
”Lian Lei?! Bagaimana kau bisa sampai kemari?!” Liu Chang Mo tampak terkejut setelah ia melihat kedatangan Xiao Lian Lei dan beberapa pasukan lainnya yang berasal dari kediaman keluarga Xiao yang ada di kota Huan Xu.
Xiao Lian Lei menoleh ke belakang dan menatap ke arah Liu Chang Mo yang ada di sana. ”... A-Ruo menyampaikan pesan kecil padaku. Dia bilang kalau Zhang Chen dan Xuan'er menghilang dari Sekte. Jadi, dia memintaku untuk segera mencari mereka berdua.”
Liu Chang Mo tampak tertegun dan bertanya kembali, ”Lalu, mengapa kau kemari dan tidak mencari mereka berdua?”
Lian Lei langsung menjawab, ”A-Ruo tidak memintaku untuk menyelamatkan mereka berdua. Aku percaya A-Ruo pasti tidak akan tinggal diam jika saudaranya menghilang dan aku yakin, keduanya pasti selamat.” ucapnya sambil mengangkat pedangnya kembali.
”Wah,... Wah,... Pasukan batuan? Bukankah kau adalah kepala keluarga terkuat di tahun ini?” tanya Feng Mu dengan senyum seringai begitu ia melihat Xiao Lian Lei yang telah mengangkat pedangnya kembali.
Xiao Lian Lei tersenyum simpul dan berkata, ”Terima kasih atas pujian yang kau berikan.” ucapnya sambil membungkuk di hadapannya.
Mendengar ucapan tersebut, membuat Feng Mu tertawa lepas bahkan sampai menutupi wajahnya. ”Lian Lei benar-benar membuatku tertawa! Bagaimana bisa kau mengira semua ucapanku ini adalah sebuah pujian?”
Salah satu anggota keluarganya hendak akan bergerak menyerang Feng Mu namun, gerakannya itu dihentikan oleh lirikan mata Xiao Lian Lei yang seolah-olah mengatakan padanya untuk tidak membuat kekacauan yang semakin merajalela.
Setelah melakukan itu, Xiao Lian Lei kembali menatap ke arah Feng Mu dengan senyum simpulnya seolah ia merasa tidak keberatan setelah ditertawai seperti itu.
”Terima kasih. Kalau begitu, bisakah kita melanjutkannya?” tanya Xiao Lian Lei kembali.
Dalam diamnya, Feng Mu tiba-tiba tersenyum seringai dan memberikan isyarat pada seluruh pasukannya untuk segera menyerang Xiao Lian Lei yang telah berpura-pura baik padanya. Lalu, tidak lama setelahnya. Ada sekitar lima puluh orang berjubah hitam yang langsung mengangkat pedangnya dan bergerak cepat menyerang Xiao Lian Lei!
Di lain tempat, saat Liu Zhang Chen telah terpojok oleh pasukan pasukan yang dipimpin oleh Wu Lan, seorang anak laki-laki muncul di hadapannya dan langsung menendang wajah Wu Lan yang akan membunuhnya.
__ADS_1
Anak laki-laki ini bukanlah anak yang selama ini dilihat olehnya. Saat ini, ia sedang dirasuki oleh sesosok arwah pendendam yang ingin membalas semua kejahatan yang telah mereka lakukan terhadapnya.
”Kau ini siapa?” tanya Liu Zhang Chen begitu ia sadar bahwa anak ini bukanlah Xiao Qing Xuan melainkan hanya tubuh yang dikendalikan oleh arwah pendendam.
Tubuh Xiao Qing Xuan menoleh ke arahnya dengan tatapan dingin. Hawa kekuatan miliknya, muncul dari segala arah dan tampak sekumpulan bayangan hitam yang sedang mengelilingi mereka. Arwah yang sedang menempati tubuhnya adalah seorang praktisi Iblis yang termakan oleh kekuatannya sendiri. Karena perasaan dendam yang amat mendalam, ia berubah menjadi arwah penasaran dan jiwanya tidak akan bisa pergi dari dunia.
”Kau diamlah di sana. Aku yang akan menyelesaikan semuanya.” ucap arwah itu setelah ia menatap ke arah Liu Zhang Chen selama beberapa saat.
