BERBAGI RANJANG DENGAN ADIKKU

BERBAGI RANJANG DENGAN ADIKKU
Baby. 100.KADO KEMENANGAN


__ADS_3

Lain Eva lain pula dengan Rendra yang mana setelah kepergian Eva masuk ke dalam kamar mandi Rendra menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan sangat kasar, kedua tangannya mengepal kuat di dekat ranjang Di mana tempat dia kini berbaring.


"Aku tidak percaya jika Eva mampu melakukan hal serendah itu, Aku mau lihat apakah dia benar-benar sengaja melakukannya dengan sangat sadar ataukah dia tidak sengaja melakukannya, karena bagaimanapun juga Eva masih terbilang anak-anak di mana usianya masih remaja dan belum terlalu memahami tentang kehidupan orang dewasa, Aku akan memaklumi dan maafkan apabila hasil yang dia berikan padaku untuk yang kedua adalah sesuatu hal yang benar dan jujur, tapi jika sampai berani melakukan kecurangan kita lihat saja apa yang akan Aku lakukan padamu, Aku tidak akan menunjukkan kebohonganmu secara nyata dan terang, Aku akan melakukan hal yang sama denganmu berpura-pura tidak tahu Jadi kita lihat Apa hasil yang akan kau berikan kepadaku malam ini, "Geram Rendra dalam hati yang mana kini Rendra berusaha membuat emosinya redah agar Eva tidak mengetahui jika sebenarnya Rendra sedang menguji kejujuran dari Eva.


Perasaan kecewa dan marah memang Ada ketika Rendra Mengetahui jika Eva ternyata tidak hamil, tidak mau gegabah akhirnya Rendra memberikan kesempatan kedua pada Eva untuk menguji tes kehamilan nya sendiri, Rendra ingin kepastian apakah perbuatan yang Eva lakukan itu atas dasar kesengajaan ataukah bukan.


Karena jika bukan kesengajaan pastilah Eva akan memberikan hasil Negative kepadanya.


berkali-kali Rendra menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan kasar menunggu dengan tidak sabar kemunculan dari Eva untuk memberikan hasil tes kehamilan yang dia minta.


di dalam keresahan yang mengaggu kembali ponsel Rendra berdering dan Rendra yang sudah memahami bahwa itu adalah ulah dari Robi berusaha untuk mengabaikan, Akan tetapi karena ponsel itu terus berdering akhirnya mau tidak mau Rendra mengangkat benda pipih itu.


"Halo, ada apa? "


"Hahaha kacau sekali suaramu Dokter, bagaimana rasanya di kecewakan, enak tidak. "


"Robi..! berhentilah meledek atau Aku potong habis gajimu. "


"Hahaha, Rendra... Rendra jangan kamu pikir Aku tidak tau rencanamu, sudah berhentilah jangan berbuat yang Aneh Aneh cukup Vanesa yang selalu menjadi korban kemarahan dalam diammu, meskipun Aku tidak suka dengan Wanita itu, tapi Aku tidak tega jika kamu sampai menyiksanya, sudah lepaskan dan lupakan urusan Vanesa lebih penting darinya. "

__ADS_1


"Jangan mengaturku diam Dan tidurlah, kamu menang, besok Aku Akan Naikkan gajimu sebagai hadiah kemenanganmu, "


"Hahaha, Rendra Rendra.. tidak perlu memberiku hadiah apapun cukup, lepaskan baik baik wanita itu, dia memang terlihat lebih tegar Dan kuat tapi Aku yakin dia sangat lemah, dia masih anak anak bukankah kamu tidak mencintainya jadi lepas dengan baik."


" Sudah ku bilang jangan mengaturku, Aku tau apa yang harus Aku lakukan. "


"Terserah kamu, dasar Dokter pendendam, "


