Become A Protagonist

Become A Protagonist
Chapter. 88 - Para Petinggi Keluarga


__ADS_3

”Qing Xuan! Apakah kau yang mengundang lima puluh wanita tadi dan membuat rusuh kediamanku?” tanya He Nan Ming dengan wajah yang terlihat dingin ketika di hadapannya sudah berdiri Chang Ye dan Xiao Qing Xuan yang baru saja kembali dari kota.


Xiao Qing Xuan langsung menjawab, ”Aku tidak akan mengundang mereka jika bukan karenamu! Aku ini laki-laki dan aku ingin memiliki saudara perempuan yang bisa aku lindungi! Kapan Paman akan menikah? Usiamu sudah hampir memasuki kepala lima!”


He Nan Ming tampak menyembunyikan kekesalannya dengan tersenyum paksa ketika melihatnya. ”Bagaimana jika aku mengatakan padamu bahwa saat ini aku ingin memiliki cucu? Kapan kau akan menikah?”


Xiao Qing Xuan tampak terkejut dan sangat marah setelah He Nan Ming mengakhiri kalimatnya. Ia mengeraskan tinjunya dan menundukkan kepalanya sambil menggertakan giginya.


”Kau sudah melanggar aturan dengan menikahkan anak di bawah umur! Bagaimana caranya aku bisa menghukummu agar kau menyesalinya?!” teriak Xiao Qing Xuan sambil menarik kerah pakaian He Nan Ming sehingga membuat suasana kediamannya semakin memanas dan seluruh petinggi merasa panik.


”T~ Tuan muda. Jangan lakukan itu pada pemimpin He.” ucap Chang Ye yang tampak panik setelah Xiao Qing Xuan mencoba untuk berkelahi dengan He Nan Ming.


Keadaan semakin parah ketika He Nan Ming berkata, ”Baiklah, jika kau ingin bertarung denganku. Saat ini kau sudah cukup besar dan aku tidak akan segan-segan lagi padamu.” ucapnya diakhiri dengan senyum seringai yang membuat semua orang ketakutan.


”Tuan He! Meskipun keponakan Anda sangat menyebalkan, dia masih bisa menyayangi Anda.” ucap salah seorang petinggi.


Tiba-tiba saja salah beberapa petinggi merasa tidak terima sehingga hal itu membuat suasana kediaman keluarga menjadi semakin memanas seolah telah menjadi Medan tempur.


”Tuan muda Xiao hanya mencari perhatian saja karena belakangan ini, Tuan He tidak pernah memperhatikannya!”


”Hah?! Kau berani mengelak?! Sejak kecil dia itu selalu saja bersikap sama dan tidak pernah dewasa! Dia tidak tahu kalau Tuan He selama ini sudah membesarkannya dan selalu memperhatikan keselamatannya!”


”Saat itu dia masih terlalu kecil! Wajar saja jika dia Tidak sadar bahwa selama ini Tuan He selalu mengawasi dan memperhatikannya!”


”Banyak celoteh! Bertarunglah denganku menggunakan tangan kosong!”


”Memangnya siapa yang takut padamu?! Kau sama sekali tidak menakutkan dan tidak membuatku getar untuk maju! Ayo! Lawan sini!”

__ADS_1


Sementara ini, He Nan Ming dan Xiao Qing Xuan hanya menonton mereka dari tempat yang sama padahal mereka berdua yang memulai kerusuhan lebih dulu. Tidak mungkin jika di ruangan ini terdapat dua kubu yang membela He Nan Ming dan Xiao Qing Xuan. Mungkin saja mereka mewakilkan keduanya karena mereka tidak ingin keduanya bertengkar.


”Apakah tidak ada kemajuan di kepala mereka?” gumam Xiao Qing Xuan yang menatap heran ke arah para petinggi yang sedang saling bertengkar saat dirinya masih menarik kerah pakaian He Nan Ming.


”B~ bagaimana ini Tuan He?! Seluruh petinggi sedang bertengkar. Apa yang harus dilakukan sekarang?” tanya Chang Ye yang tampak cemas dan panik saat kerusuhan besar terjadi di ruangan pribadi milik tuannya.


He Nan Ming melepaskan tangan Xiao Qing Xuan dan menghela nafasnya sambil berkata, ”Sudahlah. Aku tidak bisa menghentikan mereka. Biarkan saja mereka bertarung sampai ada salah satu dari mereka yang menyerah atau mati.” ucapnya sambil berjalan keluar dari ruangan tersebut tanpa menghiraukan kejadian yang sedang terjadi di sekitarnya.


”Hah? Hanya segitu? Apakah dia pantas disebut pemimpin yang adil?!” batin Xiao Qing Xuan yang menatapnya dengan heran sekaligus aneh.


Sementara ini, jauh di dalam sebuah hutan liar. Dua orang berpakaian putih dan memakai topi bambu. Salah satu dari mereka memiliki rambut yang berwarna putih dan bola mata yang berwarna merah tua. Keduanya sedang berdiri saling berhadapan di tengah-tengah pohon yang tumbuh dengan berbaris rapat.


