
Sementara ini, kejadian di Sekte Pedang Beracun setelah beberapa saat yang lalu mereka kehilangan Liu Zhang Chen yang berperan sebagai Guru besar dan benteng pertahanan terkuat yang ada di sekte Pedang Beracun. Tidak hanya itu, salah seorang murid juga dilaporkan hilang dan tidak bisa ditemukan dimanapun.
Beberapa orang mengaku bahwa mereka sempat melihat Xiao Qing Xuan pergi terburu-buru dengan sekelompok orang berjubah hitam yang mengikutinya dari belakang. Akan tetapi, tidak ada satupun kecurigaan dalam benak mereka sehingga, hal itu mereka anggap sebagai angin lalu yang tidak akan berpengaruh terhadap apapun.
Namun, hal ini malah membuat sekte mereka dalam bahaya terlebih lagi, Liu Zhang Chen yang tidak bisa ditemukan sampai sekarang.
Di dalam kamarnya, Xiao Ruo tampak menuliskan sebuah surat kecil yang akan dikirimkan oleh seekor burung merpati kecil peliharaan sekte mereka. Ia menuliskan berita tentang kehilangan Xiao Qing Xuan pada kepala keluarga Xiao, Lian Lei yang ada di kota Huan Xu. Ia tidak berharap Xiao Lian Lei dan para pasukannya akan segera bergerak untuk menyelamatkannya. Ia hanya berharap pada Xiao Lian Lei agar ia segera mencari keberadaan Xiao Qing Xuan di luar sana.
Setelah burung merpati tersebut pergi, Xiao Ruo segera merapikan barang-barangnya kembali dan ia pun pergi dari tempat tersebut untuk mencari keberadaan Liu Zhang Chen dan Xiao Qing Xuan tanpa sepengetahuan siapapun.
Namun, saat ia sudah berada di luar sekte. Tiba-tiba seseorang menyebut namanya dan membuat langkahnya seketika terhenti di tempatnya sekarang.
”Xiao Ruo! Kemana kau akan pergi?!” tanya pemuda tersebut sambil berlari ke arahnya.
Mendengar suara yang sangat familiar dengannya, Xiao Ruo segera berbalik dan menatap ke arah seorang pemuda yang sedang berlari menghampiri. Orang itu adalah Jin Lu'an yang tampaknya juga telah membawa barang-barangnya untuk pergi menuju suatu tempat.
”Aku akan pergi mencari adik Xuan dan Guru besar.” jawab Xiao Ruo saat Jin Lu'an telah berdiri di sebelahnya.
”Kalau begitu, aku akan ikut denganmu! Kebetulan sekali aku juga memiliki tujuan yang sama sepertimu. Berdiam di sekte tanpa seorang Guru, rasanya sangat tidak ada gunanya karena tidak ada seorangpun yang menilai pelatihan kita.” jelas Jin Lu'an sambil berjalan berpapasan dengan Xiao Ruo.
Xiao Ruo tertegun dan berkata kembali, ”Bukankah sejak dulu Guru besar tidak pernah mempedulikan muridnya? Aku dengar ada seseorang yang pernah meninggalkannya begitu saja dan membuatnya seperti ini.” pikirnya sambil memegang dagu bawahnya.
”Jadi, kau juga sudah tahu tentang itu?” celetuk Jin Lu'an yang terlihat sedikit terkejut mendengarnya.
”Memangnya ada apa jika aku mengetahui semua itu?”
__ADS_1
”Tidak apa-apa. Itu sudah menjadi hal yang biasa terjadi.” ucap Jin Lu'an. ”... Sebenarnya, Guru besar Liu pernah memiliki seorang teman dekat. Bisa dibilang, dia adalah sepupunya sendiri. Bibinya menikahi kepala keluarga Luo dan kemudian, anak mereka dinamakan Luo Xuan Ying. Aku tidak tahu jelas bagaimana Guru besar Liu dan Kakak Ying bisa dekat seperti itu yang pasti, hubungan keluarga mereka berakhir sangat tragis. Kakak Ying dibunuh oleh orang-orang Sekte Puncak Donqiong dan mayatnya dilempar ke dalam lembah pemakaman hantu sehingga tidak ada seorangpun yang bisa mengambil mayatnya.”
”Apakah itu alasannya mengapa selama ini Guru besar kerap kali bersikap aneh?” gumam Xiao Ruo setelah ia mendengar cerita tersebut.
”Ya, aku pikir itulah yang membuatnya berubah. Kakak Ying adalah orang yang cukup menyenangkan. Jujur saja aku merasa cukup penasaran dengannya.” lanjut Jin Lu'an.
”Sekarang bukan itu yang terpenting. Guru besar dan adik Xuan menghilang. Kemungkinan besar Sekte Puncak Donqiong telah menyerang mereka berdua. Terlebih, kita juga tidak tahu kemana mereka pergi dan hari masih gelap. Tidak ada satupun orang yang bisa ditanya.” jelas Xiao Ruo sambil memikirkannya.
Jin Lu'an tersenyum simpul dan menjawab, ”Tenang saja. Aku memiliki kemampuan sensor yang cukup baik. Aku merasakan hawa kekuatan milik Guru besar semakin menipis. Kemungkinan besar dia sedang dalam bahaya.”
”Lalu, dimana dia sekarang?” tanya Xiao Ruo yang tampak cemas saat mendengarnya.
”Lima ratus meter dari sini, kita akan bertemu sebuah jurang. Tapi, anehnya aku tidak bisa merasakan hawa kekuatannya di sana. Dia mungkin menjatuhkan diri dari atas jurang.”
”Apakah adik Xuan juga berada bersamanya?”