Wu Lan mengira bahwa yang sedang berdiri di hadapannya adalah Xiao Qing Xuan yang asli padahal tubuhnya saat ini sedang ditempati oleh arwah pendendam yang akan membunuh mereka semua.
”Rupanya hanya bocah ingusan! Kau pikir kau bisa melakukan sesuatu yang membuatku takjub melihatnya?” ketus Wu Lan sambil menunjukkan senyum seringai yang terkesan merendahkan.
Arwah itu tersenyum seringai ke arahnya dan bayangan hitam yang sedang mengelilinginya, dengan perlahan membentuk sebuah pedang tipis yang sangat tajam.
Meskipun apa yang ditunjukkan arwah tersebut telah berhasil membuat seluruh pasukannya takut untuk melihatnya, hal ini tidaklah berlaku bagi Wu Lan yang masih melihatnya sebagai Xiao Qing Xuan yang asli. Sudah jelas kalau saat ini, tubuhnya sedang dirasuki dan semua orang telah menyadarinya terkecuali Wu Lan.
”Huh! Hanya segini saja? Aku yakin kau tidak akan bisa—
SRATT!!
Sebilah pedang yang dipenuhi dengan energi kebencian, telah menebas tangan Wu Lan yang sedang berbicara dengannya. Kedua mata Xiao Qing Xuan saat ini telah berwarna merah darah dan pedang yang ada di tangannya, bukanlah pedang buatan manusia melainkan pedang yang tercipta dari kebenciannya sendiri.
Wu Lan menjerit kesakitan sambil memegangi bahu kanannya yang tidak lagi memiliki tangan. Wajahnya tampak pucat dan keringatnya mulai membasahi seluruh wajahnya. Hingga saat itu, Wu Lan hanya bisa terduduk di sana sedangkan beberapa pasukan lainnya hanya terdiam dengan wajah tidak percayanya. Begitupun dengan Liu Zhang Chen yang sangat tidak menduga akan hal itu.
__ADS_1
”Dia telah dirasuki! Niatnya sangat jahat dan energi kebenciannya telah melebihi batas kemanusiaan.” batin Liu Zhang Chen yang memperhatikan.
Setelah ia memotong tangan kanannya, arwah tersebut mendekatinya yang hanya bisa terduduk di hadapannya. Ia menarik dagu Wu Lan dan memberikannya tatapan dingin seolah mengatakan, semua ini telah berakhir dengan cepat.
”Apakah aku yang sekarang tidak membuatmu takjub dengan kekuatanku?” ucap arwah tersebut sambil menatapnya dengan sinis.
Wu Lan yang awalnya menunjukkan kesombongannya di hadapan arwah tersebut, kini ia berubah menjadi sangat ketakutan saat melihat Xiao Qing Xuan memotong tangannya.
”Apa yang harus aku lakukan agar kau merasa takjub melihat kemampuan ku?” tanya arwah itu kembali.
”Kau itu sebenarnya orang seperti apa?!” ketus Wu Lan saat ia mulai menyadari bahwa anak ini bukanlah Xiao Qing Xuan yang asli.
”Kenapa bertanya? Bukankah kau adalah salah satunya? Kau tidak ingat kejadian 16 tahun lalu, di lembah pemakaman hantu?”
Wu Lan tertegun dan ia hanya bisa terdiam selama beberapa saat sebelum akhirnya ia ingat siapa yang telah dibunuh olehnya beberapa tahun lalu.
”Cih! Orang yang telah mati, seharusnya menghilang saja dari sini!” ketus Wu Lan saat kembali mengangkat pedang yang langsung mengarah pada arwah tersebut. Namun, arwah itu ternyata mampu mengendalikan tubuh Xiao Qing Xuan dengan baik dan dengan cepat ia menahan pedang tersebut dan mematahkannya dengan mudah.
”Kau pikir aku akan mati di tangan orang yang cacat sepertimu?” ucapnya dengan tangan kanan yang masih memegang patahan pedang milik Wu Lan. ”Aku yakin anak ini sangat ingin kau mati. Karena itu, jadilah sepertiku!” ketusnya dengan ekspresi membunuh.
Arwah itu mengangkat potongan pedang tersebut di atas kepala Wu Lan namun, gerakannya tiba-tiba saja terhenti saat Liu Zhang Chen memeluknya dari belakang.
”Luo Xuan Ying! Hentikan!”
__ADS_1