”Aku pikir, aku sudah membunuh semua masa lalumu. Tapi, ternyata masih ada yang tertinggal.” ucap laki-laki berambut putih sambil mengeluarkan kembali pedangnya.


”Entah kenapa, aku tidak ingin dia terluka. Saat aku bertemu dengannya di kota, dia selalu tampak familiar.” jawab pemuda dengan kecewa.


Setelah itu, angin bertiup kencang dan menerbangkan beberapa dedaunan kering yang jatuh. Seorang pemuda yang telah berdiri sendirian, kini sedang memikirkan sesuatu yang membuatnya merasa cemas. Lalu, saat angin berhembus ke arahnya, topi bambu yang dipakai olehnya terlepas dan terjatuh di bawah kakinya.


Alis pedang dengan bola mata berwarna coklat keemasan telah ditunjukkan olehnya ketika topi bambunya terlepas. Rambut panjangnya mengibas dan tak lama kemudian, wajahnya pun terlihat sangat jelas.


Laki-laki ini adalah Liu Zhang Chen dan laki-laki berambut putih yang sebelumnya telah berbicara dengannya adalah Shangzhu Shi. Keduanya tidak bertambah tua dan selalu terlihat sama.


...\=\=\=\=\=\=\=\= • ✠ • \=\=\=\=\=\=\=\=...


Malam harinya, Xiao Qing Xuan sengaja pergi dari kamarnya menuju kolam teratai yang berada di belakang kediamannya. Saat sampai di sana, ia terus memperhatikan sekitar dan tampak waspada terhadap apa yang akan terjadi selanjutnya.


”Bulan purnama terlihat sangat jelas. Mengapa orang itu tidak juga mengunjungi ku? Apakah yang aku katakan tadi masih kurang untuknya?” batin Xiao Qing Xuan yang memikirkannya.

__ADS_1


Tak lama, ia pun duduk di atas sebuah kursi batu yang berada di bawah pohon besar. Ia tampak sedang menunggu seseorang untuk menemuinya namun, hingga kini orang itu tidak juga menemuinya.


”Hmm, apakah aku harus mencobanya besok? Tapi, orang seperti dia jarang sekali ditemukan.” batin Xiao Qing Xuan sambil memandangi sebuah rumput panjang yang tumbuh di bawah kakinya.


”Tuan muda! Tuan muda! Mengapa Anda di sini?” Chang Ye berseru sambil berlari menghampiri Xiao Qing Xuan setelah ia melihatnya dari balik jendela.


Xiao Qing Xuan langsung menoleh ke arahnya dan bertanya, ”Kenapa kau kemari? Aku sama sekali tidak mengundangmu ke sini.” tanyanya setelah melihat Chang Ye berdiri di hadapannya.


Sambil menarik tangannya, Chang Ye berkata, ”Kita harus segera kembali, Tuan muda. Pemimpin He akan marah jika melihatmu berada di sini semalaman.”


Xiao Qing Xuan tidak berekspresi dan bertanya, ”Mengapa kau begitu peduli padaku padahal aku ini orang asing? Lagipula, aku hanya akan menjadi calon kepala keluarga Xiao dan bukan keluarga He.” tanyanya yang berhasil membuat Chang Ye tertegun.


Tak lama, Chang Ye menggelengkan kepalanya dan mencoba berdalih dengan berkata, ”Tuan muda harus segera kembali! Ayahku akan marah jika melihatmu di sini!” ucapnya sambil menarik Xiao Qing Xuan pergi.


”Kau mengganggu saja. Sudah berdalih dari pertanyaanku dan kau malah menyuruhku tidur saat aku akan melakukan kencan pertama?” tanya Xiao Qing Xuan sambil menarik tangannya kembali.


Chang Ye tampak sangat terkejut dan langsung menatap ke arahnya dengan heran. ”T~ tuan muda sudah memiliki pasangan? Tapi, kapan kalian bertunangan?”


Xiao Qing Xuan melipat tangannya dan menjawab, ”Sebenarnya, aku datang ke sini untuk membunuhnya. Aku sudah tidak tahan dengan tindakan jijik yang terus dilakukan olehnya.”


Chang Ye terdiam dan tidak berekspresi. ”Mengapa ingin membunuhnya? Pemimpin He pasti tidak akan menerimanya. Apakah Tuan muda mencoba untuk diusir dari sini dengan baik-baik?”


Xiao Qing Xuan mendengus dan langsung menjawab, ”Tentu saja! Aku tidak tahan jika terus terpenjara di tempat ini!”


Chang Ye tampak cemas dan mencoba untuk berkata, ”T~ tapi Tuan muda.”


Tak lama setelahnya, muncul sebuah bayangan hitam dari dalam tanah dan bayangan tersebut langsung membelah tanah ketika keduanya sedang saling berbicara. Mereka pun langsung bergerak ke belakang dan menghindari semua serangan yang dilakukan oleh bayangan hitam itu secara bertubi-tubi.

__ADS_1


Mengetahui bahwa musuhnya datang dari dalam tanah, Xiao Qing Xuan langsung menjawab, ”Akhirnya kau datang juga, Ning'er.”


__ADS_2