”Jika adik Xuan tidak bisa ditemukan juga. Apa yang akan Ayah katakan padaku nanti?” batin Xiao Ruo yang tampak mencemaskannya. ”Kalau begitu, sebaiknya kita cepat sebelum mereka benar-benar dalam bahaya!”
Sementara ini, beberapa saat sebelumnya ketika keduanya saling menjatuhkan diri dari atas jurang. Di dalam sungai yang masih sangat deras, Liu Zhang Chen terlihat masih membekap mulut Xiao Qing Xuan agar air yang ada di sekitarnya tidak masuk ke dalam mulutnya. Ia berusaha untuk berenang ke permukaan karena arus sungai yang semakin membawanya lebih jauh dari tempat jatuhnya mereka.
Setelah berkali-kali usaha, keduanya pun akhirnya berhasil mengeluarkan kepala mereka ke permukaan dengan nafas yang terengah-engah.
”Kau bisa meraih akar pohon besar yang ada di depanmu?” tanya Liu Zhang Chen saat melihat sebuah pohon besar yang memiliki akar sampai ke sungai.
Xiao Qing Xuan yang masih berpegangan pada Liu Zhang Chen, melihat ke arah akar pohon yang dimaksudkan olehnya.
__ADS_1
Liu Zhang Chen berenang kembali dengan membawa Xiao Qing Xuan di atas kedua tangannya. Xiao Qing Xuan sendiri juga mencoba untuk meraih akar pohon tersebut namun, karena arus yang cukup deras dan luka yang dialami olehnya, membuat Liu Zhang Chen tampak kesulitan untuk menahannya lagi.
Tidak lama setelahnya, Xiao Qing Xuan akhirnya bisa meraih akar pohon tersebut. Ia pun segera menarik dirinya ke atas tanah dan menarik Liu Zhang Chen keluar dari dalam sungai. Tidak ada masalah saat Xiao Qing Xuan menariknya keluar dari dalam sungai namun, sepertinya luka yang dialami oleh Liu Zhang Chen tampaknya semakin parah. Ia memiliki darah kotor yang menumpuk di tenggorokannya dan harus segera dikeluarkan karena itu akan membuatnya kesulitan bernafas.
Xiao Qing Xuan yang hanya memiliki beberapa luka memar, segera membawa Liu Zhang Chen yang terlihat kesulitan untuk berjalan. Dan baru saja mereka melangkah beberapa meter dari sungai tersebut, Xiao Qing Xuan seketika terpaku pada sebuah gua besar yang berada pada sebuah tebing yang tidak terlalu tinggi.
”Guru besar! Kita tidak bisa bergerak lagi. Mungkin sebaiknya kita akan tinggal di dalam gua.” ucap Xiao Qing Xuan sambil menatap ke arah Liu Zhang Chen yang terlihat kelelahan setelah melakukan pertarungan di atas tebing.
Xiao Qing Xuan segera memapah Liu Zhang Chen dan berjalan menuju pintu gua tersebut. Saat sudah berada di dalam, Xiao Qing Xuan menyandarkan tubuh Liu Zhang Chen pada dinding batu dengan pencahayaan yang sangat sedikit.
Tanpa pikir panjang, ia segera membuat api dari gesekan batu di atas tumpukan kayu yang ditemukannya di dalam gua. Setelah membuatnya, Xiao Qing Xuan kembali memperhatikan Liu Zhang Chen yang ada di belakangnya.
”Sepertinya dia tertidur dan luka yang ada di seluruh tubuhnya masih belum sembuh. Dia harus membuka bajunya!” gumam Xiao Qing Xuan yang kembali berjalan menghampiri Liu Zhang Chen dan berlutut di hadapannya.
Tanpa memikirkan orang di depannya, Xiao Qing Xuan segera membuka pakaian luar Liu Zhang Chen akan tetapi, saat ia melakukannya tiba-tiba saja Liu Zhang Chen terbangun dalam keadaan terkejut dan langsung mendorong Xiao Qing Xuan menjauh darinya.
”Cih! Apa yang kau lakukan?!” tanya Liu Zhang Chen yang tampaknya sangat marah setelah ia melihat Xiao Qing Xuan berusaha untuk membuka pakaiannya.
Xiao Qing Xuan mengusap-usap punggungnya yang pegal dan menjawab, ”Mengapa Guru besar mendorongku? Aku hanya ingin mengobati lukamu saja. Jika itu dibiarkan maka, luka itu akan membengkak.” jelas Xiao Qing Xuan meskipun sebenarnya ia merasa keberatan untuk mengobati lukanya.
”Tidak perlu melakukannya! Aku bisa sendiri!” ketus Liu Zhang Chen yang langsung bergerak berbalik menjauhi Xiao Qing Xuan dan membuka sedikit pakaiannya untuk melihat seberapa parah luka yang dialami olehnya.
”Huh! Terserah saja!” gumam Xiao Qing Xuan yang berusaha tidak mempedulikan Liu Zhang Chen sebelum akhirnya ia melihat beberapa luka tusukan panah yang ada di belakang punggungnya.
”Guru! Kau memiliki luka di belakang punggungmu. Katakan padaku bagaimana Guru bisa mengobati bagian yang itu?” tanya Xiao Qing Xuan sambil menunjuknya.
__ADS_1
”Biarkan saja! Itu akan sembuh sendiri.” celetuk Liu Zhang Chen yang tampaknya sangat menolak keberadaannya di sini.
”Huh! Kebaikanku benar-benar ditolak di sini! Sebenarnya apa yang dia takutkan saat ini?! Apakah dia mengira kalau aku laki-laki yang seperti itu?” gumam Xiao Qing Xuan yang kesal. ”... Atau mungkin aku bisa melakukan cara itu?”