
”Kami tidak membutuhkannya.” celetuk Liu Zhang Chen yang langsung pergi berlalu begitu saja. Namun, Xiao Qing Xuan tiba-tiba saja memberhentikannya tepat di depan rumah makan tersebut.
”Guru besar Chen! Aku sangat lapar dan kau tidak menepati janjimu!” ketus Xiao Qing Xuan dengan ekspresi pahit seolah dialah yang paling sengsara dimuka bumi ini.
Liu Zhang Chen menatapnya dengan khawatir dan berkata, ”... Aku akan menepatinya tapi, tidak di sini.” ucapnya sambil menarik pergi Xiao Qing Xuan dari hadapan He Litao yang masih menatap mereka dengan dingin.
Namun, saat Liu Zhang Chen kembali menariknya pergi. Xiao Qing Xuan ditarik ke belakang oleh seseorang yang muncul di sana. Seketika Liu Zhang Chen kehilangannya untuk beberapa saat sebelum akhirnya ia langsung menoleh ke belakang.
”Xuan'er~ tidak ku sangka kau akan datang berkunjung ke sarang ku.” ucap seorang laki-laki dengan perasaan senang saat ia sedang mendekap Xiao Qing Xuan dengan sangat kuat bahkan nyaris saja mematahkan tulang rusuknya.
”P~ Patriark Luo! Aku tidak bisa bernafas.” ucap Xiao Qing Xuan dengan suara yang terdengar samar-samar setelah ia tahu bahwa laki-laki yang sedang menyiksanya ini adalah Luo Guanshu.
Melihat hal itu, Liu Zhang Chen langsung bergerak mendekat dan berkata, ”Patriark Luo! Bisakah Anda melepaskan murid pribadiku? Dia masih terlalu muda untuk mati.”
”......”
”Entah kenapa aku mendengarnya seolah-olah dia berharap aku mati.” batin Xiao Qing Xuan yang terdiam dengan ekspresi heran setelah Liu Zhang Chen mengatakan kalimatnya.
He Litao menyusul dirinya dan berkata, ”Mengapa Anda bisa ada di sini? Apakah Patriark Luo datang untuk berjalan-jalan?”
__ADS_1
Setelah melepas Xiao Qing Xuan kembali, Luo Guanshu menjawab, ”Aku datang untuk makan gratis. Xiao Fei dan Jin Shi Yuan berjanji akan mentraktirku makan di sini.” ucapnya dengan santai tanpa tahu bahwa saat ini Xiao Fei dan Jin Shi Yuan sudah ada di belakangnya.
”Kakek tua ini tidak bisa normal sedikit, ya?!” batin Xiao Fei yang menahan kesalnya pada Luo Guanshu yang tanpa sadar telah memperbudak dirinya.
Setelah terlepas dari genggaman Luo Guanshu, Liu Zhang Chen menariknya kembali dan menatap beberapa orang di depannya dengan tatapan tidak ramah.
He Litao kembali menatap ke arah Liu Zhang Chen di sebelahnya dan berkata, ”Kebetulan sekali, Patriark Sekte ada di sini. Apakah Tuan muda Liu ingin makan bersama kami?” tanyanya yang berhasil membuat Liu Zhang Chen menunjukkan ekspresi marahnya.
”Kenapa mereka berdua mirip seperti kucing dan anjing? He Litao cukup baik dan kenapa Liu Zhang Chen begitu membencinya? Apakah ada kisah yang aku lewatkan?” batin Xiao Qing Xuan yang memikirkannya.
”Patriark Luo!” teriak seorang anak muda yang sedang berlari menghampiri mereka. Lalu, setelah sampai anak muda itu langsung memeluk paha Luo Guanshu sambil meringis ketakutan. ”.... Patriark Luo! Selamatkan aku~
Luo Guanshu langsung menoleh ke bawah dan ia pun melihat Chang Ye yang terlihat ketakutan setelah dirinya dikejar-kejar oleh sesuatu yang menyeramkan. ”... Ada apa Chang Ye?” tanya Luo Guanshu sambil mengelus kepala Chang Ye yang tampak ketakutan.
Lalu, tidak lama setelah Chang Ye mengakhiri kalimatnya, muncul beberapa ekor kucing yang saat ini sedang berlari ke arah mereka. Chang Ye semakin bergidik ketakutan dan dirinya semakin memeluk erat paha Luo Guanshu dengan raut wajah ketakutannya.
