ia pun langsung menoleh ke belakang dan menjawabnya dengan penuh senyuman, ”... Tidak. Aku melakukannya karena ingin melindungi adik Xuan. Sebagai seorang kakak, seharusnya aku bisa menjaga adikku dengan baik dan tidak membiarkannya terluka.”


Xiao Qing Xuan menelan ludah setelah ia melihat ekspresi Xiao Ruo saat ini. Sudah jelas kalau dia hanya berpura-pura tersenyum demi menyembunyikan kesedihannya saat ini. Xiao Ruo selalu pandai melakukan hal itu sampai-sampai membuat semua orang menginginkan kehidupan seperti dirinya.


”Apakah kak Ruo mencoba untuk menyembunyikan kesedihanmu dariku?” tanya Xiao Qing Xuan dengan ekspresi yang terlihat sedang mencemaskannya.


Xiao Ruo terkejut dan ia pun terdiam selama beberapa saat. Tak lama, ia akhirnya berjalan menghampiri Xiao Qing Xuan dan setelah ia berdiri di sebelahnya, Xiao Ruo langsung memeluk lehernya hingga membuatnya hampir saja tercekik.


Dengan wajah yang terlihat sangat senang, Xiao Ruo berkata, ”Hal yang tidak bisa aku sembunyikan hanyalah rasa senang saat aku bertemu dengan adik Xuan! Memangnya aku bisa bersikap biasa-biasa saja setelah tidak melihatmu selama enam tahun ini?”


Xiao Qing Xuan merasa sesak dan tidak bisa bernafas. ”K~ kak Ruo akan membunuhku jika terus seperti ini.” ucapnya dengan suara yang terdengar samar.


Seorang wanita yang memakai hanfu berwarna hijau, berjalan bersama dengan lima orang muridnya. Wanita ini tampaknya sedang hamil dan sudah memasuki bulan keempat. Dengan hiasan rambut berbentuk kupu-kupu dan plat keluarga Feng yang menggantung di sabuk pakaiannya. Dia adalah Feng Yuanyue, pemimpin Sekte Pedang Beracun sementara.


”Kak Yue! Kau sudah menikah? Mengapa aku tidak diundang?” tanya Xiao Qing Xuan setelah ia tahu bahwa wanita ini adalah Feng Yuanyue sedangkan dua orang murid di belakangnya adalah Feng Han Rui dan Feng Hao, adiknya sendiri.


Feng Yuanyue menatapnya dengan bingung dan bertanya, ”Apakah tidak sampai? Aku sudah mengirim undangannya tiga tahun lalu. Bukankah waktu itu, kau tinggal di Mubei?”


Xiao Qing Xuan tertegun dan berpikir, ”Jangan-jangan orang itu sudah membakarnya!” batinnya dengan kesal mengingat sikap He Nan Ming yang begitu menyebalkan semenjak ia bertemu dengannya.


”Mengapa kak Yue bisa ada di sini? Apakah akan ada perjamuan di sini?” tanya Xiao Ruo.

__ADS_1


Ketika Feng Yuanyue akan menjawabnya, Feng Han Rui dan Feng Hao langsung berdiri di hadapannya dan menjawab, ”Kak Yue terlalu sibuk untuk menjawab pertanyaan kalian berdua! Apakah kau tidak lihat kalau dia sedang hamil?!” ketus Feng Hao.


”Ya! Kakakku mungkin sedang lelah saat ini. Mengapa kalian berdua menghalangi jalan?!” lanjut Feng Han Rui.


BUGH!


Feng Yuanyue memukul kepala Feng Hao dan Feng Han Rui secara bersamaan karena mereka telah berbicara kasar terhadap keduanya. Dengan ekspresi yang tampak marah dan kesal, Feng Yuanyue berkata, ”Minta maaf pada mereka berdua!” ucapnya dengan suara dingin dan menyeramkan.


”Maafkan kami!” Feng Han Rui dan Feng Hao langsung berlutut di depan Xiao Ruo dan Xiao Qing Xuan setelah mendengar apa yang diucapkan oleh Feng Yuanyue.


Xiao Qing Xuan sendiri merasa sangat terkejut setelah ia melihat hal itu. Sejak kecil, Feng Han Rui dan Feng Hao selalu bersikap menyebalkan dan Feng Yuanyue selalu memukul kepala mereka jika tetap bertindak seperti itu. Mungkin saja karena saat ini, Feng Yuanyue sedang hamil, mereka menjadi penurut dan langsung melakukan apa yang diucapkannya.


”Ah! Ini terlalu berlebihan! Kak Yue! Kau tidak perlu menyuruh mereka untuk berlutut di depanku.” ucap Xiao Ruo dengan canggung.


Feng Yuanyue tampak tidak peduli dan berkata, ”Biarkan saja mereka seperti itu! Mereka pantas mendapatkannya!” ucapnya sambil menatap kembali ke arah Xiao Ruo. ”... Ngomong-ngomong, Ibumu sudah mengirimkan surat padaku kalau kau akan keluar dari Sekte dan mengakhiri pelatihanmu. Apakah kau serius akan melakukan apa yang dikatakan oleh Ibumu?” tanyanya dengan ekspresi yang terlihat cemas.


Xiao Ruo menurunkan pandangannya. Ia tampak tersenyum khawatir dengan pertanyaan yang dikatakan oleh Feng Yuanyue. Untuk saat ini, ia tidak bisa berkata apapun karena ia sangat bingung untuk memilihnya.


Tak lama, Xiao Qing Xuan langsung menepuk pundaknya sehingga membuat Xiao Ruo tersadar kembali dan langsung menatap ke arahnya. Setelah itu, Xiao Qing Xuan berkata, ”Kak Ruo memerlukan waktu untuk memutuskannya. Setelah aku kembali, kami akan membicarakannya.”


Mendengar jawaban ini, Xiao Ruo sangat terkejut.


Feng Yuanyue tampak senang ketika mendengarnya. Setelah itu, ia pun menjawab, ”Baiklah. Aku akan menunggunya. Tapi, sebelum itu aku ingin bertanya pada Xiao Qing Xuan.” Feng Yuanyue berhenti sesaat. ”... Bagaimana keadaan Zhang Chen sekarang?”


Xiao Qing Xuan tampak terkejut dan bingung. Ia tidak ingat siapa yang baru saja disebut oleh Feng Yuanyue. Tidak ada satupun ingatan yang membekas di pikirannya tentang Liu Zhang Chen. Semuanya telah hilang tanpa jejak.

__ADS_1


”Aku tidak tahu siapa dia.”


__ADS_2