Become A Protagonist

Become A Protagonist
Chapter. 67 - Eksekusi Mati


__ADS_3

16 tahun lalu, Kota Xin Meng wilayah Lin Zhong. Terjadi sebuah keramaian yang menyebabkan lautan manusia terjadi di sana. Saat itu, para penduduk beramai-ramai datang dan menerbangkan ratusan lentera ke langit. Mereka mengadakan acara ini selama setahun sekali dan mengirimkan harapan pada keluarga mereka yang sudah mati. Hal ini juga dilakukan oleh tetangga mereka yang ada di wilayah Longyuan. Sehingga langit malam tampak lebih bercahaya dari sebelumnya.


”Manisan buah, kau mau?” ucap Luo Xuan Ying pada Lei Yun ketika mereka berada di tengah-tengah perayaan bersama dengan Liu Zhang Chen yang datang berkunjung ke tempat mereka.


”Kau akan gemuk jika terus makan yang manis-manis.” ucap Liu Zhang Chen ketika ia melihat Lei Yun mengambil manisan buah yang diberikan Luo Xuan Ying untuknya.


Luo Xuan Ying sedikit tertawa dan merangkul pundak Liu Zhang Chen yang tampak canggung. ”... Tenang saja. Anak gemuk banyak disukai orang. Lagipula selama di kediaman keluarga, Yun'er makan sangat banyak. Tubuhnya pasti tidak akan gemuk.”


Liu Zhang Chen menatapnya dengan heran dan ia pun melepaskan tangan Luo Xuan Ying yang sedang merangkulnya. ”Sudah cukup jalan-jalannya? Ayo kita kembali.”


Luo Xuan Ying tertegun dan langsung bertanya, ”Mengapa cepat sekali. Orang-orang baru saja menerbangkan lentera. Apakah kau juga tidak ingin menerbangkan lentera untuk ibumu?”


”Tidak!” singkat Liu Zhang Chen yang langsung berbalik arah dan berjalan menjauh. Namun, langkahnya seketika terhenti saat Lei Yun datang menghampirinya dan langsung menarik pakaiannya. Ia pun menoleh ke belakang dan melihat ekspresi sedih yang saat ini ditunjukkan olehnya.


”Kemana Ayah akan pergi? Ayah tidak bisa meninggalkan aku dan Ibu sendirian di sini.” ucapnya dengan nada memelas sambil terus menarik pakaian Liu Zhang Chen.


Tidak jauh di belakang mereka, Luo Xuan Ying tampak tertawa lepas setelah ia melihat wajah canggung Liu Zhang Chen ketika Lei Yun sedang menggodanya agar ia tidak pergi jauh-jauh darinya. Dan tidak lama setelahnya, Luo Xuan Ying menghampiri keduanya dan berkata, ”Sudahlah. Kita akan kembali. Aku tidak ingin melihat Zhang Chen marah-marah.” ucapnya sambil tertawa pelan saat mengatakannya.


Lalu, keesokan harinya. Saat Luo Xuan Ying sedang melatih kemampuan Lei Yun di dalam sebuah hutan, seorang pemuda datang menghampirinya dan menyampaikan sebuah kabar yang harus didengar olehnya.


”Tuan muda! Seseorang telah menunggu Anda di kuil ikan mas.”


Luo Xuan Ying tampak terkejut setelah ia mendengarnya. Ia pun bertanya kembali, ”Siapa yang menungguku?”


”S~ saya tidak tahu Tuan muda. Tapi, seseorang berjubah hitam datang dan memberikan surat ini untuk Anda.” ucapnya sambil memberikan secarik kertas kecil untuk Luo Xuan Ying.


Ia pun menerima surat tersebut dan membaca seluruh isinya. Setelah ia membacanya, ekspresinya tampak terkejut karena tidak percaya dengan seluruh tulisan yang ada pada kertas kecil ini.


”Tuan muda, tolong jangan lakukan itu. Patriark Luo pasti akan sedih ketika mendengarnya.” ucap pelayan dengan nada cemas.


Luo Xuan Ying menurunkan pandangannya. Ia tampak bingung dan cemas. Ia menggigit bibirnya karena takut itu akan terjadi. ”Tolong katakan pada Zhang Chen, maafkan aku. Aku terpaksa harus melakukannya.” ucapnya dengan suara pelan karena tidak ingin ada orang lain yang mendengar semua perkataannya.


