BERBAGI RANJANG DENGAN ADIKKU

BERBAGI RANJANG DENGAN ADIKKU
Bab. 63.RENCANA


__ADS_3

Rendra mengantarkan Eva masuk ke dalam kamar menemani dan tidur di sampingnya. Eva merasa senang dan bahagia karena telah berhasil membuat Rendra mau menuruti keinginannya diam-diam bibir Eva menyungingkan sebuah senyuman dengan Manja ketika sampai di dalam kamar dan berbaring diatas ranjang dengan sangat manja Eva tidur sambil memeluk tubuh kekar Rendra yang mana mau tidak mau Rendra membiarkan semuanya.


Di sisi lain Vanesa yang awalnya ingin tidur di Rumah sahabat nya akhirnya menggurungkan niatnya dikarenakan dia berfikir jika caranya seperti itu tak ubahnya dirinya seperti anak kecil, Vanesa akan melakukan penyelidikan sendiri agar dia benar benar memiliki bukti jika suaminya benar-benar sudah berselingkuh dengan adiknya.


Dalam hati Vanesa berharap semoga apa yang dikatakan Bara itu semua salah dan seandainya suaminya berselingkuh Vanesa berharap bukan Adiknya yang menjadi madunya.


Dengan menyewa taksi yang dipesankan Mira temannya Vanesa pulang kembali ke Rumah nya.


Hanya menempuh perjalanan selama satu jam Vanesa sudah sampai didepan Rumah nya, setelah turun dan membayar sopir taksi Vanesa mulai melangkahkan kakinya , pintu pagar yang sudah terkunci, karena Vanesa juga memiliki kunci pintu pagar maka Vanesa bisa kapan saja masuk ke dalam Rumah.


Dari luar terlihat lampu yang ada di ruang tamu sudah padam itu berarti semua penghuni yang ada di dalam Rumah sudah tertidur. Perlahan lahan Vanesa membuka pintu dia tidak ingin mengaggu kenyamanan tidur orang orang yang ada di dalam untuk itu Vanesa membuka nya dengan sangat hati-hati dan perlahan.


Ketika pintu dibuka Vanesa menarik napas lega ternyata suara pintu yang dia buka tidak membuat penghuni yang ada di dalam Rumah terbangun.


Dengan mengendap-endap Vanesa masuk ke dalam kamarnya ketika pintu dibuka Vanesa dibuat heran karena Ranjang nya kosong.


"Mas Rendra kemana, apa dia benar-benar berselingkuh dengan Eva dan ada didalam kamar nya, coba Aku lihat, mereka tidak akan tau jika Aku mengintip nya, tunggu, kunci cadangan kamar yang dipakai Eva kan ada dilaci Aku ambil dulu, " Vanesa segera menuju ke tempat penyimpanan kunci-kunci yang ada di dalam Rumah itu, setelah menemukan nya Vanesa bergegas pergi dari dalam kamar ketika Vanesa membuka pintu kamarnya Vanesa dikejutkan dengan sosok laki-laki bertubuh tinggi tegap yang tak lain adalah Rendra yang ternyata dia juga ada di depan pintu kamar dimana Rendra kala itu yang sudah melihat Eva tidur nyenyak hendak balik ke dalam kamar nya.


Karena tidak menyangka di depan pintu justru berpapasan dengan Vanesa membuat Rendra juga ikut terkejut tapi beberapa detik kemudian bibirnya langsung menyunggingkan sebuah senyuman.


"Nesa, akhirnya kau pulang, " seru Rendra dengan tatapan mata penuh haru dan bahagia, saking senang nya Rendra langsung memeluk istrinya, tapi dengan cepat Vanesa menepis dan berusaha melepaskan pelukan dari suaminya.


"Mas, Rendra darimana? "


"A-aku, _


" Sudahlah tidak perlu dijawab mungkin Mas Rendra baru dari dapur karena haus. "


"I-iya Aku baru dari dapur untuk minum, haus, " ucap Rendra seraya tersenyum hatinya benar-benar senang dan bahagia karena istrinya sudah pulang.

__ADS_1


"Dasar pembohong, "geram Vanesa dalam hati.


Vanesa menyunggingkan senyuman untuk menutupi semua rasa kesal dan amarahnya yang dengan mati-matian dia tahan agar tidak meledak karena untuk saat ini Vanesa belum memiliki bukti apapun.


Rendra yang bahagia karena istrinya sudah pulang meraih tangan Vanesa.


"Ayo kita tidur sayang ini sudah malam,"


"Lepaskan tanganku tidak perlu begini, Aku bisa jalan sendiri, "


"Deg..! penolakan Vanesa yang cukup halus tapi serasa bagaikan tamparan yang keras entah mengapa rasanya sakit mendengar penolakan dari sang istri.


Rendra meneguk ludahnya, tak mampu bicara apa-apa selain menurut dan berjalan mengekori istrinya dari belakang.


Vanesa langsung Naik ke atas Ranjang menarik selimut dan merebahkan tubuhnya dengan posisi miring, entah mengapa hatinya serasa sakit, meskipun belum pasti prasangka nya benar jika suaminya baru dari kamar sang Adik tapi didasarkan hatinya yang paling dalam seolah membenarkan prasangka itu.