Robi segera mematikan sambungan telpon setelah mengucapkan kalimat itu


"Hei, Apa kamu bilang... halo.. Robi...! "Sial tau apa anak itu tentang Aku, apa jangan jangan Nesa sering curhat sikap kasarku padanya, tidak tidak Nesa bukan tipe wanita yang suka mengumbar Aib keluarga, lalu bagaimana Robi tau tentang perlakuanku padanya Nesa waktu itu, semua terjadi juga karena salah Nesa dia tidak pernah jujur padaku dan laki-laki mana yang mau direndahkan oleh istrinya tidak ada yang mau kan, jadi aku tidak salah juga meskipun memang sedikit keterlaluan sih mengingat itu kenapa membuat Aku menjadi tegang, Selain rasa kesal Aku memang tidak bisa berhenti mengempurnya di Rajang, itu karena rasanya Aku selalu kurang dan kurang dan Aku terbakar emosi ketika menggingat Nesa dengan laki laki lain hal itulah yang membuat Aku sering bermain kasar, Aku benar benar menghajar habis habisan Nesa di Ranjang dan berkali kali benihku Aku tanam disana, mana mungkin Nesa tidak hamil pasti dia hamil jangan jangan.. saat Nesa mual dan lari ke dalam Kamar mandi itu karena dia hamil..! jika benar begitu Aku Akan jadi seorang Ayah Aku Akan punya Anak, " seru Rendra girang tanpa sadar bibirnya mengulum senyum sambil berkomat kamit.


tepat pada saat Rendra mengucap kata-kata itu Eva keluar dari kamar mandi yang tanpa sadar mendengar apa yang Rendra katakan membuat hati Eva semakin senang dan bahagia.


" lihat Mas hasilnya, Aku beneran hamil, Mas Rendra senang kan? "ucap Eva dengan manja.


Rendra yang tersentak dari lamunannya sedikit terkejut melihat Eva tiba-tiba sudah bergelayut manja di dada bidangnya, senyum yang tadinya mengembang tiba-tiba memudar dan hilang kedua tangan Rendra mengepal dengan sangat kuat, Andaikan tidak mengingat apa yang dikatakan Robi mungkin tangan itu sudah melayang memukul wanita yang sedang memeluknya.


Rendra merarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan perlahan seolah-olah menahan beban berat yang ada di dalam hatinya bibirnya kemudian menyungkirkan sebuah senyuman.

__ADS_1


" Tentu saja aku senang sekarang sudah malam tidurlah, "


Dengan perlahan-lahan Rendra melepaskan pelukan Eva yang sangat membuatnya muak dan ingin sekali menampar wanita yang ada di depannya karena dia telah berani berbohong dan berani mempermainkannya, beruntung Rendra masih memiliki pemikiran waras, sehingga Gejoolak amarah yang ada di dalam hatinya sekuat tenaga Rendra tahan dan berpura-pura senang, dengan menyunggingkan sebuah senyuman.


Sementara Eva menarik nafas lega dan senang karena Rendra tidak akan memarahi dirinya dan tidak akan pernah mencampakkan dirinya terlebih melihat senyum Rendra yang terlihat sangat senang dan bahagia.


Eva mulai naik ke atas ranjang dan merebahkan tubuhnya seperti apa yang diperintahkan oleh Rendra kepadanya malam itu Rendra minta izin kepada Eva untuk mengerjakan suatu tugas lembur di ruang kerja, sehingga Rendra tidak bisa menemaninya untuk tidur.


"Sayang, Aku Selesaikan dulu pekerjaanku ya, kamu tidur yang nyenyak dan jaga baik baik bayimu, "


"Baik, Mas, kerja yang Rajin biar Nanti kita bisa bulan madu keluar Negri ya Aku ingin ke paris."


"Tentu, sayang sekarang kamu tidurlah. "


meskipun sedikit berat akan tetapi demi kelancaran sebuah kebohongan dan kepura-puraan Rendra mengecup kening apa dengan lembut sebelum Rendra keluar dari dalam kamar.


Eva merasa sangat senang dan bahagia karena kali ini Rendra terlihat sangat memanjakannya bahkan sangat terlihat lebih perhatian kepadanya Hal itu membuat Eva bertekad untuk bisa menjebak Rendra tidur satu malam agar dia bisa benar-benar bisa hamil sungguhan.


senyum kepuaasan dan kebahagiaan terpancar dari wajah dan bibir Eva.

__ADS_1


" lihat saja Mbak Nesa ku yang malang, suamimu sudah mencintaiku dan sebentar lagi Kamu tidak akan ada apa-apanya di hati Mas Rendra karena dia Akan menjadi milikku Seutuhnya." gumam Eva bermonolog sendiri.


__ADS_2