Pelayan itu tampak terkejut dan ia pun menahan kaki Luo Xuan Ying agar ia tidak melakukan apa yang tertulis dalam suratnya. ”Tuan muda! Tolong jangan lakukan ini pada diri Anda! Anda masih terlalu muda untuk mengambil keputusan. Saya akan melakukan apa saja untuk Anda asalkan Anda tidak melakukan apa yang tertulis di sana.” ucapnya dengan cemas sambil berlutut di hadapan Luo Xuan Ying.

__ADS_1


”Ibu~ ada apa? Mengapa dia memohon pada Ibu?” tanya Lei Yun ketika ia sedang berdiri tidak jauh di depan mereka.


”Zhang Chen tidak bersama mu?” tanya Luo Xuan Ying.


Lei Yun menggelengkan kepalanya dan menjawab, ”Ayah pergi ke aula Hwamei dan menemui seseorang di sana.”


Luo Xuan Ying melirik ke arah pelayan di belakangnya dan bertanya, ”Apakah dia sudah merencanakannya?”


Pelayan itu menjawab dengan penuh ketakutan, ”Ya, Tuan muda. Dia melakukannya karena tidak ingin ada hambatan yang terjadi.”


Luo Xuan Ying berkedip selama beberapa kali dan menjawab dengan heran, ”Jadi, sejak awal aku sudah diawasi olehnya? Pintar sekali.”


Lei Yun menarik pakaian Luo Xuan Ying dan bertanya, ”Siapa yang mengawasi Ibu? Kemana Ibu akan pergi?”


Luo Xuan Ying mengelus kepala Lei Yun dan menjawab, ”Aku akan kembali. Sebagai perjanjian, aku akan membawakanmu banyak manisan jika Yun'er berhasil melampaui ku.”


Lei Yun tampak terkejut dan langsung berkata, ”Tapi, Ibu sudah berada di level delapan alam bulan dan Yun'er masih berada di alam bumi level tujuh. Yun'er akan merasa kesulitan jika harus melampaui Ibu.”


Luo Xuan Ying tersenyum lebar dan langsung berkata, ”Yun'er pasti bisa melampaui ku dengan cepat.” ucapnya dengan penuh keyakinan. ”Aku hanya akan pergi sebentar saja. Jaga Yun'er baik-baik.” ucapnya kembali sambil menoleh ke arah pelayan yang ada di belakangnya.


Luo Xuan Ying menatapnya dengan dingin dan berkata, ”Percayalah. Aku akan baik-baik saja.”


Pelayan itu terdiam sambil menundukkan kepalanya. ”B~ baik Tuan muda. Maafkan aku.”


Setelah itu, Luo Xuan Ying pergi menuju kuil ikan mas yang berada di luar kota Xin Meng tanpa memberitahukan hal ini pada Luo Guanshu. Kemudian, ia pun menghilang selama beberapa hari dan tidak ada seorangpun yang bisa menemukannya hidup atau mati. Setelah beberapa Minggu terus mencari, berita kematiannya muncul dan berita itu dikatakan langsung oleh Luo Guanshu meskipun tidak ada bukti yang menjelaskan.


...⊰᯽⊱┈──╌❊╌──┈⊰᯽⊱...


Setelah mendengar pengakuan tersebut, Liu Zhang Chen terlihat sangat marah dan ia pun membuka sarung pedangnya kembali. Tatapannya terlihat sangat marah terhadap Jin Qin Ran yang telah mengakui bahwa dirinya sudah membunuh Luo Xuan Ying. Ia sangat tidak terima akan hal itu. Hawa kekuatannya semakin membesar dan menyatu dengan hawa kemarahan yang ada di sekitarnya.


”Jadi, dia yang sudah membunuh semuanya? Tapi, mengapa ia berterus terang mengatakannya? Pengakuannya ini memang tidak bisa dipercaya. Bagaimanapun juga, tidak ada satupun penjahat yang akan mengakui kesalahannya kecuali dia sangat menyesali perbuatannya atau mungkin, bisa saja dia mendapatkan ancaman besar dari seseorang.” batin Xiao Qing Xuan yang memikirkannya.


Sedetik kemudian, ia pun melihat ke arah Liu Zhang Chen yang akan menyerang Jin Qin Ran di depannya. Ia tampak ragu untuk menghentikannya. Bisa saja Jin Qin Ran sangat menyesal karena telah membunuh Luo Xuan Ying dan He Mu'an Qing. Karena itu, ia mengatakan hal yang sebenarnya terjadi dan meminta Liu Zhang Chen untuk membunuhnya.