Kembali Rendra meneguk ludahnya, ada segurat rasa sakit yang tiba-tiba menyayat hatinya rasanya sakit di acuhkan istri yang sangat dia cintai, berjam-jam menunggu berjam-jam mencari tapi setelah bertemu keadaan seolah berbeda, Rendra mulai merasakan istrinya menjaga jarak dengan nya.


"Mas Rendra ambil selimut yang lain saja, Aku kedinginan jadi biarkan Aku pakai sendiri selimut nya, " ujar Vanesa tanpa menoleh kebelakang dimana Rendra sedang merebahkan tubuhnya menghadap kearahnya.


Lagi-lagi perkataan Vanesa bagaikan sayatan pisauu didalam hatinya, akan tetapi Rendra berusaha tenang dan memaklumi semuanya mungkin istrinya memang sedang kedinginan pasalnya sore tadi hujan nya juga cukup deras, sebenarnya Rendra ingin bertanya kemana Vanesa pergi akan tetapi pertanyaan itu Rendra simpan melihat situasi sepertinya kurang bersahabat dimana sang istri terlihat sangat acuh dan dingin.


Rendra menarik napas panjang dan menghembuskan nya dengan perlahan.


"Baiklah kalau begitu begini saja biar tidak dingin lagi, " ucap Rendra dengan lembut seraya memeluk dengan erat istrinya dari belakang.


Tapi lagi-lagi tangan Vanesa menepis.


"Ngak usah, Mas justru bikin nafas sesak, "

__ADS_1


"Deg! Lagi-lagi hati Rendra seolah sedang dikoyak benda tajam tidak menimbulkan luka akan tetapi sakitnya sangat begitu terasa.


Kembali Rendra meneguk ludahnya, bibirnya terasa keluh, Rendra terdiam dengan jawaban istrinya yang benar-benar kini mulai berubah sangat dingin bahkan seolah olah asing di peluk tidak mau di gengan juga tidak mau.


Rendra semakin dibuat bingung dan kelimpungan dengan sikap sang istri.


"Nesv, apakah Mas melakukan salah, kenapa kamu...


" Mas bertanya nya besok saja, Aku sudah ngatuk, tolong jangan berisik. "


Lagi dan lagi perkataan dari Vanesa sungguh sangat menyakitkan entah mengapa hati Rendra begitu sakit, ingin marah tapi tidak bisa, Rendra mengusap kasar wajahnya.


"Nes, Tolong jangan bersikap begini Aku tidak bisa tidur kalau tidak memelukmu, " ucap Rendra berusaha merajuk berharap istri nya akan mengerti dan mengizinkan dirinya untuk bisa tidur dengan memeluknya.


Merasa kesal dengan perkataan Rendra sang Suami Vanesa segera mengambil guling yang ada di depan nya dan di taruh dibelakang nya.


"Pakai ini Nanti juga bisa tidur, " sinis Vanesa yang mana hatinya sangat sakit jika apa yang ada di dalam pikiran nya adalah benar jika Rendra memiliki hubungan dengan adiknya dan jika baru saja Rendra tidur dengan adiknya.


"Astaga Nes masak tega Aku disuruh peluk guling sih, "


"Sudahlah Mas, Aku capek jangan berisik kalau tidak mau Mas boleh kok tidur diluar. '


" Deg..! seraya mau lepas jantung Rendra ketika mendengar ucapan istrinya kini Rendra benar-benar yakin jika Istrinya marah padanya dan sudah mulai mencurigai nya.


Tiba-tiba hati Rendra menjadi takut, sangat takut jika sewaktu-waktu Vanesa tiba-tiba pergi meninggalkan dirinya.


Sepanjang malam Rendra tidak bisa tidur pikiran nya sibuk mencari jalan agar jangan sampai Vanesa mengetahui hubungan nya dengan Eva secara nyata, karena Rendra sudah bisa memastikan jika sekarang istrinya dalam titik curiga karena belum mengetahui dan menemukan bukti secara nyata dari dirinya sendiri maka Vanesa berusaha menutupi amarah dan kekesalan nya dan hal itu bisa dimanfaatkan Rendra untuk segera membuat Eva jauh agar kecurigaan Vanesa tidak bisa berlarut larut.


Bagaimana pun juga Mau berselingkuh dengan siapa pun Rendra bertekad tidak akan melepaskan istrinya.

__ADS_1


"Aku tidak bisa hidup tanpa mu, apapun akan Aku lakukan untuk mempertahankan dirimu, Aku sangat mencintai mu Nes, percayalah hatiku hanya milikmu, jika Aku melakukan kesalahan itu kamu, kamu yang membuat Aku jadi seperti ini, mulai besok Aku harus memaksa Eva untuk pergi dari Rumah ini, Aku tidak mau hari-hariku sesak begini dan Aku tidak mau hubungan ku dengan Eva ketahuan, Aku tidak sanggup jika Vanesa tau kemudian meninggalkan Aku jadi sebelum semua itu terjadi, Aku Akan buat Eva pergi dari sini. "Rendra terus bermonolog sendiri hingga lama-kelamaan diapun tertidur.


__ADS_2