
Seorang pemuda melangkah cepat melewati pohon-pohon besar yang menghalangi jalannya. Tepat di belakangnya, terdapat puluhan mayat hidup dan energi kebencian yang sedang mengejarnya.
”Para mayat ini hanya ingin memakan energi yang kuat. Di antara 40 Kultivator yang ada di sini, apakah tidak ada yang memiliki energi melebihi apa yang aku miliki?!” batin Luo Xuan Ying saat ia sedang berlindung di balik sebuah pohon besar dari serangan mayat-mayat hidup yang ingin memakannya.
Mereka tidak hanya ada di belakangnya melainkan, mayat-mayat hidup ini juga berada tidak jauh di depannya.
Saat ini, posisi Luo Xuan Ying benar-benar telah terpojok. Selain dirinya, tidak ada yang memiliki kekuatan terbesar yang mungkin bisa mengalihkan perhatian para mayat yang sedang mengejarnya. Ia mencoba berpikir bagaimana ia bisa lari dalam situasi ini sebelum akhirnya, ia melihat seekor kelinci putih yang sedang berhenti di hadapannya.
”Apakah aku sudah melewati batasan? Jangan-jangan, aku sudah masuk ke wilayah desa!” gumam Luo Xuan Ying yang sangat terkejut ketika ia baru saja menyadari hal itu.
Setelah ia mengakhirinya, muncul suara teriakan energi pendendam yang sedang menuju ke arahnya dengan sangat cepat. Sejurus kemudian, ia langsung menebas leher tiga mayat hidup dan membawa pergi kelinci putih yang telah mendatanginya.
Luo Xuan Ying berlari cepat menjauh dari Desa yang ada di gunung belakang. Dengan hawa kekuatan miliknya, mungkin saja ia akan membuat para hantu yang ada di dalam hutan gunung Cangyu terbangun dan mengepungnya di suatu tempat.
Namun, saat ia sedang berlari menjauhi para mayat yang sedang mengejarnya. Secara tidak sengaja, ia menginjak tanah lunak yang ada di depannya dan ia benar-benar tidak menduga bahwa yang ada di balik tanah lunak tersebut terdapat sebuah jurang dalam dan di bawahnya terdapat tumpukan mayat dengan energi dendam yang sangat besar.
Saat Luo Xuan Ying terjatuh dari atas jurang, seseorang datang dan langsung menarik tangannya. Pemuda ini menariknya dengan sekuat tenaga meskipun ia memiliki darah yang mengalir di sudut bibirnya.
”Zhang Chen?! Bagaimana kau bisa sampai kemari?” tanya Luo Xuan Ying yang tidak mempedulikan wajah kelelahan yang tampak pada ekspresi Liu Zhang Chen saat sedang menariknya keluar.
”Cih! Jangan banyak bicara! Naiklah!” celetuk Liu Zhang Chen dengan kesal karena pada saat-saat seperti ini, Luo Xuan Ying tampaknya masih bisa bersikap santai terhadapnya.
Tidak lama setelahnya, Luo Xuan Ying akhirnya bisa keluar dari dalam jurang dengan pakaian hitam yang tampak berlumuran lumpur. Wajahnya pun tidak luput dari debu. Namun, karena mereka belum menemukan sungai, Luo Xuan Ying terpaksa mengabaikan wajahnya untuk saat ini.
__ADS_1
”Aku tidak menyangka kau mau menyelamatkan orang seperti ku.” ucap Luo Xuan Ying dengan senyum mengejek saat ia sedang menatap wajah cuek Liu Zhang Chen.
Liu Zhang Chen tidak menjawab dan ia hanya mengalihkan pandangannya saja dengan ekspresi cuek yang terkesan menghina.
Tidak lama setelahnya, Liu Zhang Chen merogoh apa yang ada di balik pakaiannya dan mengeluarkan sebuah liontin giok Fenghuang milik Luo Xuan Ying yang sebelumnya tidak sengaja masuk ke dalam sepatunya.
”Giok Fenghuang ini aku kembalikan.” ucap Liu Zhang Chen sambil menunjukkan giok tersebut pada Luo Xuan Ying yang duduk di sebelahnya.
Luo Xuan Ying tertegun dan langsung menatap ke arah giok tersebut. ”... Tidak perlu mengembalikannya. Anggap saja sebagai pemberian dariku. Kepala keluarga Luo memberikanku giok Fenghuang lebih dari satu. Jadi, tidak masalah jika aku memberikannya padamu.” ucap Luo Xuan Ying dengan senyum simpul yang terbentuk di wajahnya.