__ADS_1


”Aku sudah tahu bagaimana sifat mereka semua. Jin Qin Ran adalah seorang protagonis yang melindungi siapapun bahkan sampai rela mengorbankan nyawanya sendiri. Dia juga teman dekat dari Liu Zhang Chen. Karena itu, dia tidak mungkin melakukan kejahatan dimana-mana kecuali, dia memiliki seseorang yang selalu mengancamnya.” batin Xiao Qing Xuan yang langsung terkejut dengan apa yang baru saja diingatnya.


”Guru besar Chen! Jangan membunuhnya!” teriak Xiao Qing Xuan. Namun, teriakannya ini tidak membantu karena saat ia berbicara, Liu Zhang Chen sudah menebas dan membunuh Jin Quanyao lebih dulu dan kemudian ia menancapkan pedangnya pada dada kanan Jin Qin Ran.


Xiao Qing Xuan tampak terkejut dan ia pun hanya bisa terdiam mual saat melihat darah terus mengalir dari dalam tubuh Jin Quanyao yang telah tergeletak di tanah dan dada kanan Jin Qin Ran yang tidak berhenti meneteskan darah.


”Maafkan aku dan t~ terima kasih sudah membunuhku.” ucap Jin Qin Ran dengan suara yang terdengar samar. Kemudian, ia pun terjatuh dengan organ hati yang telah hancur dan darah di sudut bibirnya.


Saat mendengar kalimat tersebut, Liu Zhang Chen tampak sangat terkejut bahkan sampai menjatuhkan pedangnya sendiri. Ia sama sekali tidak mengerti mengapa Jin Qin Ran harus berterima kasih padanya seolah-olah ini hanyalah sebuah permainan kecil. Ia pun jatuh berlutut di depan mayat Jin Qin Ran dan Jin Quanyao sambil mencengkram kepalanya sendiri.


”A~ apa yang sudah aku lakukan?” Liu Zhang Chen tampak depresi setelah ia membunuh mereka berdua. Sedetik kemudian, muncul suara tepukan tangan yang datang dari arah belakang mereka.


”Wah,... Pertunjukan yang sangat menarik. Tidak aku sangka kau membunuh satu-satunya teman terdekatmu setelah Luo Xuan Ying mati.” ucap seorang pemuda yang muncul bersama beberapa pasukannya.


Liu Zhang Chen berdiri dan menghadap beberapa pasukan yang muncul di belakangnya. ”Apa urusanku dengan kalian?” tanyanya dengan ekspresi serius.


Pemuda itu tersenyum seringai dan berkata, ”Ah,... Aku hampir saja melupakannya. Aku datang kemari untuk mengambil Xuan'er darimu. Jika aku tetap membiarkannya bersamamu, dia akan menjadi penjahat seumur hidupnya.”


Liu Zhang Chen menggertakan giginya dan bertanya kembali, ”Kalian ini siapa?!”


Pemuda itu pun membuka tudung kepalanya dan menjawab, ”Patriark Sekte Puncak Donqiong sekaligus kakak dari Mu'an Qing, He Nan Ming.”


Melihat pemuda yang ada di depannya ternyata adalah He Nan Ming, Liu Zhang Chen langsung menghampiri Xiao Qing Xuan dan menutupinya. ”Sayang sekali kau tidak bisa mengambilnya. Tugasku sebagai gurunya belum selesai.”


He Nan Ming menatapnya dengan bingung dan berkata kembali. ”... Kalau begitu, sebagai salah satu keluarganya, aku harus mengambilnya kembali.”


Liu Zhang Chen menatapnya dengan serius dan berkata kembali, ”Tidak! Aku tidak akan menyerahkannya begitu saja.”


He Nan Ming menghela nafasnya sambil melipat tangannya. Ia menoleh ke belakang dan bertanya pada seorang laki-laki yang berdiri di belakangnya. ”... Bagaimana ini? Muridmu tidak bisa diatur. Dia bahkan tidak mau menyerahkan keponakanku padahal kakeknya sangat merindukannya.”


Satu-satunya laki-laki berjubah putih ini berjalan ke depan dan menunjukkan dirinya di hadapan Liu Zhang Chen. ”Chen'er! Ikutlah denganku!” ucapnya sambil membuka tudung kepalanya.


Setelah mendengar dan melihat wajahnya, Liu Zhang Chen tampak sangat terkejut. Secara perlahan ia pun berjalan mundur beberapa langkah sebelum akhirnya ia jatuh berlutut setelah kedua kakinya mendadak lemas.

__ADS_1


”Tidak mungkin,... Dia adalah Shangzhu Shi?”


__ADS_2