”Tentu saja kucing akan merasa nyaman jika mereka berada pada seseorang yang takut pada mereka. Haah,... Kau harus mengatasi alergi mu jika tidak ingin mereka mendekat.” ucap Luo Guanshu sambil menatap Chang Ye di belakangnya. ”... Huss,... Huss,... Pergi sana!” ucapnya kembali dengan suara pelan dan setelah itu, gerombolan kucing ini akhirnya pergi meninggalkan mereka.
Chang Ye menghela nafas lega setelah kucing-kucing itu pergi meninggalkannya. Dan baru saja dia bernafas kembali, tiba-tiba saja hawa dingin muncul di belakangnya dan membuat tubuhnya bergidik ketakutan.
__ADS_1
”Chang Ye! Aku tidak pernah mengajarimu untuk takut pada seekor kucing! Bersiap-siaplah karena aku akan menghukummu.” ucap He Litao dengan wajah dingin dan energi kekuatan yang begitu mencekik Chang Ye saat berbicara dengannya.
”Tolong jangan suruh aku kembali ke Mubei.” batin Chang Ye saat dirinya masih memeluk paha Luo Guanshu.
Liu Zhang Chen menyela pembicaraan. Ia lantas berkata, ”Kami sedang terburu-buru. Aku harap Patriark Luo bisa memakluminya.” ucapnya dengan sopan sambil membungkuk di hadapannya.
”Kenapa terburu-buru? Lagipula tidak ada yang akan mati jika kalian terlambat 'kan?” ucap Luo Guanshu dengan santainya sambil menepuk pundak Liu Zhang Chen yang telah berdiri kembali. ”... Ikutlah denganku. Aku dengar makanan di tempat ini sangat enak. Tentu saja, Xiao Fei dan Jin Shi Yuan yang akan membayar seluruh makanannya.”
Di belakangnya, Xiao Fei tengah bersiap untuk melemparkan sebuah batu yang ada dalam genggamannya. Akan tetapi, gerakan cepatnya langsung dihentikan oleh Jin Shi Yuan karena ia tidak ingin terlibat masalah lagi dengan Xiao Fei yang telah hilang kesabaran.
”Tenanglah A-Fei. Kita bisa menyelesaikannya secara damai.” ucap Jin Shi Yuan dengan wajah ketakutannya karena tidak sanggup membayangkan bagaimana jika Xiao Fei benar-benar melemparkan batu genggamannya.
”Waktu bermusyawarah sudah habis! Aku akan menghajarnya meskipun dia mengeluarkan ku dari Sekte!” ketus Xiao Fei dengan wajah penuh amarah yang terus diarahkan pada Luo Guanshu yang tengah berbicara dengan Liu Zhang Chen.
Lalu, pada akhirnya Liu Zhang Chen berhasil dipengaruhi dengan adanya Xiao Qing Xuan yang mengeluh kelaparan karena tidak diberi makan. Dan juga, seluruh makanan telah dibayar oleh Jin Shi Yuan yang tidak ingin Xiao Fei mengamuk hanya karena ia harus membayar seluruh makanannya.
Xiao Qing Xuan duduk di antara Luo Guanshu dan Liu Zhang Chen sedangkan Chang Ye duduk di antara He Litao dan Xiao Fei. Lalu, di sayap kanan mereka sudah ada Jin Shi Yuan yang telah membayar seluruh makanan mereka.
”Seribu keping emas sama saja dengan satu tael emas. Aku sudah menghabiskan seluruhnya dalam sehari. Aku harap paman tidak marah nantinya.” batin Jin Shi Yuan dengan wajah yang meminta dikasihani karena ia tidak lagi memiliki uang.
__ADS_1
Sedangkan yang lain, hanya sibuk pada makanannya masing-masing tanpa memikirkan keadaan Jin Shi Yuan saat ini begitupun dengan Xiao Fei yang mencoba untuk tidak peduli terhadapnya. Karena merasa tidak nyaman padanya, Xiao Fei hanya meminum segelas air dan tidak memakan makanan yang ada di sekitarnya.
Di saat Xiao Qing Xuan akan mengambil gelas keramiknya, ia terus memperhatikan gelas yang ada di depan Chang Ye. Air yang ada di dalam gelas itu memiliki warna yang lebih pucat seperti air yang berdebu dan berbeda dengan gelas miliknya dan juga milik yang lain. Seseorang pasti telah menaruh racun di gelas milik Chang Ye!