Liu Zhang Chen tidak berekspresi dan kembali mengalihkan perhatiannya. ”Aku tidak memerlukannya. Ambil saja.” ucapnya yang berhasil membuat Luo Xuan Ying tertegun mendengarnya.
”Hah? Kenapa menolaknya? Padahal aku memberikannya dengan senang hati—
Tidak lama setelah ia menatapnya dengan ekspresi terkejut, Luo Xuan Ying menghela nafasnya dan mengambil kembali giok Fenghuang dari tangan Liu Zhang Chen.
Setelah mengambilnya, keduanya pun berdiri kembali. Dan bersamaan dengan hal itu, Luo Xuan Ying mendekatkan tangannya pada pinggang kanan Liu Zhang Chen dan melilitkan tali yang ada pada liontin Fenghuang pada sabuk pakaian milik Liu Zhang Chen.
”Apa yang kau lakukan?!” bentak Liu Zhang Chen yang tampak terkejut setelah Luo Xuan Ying melilitkan benda tersebut pada sabuk pakaiannya.
Luo Xuan Ying tersenyum jahil dan menjawab, ”Kau tidak bisa menerima benda itu melewati seluruh anggota tubuhmu. Jadi, aku melilitkannya saja pada sabuk pakaianmu sehingga kau tidak bisa mengelaknya lagi.”
Liu Zhang Chen menatap kesal dan mencoba untuk melepaskan giok Fenghuang yang menggantung di pakaiannya. Namun, sebelum ia melepaskannya. Luo Xuan Ying sudah lebih dulu menghilang di hadapannya dan sepertinya ia telah pergi melanjutkan perburuan malamnya.
__ADS_1
”.... Terima kasih,...”
18 tahun kemudian setelah Luo Xuan Ying melihat Liu Zhang Chen yang memberikan giok Fenghuang pada Xiao Qing Xuan, pada akhirnya ia bisa merasa cukup mengerti mengapa Liu Zhang Chen memberikan giok itu pada Xiao Qing Xuan.
Tidak lain dan tidak bukan, semua ini dilakukan untuk melindungi Xiao Qing Xuan dari energi pendendam yang ada di sekitarnya. Liu Zhang Chen mengetahui hal itu sejak Luo Xuan Ying merasuki tubuh Xiao Qing Xuan dan mengendalikannya dengan sesuka hati.
”Untuk apa dia memberikanku benda ini? Tampak biasa-biasa saja.” gumam Xiao Qing Xuan sambil memperhatikan giok Fenghuang yang sudah berada di tangannya dan ia sudah melakukannya sejak Liu Zhang Chen kembali meninggalkan tempatnya.
Xiao Qing Xuan menoleh dengan kesal ke arah Luo Xuan Ying dan bertanya, ”Setan! Mengapa kau tidak menjawab pertanyaanku—
DUAKK!!!
Sebuah pukulan besar kembali mendarat di rahangnya dan karena hal itulah, Xiao Qing Xuan terlempar dan jatuh ke dalam danau yang masih dangkal.
”Aku ini tidak salah apa-apa! Mengapa kau memukulku?!” teriak Xiao Qing Xuan yang merasa jengkel saat dirinya sedang terduduk di dalam danau dengan seluruh tubuh dan pakaian yang basah kuyup.
”Sudah kubilang aku ini bukan setan! Panggil aku leluhur Ying!” ketus Luo Xuan Ying dengan wajah kesalnya.
Xiao Qing Xuan menatapnya dengan jengkel dan bertanya kembali, ”Apa bedanya dengan semua itu? Untuk apa aku bersikap ramah pada orang yang sudah mati?” celetuknya tanpa memikirkan apa yang akan dilakukan oleh Luo Xuan Ying berikutnya.
”Kau tidak memberikanku pilihan lain, bocah Xiao.” ucap Luo Xuan Ying dengan dingin dan pelan sehingga Xiao Qing Xuan kesulitan untuk mendengarnya.
”Hah? Apa yang kau katakan barusan?” tanya Xiao Qing Xuan yang tampak penasaran dengan kata-kata yang diucapkan oleh Luo Xuan Ying padanya.
__ADS_1
Luo Xuan Ying tersenyum jahil sehingga menimbulkan firasat buruk pada diri Xiao Qing Xuan. Tidak lama setelahnya, ia pun menjawab, ”Aku akan merasukimu dan membuatmu dikeluarkan dari Sekte.”